
Agatha pun lekas menghubungi Bryan melalui ponselnya. Tut.....tutt.....tutt......belum juga dijawab oleh Bryan
"Halo" sapa Bryan dari seberang sana
"Halo, kamu dimana?" tanya Agatha
"Nemenin Nayla beli es krim ini, emang kenapa?" tanya Bryan
"Oh....ini aku baru aja keluar dari ruangan Papa terus aku lihat kamu sama Nayla nggak ada diluar" jawab Agatha
"Kamu nggak ngomong macem macem kan sama Papa?" tanya Bryan penuh selidik, dari awal Bryan memang tak menyukai cara Agatha yang menyerang Pak Surya
"Apaan sih" kilah Agatha yang kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak
"Dimana ta?" tanya Reyhan yang sedikit banyak tadi telah mendengar percakapan antara Agatha dan Bryan
"Oh, katanya nemenin Nayla beli es krim" jawab Agatha sembari duduk disamping Reyhan
"Emmmhhh" respon Reyhan kemudian
Satu detik, dua detik, tiga detik terjadi kecanggungan diantara mereka berdua
"Emmm Rey" panggil Agatha kemudian memecahkan kecanggungan yang sempat terjadi diantara mereka
"Iya ta?" jawab Reyhan menoleh kearah Agatha
"Emmm maaf sebelumnya kalau aku ikut campur sama urusan rumah tangga kamu" kata Agatha mengawali pembicaraan
"Maksud kamu?" tanya Reyhan yang tak mengerti
"Emmm bisa nggak kamu ngerubah sikap kamu ke Vanno?" tanya Agatha dengan hati hati, Reyhan pun langsung terdiam
"Vanno nggak ada salahnya Rey, kasihan dia masih kecil" tutur Agatha memberi pengertian kepada Reyhan
"Aku juga pengennya kayak gitu ta, tapi setiap kali aku ngelihat Vanno aku malah keinget sama Sellena" lirih Reyhan menundukkan kepalanya
"Kamu pasti bisa Rey, jangan nyerah demi masa depan Vanno" kata Agatha memberi semangat pada Reyhan dan menepuk nepuk punggung Reyhan
__ADS_1
"Aku...aku nggak tau ta, aku bisa apa nggak" kata Reyhan sembari menegakkan badannya
Agatha pun meraih bahu Reyhan dan mengarahkannya untuk melihat kearahnya kemudian Agatha memeluk Reyhan. Sedikit banyak Agatha mengerti akan bagaimana perasaan Reyhan, Reyhan bukanlah orang yang seperti ini Reyhan adalah orang yang perduli dengan orang lain. Agatha menepuk nepuk punggung Reyhan, begitu juga Reyhan yang membalas pelukan Agatha, baginya Agatha masih sama seperti dulu, Agatha lah yang selalu menyemangatinya dan menjadi penyemangatnya
"Bagaimana bisa aku melupakanmu ta" batin Reyhan
"Perasaanku padamu masih sama seperti dulu" batinnya lagi
"Aku harap kamu dapat menemukan kebahagiaan kamu yang lain rey" batin Agatha
"Mungkin ini memang sudah menjadi takdir kita, kita nggak bisa hidup bersama seperti keinginan kita" batin Agatha
Emmmmm......tiba tiba saja terdengar suara deheman keras dari belakang Agatha disaat Agatha dan Reyhan sama sama larut dalam pelukan persahabatan tersebut. Sontak Agatha pun langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Reyhan, begitupun sebaliknya
"Kamu udah dateng" Skak.....sial mengapa kata kata itu yang keluar dari bibir Agatha? Bukankah kata kata itu bermakna seakan akan Agatha tak menginginkan kehadiran Bryan
"Mama....Vanno dimana?" tanya Nayla yang membuat Bryan tidak jadi menjawab pertanyaan dari Agatha
"Vanno udah pulang ya om?" tanya Nayla pada Reyhan karena Mamanya tak kunjung menjawab pertanyaan darinya, Mamanya malah masih asik beradu pandang dengan Papanya
"Em Bry, ini nggak seperti yang kamu pikirkan kok" kata Agatha kemudian
"Memangnya apa yang aku pikirkan?" balik tanya Bryan
"Nay, ayo kita kedalem pamit sama Kakek dulu" kata Bryan mengajak Nayla
