Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 99


__ADS_3

"Wih....raut raut pengantin baru nih, begadang ya semalem? kok matanya item item gitu?" tanya Ratih menyambut kedatangan Bryan dan Agatha dimeja makan


"Hustt" Mama Henny pun langsung menyenggol lengan putrinya tersebut


"Buruan nikah makanya" jawab Bryan dengan santainya, sementara Agatha? huh....pipinya kini sudah seperti udang rebus


"Wih....songong banget lo" sinis Ratih pada kakaknya


"Biarin lah. Ngapain lo kuliah segala? enakan juga nikah biar ada yang nafkahin" balas Bryan sembari menarik kursi khususon untuk Agatha. Agatha pun langsung duduk dikursi yang sudah disiapkan oleh Bryan


"Pemikiran lo jadul banget, jangan jangan otak lo ketinggalan dijaman prasejarah ya..." ejek Ratih


"Jadi cewe tuh musti berkelas bang, biarpun ada yang nafkahi nantinya tapi lebih enak punya penghasilan sendiri lah"


"Lagian nih ya, nggak semua cowok itu bisa dapetin gue bang. Cuma cowok paling beruntunglahnyang bakalan jadi pasangan hidup gue"


"Huh...ya gue tau sih, pasti nantinya bakalan banyak hati hati yang patah gara gara gue. Tapi musti gimana" ucap Ratih mengendikkan kedua bahunya tanda tak mengerti


"Cih....sok kecakepan loh" sahut Bryan yang merasa jijay dengan kelebayan adiknya tersebut


"Jangan terlalu pilih pilih, nanti nggak kebajian perjaka loh" sahut Agatha yang tak ingin tinggal diam saja melihat pertikaian kecil ini


"Huishhhh apa lagi nih kak, kuno banget pemikirannya" seloroh Ratih yang tak setuju dengan pendapat kakak iparnya tersebut


"Mana ada kehabisan perjaka??? heh....produksi juga jalan terus kali. Noh lihat aja contohnya yang baru bangun" ucap Ratih sembari menyindir dua orang didepannya tersebut


"Papa mana Ma?" tanya Agatha yang baru menyadari Papa mertuanya tidak ikut bergabung dalam acara sarapan kali ini


"Terus Nayla juga kemana?" tanya Agatha lagi sebelum Mama mertuanya menjawab pertanyaan darinya


"Nah itu tuh, anak sendiri aja sampe nggak tau" sahut Ratih dengan wajah sok acuhnya


"Kamu ini" Mama Henny memandang Ratih dengan sebal, karena anak bungunya ini sedari tadi terus menerus memancing mancing


"Apa sih ma?" aduh Ratih karena Mamanya terus menatapnya tanpa henti membuat dirinya jadi salah tingkah

__ADS_1


"Nayla ikut Kakek jogging ke taman" jawab Mama Henny


"Ohhh" balas Agatha dan Bryan hampir bersamaan


"Eh kak kak, semalem Nayla minta aku buat pasangin penangkap mimpi loh dikamarnya"


"Bagus banget penangkap mimpinya kayak di drakor drakor gitu" ucap Ratih dengan raut wajah seperti tengah membayangkan drakor yang salah satu adegannya memberikan kekasihnya sebuah penangkap mimpi


"Dapet dari mana dia?" tanya Ratih kembali seperti semula saat tiba tiba khayalannya terbang tinggi melayang entah kemana hingga kembali lagi kealam sadarnya


"Darimana?" tanya Agatha pada Bryan


"Nggak tau aku malah" jawab Bryan sembari mengendikkan kedua bahunya


Hari ini Bryan sedang menjalankan cuti pernikahannya, lumayan lah ia dapat cuti selama seminggu. Yang artinya selama seminggu ini ia akan terus begadang setiap malamnya, menghabiskan waktu dengan sebaik baiknya sebelum pada akhirnya ia akan kembali bekerja seperti semula


"Wuah......Haaaaaa" terdengar suara kegirangan anak kecil yang tak lain adalah Nayla. Tak berselang lama kemudian nampaklah tubuh Nayla yang berlarian kearah Agatha yang tengah menyiram bunga ditaman


