Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 7


__ADS_3

Keesokan harinya Agatha bersiap siap melakukan aktivitasnya seperti biasa.


"Pagi ta" sapa Milla melihat Agatha yang sudah sampai


"Pagi juga Mil" jawab Agatha


"Aku nyelesaiin semua pesenan dulu ya mil" pamit Agatha


"Oke" jawab Milla


"Selamat pagi pak" sapa Agam


"Pagi" jawab Bryan singkat


"Apa agenda kita hari ini?" tanya Bryan


"Maaf pak sebelumnya, kini sedang ada kendala disalah satu anak cabang"


"Laporan yang saya terima Devisi keuangan melakukan korupsi" lapor Agam


"Apakah sudah diselidiki sepenuhnya?" tanya Bryan mengepalkan tangannya


"Belum pak, itu baru laporan awal"


"Kita harus mencari bukti bukti pendukungnya" jawab Agam


"Cepat kita kesana sekarang, tahan koruptor itu lalu adakan meeting darurat" ucap Bryan tergesa gesa keluar dari ruangannya


Bryan memang tak menyukai orang orang yang tak bertanggung jawab, orang orang yang mencuri sesuatu yang bukan haknya


1 Jam kemudian Bryan dan Agam telah sampai di anak cabang yang bermasalah


"Selamat pagi pak" sapa semua karyawan saat Bryan memasuki kantor


"Pagi" jawab Bryan tegas. Bryan pun berjalan menuju meja rapat dengan diikuti oleh Agam dibelakangnya


"Selamat pagi pak" sapa para Devisi devisi perusahaan saat Bryan memasuki ruang meeting


Bryan hanya mengangguk menanggapinya


"Siapkan laporan laporan buktinya" tegas Agam


"Baik pak" jawab semua karyawan patuh


Beberapa saat kemudian


"Pak saya sudah menemukan bukti pengalihan alokasi dana kerekening pribadi tersangka" ucap salah satu karyawan


"Jadikan itu bukti lalu seret pelakunya kepenjara" tegas Bryan


"Baik pak" jawab karyawan bersama sama


Bryan pun keluar dari gedung tersebut


"Gam, pesan taksi" ucap Bryan tanpa menoleh


"Untuk siapa pak?" tanya Agam mengerutkan keningnya tak mengerti


"Untukmu" jawab Bryan singkat


"Maksud Bapak?" kaget Agam dengan jawaban Bossnya tersebut


"Aku harus pergi, kau pulanglah naik taksi" jawab Bryan langsung memasuki mobil


Agam hanya diam terpaku, tak tau akan berbuat apa untuk sesaat lalu ia tersadar dan segera memesan taksi


Bryan melajukan mobilnya menuju tempat dulu ia belajar pencak silat. Yah....sebuah padepokan lebih tepatnya


"Bryan" Sapa Mas Rudi, pria dengan umur matang yang dulu melatihnya


"Apa kabar mas? Sudah lama kita tidak bertemu" jawab Bryan seraya mencium tangan Mas Rudi


"Kabarku baik, bagaimana denganmu?" tanya Mas Rudi

__ADS_1


"Baik juga mas" jawab Bryan


"Sudah lama kau tidak datang kesini anakku"


"Bagaimana kabar orang tuamu?" tanya Mas Rudi


"Keluargaku dalam keadaan baik baik saja mas" jawab Bryan


"Ayo..duduk dulu" ajak Mas Rudi dengan kekehan


"Iya bang" Bryan lekas mengikuti langkah kaki Mas Rudi


"Kenapa yan? Kau terlihat gelisah?" tanya Mas Rudi


"Biasa Mas" jawab Bryan dengan kekehan


"Pasti masalah cewek" tebak Mas Rudi yang hanya dijawab dengan senyuman saja oleh Bryan


"Gimana kalau kamu lawan Mas, biar beban pikiran kamu bisa hilang" usul Mas Rudi


"Bolehlah, Mas yakin gak bakal encok tuh tulang" ejek Bryan


"Wahai anak muda, jangan remehkan lelaki tua ini" sinis Mas Rudi


"Jangan banyak bicara kau pak tua" ledek Bryan


"Sialan" kesal Mas Rudi karena diejek oleh Bryan


Tak menunggu lama, Bryan dan Mas Rudi pun berganti baju dengan sakral, hari ini padepokan akan terlihat sepi karena latihan dijadwalkan pada malam hari. Mas Rudi hanya mengecek padepokan kecil tersebut


Seusai berganti baju Bryan dan Mas Rudi melakukan pemanasan terlebih dahulu agar nanti tidak cedera. Barulah mereka benar benar beradu tanding hingga kelelahan, tak terasa mereka bertanding selama kurang lebih satu jam


