
Perjalanan pulang terasa sangat menyebalkan bagi Ratih. Bagaimana tidak? Ia lah yang harus menyetir dengan kurun waktu berjam jam tersebut, dari Jakarta ke Surabaya....oh astagašµ dan ditambah lagi dengan pemandangan muka Kakaknya yang terlihat diam putus asa tak bergairah, huh....antara kasian, sebel dan emmmm entahlah sebagai seorang Adik ia merasa tak sampai hati dengan kondisi Kakaknya tersebut
Oke....disini baik Bryan dan juga Agatha ikut andil dalam membuat keputusan yang salah, baik Agatha yang pergi tanpa kata kata pada Kakaknya dan juga Kakaknya yang entah karena takdir atau kelalaiannya yang terbilang sangat lambat dalam menemukan Agatha bahkan Bryan juga baru mengetahui jika dia telah memiliki Putri dari malam kesalahan
Kadang.....seseorang bisa mengatakan hal lain yang berlainan dengan kehendak hatinya. Sebagai manusia biasa tentu terkadang kita tidak dapat mengendalikan diri kita dan juga keadaan yang datang dengan mengejutkan baik itu yang menyedihkan ataupun yang membahagiakan
Begitu hal nya dengan Bryan, dulu dia ditakdirkan untuk bertemu dengan Violla wanita yang membuatnya jatuh cinta. Wanita yang hadir dengan tingkah manjanya membuat Bryan merasa menjadi laki laki yang bisa menjadi pelindung bagi wanita tersebut
Hingga pada akhirnya, takdir juga lah yang menentukan perpisahannya dengan Violla atas kejadian dan kenyataan yang sama sekali tak dibayangkannya. Ditambah lagi dengan penjebakan yang dilakukan Violla pada malam itu dengan sangat sempurna hingga mau tidak mau Bryan harus bertanggung jawab atas hal itu
Lagi lagi takdir mempermainkannya kembali dengan malam yang salah pula bersama Agatha dan yang lebih mengejutkan lagi dari malam itu terlahirlah seorang putri cantik anak kandung Bryan yang bahkan baru ditemuinya tersebut
Walaupun apapun yang telah terjadi dan yang telah mengubah sifat Bryan pada Violla namun jauh didalam lubuk hatinya masih tersimpan memory memory bersama dengan Violla yang terjalin sejak pertama kali bertemu, berpacaran dan akhirnya sampai ke hubungannya saat ini
Kadang memang benar kata orang jika sekuat apapun kita membenci seseorang namun dalam hati seseorang tidak ada yang tahu. Begitu juga dengan Bryan walaupun sifat kebencian lah yang selalu ditunjukkannya pada Violla, dalam hatinya ia tak tega menyakiti begitu dalam wanita itu. Yah....anggap saja sebagai balas budi atas waktu dan kenangannya yang telah diberikan selama ini
Yang terpenting untuk saat ini adalah....Nayla, Bryan akan memperkenalkan Agatha dan Nayla pada orang tuanya secepatnya dan akan segera menikahi Agatha. Bukan tak ada cinta untuk wanita itu tapi belum, itu adalah 2 hal yang berbeda. Ada banyak cerita yang mengatakan jika awal mula yang buruk tak menjamin akhir yang buruk juga
"Kak apa rencana Kakak selanjutnya?" tanya Ratih memecahkan keheningan
"Memperkenalkan Nayla dan Agatha pada Mama Papa" jawab Bryan tanpa mengalihkan pandanhannya dari pemandangan dibagian kiri yang ia nikmati dari jendela yang ia buka hingga memberinya celah
Qehhhh....Ratih menghela nafas kasar
"Hal itu tentu saja harus Kakak lakukan" kesal Ratih
"Jadi, kapan Kakak akan melakukannya?" tanya Ratih
"Secepatnya" jawab Bryan singkat
__ADS_1
"Oke, aku akan urus masalah kak Vio. Jadi Kakak bisa membawa Nayla dan Mamanya 3 hari lagi" saran Ratih
"3 hari lagi?" tanya Bryan memastikan
