Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 46


__ADS_3

"Kata temen temen aku, mereka sering bobo bareng sama Mama Papanya"


"Kok aku nggak pernah ya" ucap Nayla memandang Papa dan Mamanya bergantian, seolah olah menantikan jawaban dari pertanyaannya


Agatha dan Bryan beradu pandang, seakan akan memberikan kode agar segera menjawab pertanyaan Nayla agar anak itu tidak banyak bertanya lagi


"Emmm nay" Bryan mencoba membuka suara


"Karena Papa dan Mama berbeda sama Mama dan Papa temen temen nay" sahut Agatha membuat Bryan membelalakkan matanya, tak setuju dengan ucapan Nayla


"Beda gimana ma?" tanya Nayla dengan polosnya


"Emmm" Aduh Agatha menjadi bingung sendiri harus menjawab apa, padahal tadinya ia tidak ingin memberi harapan palsu pada Nayla


"Jadi gini, Mama sama Papa kan udah lama nggak ketemu kan?" tanya Agatha pada Nayla


"He eum" jawab Nayla mangut mangut menyetujui


"Nah, jadi Mama takut kalau sama Papa" ucap Agatha mantap


Bryan langsung melotot tajam, entahlah ia sendiri tak tau maksud dari ucapan Agatha. Takut? Takut apanya? Apa Agatha takut jika ia akan memaksa Agatha untuk melakukan itu? pikir Bryan, tapi ia ingin mendengarkan Agatha menjelaskan maksud perkataannya


"Takut? takut kenapa ma? Papa kan baik, nggak jahat kok" ucap Nayla


"Ohhh Papa Baik ya?" jawab Agatha amngut mangut mengiyakan saja ucapan Nayla


"Sial....aku ngomong apa sih tadi? berbelit belit doang. Naula pasti tidak akan paham maksud perkataanku tadi" batin Agatha menyesali apapun perkataan unfaedah yang tadi ia katakan


Bryan hanya tersenyum tertahan melihat Agatha yang kebingungan sendiri dengan ucapannya sendiri. Bryan bahkan sama sekali tidak ingin membela ataupun membantu Agatha


"Sial....brengsek....dia menertawakan kebodohanku"


"Mulut bodoh....kau malah membuatku terlihat semakin bodoh saja" batin Agatha sembari menggigit kecil bibirnya sendiri


"Emmm....Mama takut ya kalau Papa udah berubah kayak di film film karena udah lama nggak ketemu?" tanya Nayla menyampaikan pemikirannya


"Nah...itu iya, bener banget" jawab Agatha antusias karena ternyata Nayla paham dengan ucapannya, walaupun sebenarnya bukan itu maksud dari Agatha. Walaupun pemikiran Nayla berbelok dengan pikirannya, tapi tidak masalah yang penting ia tidak akan tidur dengan Bryan


"Emmm Nayla punya ide biar Mama nggak takut lagi sama Papa" ucap Nayla dengan sumringahnya

__ADS_1


"Apa?" tanya Agatha heran, sedangkan Bryan sudah tidak ambil pusing lagi, ia hanya sebagai pendengar yang baik untuk Agatha dan Nayla


"Gimana kalau malam ini Nayla tidur dikamar yang semalem" ucap Nayla


Agatha masih tak paham dengan maksud dari perkataan Nayla


"Nanti malem Nayla tidur sendiri dikamar, terus Mama tidur sama Papa biar Mama nggak takut lagi sama Papa"


Duar....Agatha langsung kaget mendengarnya, begitu juga dengan Bryan yang langsung menghentikan aktivitas makannya, namun sejurus kemudian terbitlah sebiah senyuman dari bibir Bryan


"Mama percaya aja sama Nayla kalau Papa nggak jahat kok, Mama jangan takut ya" ucap Nayla dengan wajah seriusnya sembari menatap lekat lekat Mamanya


"Aduhhh....kayaknya Mama ngg..." ucap Agatha yang belum selesai


"Iya nanti malam Mama bakalan tidur sama Papa" potong Bryan langsung membuat Agatha membelalakkan matanya tajam, namun Bryan sama sekali tidak perduli akan hal itu


