Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 23


__ADS_3

Hari hari telah berlalu dan Bryan dapat melihat berbagai macam usaha yang dilakukan oleh Viola, mulai dari sering ke kantornya hingga kerap beberapa kali datang kerumahnya.


Meskipun Mamanya masih bersikap baik padanya, sebenarnya Mama Henny menyukai Viola karena terlihat ia pandai bersosialisasi sehingga menimbulkan kesan bahwa ia adalah type orang yang mudah dan pandai bergaul. Meskipun juga dulu Mama Henny kerap kali meminta Viola untuk mengubah penampilannya dari yang menyukai pakaian terbuka menjadi lebih tertutup, walaupun belum mampu untuk berhijab sebaiknya minimal memakai pakaian yang standart untuk khalayak perempuan


Setelah mengetahui dari Bryan jika Viola kerap kali berkunjung ke hotel saat masih diluar negeri, Mama Henny meminta kepada Ratih dan suaminya agar tak membenci Viola. Biarkan saja itu menjadi urusan Viola dan Bryan sendiri, Ia dan keluarganya tak akan mengikut campuri keputusan Bryan. Mama Henny dapat melihat berbagai macam perjuangan Viola untuk meminta maaf dan berusaha kembali kepada Bryan, namun pendirian seorang Bryan yang sama sekali tak ingin kembali kepada orang yang telah menghianatinya pun tak kalah lebih besar.


Mama Henny berharap suatu saat Viola dapat mengerti keputusan Bryan dan tak memaksakan kehendaknya sendiri karena Bryan berubah itupun akibat dari perbuatan Viola sendiri yang menghianati Bryan, dan semoga mereka dapat menjaga silaturahmi suatu hari nanti setelah sama sama saling ikhlas menerima jika mereka tak berjodoh...harap Mama Henny


Suatu hari Bryan pernah mengusir Viola dari kantornya karena tiba tiba saja Viola langsung masuk ke dalam ruangannya dan langsung memeluk dirinya. Dulu saat status mereka masih pacaran tentu saja Bryan dengan senang hati menerima perlakuan tersebut, namun setelah semua fakta terkuak Bryan enggan untuk bersentuhan fisik dengan wanita tersebut hingga langsung menyeretnya sendiri untuk keluar dari kantornya yang disaksikan oleh banyak pasang mata dan Bryan pun meminta satpam rumahnya untuk mengusir Viola jika wanita itu kembali datang kerumahnya


Mungkin perlakuan Bryan yang membuatnya malulah yang seolah olah menjadi bensin yang malah mengobarkan rasa kemarahannya. Dengan nekat Viola melakukan tindakan yang sama sekali tak disangka oleh Bryan bahkan keluarganya


"Tolonggggg.....tolong.....tolonggggg" teriak sesorang yang Bryan rasa suara itu tak asing baginya


"Bukankah itu suara Viola"


"Kenapa dia berada dijalan sepi ini?"batin Bryan, tentu saja Bryan sudah hafal dengan suara wanita yang telah lama menjabat sebagai kekasihnya itu


Di dengarkannya lagi suara itu, bukan hanya terdengar suara Viola saja melainkan beberapa lelaki ada sekitar 7 orang. Meskipun ia sangat membenci wanita itu, namun mendengar jeritan minta tolongnya jiwa kemanusiaan Bryan pun tergerak. Maklum lah hampir atau mungkin semua anggota perguruan silat akan berjanji kepada dirinya sendiri agar mempergunakan ilmu pencak yang didapatkannya untuk menolong orang lain


Rupanya itu jugalah prinsip teguh yang dipegang Bryan, tanpa menunggu lama ia pun langsung turun dari mobilnya dan mencari lokasi tepatnya suara itu berasal. Benar saja itu adalah suara Viola dan bahkan bukan hanya 7 laki laki melainkan ada 8 orang


"Bry...tolong aku...yan...aku mohonnn" rintih Viola tentu saja dengan derai air mata


"Lepaskan dia...bangsatttt" umpat Bryan


"Jangan sok jadi pahlawan lo, kalo lo juga mau lo bisa gabung bareng kita kita kok" ucap salah satu dari gerombolan orang tersebut


