
Bryan telah memerintahkan Agam untuk pulang dan kini yang tersisa dirumahnya hanyalah ia, Agatha, Nayla, Pembantu dan juga para penjaga yang Bryan tugaskan untuk menjaga keamanan rumah ini dengan ketat, tentunya untuk berjaga jaga agar Agatha tidak dapat kabur dari rumah ini. Rasanya Bryan saat ini tengah dibuat parno akibat kehilangan Agatha dan putrinya beberapa tahun lalu dan saat ini tentu saja ia tak ingin kecolongan lagi
Tut.....tut....tut.....dering suara handphone Bryan, Bryan pun mengambil pinselnya. Rupanya yang menelpon adalah Violla, Bryan pun mengangkatnya dengan raut wajah datar
"Halo sayang" sapa Violla dari seberang sana
"Ada apa?" tanya Bryan tanpa basa basi
Memang sejak Bryan memutuskan untuk memulai mencoba menjalin hubungan baik dengan Violla ia tak lagi memblokir nomor Violla. Eit...namun jangan harap jika Bryan akan langsung menangkup Violla dengan hangat karena itu sama sekali belum terjadi
"Sayang kamu pulangnya jam berapa?" tanya Violla dengan manjanya
Setelah Bryan menyetujui untuk mencoba menjalin hubungan baik dengan Violla, Violla pun memgubah panggilannya pada Bryan dengan sebutan sayang. Bagi orang yang mendapatkan langgilan tersebut dari orang yang dicintainya, tentu saja akan merasa bahagia dan panggilan itu terasa seperti sebuah bom penyemangat baginya sehingga mampu memberikan semangat dalam menjalani hari harinya. Namun bagi orang yang mendapat panggilan tersebut dari orang yang tak disukainya atau bahkan dari orang yang dibencinya, pastinya akan merasa jijik jika mendengar orang tersebut memanggilnya dengan panggilan yang dianggapnya menjijikan tersebut
Begitu juga dengan Bryan, namun ia masih harus menahannya demi kesempurnaan rencana yang telah disusunnya dengan rapi
"Hari ini aku tidak bisa pulang" jawab Bryan dengan datarnya
"Apa?" terkejut Violla mendengar perkataan Bryan
"Kenapa?" tanya Violla lagi
"Aku dan Mas Rudi masih harus memantau anak anak yang berbakat dan cocok untuk bergabung dengan padepokan pencak silat kami" bohong Bryan
"Kenapa kamu harus mengurusi hal hal seperti itu sih?" tanya Violla dengan nada yang dapat disimpulkan oleh Bryan bahwa wanita itu saat ini tengah merajuk
__ADS_1
"Ini adalah kegemaranku sejak dulu" balas Bryan dengan dinginnya
"Oke oke" ucap Violla yang telah tahu jika Bryan saat ini merasa terusik dengan perkataanya
"Lalu kamu akan pulang kapan?" tanya Violla lagi
"2 sampai 3 hari lagi" jawab Bryan kemudian
"Hah....selama itu?" tanya Violla dengan tak oercaya dan terkejutnya
"Iya, masih banyak yang harus aku urus" ketus Bryan
"Baiklah baiklah, kamu harus fokus dan semangat agar pekerjaanmu bisa cepat selesai dan kamu bisa pulang yah" akhirnya Violla harus mengalah, ia tak mungkin jika harus memaksakan kehendaknya pada Bryan, jika ia melakukan hal tersebut yang ada Bryan akan merasa risih dan menjahuinya lagi seperti dulu. Tak mudah bagi Violla untuk sampai dititik ini
"Iya" jawab Bryan singkat
Bryan pun langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menjawab perkataan Violla lagi. Bryan pun berjalan kembali menuju tempat Nayla berada, yang tampak kini Nayla tengah duduk disofa dengan wajah sayunya seperti tengah menahan kantuk, raut wajah yang tadinya datar kini telah berubah menjadi tersenyum hanya dengan melihat raut wajah putrinya
"Nayla udah ngantuk?" tanya Bryan sembari mendekati Nayla
"Belum kok pa" jawab Nayla. Bryan pun hanya tersenyum tanpa menjawab kemudian ia mendudukkan bokongnya ditempatnya tadi yaitu disamping Nayla
"Yaudah kalau belum ngantuk" ucap Bryan