"Asiiiikkkk" teriak Nayla kegirangan


"Ma, Pa....Nayla pengen adik" ucap Nayla sejurus kemudian


Ehhhhh


Dagggghhhh Agatha dan Bryan tercengang dengan ucapan frontal anak kecil tersebut


Tutttt......tut....tuut......terdengar deringan dari pinsel Bryan


"Halo ma" sapa Bryan, ternyata yang menghubunginya adalah Mamanya


"Halo bry, kamu kemana? kok nggak pulang?" tanya Mama Henny dengan khawatir


"Emmm, Bryan diluar kota ma" bohong Bryan


Tiba tiba terbesit dalam hati Bryan untuk memperkenalkan Nayla dan Agatha pada keluarganya. Betapa bodohnya Bryan yang melupakan hal itu, dulu ia berniat untuk memperkenalkan Nayla dan Agatha setelah berhasil ia temukan. Akh....mungkin beberapa hari lagi, yang terpenting Mama dari Nayla bisa tunduk dulu kepadanya


"Emmmm Bry bry, kapan kamu mau ceraikan Violla?" tanya Mama Henny tiba tiba


"Aku belum tau ma, sepertinya bukti yang selama ini kita kumpulkan masih belum kuat ma" tutur Bryan


"Bodoh...kenapa kerjamu lambat sekali" kesal Mama Henny

__ADS_1


"Aku juga pusing ma, orang suruhan yang kemarin gagal ma" lirih Bryan


Terdengar helaan nafas berat dari seberang sana, sepertinya Mama Henny juga turut frustasi menghadapi masalah Bryan


"Hacker yang kita pekerjakan kalah jauh dengan hacker yang melindungi mereka ternyata" keluh Mama Henny


"Oiya, semalam Mama lihat Violla minum tapi kayak orang yang habis kelelahan banget tau"


"Pas Mama tanya, Violla jawabnya yang nggak masuk akal tau nggak? Mama takutnya dia ngapa ngapain lagi dikamar kamu selagi kamu nggak ada" adu Mama Henny pada Bryan


"Aku tau" jawab Bryan singkat dengan senyum yang mengambang dibibirnya


"Aku akan segera urus semuanya" ucap Bryan kemudian


Hampir seharian Bryan berada dikamarnya mengerjakan pekerjaannya dikantor yang akan ia tinggalkam selama beberapa hari kedepan. Bryan bahkan harus merelakan makan siangnya


Tak apalah hari ini ia tidak ikut bermain bersama Agatha dan Nayla, yang terpenting untuk nanti malam semuanya bisa berjalan lancar tanpa hambatan


"Ma...kok Papa nggak keluar ya?" tanya Nayla pada Mamanya


"Emmmm Papa kan lagi sibuk, nanti kalau udah seleaai pasti turun kok" jawab Agatha dengan asal, padahal ia sendiri tak tau sedang apa Bryan didalam sana


"Ma...kita disini sampai kapan?" tanya Nayla


"Nggak lama, setelah ini kita akan kembali ke rumah dan kita bakalan jalani aktivitas seperti kemarin kemarin" jawab Agatha dengan mantap


Tanpa Agatha sadari jika kini raut wajah Nayla telah berubah 180 derajat dari yang sebelumnya


"Nayla pasti udah kangen kan buat latihan silat lagi?" tanya Agatha kemudian menghadap kearah Nayla


"Nggak, Nayla lebih suka kalau diajarin sama Papa" jawab Nayla dengan nada yang terkesan datar membuat Agatha terdiam


"Nayla kenapa, kok mukanya jadi sedih sih?" tanya Agatha pada Nayla


"Mama jahatttt" teriak Nayla yang kemudian langsung berlari menuju kamar Papanya


Agatha yang melihat hal itu kemudian mengejar Nayla, namun langkahnya harus terhenti saat melihat Nayla saat ini telah berada didalam gendongan Bryan yang kemudian masuk kedalam kamar


"Apa salahku? kenapa Nayla marah?" tanya Agatha pada dirinya sendiri

__ADS_1


Detik demi detik pun berlalu, tak terasa kini malam telah tiba. Bryan, Agatha dan Nayla makan malam dalam keadaan hening, tak ada lagi ocehan dari Nayla yang saat ini malah terdiam dan hanya fokus dengan makanannya


"Aku akan menyusul ke kamarmu, kau jangan bertingkah seperti anak anak yang terus menghindar" ucap Bryan dengan dingin, kemudian mengambil Nayla untuk digendongnya dan berjalan menuju kamarnya


__ADS_2