"Brengsek...sialan kalian" batin Viola


"Sorry bro, gue bukan laki laki rendahan yang mainnya dijalan sepi kayak gini"

__ADS_1


"Kurang modal lo?" ejek Bryan


"Sialan..." geram salah satu orang


"Dia udah ngehina kita Boss, lebih baik kita habisi saja manusia sok pahlawan ini" ucap seorang laki laki tersebut. Orang yang dipanggilnya Boss tadi pun mengangguk menyetujui usulan tersebut


4 Orang pun maju menghadang Bryan hingga terjadilah aksi saling pukul menumukul


Bugh...bugh.. Dengan lihay nya Bryan mampu dengan mudah nya menghajar orang orang tersebut membuat Viola was was, walaupun ia tahu jika Bryan salah satu jebolan murid pencak silat namun ia tak menyangka jika Bryan akan sehandal itu menghadapi orang orang yang bahkan sudah bisa dicalonkan sebagai preman tersebut


Bugh...bugh...bughh.. Bukan hanya pukulan lagi melainkan tendangan, sikutan dan bahkan patahan telah Bryan lakukan agar musuhnya itu semakin jatuh tersungkur dan benar saja tanpa menunggu lama 4 orang tersebut tergeletak ditanah dengan berbagai macam bogeman yang diterimanya


Viola semakin was was dengan pemandangan tersebut, tak ingin rencananya gagal Viola pun memberi kode kepada sang ketua dari komplotan tersebut


"Brengsekkk....Sialan loh" umpat Boss besar tersebut


"Lebih baik lo lepasin dia, atau anak buah lo bakalan bonyok semua" sinis Bryan


"Cepat lakukan tindakan selanjutnya" ucap Viola dengan suara pelan


"Oke" ucap Boss tersebut langsung mengeluarkan pisau dari balik jaket yang digunakannya lalu menodong leher Viola


"Jangannn...kumohon,...tolong" jerit Viola


"Berhenti atau wanita ini akan habis ditanganku" ancam Si Boss besar menghentikan perkelahian antara Bryan dan 2 anak buahnya


"Bryan, to..tolong...aku..a..ku...mo..hon" lirih Viola yang merasa ketakutan jika pisau itu akan menyentuh lehernya


"Dasar, tua bangka brengsekkk" umpat Bryan


"Pilihan ada ditangan mu sendiri" ucap Boss tersebut

__ADS_1


Bryan pun berfikir sejenak untuk memanipulasi perhatian orang orang tersebut agar lengah. Saat Bryan akan mengambil ancang ancang untuk menyerang, kaki Bryan langsung ditendang oleh beberapa anak buah yang berada dibelakangnya


"Bughh..Dampt" umpat Bryan saat terjatuh karena kakinya ditendang. Tanpa menunggu lama lagi, salah satu orang tersebut langsung membekap mulut dan hidung Bryan menggunakan sapu tangan yang telah diolesi obat bius


"Ba..jing..an" maki Bryan disisa sisa kesadaran terakhirnya


"Udah pingsan Boss" ucap salah satu anak buah tersebut


"Bagus" ucap sang Boss besar


"Kena kau Bryan" ucap Viola dengan senyum sinisnya


"Cepat kalian bawa" titah Viola


Tanpa menunggu lama, mereka pun membopong tubuh Bryan menugikuti perintah Viola


"Sekarang tugas kita sudah selesai" ucap Boss besar tersebut


"Belum, masih ada satu tugas lagi untuk kalian" jawab Viola


"Sesuai perjanjian awal, kesepakatan kita hanya sampai disini" kilah Si Boss besar


"Oke...oke, aku akan menambah upah kalian" ucap Viola dengan kesal karena orang orang itu benar benar tidak ingin rugi, bahkan dimintai tolong saja tidak bisa


"Oke" ucap Si Boss dengan senyum penuh kemenangan


"Bagaimana dengan mobilnya?" ucap salah satu anak buah yang tiba tiba menghampiri


"Kalian bawa saja, Bryan tidak bodoh dia pasti akan tahu kalau ini akal akalanku saja" kata Viola


"Oke" jawab anak buah tersebut

__ADS_1


__ADS_2