Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Season 2 Ratih


__ADS_3

Kini Ratih duduk dikursi ruang keluarga dengan berhadapan secara langsung dengan Mama Papanya, Ratih dengan tertunduk diam dan Mama Papanya yang tengah menatapnya tajam.


"Kenapa malah nunduk?" tanya Mama Henny yang melihat Putrinya tampak takut. Perlahan Ratih pun mendongakkan kepalanya menatap wanita yang telah membesarkannya hingga cantik dan semok seperti sekarang ini.


"A...aku pengen pindah kuliah di Surabaya." jawab Ratih dengan satu kali tarikan nafas.


Byuuurrrr tanpa sengaja Pak Hamdan malah menyemburkan teh yang baru saja masuk kedalam mulutnya, Mama Henny langsung menoleh kearah suaminya hendak membersihkan sisa sisa air dipinggiran mulut Suaminya.


"Hahh...sial, wajah cantikku baru saja kesiram air syurga." batin Ratih yang mengusap wajahnya berlahan, tak ada yang perduli dengan dirinya. Mamanya tampak dengan sibuk mengelap bibir Suaminya.


Beberapa saat kemudian.....


"Kenapa?" tanya Pak Hamdan angkat bicara.


"Ahh...aku kan mau buka bisnis sama temen aku pa, dan kebetulan temen temenku sepakatnya diSurabaya." jawab Ratih dengan penuh keyakinan, menatap Papanya lekat lekat.


"Kenapa nggak di Jakarta aja." kesal Pak Hamdan.


"Lagian mau bisnis apa?" tanyanya lagi membuat Ratih langsung terkicap bungkam seketika.


"Emm...jad...i gini pa, ma. Ratih sama temen temen itu mau bikin bisnis kuliner...em, rujak cingur...iyah rujak cingur. Jadi musti belajar langsung dari tempatnya berasal." jawab Ratih yang akhirnya menemukan jawaban yang dirasanya cocok.


"Rujak cingur?" kaget Pak Hamdan dan Bu Henny hampir bersamaan, apa apaan ini?


"Ma..maksud kamu?" tanya Mama Henny memantapkan hatinya.


"Eummm jadi gini ma." kata Ratih mencoba menjelaskan.


"Sekarang ini wisata kuliner bener bener lagi naik kepuncak puncaknya ma, jadi aku juga mau ambil jalan bisnis yang beda sama kak Bryan. Siapa tau bisnis aku ini bakalan sukses nantinya, Mama sama Papa pasti dukung aku buat kejar impian aku dong...iya kan? pastinya iya dong" ucap Ratih panjang lebar berupaya mengalihkan perhatian Mama Papanya agar tak terlalu tegang syraf otaknya memikirkan ucapannya.


..........


"Huh....gue harap langkah gue ini bener bener bawa gue buat nemuin kebahagiaan gue." ucap Ratih penuh harap yang tengah berhadapan langsung dengan pantulan dirinya dari cermin.


Ia kembali teringat saat kemarin....


~Flashback On.~

__ADS_1


"Gue pulang dulu yah." pamit Ratih pada teman temannya.


"Oke" jawab teman temannya serempak.


Ratih pun hendak keluar dari restoran tersebut namun langkah kakinya secara spontan langsung berhenti begitu saja setelah melihat 2 orang yang tengah duduk saling berhadap hadapan. Dengan cara mengendap endap Ratih berusaha leboh dekat pada dua orang tersebut untuk mendengarkan lebih jelas percakapan keduanya.


"Jadi lo udah mau balik ke Surabaya lagi?" tanya Sellena menatap laki laki didepannya ini dengan intens.


"He eum," jawab Bayu mengangguk anggukkan kepalanya.


"Gue udah harus balik ketempat asal gue lagi," lanjut Bayu lagi.


"Lo pergi karena nggak mau lihat Agatha sama Bryan lagi?" tanya Sellena penuh selidik.


"Lo belum ikhlas buat ngelepas Agatha?" tanya Sellena lagi padahal belum mendapatkan jawaban dari laki laki didepannya ini.


"Hahahaha" tawa Bayu pecah seketika begitu mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir wanita didepannya tersebut.


"Kenapa lo malah ketawa? ada yang lucu?" tanya Sellena penuh keheranan.


"Lo pikir Ikhlas itu apa? Ikhlas itu karena terbiasa bukan berarti menerima." ucap Bayu dengan tawa yang masih meluncur dari bibirnya.


"Lo itu nggak bakalan pernah ikhlas, tapi lo udah mulai terbiasa dengan ketidakhadiran Reyhan." ucap Bayu lagi, namun dengan kata kata yang penuh penekanan.


