Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 78


__ADS_3

"Duduk Bro" kata Bryan yang mempersilahkan, ia pun bergeser kesamping Agam


"Thanks" jawab Reyhan yang kemudian duduk


Deg.....jantung Reyhan berdetak dengan kencang begitu duduk dan ternyata tepat didepan Agatha. Tak berbeda dengan Agatha yang juga terkreut setengah mati begitu dugaannya benar


"Ag....Agatha" panggil Reyhan terbata bata, jantungnya terus berdegup dengan kencang bahkan netranya tak lepas dari menatap Agatha. Meyakinkan jika yang berada didepannya saat ini adalah Agatha, wanita yang berasal dari masa lalunya namun namanya masih terukir indah dihatinya bahkan sampai saat ini


"Re....Reyhan" ucap Agatha yang masih tak percaya


Dengan sekali hentakan Reyhan pun langsung berdiri dan melangkah kesamping Agatha, namun matanya tak kunjung lepas dari menatap Agatha seakan akan takut jika Agatha akan menghilang kembali dari pandangannya


"Ini bener kamu ta?" tanya Reyhan, kedua tangannya memegang bahu Agatha dan mengarahkannya untuk menatap padanya


"I...iya" lirih Agatha


Brak....Reyhan langsung memeluk Agatha, bahkan memeluk dengan erat. Tidak....Agatha tidak boleh pergi lagi


"Kamu kemana aja selama ini ta?" tanya Reyhan dengan posisi masih memeluk Agatha erat


"Kenapa aku nggak bisa nemuin kamu selama ini?" tanya Reyhan lagi dengan mata yang tampak berkaca kaca, antara tak percaya dan bahagia bisa bertemu kembali dengan wanita pujaan hayinya tersebut


"E, jangan gini han" kata Agatha sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan Reyhan


"Ke...kenapa ta? Kamu nggak kangen sama aku?" tanya Reyhan sembari melepaskan pelukannya walaupun sebenarnya ia tak rela untuk melepaskannya


"Gimana kabar kamu? Kamu baik baik aja kan?" tanya Agatha tanpa menjawab pertanyaan Bryan


"Hidupku kacau, aku takut terjadi apa apa denganmu"


"Maafkan aku, semua ini karena kebodohanku" ucap Bryan, air mata yang tadi sempat ia tahan bahkan saat ini telah meluncur bebas


"Sebaiknya selesaikan pembicaraan kalian diruang privat" sahut Bryan tiba tiba


Saat ini Milla, Agam dan Bryan masih berada dimeja yang tadi, semenjak kepergian Agatha dan Reyhan kurang lebih 5 menit yang lalu semuanya tampak diam dan sibuk dengan pemikirannya masing masing


"Kok kebetulan banget ya ada Reyhan" Milla yang menyampaikan uneg unegnya pertama kali membuka pembicaraan


"He eum, kok kebetulan banget ya" kata Agam yang ikut menimpali ucapan Milla


"Gue yang ngundang" sahut Bryan dengan wajah datarnya sembari meminum ice coffy yang tadi telah dipesannya


"Hah? Seriusan?" kaget Milla yang langsung menoleh kearah Bryan


"Seriusan lo?" tanya Agam yang juga terkejut


"He eum" jawab Bryan singkat

__ADS_1


"Gila, ngapain lo pake acara ngundang Reyhan segala?" tanya Milla yang ingin tahu


"Lo masih inget kan? Kalau Reyhan itu mantannya Agatha?" tanya Agam pada Bryan


"Gue inget, makanya gue ngelakuin ini demi kelancaran pernikahan gue nantinya" jawab Bryan dengan penuh keyakinan


"Kalau mereka balikan gimana?" tanya Milla dengan tatapan mengejeknya, ia tak bersungguh sungguh mengatakan hal tersebut karena ia hanya ingin memanas manasi Bryan saja


"Agatha pasti bakalan milih gue" jawab Bryan dengan penuh keyakinan, tentu saja pada awalnya ia juga ragu jika harus melakukan hal ini, namun sebagai seorang laki laki ia harus memantapkan hatinya dengan tetap berpegang teguh jika Agatha pasti akan tetap memilihnya


Sementara itu, diruang privat Agatha dan Reyhan pun duduk saling berhadap hadapan. Keduanya malah tampak canggung antara satu sama lain. Mungkin kalian ada yang setuju dengan kata kata ini, bahkan seseorang yang pernah dekat dengan kita sekalipun akan menjadi asing jika sudah pada waktunya


