
"Dimana saja kamu selama ini? kenapa aku tidak bisa menemukanmu?" tanya Bayu pada Agatha
"A...aku diculik oleh Bryan" jawab Agatha sedikit sangksi
"Bagaimana bisa sekarang kamu bersama dengan laki laki itu?" tanya Bayu datar dengan rahang yang sudah mengeras, sejak tadi ia sudah menahannya saat melihat interaksi antara Agatha, Bryan bahkan Nayla. Bayu tentu saja sudah dapat menyimpulkan hubungan apa diantara ketiganya
"D...dia adalah, Pa...panya Nayla" jawab Agatha
"Kau akan kembali dengan laki laki yang telah meninggalkanmu dan Nayla selama ini?" tanya Bayu dengan pandangan lurus kedepan
"Dia tidak meninggalkanku, ta...tapi aku yang meninggalkannya" tolak Agatha membenarkan perkataan Bayu
"Kau akan kembali lagi kepadanya?" tanya Bayu mengulangi lagi pertanyaannya tanpa menghiraukan pembenaran yang diucapkan Agatha
"Na...Nayla butuh Papanya" lirih Agatha yang masih terdengar jelas dikedua telinga Bayu, sontak Bayu pun langsung mengerem mobilnya secara tiba tiba
Ssstttttt........
"Astaga" kaget Agatha, sementara Bayu tampak tak perduli tangannya kini mencengkeram dengan erat stir mobilnya
Beberapa detik kemudian Bayu langsung melajukan mobilnya kembali tanpa mengucap sepatah katapun membuat tubuh Agatha terdorong kebelakang, bukan....bukannya melajukan kendaraannya secara normal namun Bayu mengemudikannya dengan kecepatan yang sangat tinggi seakan akan jalanan ini memang hanya tercipta untuknya seorang
"Yu, hati hati yu. Pelan pelan" kata Agatha mencoba menyadarkan Bayu yang tengah dirasuki oleh setan pembalap. Namun Bayu tak menghiraukannya sama sekali, ia tengah mengikuti sebuah ide yang tiba tiba saja melintas didalam otaknya
"Yu, ini bukan jalan menuju rumahku yu" ucap Agatha, tangannya kini tengah mengguncang guncang tubuh Bayu agar mau mendengarkannya, namun hasilnya nihill
Hampir 30 menit Agatha seperti tengah melakukan uji nyali, mempertaruhkan antara hidup dan matinya bersama dengan Bayu. Sampai pada akhirnya sampailah Bayu dirumah minimalis, Agatha sendiri tak tau itu rumah milik siapa
Bayu pun turun dari mobilnya kemudian mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Agatha, walaupun Agatha menolak tapi tenaganya jauh berbeda dengan Bayu hingga mau tak mau tubuh Agatha pun akhirnya keluar juga dari mobil tersebut
__ADS_1
"Jaga rumah ini" kata Bayu datar pada seorang satpam yang sejak tadi nampak bingung melihat tuannya datang bersama dengan seorang wanita, namun perlakuannya nampak sedikit kasar
"Baik tuan" jawab satpam tersebut tanpa banyak bertanya
"Yu...lepasin aku yu" berontak Agatha dalam gendongan Bayu, bukan gendongan ala brydal style melainkan gendongan ala karung beras. Bayu pun hanya diam saja menerima pukulan Agatha di punggungnya, bibirnya kini juga ikut terkunci dan tak mau menjawab apapun yang dikatakan oleh Agatha
Brakkkkkk Bayu membuka sebuah pintu kamar dengan cara menendangnya hingga menimbulkan suara nyaring, Bayu pun meletakkan tubuh Agatha diatas ranjang dan kemudian berlalu cepat mengunci pintu kamar ini bahkan kuncinya kini berpindah tempat disaku celana yang dikenakan oleh Bayu saat ini
"Yu...apa yang kamu lakukan" teriak Agatha setelah berhasil bangun dari posisi terlentangnya, pasalnya tadi Bayu terkesan melemparkan tubuh Agatha begitu saja hingga membuatnya dalam posisi terlentang
"Diaaammmm" bentak Bayu yang telinganya ikut panas mendengarkan berbagai kata kata yang jeluar dari bibir Agatha