"Iya, kenapa? Kakak belum siap?" sercah Ratih
"Tentu saja itu terlalu lama" sinis Bryan kemudian. Ratih memberikan senyum sinis untuk responnya
"Maaaaaa lihat deh, bagus banget kan?" Nayla mengangkat sebuah topi berwarna navy yang terlihat sangat lucu jika dipakai Nayla
"Jadi waktu itu, waktu aku jalan jalan sama Papa"
"Papa mau denger semua kesukaan aku, katanya Papa mau beliin aku semua itu"
"Jadi aku ceritain deh semuanya ke Papa" Nayla bercerita sembari merentangkan kedua tangannya seakan akan menggambarkan banyak hal yang telah ia ceritakan
"Aku suka topi kayak gini ma"ucap Nayla menenteng topi yang tadi ia tunjukkan pada Mamanya
Agatha hanya diam sembari tersenyum untuk memberi respon pada setiap ucapan yang Nayla keluarkan dari bibir mungilnya
"Lihat deh, Papa beliin ini semuaaaa ma" Nayla memberi tahu dengan antusias
"Es krim nya banyak banget tadi ma, rasa cokelatnya juga banyakkkk udah ditaro bibi di kulkas tapi"
"Nanti kita makan sama sama ya ma" pinta Nayla pada Mamanya
Agatha hanya mengangguk, bibirnya tak mampu untuk menyampaikan sepatah katapun. Lihatlah....Putri kecilnya begitu bahagia mendapat hadiah dari Papanya, meskipun Ratih yang memberikannya tapi Agatha dapat melihat reaksi dari Bryan tadi saat Ratih mengakui dia lah yang membelinya.
Hatinya menjerit dan berperang, walaupun kemarin kemarin ia telah memasrahkan hidupnya sebagai penebus kesalahannya namun kenyataan yang baru ia ketahui jika Bryan adalah seorang laki laki beristri tentu saja membuat dirinya sakit jika harus dipaksakan untuk menikah dengannya. Namun kembali lagi, ini semua demi kebahagiaan Nayla
__ADS_1
"Nayla sekarang mandi dulu ya" ucap Agatha pada Nayla
"Ma....aku kapan sekolahnya lagi ma? Ini udah hampir seminggu loh nay nggak sekolah" Adu Nayla pada Mamanya
Agatha sendiri nampak gelagapan saat akan menjawabnya, mau dijawab apa? Ia sendiri tak tau jawabannya. Sekarang Bryan lah yang bertanggungjawab untuk ini bukan? Dialah yang membawanya dan Nayla ketempat ini
"Emmm nanti Nayla bilang sama Papa ya" ucap Agatha pada Nayla
"Kenapa nggak Mama aja?" tanya Nayla penuh selidik
"Eh...kan Hp nya Mama diambil sama Papa dan sampai sekarang belum dikembalikan ke Mama lagi" jawab Agatha
Bukan bohong tapi memang itulah kenyataannya, ponselnya saat ini belum kembali lagi ketangannya dan ia seratus persen yakin jika ponselnya diambil Bryan beserta seluruh isi yang berada di dalam tas yang dibawanya waktu itu
"Ohhhh jadi gimana?" tanya Nayla pada Mamanya
Emmm.....Agatha berfikir jawaban apa yang harus ia berikan pada Nayla
"Aaaaaa nay tau, nay kan bisa pinjem hp nya bibi" ucap Nayla dengan wajah berseri seri, senang karena berhasil menemukan solusi dari masalah saat ini
"Jadi, Nay sekarang mandi dulu ya" ucap Agatha tersenyum membelai rambut hitam Nayla
"Iya ma" Nayla bernjak berdiri dari duduknya
"Nay sayanggggg sama Mama" ucap Nayla sembari memeluk erat tubuh Agatha membuat Agatha terkejut dengan pelukan tiba tiba tersebut
"Iya" balas Agatha mengelus elus punggung Nayla
Cupppp.....Nayla mengecup singkat pipi Agatha lalu melompat dari atas ranjang dan berlari memasuki kamar mandi
__ADS_1
Agatha memandang kepergian Nayla dengan senyum bahagia melihat tingkah tingkah konyol yang dilakukan Nayla, sejurus kemudian senyuman indahnya berlahan memudar kembali dan berubah berganti menjadi raut wajah datarnya