"Ma...Maamaaa" teriak Nayla sembari berlari menghampiri Agatha


"Ma...lukisan yang aku kirim buat ikut lomba kemarin menang maaaa" teriak Nayla dengan girangnya sembari menyodorkan ponselnya untuk diperlihatkan kepada Mamanya


"Nayla kapan ikut lombanya?" tanya Agatha dengan mengerutkan keningnya, pasalnya ia sama sekali tak tahu mengenai hal ini


"Kakek ma yang daftarin, sebulan yang lalu" jawab Nayla dengan wajah penuh semangatnya


"Wah...hebat banget anak Mama" puji Agatha sembari mengelus elus rambut panjang Nayla


"Nayla kirim lukisan apa?" tanya Agatha pada Nayla


"Sebentar ma, bentar" kata Nayla sembari tangannya sibuk menggeser geser ponselnya


"Ini ma" ucap Nayla sembari menunjukkan foto dari lukisannya


Lukisan itu berisikan gambar seorang anak perempuan dengan rambut sebahu yang tengah menggunakan gaun berwarna putih tengah menikmati pemandangan senja disebuah area persawahan dengan latar persawahan dengan tanaman padi yang mulai menguning

__ADS_1


Yang membuat lukisan ini menjadi istimewa menurut Agatha adalah pemilihan gradasi warna yang membuat lukisan ini seolah olah benar benar hidup. Tentu saja ini sangat membanggakan untuk Agatha karena anaknya meraih juara dalam lomba yang diadakan dengan kategori anak anak yang berusia 7-10 tahun


"Nayla....mana tas milik Kakak" teriak Ratih sembari mencari keberadaan bocah kecil. Tadinya Ratih memang menyuruh Nayla untuk membawakan tasnya ke ruang tamu, karena saat keluar dari kamarnya tiba tiba Ratih merasakan perutnya mulas dan kebetulan saat itu Nayla tengah melintas didepan kamarnya


"Iya kak, Nayla disini" jawab Nayla dengantak kalah berteriaknya


Malam harinya Bryan dan Agatha tengah berada dikamar berdua saja.


"Ta, tolong kerokin punggungku dong. Rasanya aku seperti masuk angin karena terlalu banyak begadang akhir akhir ini" ucap Bryan sembari menarik kaos yang dikenakannya ke atas


"Whattt" pekik Agatha yang sangat terkejut dengan permintaan Bryan barusan hingga ponselnya terlepas dari genggaman tangannya, untungnya ponsel itu mendarat disisi kiri Agatha yang artinya diatas kasur


Dua hal yang membuat Agatha terkejut adalah darimana orang kaya sekelas Bryan tahu kata kata kerokin? dan bukan hanya itu saja Agatha sendiri sebenarnya tak pernah tau rasanya dikerokin sama ngerokin orang


"Cepet...huekk" ucap Bryan yang tiba tiba saja merasakan mual


"Ehhh jangan muntah disini" pekik Agatha yang kemudian langsung turun dari atas ranjangnya


"Eh gimana gimana? aku musti ngapain?" tanya Agatha dengan raut wajah paniknya, pengetahuannya minus tentang kerok mengerok seperti ini


"Kamu minta minyak angin sama koin ke Mama deh" ucap Bryan memberi tahu


"Cepet...huek" lanjut Bryan dan kurang ajarnya rasa mual itu kembali datang menyerang perut Bryan


"Eh...iya iya, aku ke Mama sekarang" jawab Agatha dengan kedua tangan kedepan seperti tengah menyetop sesuatu


Tanpa menunggu lagi Agatha pun berlari terbirit birit kekamar Mama mertuanya, dan rupanya Mama Henny lah yang selama ini sering ngerokin Bryan. Namun karena saat ini statusnya adalah istri dari Bryan, maka tugas ini pun beralih haluan menjadi tugasnya


"Auhhh pelan pelan dong ta" keluh Bryan saat Agatha menggosok punggungnya dengan sangat keras tanpa perasaan


"Eh..maaf maaf" ucap Agatha kemudian mengeroknya kembali, namun dengan lebih halus


Entah kelanjutan dari mana hingga tiba tiba saja poaisi Bryan kini berada diatas tubuh Agatha


Sialnya tangan nakal Bryan kini tengah memainkan twins mountain Agatha yang masih sangat segar layaknya buah jeruk tersebut

__ADS_1


__ADS_2