Perlahan lahan Bayu mendekat kearah Agatha, namun Agatha lah yang perlahan lahan pula melangkah mundur hingga pada akhirnya ia harus terduduk dipinggiran ranjang karena Agatha tidak melihat jika dibelakangnya adalah ranjang
"Kenapa....kenapa kamu lakukan ini Ta" teriak Bayu dengan suara yang menggema membuat Agatha tentu saja terkejut mendengarnya
"Kenapa kamu dengan mudahnya kembali pada laki laki itu ta" teriak Bayu lagi
"Ini semua demi Nayla yu" kata Agatha kemudian
"Aku bukan orang bodoh Ta"
"Aku bisa menjadi Papa yang baik untuk Nayla"
"Seperti yang selama ini aku lakukan untuk kalian" teriak Bayu dengan meletup letup
Darahnya terasa mendidih saat Agatha mengatakan jika itu demi Nayla. Bukankah dulu Nayla bahkan sama sekali tidak mengetahui siapa Papanya, dan mengapa Agatha mau kembali dengan laki laki itu yang sudah meninggalkannya hanya dengan alasan demi Nayla? lihatlah selama 7 tahun Nayla tumbuh besar tanpa ada campur tangan Papanya dan dialah yang selama ini berperan sebagai Papanya dalam hidup Nayla
"Biar bagaimana pun juga Nayla masih memiliki Papa kandung Rey" ucap Agatha menyangkal tuduhan Bayu jika ia membodohinya
__ADS_1
"Apa kamu mencintai laki laki itu?" tanya Bayu tanpa memperdulikan ucapan Agatha
"Nay, ayo bangun" lirih Bryan mencoba membangunkan putrinya yang masih asik dalam tidurnya
"Mamamu sedang berjuang demi kita" sambungnya lagi
"Mamamu pasti akan melakukan yang terbaik demi kita" ucap Bryan dengan air mata yang telah menganak sungai depelupuk matanya, saat ini ia tengah meneguhkan hatinya untuk dua kemungkinan yang akan terjadi kedepannya
"Halo pa, Papa cepat datang kesini Pa...Hiks...hikss....hisss" kata Sellena saat sambungan teleponnya telah terhubung
"Kamu kenapa? kenapa kamu menangis?" tanya Pak Surya yang juga ikut khawatir
"Re...reyhan pa" adu Sellena dengan terputus putus, rasanya bibirnya tak mampu untuk mengatakan jika orang yang dicintainya kini telah tiada
"Ada apa dengan Reyhan?" tanya Pak Surya dengan cepat
"Cepat kerumah sakit Pa" teriak Sellena frustasi, ia benar benar tak mampu mengatakannya biarlah Papanya melihat sendiri nantinya
"Baiklah, Papa akan segera kesana. Berikan alamatnya" ucap Pak Surya dari seberang sana kemudian memutuskan sambungan teleponnya
"A...aku mencintainya" jawab Agatha dengan penuh keyakinan walaupun ada ketakutan juga, jujur selama ini ia sama sekali tidak pernah melihat Bayu berteriak seperti ini
"Kamu mencintai laki laki itu?" gumam Bayu dengan pandangan tak percaya setelah mendengarkan pengakuan dari bibir Agatha sendiri
Argggghhhhhh.....Bayu pun berteriak frustari
Brakkk.....brakkk.....Prang......prangg.....benar benar seperti orang kesurupan, Bayu tak segan segan merusak dan melemparkan barang barang apa saja yang berada didepannya dengan brutal seakan akan ingin menyalurkan betapa murkanya dirinya
"Yu...berhenti, jangan seperti ini" teriak Agatha yang ikut merasa ketakutan melihat amukan Bayu. Tentu saja Bayu sama sekali tak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Agatha barusan
__ADS_1
"Yu..." teriak Agatha lagi, otaknya benar benar kosong padahal hatinya berkata jika ia harus segera melakukan sesuatu untuk menghentikan amukan Bayu saat ini juga sebelum dirinya ikut dilemparkan oleh Bayu seperti barang barang yang bernasib sial tersebut
Entah bagaimana bisa Agatha tiba tiba langsung berlari kearah Bayu dan langsung memeluknya saat itu juga, hanya itu cara yang terlintas didalam otaknya kemudian. Katanya kemarahan orang bisa dihentikan dengan sebuah pelukan yang sontak langsung dipraktikkan oleh Agatha