Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Henius Bryan 33


__ADS_3

Nayla selalu menceritakan apapun yang dia lakukan padanya, tentu saja Bayu sangat senang karena Nayla memperlakukannya seperti seorang Papa ya....meskipun hanya Nayla dan bukan Agatha tapi Bayu yakin jika suatu saat nanti Agatha dapat melihat kesungguhannya apalagi dengan kedekatannya pada Nayla


Seminggu setelah Bayu memberikan baju silat untuk Nayla, Nayla lebih giat dalam berlatih dan itu sedikit banyak membuat Agatha khawatir pada putri semata wayangnya. Yah....dulu Agatha tak mengizinkan Nayla untuk berlatih silat dengan alasan Nayla masih kecil dan Agatha juga tak menyukai jika anak perempuannya berlatih hal yang lumrahnya dilakukan oleh laki laki


Hingga akhirnya Agatha mengetahui bahwa Nayla masih mengikuti kegiatan tersebut di samping sekolahnya, yah tentu saja Nayla pertama kali melihat kegiatan tersebut saat pulang sekolah dan disana juga banyak anak anak seusianya yang mengikuti latihan tersebut. Namun itu hanya laki laki, bukan perempuan


Pada awalnya Nayla meminta bantuan pada Bayu untuk mendaftarkannya karena ia takut Mamanya tidak mengizinkannya dan benar saja saat Agatha mengetahui hal itu Agatha marah besar bahkan Bayu pun ikut terkena imbasnya


Namun yang membuat Agatha terngiang ngiang adalah ucapan putri kecilnya sendiri


"Ma...Nayla nggak punya Papa seperti temen temen nay ma, jadi Nay harus bisa melindungi diri sendiri dan juga Mama" begitulah ucapan Nayla yang masih terekam jelas dalam otaknya


Bagaimana bisa, anak sekecil itu berfikiran sampai sejauh itu? Dengan nasihat dari Bayu akhirnya Agatha pun dengan terpaksa mengizinkan Nayla untuk berlatih silat yang disukainya


"Ma....ini hasil lukisan nay" ucap Nayla menyodorkan hasil lukisannya


"Wah....bagus banget hasil lukisan anak mama" puji Agatha sembari menerima lukisan yang disodorkan oleh Nayla


"Iya dong, kan Mama yang ngajarin" ucap Nayla


Bakat melukis Agatha menurun pada Nayla. Semenjak kecil Nayla sering melukis dengan Agatha, walaupun masih kecil tapi Agatha melihat hasil lukisan anaknya tergolong bagus, bahkan bisa menyamai hasil lukisan orang dewasa. Namun, Agatha tak pernah mengikutkan hasil lukisan Nayla untuk disetorkan pada toko lukisan milik keluarga Bayu. Ia menyimpan hasil karya Nayla dirumah dan dipajangnya sebagai hiasan dinding


Tapi jika bakat melukis Nayla berasal darinya, lantas dari mana bakat Nayla dalam.berpencak silat? Pasalnya pelatih Nayla kerap menyampaikan pada Agatha jika Nayla mempunyai kemampuan diatas rata rata anak usianya. Bahkan kemampuannya mampu untuk dipertimbangkan untuk mengikuti berbagai kompetisi


Perihal kompetisi, Agatha tak mengizinkan Nayla untuk mengikuti itu. Cukup bagi Agatha untuk mengizinkan Nayla mengikuti kegiatan tersebut tanpa harus ikut ambil alih dalam periha lomba lomba semacam itu


"Ma..." panggil Nayla


"Apa sayang?" tanya Agatha

__ADS_1


"Kata pelatih nay, bakal ada kompetisi silat ma...aca..." ucap Nayla belum selesai


"Cukup nay...Mama udah berapa kali sih bilang sama kamu? Mama aja nggak suka kamu ikut kegiatan kayak gitu, apalagi ini pake acara mau ikut kompetisi segala lagi" potong Agatha yang tau kemana arah pembicaraan Nayla


"Tapi ma, kan nilai ujian nay bagus bagus? Kenapa nay gak dibolehin buat ikut?" tanya Nayla dengan polosnya


"Nay, dengerin Mama" ucap Agatha meraih bahu Nayla dan memutar tubuh Nayla agar menghadap padanya


"Nay kan tau kalau Mama nggak suka nay ikutan itu, jadi Mama minta sama nay buat nurutin kemauan Mama yah?" pinta Agatha. Nayla terdiam sejenak tanpa menjawab ucapan Agatha, namun sejurus kemudian


