
Beberapa hari kemudian sesuai kesepakatan awal, Bryan dan keluarganya datang mengunjungi Pak Surya yang telah diperbolehkan untuk pulang
"Halo cucu kakekkk" Pak Surya tampak senang dengan kedatangan Nayla, Nayla pun langsung mendekat kearah Pak Surya dan memeluknya. Begitu juga dengan Vanno yang nampak iri hati ketika sang Kakek memeluk Nayla
"Vanno juga kesini dong" kata Pak Surya, Vanno pun mematuhi perkataan Kakeknya. Dipeluknya dua cucu kesayangannya, Pak Surya sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan cucu cucunya
Setelah selesai dengan sesi kangen kangenannya, Kini sampailah mereka dalam pembicaraan yang serius. Baik Pak Surya, Mama Sinta, Pak Hamdan, Mama Henny, Bryan, Agatha, Sellena dan Reyhan pun ikut dalam pembicaraan ini
"Baik, seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya"
"Kedatangan keluarga kami kesini adalah untuk menyampaikan keinginan hati anak kami, Bryan untuk meminang Putri kalian, Agatha" kata Pak Hamdan langsung to the point
"Mohon kiranya untuk diterima niat baik kami" sambungnya lagi
"Karena Agatha dan Bryan juga sudah sama sama saling setuju, maka kami sebagai keluarga hanya bisa mendukungnya saja" jawab Pak Surya
"Alhamdulillah, kami turut senang mendengarnya" kata Mama Henny
"Apakah sebaiknya tidak dipikirkan dulu" sahut Mama Sinta membuat semua orang menoleh bingung
"Begini, Bryan inikan laki laki tampan dan mapan"
"Apa sebaiknya tidak cari yang lain saja, toh Agatha juga sudah menyia nyiakan nak Bryan juga kan dulu"
"Membuat nak Bryan susah juga sudah mencari cari keberadaan Agatha selama 7 tahun ini, berarti kan Agatha tidak menghargai nak Bryan"
"Lagi pula bukan hanya nak Bryan saja yang susah, tapi semuanya juga susah harus ikut mencari Agatha selama ini" kata Mama Sinta dengan angkuhnya
__ADS_1
"Mama" bentak Pak Surya yang sama sekali tidak habis pikir dengan tidakan yang dilakukan istrinya tersebut
"Mama kok ngomongnya gitu sih" Reyhan pada akhirnya juga ikut kesal mendengar ucapan Mama Mertuanya tersebut
"Loh Emang bener kan? nggak salah dong mama" kekeh Mama Sinta
"Brengsekkkk" gumam Agatha yang masih bisa didengar oleh yang lainnya
Sontak semua orang pun menoleh kearah Agatha, sementara yang ditatap pun nampak tenang
"Tuh kan Pak, lihat aja masak nggak ada sopan sopannya sih sama orang tua" adu Mama Sinta pada keluarga Pak Hamdan
"Padahal saya Mamanya loh" sambungnya lagi
"Anda bukan Mama saya" sinis Agatha
Semua orang nampak terkejut dengan ucapan agatha, terkecuali Pak Surya yang memang sudah menduga duga jika hal ini pun akan lekas terjadi sesuai apa yang telah dikatakan Agatha sebelumnya
"Apa maksud lo" bantak Sellena yang tidak terima jika Mamanya dituduh sebagai pembunuh
"Lo nggak tau ya kalau lo terlahir dari rahim seorang pembunuh?" sinis Agatha
"Lo jangan fitnah" kata Sellena yang langsung bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri Agatha
"Apa? lo nggak percaya?" tantang Agatha sembari beranjak berdiri mengimbangi kemaragan Sellena
"Lo boleh benci sama kita, tapi nggak gini cara lo. Kampungan" desis Sellena
__ADS_1
"Oke, kita lihat siapa yang benar disini" tantang Agatha yang kemudian langsung mengambil ponselnya dan memutar rekaman saat Agatha berbincang dengan Mama Sinta beberapa hari lalu
Sontak semua orang pun dibuat terkejut dengan pengakuan Mama Sinta tersebut, begitu juga dengan Bryan pasalnya Agatha sama sekali tidak memberitahunya akan hal ini sebelumnya
Bahkan Mama Sinta juga tidak menyangka jika pembicaraannya waktu itu direkam oleh Agatha, sungguh licik
"Puas?" kata Agatha penuh kemenangan
"Kurang ajarrr" teriak Mama Sinta yang langsung berusaha mendekati Aagtha, namun dengan sigab Bryan pun melindungi tubuh Agatha
"Awas kamu" teriak Mama Sinta yang tubuhnya ditahan oleh Bryan
"Lihatlah, semua akan ada balasannya" kata Agatha dengan senyum menghiasi bibirnya
Tak berapa lama kemudian terdengar suara sirine mobil polisi membuat semua orang menegang, pasalnya tak ada yang menyangka jika Agatha akan bertindak secepat itu
"Selamat atas hidupmu yang baru" kata Agatha
"Sialan kamu" desis Sellena
Setelah Mama Sinta dibawa oleh pihak kepolisian, seluruh keluarga pun terpecah belah. Keluarga Pak Surya turut mengikuti sampai ke kantor polisi, sementara keluarga Pak Hamdan termasuk Bryan dan Agatha sendiri memutuskan untuk kembali kerumah. Agatha sama sekali tidak ingin berurusan dengan wanita itu
"Bry, aku mohon bantu aku. Jangan sampai wanita itu bisa bebas dari penjara" pinta Agatha pada Bryan
"Kenapa kamu melakukan ini tanpa membicarakannya kepadaku dulu?" balik tanya Bryan
"Maaf, bukan begitu maksudku. Tapi ini permasalahan keluargaku"
__ADS_1
"Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja setelah tahu dialah orang yang telah membunuh Mamaku" adu Agatha dengan rait wajah penyesalannya