Hah...hah...hah....suara deru nafas yang saling bersahutan


"Tenaga mu masih sangat terjaga yan" puji Mas Rudi dengan nafas yang masih menderu


"Terima kasih mas, kau juga masih sangat bugar" balas Bryan


"Kau memang siswa terbaikku sejak dulu" ucap Mas Rudi


"Mengapa kau tak meneruskan bakatmu yan dalam dunia atlit pencak silat seperti yang sudah sudah?" tanya Mas Rudi


"Tanggungjawabku telah bertambah mas"


"Padahal dulu aku hanya ingin menyelamatkan perusahaan dari ambang kebangkrutan"


"Namun Papa menyerahkan padaku perusahaan itu saat ini" curhat Bryan


"Baiklah, aku mengerti keadaanmu yan" ucap Mas Rudi menepuk oundak Bryan


"Simpan ilmu yang telah kau pelajari, tak perlu kau sombongkan"


"Jangan mengumbar, namun biarkan saja mereka tahu dengan sendirinya" nasihat Mas Rudi


"Iya Mas" jawab Bryan


"Apa rencanamu setelah ini?" tanya Mas Rudi


"Aku hanya ingin beristirahat disini sebentar"


"Oiya bagaimana perkembangan padepokan?" tanya Bryan


"Berkat Rezeki yang selalu kau berikan, Padepokan kini dalam kondisi yang sangat bagus" jawab Mas Rudi


"Syukurlah" lega Bryan


Seusai pulang dari Padepokan, Bryan langsung melajukan mobilnya kesebuah restoran yang cukup terkenal


"Saat makan, tak sengaja Bryan melihat seorang wanita yang dengan sangat diam diam memasukkan sesuatu kedalam minuman seseorang lalu bergegas pergi


Bryan sama sekali tak persuli akan hal tersebut. Itu diluar urusannya, Bryan memakan makanan yang telah dipesannya


"Paaaa" panggil Mama Henny

__ADS_1


"Apa ma" kesal Papa Bryan


"Kok Bryan belum pulang ya pa? Padahal ini sudah malam lo" heran Mama Henny


"Biasalah ma, namanya juga anak muda" jawab Papa Bryan


"Kok Mama gak pernah lihat Viola ya pa?" heran Mama Bryan


"Gak tau ma" jawab Papa Bryan acuh


"Ih Papa gak asik" kesal Mama Bryan


"Bukan urusan kita mah"ucap Papa Bryan dengan malas


"Tapi Mama Pengen cepet lihat Bryan nikah Pa" sargas Mama Henny


"Ya kamu bilangin dong Bryan" kata Pak Baskoro


"Dia mana mau sih denger yang kayak gituan dari Mama pa" kilah Mama Henny


"Biar aku dulu aja ma yang nikah" sahut Ratih


"Gak boleh" tolak Mama Papanya bersamaan


"Ih gimana sih" kesal Ratih


"Kamu masih kecil,.emang kamu udah punya pacar?" heran Papanya


"Lagi proses pa" jawab Ratih dengan entengnya


"Siapa?" tanya Mama Henny penasaran


"Ada deh" goda Ratih


"Mama kenal sama orangnya?" tanya Mama Henny


"Kenal ma" jawab Ratih dengan antusias


"Siapa?" tanya Mama Henny penasaran


"Agam?" tebak Mama Henny membuat Ratih menegang seketika


"Bukan" jawab Ratih cepat


"Yaudah aku masuk kamar dulu ya, udah ngantuk nih" pamit Ratih


"Iya udah, selamat malam" ucap Papa Hamdan


"Cepet tidur jangan main Hp terus" Mama Henny mengingatkan


"Iya ma iya" jawab Ratih dengan malas


Tak berselang lama terdengar deru suara mobil Bryan


"Kok baru pulang yan?" tanya Mama Henny


"Dari padepokan ma" jawab Bryan


"Gimana kabar Rudi yan?" tanya Papa Hamdan


"Baik pa, Mas Rudi titip salam juga buat Papa" ucap Bryan


"Waalaikumsalam, keadaan padepokan gimana yan?" tanya Pak Hamdan


"Bagus kok pa, aman aman aja" jawab Bryan


"Syukurlah" lega Papa Hamdan


"Udah udah kalian ini kalah ngomongin silat pasti gak ada habisnya" Mama Henny menghentikan percakapan dua laki laki tersebut


"Bryan buruan kekamar istirahat"


"Kita juga pa" ucap Mama Henny

__ADS_1


"Iya iya" jawab Bryan malas


__ADS_2