
Degg....
"Dim Dimas?" gumam Ratih.
"Kenap kenapa dia ada disini?" gumamnya.
Tap....tap....tap....tap dengan gagahnya bak seorang pangeran, Dimas pun langsung melangkah dengan tegapnya menghampiri Ratih.
Sreettt....Sesampainya disamping Ratih, Dimas pun langsung menarik tangan Ratih dan otomatis tubuh Ratih pun hampir terjerembab ketubuhnya Dimas.
"Dim." terkejut Ratih.
"Diem, lo ikut gue sekarang." tekan Dimas yang tak ingin ada penolakan sama sekali.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Dimas pun langsung menarik tangan Ratih dan menyeretnya keluar dari cafe. Pandangan aneh orang lain pun sudah tidak ada artinya lagi dimata Dimas dan Ratih.
Sreeetttt
Sesampainya diluar Dimas pun langsung melepaskan tangan Ratih.
"Lo ngapain sih pake baju kurang bahan kayak gini, kek ***** tau nggak." bentak Dimas yang tak dapat menahan kesabarannya lagi, Dimas pun langsung melepaskan kemeja kotak kotak berwarna red and blacknya yang selalu menjadi pelengkap out fitnya dan langsung memakaikannya sebagai penutup rok untuk Ratih.
"Kenapa sih lo musti pake pakean kek gini tih?" tanya Dimas yang kini pandangannya berubah menjadi pandangan sendu.
__ADS_1
"Gu gue nggak ada niatan apa apa, gu gue cuma..." jawab Ratih dengan gemeteran karena ia benar benar tak menyangka jika aksi jahilnya akan berujung seperti ini.
"Ratih." panggil seseorang dari arah belakang, sontak saja Ratih dan Dimas langsung menoleh kearah sumber suara.
"Om Bayu." terkejut Ratih yang dengan otomatisnya langsung membelalakkan kedua bola matanya, lain halnya dengan Dimas yang tampak menatap laki laki itu dengan tatapan penuh amarah.
Tap....tap....tap...tap Om Bayu pun dengan penuh wibawanya berjalan mendekat kearah Ratih.
"Ratih kamu ngapain diluar sini?" tanya Om Bayu langsung pada intinya.
"a anu om." Ratih pun tampak gugup dan tak tau harus mengatakan apa, pasalnya Ratih melihat Om Bayu dan Dimas secara bergantian.
"Ayo masuk." ajak Om Bayu tanpa menghiraukan kehadiran Dimas.
"Tunggu." dengan cepat Dimas pun langsung menarik tangan Ratih, hingga langkah kakinya pun terhenti.
"Maaf, ada apa dengan anda? kenapa anda menghalangi kami?" tanya Om Bayu yang pura pura lupa jika aslinya ia ingat betul siapa laki laki dihadapannya ini.
"Oh anda pacarnya Ratih yang kemarin kita ketemu diresto kan, maaf maaf tadi saya lupa." basa basi Om Bayu mengakhiri sandiwaranya, namun sayangnya basa basi Om Bayu tersebut sama sekali tak membuat Dimas tersenyum sedikitpun. Bahkan wajahnya pun masih terlihat kaku seperti kanebo kering.
"Lepaskan pacar saya, jangan berani berani sentuh dia." ucap Dimas dengan tegasnya.
"Dimas." bentak Ratih yang tak terima jika Dimas bersikap semena mena atas dirinya.
__ADS_1
"Kemana aja bajingan ini hah?." tanya Dimas pada Ratih.
"Kemana dia saat tadi kamu dilecehin sama orang orang tadi? HAH?" bentak dimas pada Ratih.
"A aku." jawab Ratih yang tampak gelagapan.
"Maaf tadi saya ada urusan dengan manajer sehingga tadi saya meninggalkan Ratih sendirian, saya tau saya salah tapi saya benar benar tidak tau kalau kejadiannya seperti tadi." jawab Om Bayu dengan segenap rasa bersalahnya.
"Pulang." kata Dimas dengan tegasnya dan langsung menarik tangan Ratih.
"Auuhhh." terkejut Ratih karena tidak siap dengan tarikan dari Dimas.
"Tunggu, anda tidak bisa seenaknya seperti ini." Om Bayu pun dengan cepat langsung menarik tangan Ratih juga.
Om Bayu dan Dimas tampak saling pandang dengan tatapan kemarahannya, sementara ditengah tengah Ratih tampak bingung harus berbuat apa.
"Lepas." bentak Ratih yang langsung menghempaskan kedua tangan yang menarik tangannya hingga keduanya pun terlepas.
"Ngomong." ucap Dimas tiba tiba membuat Ratih langsung menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.
"Lo mau ikut gue apa dia." ucap Dimas menunjuk sengit om Bayu.
"Dim gu gue." gugup Ratih.
__ADS_1
Untuk sesaat kemudian, Ratih pun langsung memejamkan kedua matanya dan menarik napas dalam dalam sebelum mengambil keputusan.