Nayla hanya diam tak menanggapi, berlahan lahan Nayla memirkngkan tubuhnya hingga akhirnya kepalanya berbantalan pada paha Bryan, Bryan pun hanya membiarkan apa yang Nayla lakukan
__ADS_1
Memang namanya juga anak kecil, walaupun bilang jika tidak mengantuk tapi dapat Bryan lihat dengan jelas jika saat ini Nayla tengah ngantuk berat. Terbukti dengan baru beberapa menit saja Nayla berbaring dalam pangkuan Bryan, saat ini Nayla dudah tertidur dengan pulas nya
Seperti tidak ada kata puas bagi Bryan untuk memandangi wajah cantik putrinya, bahkan saat Nayla tengah tertidur sekalipun. Bryan mengelus elus puncuk kepala Nayla dengan sayang, mengagumi ciptaan Tuhan ini, Bryan berharap semoga hidupnya kedepan dapat jauh lebih indah dengan kehadiran putri kecilnya
Dalam hati Bryan ia sangat bersyukur karena ia telah diberi kesempatan karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan putrinya adalah suatu hal terindah yang tengah Bryan rasakan saat ini, sekarang ia harus memikirkan langkah yang harus ia tempuh kedepannya untuk mmpertahankan keluarganya
"Kenapa kau masih ada disini?" tanya Agatha yang datang tiba tiba membuyarkan lamunan Bryan
"Karena ini adalah rumahku" jawab Bryan tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah indah Nayla yang sangat mirip dengannya namun dalam versi kecil dan perempuan
"Bukankah kau bilang kau tidak akan tinggal bersama kami?" tanya Agatha kemudian
"Apakah kau tidak melihat jika Nayla sedang tertidur dipangkuanku dengan sangat pulas?" Bryan membalikkan perkataan Agatha
"Sialan....berani sekali dia membalikkanku" batin Agatha
Sungguh Agatha dibuat jengkel oleh Bryan yang selalu bisa membalikkan kata katanya dan bahkan selalu benar dalam menyangkut Nayla sehingga membuatnya harus bungkam seketika
"Terserah kau saja" akhirnya kata kata itulah yang digunakan oleh Agatha sebagai jurus terakhirnya agar ia tidak terlihat terlalu kalah dan terpojok oleh ucapan Bryan
Agatha kemudian berlalu meninggalkan Bryan, sementara itu Bryan menatap kepergian Agatha dengan senyum simpulnya, wanita jika sudah kalah dalam bersebat pada akhirnya akan memilih untuk mengakhiri perdebatannya
Setelah Bryan puas menatap wajah Nayla, perlahan lahan ia mengangkat kepala Nayla setelah itu ia berdiri dan berjongkok kembali agar memudahkannya dalam menggendpng tubuh Nayla. Awalnya ia sempat bingung harus menidurkan Nayla dimana, pasalnya ia saat ini sangat ingin untuk tidur dengan Nayla.
Akhirnya Bryan lebih memilih untuk membawa tubuh Nayla dan menidurkannya didalam kamarnya yang berlainan dengan kamar yang dipakai oleh Agatha, karena nggak mungkin dong tiba tiba ia membawa tubuh Nayla kekamar yang ditempati Agatha dan ia tidur bersama? Hal yang mustahil untuk dilakukan oleh Bryan saat ini
__ADS_1
Perlahan lahan Bryan merebahkan tubuh Nayla diatas kasur, lalu Bryan membuka lemari hendak mengambil pakaian ganti seadanya yang ada didalam lemari tersebut. Huh....tubuh Bryan sudah terasa lengket karena sore hari tadi ia bahkan belum sempat mandi, sehingga ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum ikut menyusul putrinya mengarungi dunia mimpi
Didalam kamar Agatha hanya bisa mondar mandir, bingung harus berbuat apa? Pasalnya sampai saat ini Bryan belum membawa Nayla kekamarnya. Sebenarnya Agatha dapat berfikir jika mungkin saja Bryan akan membawa Nayla untuk tidur dengannya, walaupun sebenarnya ia merasa tidak rela jika Bryan terus bersama dengan Nayla maka Nayla akan jauh darinya. Namun ia juga dapat memahami posisi Bryan yang pastinya sudah sangat merindukan Nayla sehingga tidak ada salahnya jika Bryan tidur dengan Nayla