"Tapi nay suka ma, kenapa Mama nggak nurutin kemauan nay. Mama nggak sayang sama nay"


"Mama jahatttt" marah Nayla yang langsung melepaskan tangan Agatha dari bahunya. Sejurus kemudian Nayla berlari keluar rumah


"Nay....nayla" panggil Agatha mencoba mengejar Nayla


"Kenapa Nayla lari ta? Kamu kenapa teriak teriak?" tanya Bayu yang baru saja sampai dan melihat Nayla berlari kencang tanpa mengindahkan panggilan Mamanya


"Oke...oke aku akan coba bujuk Nayla, aku susul dia dulu" ucap Bayu yang langsung berlari mengikuti Nayla. Agatha hanya mengangguk dan menatap kepergian Bayu dengan harapan Bayu bisa melunakkan sifat keras kepala anak kecil tersebut


"Nay...Nayla, tunggu" teriak Bayu yang masih mencoba mengimbangi kecepatan berlari Nayla. Entah mengapa bisa anak sekecil itu bisa berlari dengan kencang ...pikir Bayu


Mungkin karena sudah lelah, beberapa saat kemudian Nayla berhenti dan duduk dipinggir taman, tentu saja Bayu langsung menghampiri Nayla dan duduk disamping anak kecil itu


"Nay? Nay kenapa lari lari? Tadi dipanggil Mama lo tapi Nay nya malah terus terusan lari?" ucap Bayu setelah beberapa saat duduk dusamping Nayla


"Mama jahat om, Mama nggak sayang sama Nayla" ujar Nayla selepas itu bibir nya mengerucut, menandakan jika ia tengah merajuk


"Eitsss...kok Nayla ngomongnya gitu sih? Mama Nayla pasti sayang banget dong sama Nayla" ucap Bayu seraya merubah posisi duduknya dengan berjongkok didepan Nayla

__ADS_1


"Nggak om...Nayla kan udah minta izin buat ikut kompetisi" ucap Nayla


"Silat?" tanya Bayu yang dijawabi dengan anggukan kepala oleh Nayla


"Kan nay tahu kalau Mama nggak suka kalau Nayla ikut silat?" ujar Bayu mencoba memberi pengertian pelan pelan


"Tapi kan Nayla suka om, Nayla kan juga pinter disekolah"


"Buktinya Nayla selalu dapat juara kelas" ujar Nayla menggebu gebu


"Iya...iya, om tau kok kalau Nayla pinter. Buktinya Nayla selalu jadi juara kelas, pinter melukis sama pinter silat juga yah? Sampe mau ikut kompetisi" ucap Bayu membelai lembut rambut Nayla. Nayla hanya mangut mangut mengiyakan


"Tapi Nayla juga harus nuruti kemauan Mama dong, kan Mama yang udah ngerawat Nayla dari kecil. Jadi Nayla gak boleh dong bikin Mama sedih" bujuk Bayu


"Kenapa harus nay om? Kenapa nggak Mama aja yang nurutin kemauan nay? Temen temen nay juga dirawat sama Mamanya dan juga Papanya malah, tapi mereka dibolehin kok ikut kompetisi sama Mama Papanya" ucap Nayla tak mau kalah membuat Bayu kalah telak


Bayu pun gelagapan dan tentu saja bingung harus berbuat apa? Pasalnya yang dikatakan Nayla memang benar menurutnya. Tak seharusnya Agatha membatasi ruang gerak Nayla, bahkan alasan Agatha terlalu kuno menurutnya


"Ya udah iya, nanti om akan coba bujuk Mama yah?" rayu Bayu


"Beneran om?" tanya Nayla pada Bayu, Bayu pun menganggukkan kepala mengiyakan


"Asikkkk...Nayla sayang om" ucap Nayla yang langsung menghambur kepelukan Bayu dan Bayu pun membalas pelukan kecil teesebut


"Yaudah, sekarang kita pulang yah?" pinta Bayu


"Iya om. Tapi Nayla mau di gendong om yah?" ucap Nayla


"Gendong mana?" tanya Bayu

__ADS_1


"Di gendong punggung om, kayak temen temen Nayla kalau digendong Papanya" ucap Nayla dengan gamblangnya membuat Bayu terpaku untuk beberapa saat


"Oke, Ayo" ucap Bayu


__ADS_2