Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 14


__ADS_3

Dimas yang tengah diperjalanan menuju kos kosan Ratih seketika hanya terdiam membisu ditempatnya tat kala melihat sebuah mobil mewah terparkir didepannya, tentu saja Dimas tidak akan lupa dengan mudahnya siapa laki laki yang berdiri tegap disamping mobil itu.


Yah.....itu adalah laki laki semalam, Dimas sendiri tidak bodoh ia pun tahu jika Ratih menyimpan perasaan pada laki laki itu.


Srekkkk.....


"Assalamu'alaikum om." sapa Ratih yang tiba tiba saja langsung muncul dari balik gerbang.


"Astaga." terkejut Om Bayu sembari mengelus elus dadanya, tatapannya pun mulai memindai penampilan Ratih dari atas hingga bawah.


"Ka kamu yakin mau pakai pakaian kayak gitu?" tanya Om Bayu yang tampak ragu ragu.


"Maimunah ngapain sih pake baju modelan begitu." kesal Dimas yang juga memindai penampilan ngabrak Ratih tersebut.


"Yakin dong, kan udah aku pakai juga." jawab Ratih dengan santainya.


"I itu tapi itu kebuka banget loh." kata Om Bayu yang memberi tahu, Pasalnya baju yang dikenakan Ratih adalah model dress yang panjangnya hanya setengah paha ditambah potongan dadanya pun rendah. Tentu saja Om Bayu dapat melihat dengan jelas paha putih mulus Ratih dan juga lengannya yang mulus karena dress yang dipakai pun tanpa lengan.

__ADS_1


"Udah ah om ayo cepetan." potong Ratih yang langsung mendahului Om Bayu dan masuk kedalam mobil.


"Kok gue nggak rela ya lihat Ratih sama aki aki itu, mana pakaiannya minim akhlak juga lagi." gumam Dimas yang tiba tiba saja hatinya merasa panas.


"Gue harus ngikutin mereka." gumam Dimas penuh keyakinan.


"Ngemeng ngemeng kita mau kemana nih om?" tanya Ratih kemudian.


"Ke cafe aja gimana?" tanya Om Bayu.


"Kalau aku sih oke oke aja om." balas Ratih.


"Kamu nggak kedinginan tih? kalau mau ganti baju om tungguin deh, soalnya ac mobil om rusak jadi nggak bisa dikecilin." ucap Om Bayu tiba tiba membuat Ratih pun langsung menoleh kearahnya.


"Lha emangnya siapa yang kedinginan om? aku sih biasa aja." jawab Ratih sekenanya.


"Tahan yu tahan." batin Om Bayu yang ingin terus mempertahankan kewarasannya.

__ADS_1


"Mampus lo om, tahan terus om tahan terus." batin Ratih yang tersenyum sangat puas.


Mobil Om Bayu pun perlahan lahan mulai meninggalkan area kos kosan Ratih, Dimas pun juga sudah pada posisi membuntuti mobil Om Bayu dengan motor sportnya.


"Ngomong ngomong mau aku teleponin Nayla nggak om? pasti Nayla seneng banget bisa video callan sama om." ucap Ratih tiba tiba membelah keheningan.


"Jangann." tolak Om Bayu cepat membuat Ratih tampak mengerutkan keningnya. Tentu saja Om Bayu tidak mau karena dengan penampilan tak sopan Ratih nantinya malah akan menimbulkak opini opini negatif.


"Kenapa om?" tanya Ratih yang merasa heran.


"Emmm emmm soalnya Om mau ada bicara serius sama kamu nanti, jadi biar nggak keganggu aja." jawab Om Bayu.


"Ohhh oke om." balas Ratih mengangguk anggukkan kepalanya mengerti.


"Mereka mau kemana sih?" kesal Dimas yang masih setia mengikuti jejak mobil Om Bayu.


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya mobil yang ditumpangi Om Bayu berhenti disebuah cafe yang lumayan besar.

__ADS_1


"Ayo, udah sampai." ucap Om Bayu. Ratih pun menganggukkan kepalanya dan turun dari mobil.


Seturunnya Ratih dari mobil banyak orang yang berlalu lalang seperti tengah membicarakannya karena melirik melirik kearahnya.


__ADS_2