Akhirnya Nayla dan Bryan pun berlalu meninggalkan Agatha dan juga Reyhan. Tentu saja Agatha masih was was takut takut Bryan akan salah paham dengan apa yang dilihatnya barusan
"Maafin aku ta" kata Reyhan dengan perasaan bersalahnya, tentu saja Reyhan tahu jika Agatha memeluknya tadi karena prihatin dengan apa yang dialami Vanno bukan pelukan atas dasar cinta
"Nggak papa kok, kamu santai aja" jawab Agatha dengan senyum menghiasi bibirnya
Diperjalanan pulang Agatha dan Bryan hanya saling diam, tidak ada yang memulai pembicaraan terlebib dahulu sedangkan Nayla tengah asik dengan boneka yang baru saja dibelinya. Bryan tengah fokus dalam menyetir sementara Agatha terlaly fokus dengan pikirannya sendiri
Sesampainya dirumah Agatha yang hendak kembali ke kamar Ratih seperti biasanya kini tangannya ditarik olelh Bryan saat Agatha baru saja menginjak tangga, sontak Agatha pun langsung terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Bryan
"Bry, ada apa sih? Lepasin, sakit tau" berontak Agatha saat Bryan masih saja menarik tangannya, bahkan cekalan tangan Bryan pada tangan Agatha terasa sangat kuat
__ADS_1
"Bry sakit" kata Agatha sembari meronta ronta, namun Bryan sama sekali tidak perduli. Ia telah menahannya sejak tadi dan inilah saatnya bagi Agatha untuk menerima hukuman darinya. Bryan terus menyeret tangan Agatha menuju kamar pribadi miliknya
Brakkkkkkk Bryan menutup pintu dengan amat keras, emosinya sudah berada dipuncak ubun ubun begitu melihat Ibu dari anaknya berpelukan dengan lelaki lain didepan matanya. Bryan sudah berusaha bersikap dewasa saat didepan Reyhan tadi, ia tidak mau terlihat sebagai laki laki yang tempramen
"Apa yang kamu lakukan tadi" desis Bryan dengan mencengeram kuat kedua lengan Agatha
"Itu tidak seperti yang kamu lihat Bry" kata Agatha berusaha meyakinkan Bryan
"Aku hanya kasihan sama Vanno" kata Agatha lagi
"Alasan basi, lalu kenapa yang kamu peluk Reyhan bukan Vanno" gertak Bryan membuat tubuh Agatha langsung menegang
"Kamu ingin kembali lagi sama Reyhan?" tuduh Bryan, matanya kini menatap Agatha dengan nyalang
"Nggak, aku sama sekali nggak pernah berfikiran untuk balikan sama Reyhan" tolak Agatha dengan cepat
"Bohong" teriak Bryan yang langsung berbalik arah membelakangi Agatha, ia telah gagal menunjukkan sikap seorang pemimpin, yang ada didalam hatinya kini hanyalah ketakutan ketakutan jika Agatha akan pergi darinya lagi dan menghancurkan impian Nayla untuk menjadi keluarga bahagia yang utuh
Akh.......teriak frustari Bryan, kini Bryan melanglah mengambil vas bunga yang terlatak diatas nakas
Prang.....pecahan kaca berserakan dilantai membuat Agatha terkejut, tak hanya itu Bryan bahkan mengambil barang barang yang lain dan melemparkannya kesembarang arah
Prang.....prang....brak.....Akkkhhhjhh
Melihat Bryan yang semakin menggila Agatha pun memberanikan diri untuk mendekat kearah Bryan dan langsung memeluknya dari belakang
"Maafin aku, aku bener bener nggak ada niatan buatan balikan sama Reyhan. Hiks....hiksss...hikksss" kata Agatha dengan tulus dan benar saja Bryan rupanya langsung berhenti dari kegilaannya
"Aku mohon, jangan seperti ini. Aku takut Bry" kata Agatha kemudian, lututnya sudah benar benar lemas, selama ini ia sama sekali tak pernah melihat orang semarah ini
"Aku mohon jangan begini" lirih Agatha, Bryan kemudian berbalik arah menatap Agatha dan langsung memeluknya erat erat
"Jangan begini lagi ta"
"Aku takut, aku takut kamu akan pergi lagi" lirih Bryan
"A...aku janji" kata Agatha sembari membalas pelukan Bryan
__ADS_1