"Gimana keadaan Sellena?" tanya Agatha pertama kali


"Baik" jawab Reyhan singkat, ia tak senang jika Agatha malah menanyakan hal yang lainnya saat berdua seperti ini meskipun yang ditanyakan adalah istrinya sendiri


"Kalian pasti sudah punya anak, laki laki atau perempuan?" tanya Agatha lagi


"Laki laki" jawab Reyhan seadanya, ia bahkan belum berniat untuk membuka suara lebih lanjut


"Ohhh" balas Agatha sembari mengangguk anggukkan kepalanya mengerti


Hening.....satu menit, dua menit, tiga menit...Namun belum ada pembukaan suara lagi


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Reyhan yang memecah keheningan


"Kenapa kau tak pernah kembali selama ini?" tanya Reyhan lagi


"Em, aku menyukai hidupku yang baru"


"Aku berniat ingin melupakan masa laluku" kata Agatha sembari menundukkan kepalanya


"Aku tau kau benci dan marah padaku"


"Tapi pikirkan Papamu, kau tak seharusnya pergi seenaknya seperti ini" kata Reyhan


"Bagaimana keadaan Papaku?" tanya Agatha sembari mendongakkan kepalanya


"Sebaiknya kau datang sendiri kerumahnya, Papamu pasti akan sangat senang dengan kehadiranmu" lanjut Reyhan


"Aku harap semuanya baik baik saja" kata Agtha


"Bagaimana kau bisa ada disini? Aku bahkan sering kesini namun tak pernah melihatmu"


"Apa kau baru keluar dari tempat persembunyianmu?"


"Aku bahkan telah mencarimu kemana mana selama ini" ucap Reyhan menyampaikan kenyataan

__ADS_1


"Em, terima kasih telah mencariku" kata Agatha dengan tulus


"Katakan, siapa yang membawamu kesini?" tanya Reyhan


"Aku yakin Milla juga tak tau keberadaanmu selama ini" lanjut Reyhan lagi


"Iya, Milla bahkan tak tau keadaanku selama ini" jawab Agatha


"Jujurlah padaku, kau pasti sangat membenciku kan?"


"Aku bisa memaklumi itu, tapi percayalah jika aku memang benar benar dijebak oleh Sellena saat itu" ucap Reyhan yang langsung menarik dan menggenggam tangan Agatha yang tadinya ia letakkan diatas meja


"Eh" kaget Agatha saat tiba tiba Reyhan menarik tangannya


"Emmm pada awalnya aku memang tidak menerima itu semua, namun sekarang aku sudah mengikhlaskannya" jawab Agatha


"Ternyata kau tak berjodoh denganku, kau malah berjodoh dengan Sellena" lanjut Agatha yang kemudian langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Reyhan


"Aku tak mencintainya" kata Reyhan kemudian


"Kau harus belajar mencintainya" jawab Agatha


"A...aku telah mencobanya, namun tidak bisa" lirih Reyhan


"Aku selalu memikirkanmu" lanjut Reyhan


"Kau memikirkanku karena kau merasa bersalah padaku" kata Agatha


"Bukan, tapi karena aku mencintaimu" tolak Reyhan tegas, bahkan ia langsung menatap pada Agatha


"Kau salah, seharusnya kau mencintai Sellena" kata Agatha dengan senyumannya


"Aku bahkan sangat muak, bahkan untuk memandang wajahnya sekalipun" tolak Reyhan


"Setidaknya tahanlah demi anakmu, perlahan lahan kau akan mencintai Sellena" ucap Agatha sedikit berbagi pengalamannya


"Aku tetap tidak bisa" tolak Reyhan


"Baiklah, itu keputusanmu sendiri" akhirnya Agatha pun lelah untuk meyakinkan Reyhan


"Apakah kau masih mencintaiku?" tanya Reyhan tiba tiba, pandangannya langsung menatap Agatha lekat seperti ingin memastikan raut wajah Agatha


Deg....Agatha tampak terkejut dengan pertanyaan tiba tiba Reyhan, ia tadi tak pernah terfikirkan jika Reyhan akan menanyakan hal ini padanya


"A...aku akan menikah" ucap Agatha kemudian


Deg....

__ADS_1


__ADS_2