"Bodoh, tapi ada benernya juga yang diomongin om Bayu." Gumam Ratih dalam hatinya.


"Okelah, terserah lo aja. Hubungi gue sebelum loh bener bener balik ke Surabaya, gue bakalan ngasi hadiah paling indah yang gak pernah lo sangka sebelumnya." kata Sellena yang kemudian langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya.


"Whaaat?" pekik Ratih yang kemudian langsung menutup mulutnya sebelum ada yang mendengarnya.


"Kenapa pikiran gue langsung keatas ranjang?." gumam Ratih memukul jidatnya cukup keras.


Dukkk....saking kerasnya bahkan Ratih tak menyadari jika ia saat ini tengah berada dibawah meja dengan kursi yang langsung bergeser kebelakang akibat badannya yang tak seimbang karena pukulannya tadi.


Sreeekkkkk....suara kursi yang membuat semua orang disekitarnya langsung menoleh kearahnya denngan heran karena tak ada seorang pun orang yang duduk dimeja tersebut, salah seorang pria yang berada tak jauh dari meja tersebut pun berjalan mendekatinya dan melihat dibawah meja.


Whaaaaaa.....Kaget Ratih

__ADS_1


Whaaaa....aaaa...kaget laki laki itu saat melihat ada sosok yang mengenakan baju putih dibawah meja, membuat orang orang disekelilingnya ikut terkejut juga. Begitu juga Ratih yang langsung keluar dari kolong meja.


"Ngapain lihat kebawah meja segala." protes Ratih dengan tatapan tajamnya.


"Mbak, mbak yang ngapain dibawah meja sini." balik tanya laki laki tersebut.


"Heh...Mas, suka suka gue dong mau ngapain. Mau gue duduk dimeja, nungging dimeja atau ngapain aja bukan urusan loh." bentak Ratih yang kemudian langsung bergegas pergi dari tempat tersebut karena ia sendiri sebenarnya sudah malu setengah mati dengan kelakuan konyolnya.


Sreeetttt tiba tiba saja ada sebuah tangan yang menariknya begitu cepat membuat Ratih langaung terkejut.


Aaaaaaaa......teriak Ratih sembari menggerak gerakkan tubuhnya dengan asal seperti cacing kepanasan, Bayu hanya diam dengan tatapan heran pada wanita didepannya tersebut. Setelah beberapa saat mungkin karena sudah merasa lelah tiba tiba Ratih berhenti dengan sendirinya.


"Hah....hahh....hah.....apa tadi? apa gue ditarik makhluk halus buat dijadiin permansuri dialam lain?" tanya Ratih sembari menggeleng gelengkan kepalanya berharap semuanya hanya mimpi belaka.


"Nggak nggak mau gue, gue bakalan baca ayat kursi sebanyak banyaknya biar mereka pada ngembaliin gue ketempat asal gue." ucap Ratih yang kemudian mulutnya komat kamit membaca berbagai surat surat pendek yang diketahuinya. Tak tahan dengan tingkah gadis didepannya ini Bayu pun langsung melemparkan jaket kearah kepala bagian belakang Ratih.


"Mmmmwaaaaaa." kaget Ratih saat tiba tiba merasakan ada kain yang mendarat tepat diatas kepalanya, yang ada didalam kepalanya kini adalah pasti itu kain yang digunakan untuk sepasang pengantin. Memberanikan diri, Ratih pun menoleh kebelakang dengan takut takut.


"Om Bayuuu?" pekik Ratih yang sampai melompat saking kagetnya, Bayu hanya menatapnya dengan tatapan heran jijik dan entah apa lagi.


"Ya ampun, aku pikir aku dimana?" ucap Ratih penuh lega sembari mengelus elus dadanya.


"Ini buat apa Om?" tanya Ratih sembari menenteng jaket berwarna hitam.


"Emmmm." Bayu tampak bingung mengatakannya.


"Kenapa om?" tanya Ratih mencoba mendesak.


"Pasti buat kenang kenangan kan?" batin Ratih dengan tawa bahagia didalam hatinya.


"Celana kamu ...so...bek." jawab Bayu terbata bata.


"Apaaaa??" pekik Ratih yang terkejut hingga mulutnya terbuka lebar dan dengan refleksnya ia langsung meletakkan jaket tersebut dipantatnya.


"Jadi dari tadi Om lihat dong." pekik Ratih lagi.


"Apaa?" kaget Bayu yang langsung membelakakkan matanya lebar lebar.

__ADS_1


~Flashback Off~


^Hiduplah dengan pilihanmu sendiri^


__ADS_2