Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 37


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan cepat, Agatha harus berpamitan kepada putri semata wayangnya untuk melaksanakan pekerjaannya yang besok harus melaksanakan launcing lukisan barunya. Bukan hal mudah bagi Agatha sebenarnya harus meninggalkan putrinya yang akan melaksanakan kompetisi besok? Ibu mana yang tak ingin melihat kemampuan anaknya yang di tampilkan didepan mata orang orang banyak? Tentu saja tak ada, begitu juga dengan Agatha


"Mamaaaa" tangis Nayla mengiringi perpisahan Agatha. Nayla memeluk erat erat tubuh wanita yang telah melahirkannya tersebut


"Loh...Anak Mama kok malah nangis sih?" tanya Agatha melepas tautan pelukan tersebut dan menghapus sisa sisa air mata yang masih membasahi pipi putri kecilnya tersebut


"Mama jangan pergi...besok Nay mau ikut kompetisi, Mama harus lihattt" ucap Nayla diiringi oleh isakan tangisnya


"Cup...cup...cup Nay gak boleh nangis dong, katanya mau ikut kompetisi silat kok malah nangis? Gak gentle dong namanya...hahaha" Agatha mencoba membuat anaknya terhibur, namun bukan terhibur yang ada melainkan Nayla malah menambah volume suara tangisannya


"Nay gak boleh sesih gitu dong, kan ada om. Nayla nggak suka ya kalau perginya sama om?" tanya Bayu yang akhirnya membuka suara dan kemudian berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Nayla


"Buk...bukan git..gittu om. N..nay pe..peng...pengen...Mama...j..juga lihat Nay..tam..pil...nan...ti...o...om" ucap Nayla bersusah payah karena harus terhalang oleh sesenggukannya karena terlalu banyak menangis


"Nanti kan kita bisa foto bareng nay. Nanti nay pake baju yang nay pake saat kompetisi"


"Kan Mama juga bisa mencium keringat yang nay keluarkan saat berkompetisi. Mama juga bangga loh" ucap Bayu membujuk namun Nayla hanya diam saja tanpa menjawab sepatah katapun, otaknya masih menimbang nimbang ucapan dari Bayu tersebut


"Ohhh atau gini aja, nanti Om bakalan fotoin nay saat Nay tampil gimana?" bujuk Bayu lagi


"Iya tuh bener kata om Bayu, jadikan Mama bisa lihat waktu nay tampil" tambah Agatha


"Nanti Mama bawain boneka deh? Atau mau Mama beliin baju yang dipakai nay buat latihan lagi? Kayak yang dikasi sama Om Bayu kemarin? Jadikan Nay bisa lebih sering sering nanti latihannya?" Agatha mencoba memberikan penawaran pada Anaknya tersebut


"Janji ma?" ucap Nayla sembari menyodorkan jari kelingkingnya. Akhirnya setelah usaha yang dilakukan Agatha dan Bayu membuahkan peluang


"Iya Mama janji" ucap Agatha sembari menautkan jari kelingkingnya pada jari Nayla sebagai tanda persetujuan


"Yaudah, Mama berangkat dulu ya. Nay hati hati sama Om Bayu jangan nakal nakal" ucap Agatha memberi wanti wanti

__ADS_1


"Iya ma..." balas Nayla


Tanpa menunggu lama lagi Agatha pun langsung merengkuh tubuh kecil Nayla, mengisi tenaga pada dirinya sendiri agar tetap kuat saat 2 hari kedepan ia tak akan melihat wajah Putri cantikknya tersebut


"Mama hati hati yah" ucap Nayla


"Iya, pasti sayang" balas Agatha


"Yaudah, mendingan sekarang nay kekamar dulu. Nay beres beres baju yang mau dibawa nanti sore dulu ya" ucap Bayu memberi perintah pada Nayla


"Iya om" jawab Nayla


"Ma...nay mau beresin barang barang yang mau dibawa dulu ya ma" pamit Nayla pada Mamanya tersebut


"Iya sayang" balas Agatha sembari membelai lembut rambut Nayla. Selepas itu Nayla pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya


"Emmm makasih ya yu, kamu selalu siap siaga buat jagain Nayla" ucap Agatha sembari mencoba berdiri dari posisi jongkoknya


"Umur kamu tuh udah cukup buat nikah yu, makanya kamu buruan deh nikahnya" ucap Nayla sembari melangkahkan kakinya menuju mobil jemputannya


"Yah....maunya aku juga gitu ta" balas Bayu


"Terus?" tanya Agatha menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Bayu


"Yah...aku kan masih nunggu seseorang ta" balas Bayu sembari menatap dalam dalam manik mata Agatha


Selama beberapa saat Agatha dan Bayu saling beradu pandang menyelami jiwa dan hati mereka masing masing melalui pancaran sinar tatapan. Hingga pada akhirnya Agathalah yang memilih untuk memutus tatapan mata tersebut


"Jangan terlalu lama menunggu sesuatu yang tidak pasti yu" ucap Agatha sembari melanjutkan langkah kakinya kembali.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Agatha berbicara demikian, sebagai seorang wanita tentu saja ia tau dan dapat membedakan perasaan orang lain terhadapnya. Salah satunya dengan Bayu, tentu saja ia tahu dan dapat melihat jika Bayu selama ini menaruh perhatian terhadapnya. Apalagi dulu saat Bayu sempat menyatakan perasaanya padanya


Sebagai seorang wanita tentu saja Agatha senang akan hal itu karena ternya masih ada seseorang yang menginginkannya sedangkan melihat keadaan dirinya saat itu ialah ia telah memiliki seorang anak dan Bayu dapat menerima itu semua


Namun sebagai seorang wanita pula ia juga merasa jika ini semua tak akan adil buat Bayu. Bagaimana bisa seorang yang memiliki masa depan cerah yang disegani dan digilai oleh banyak orang dan wanita yang lebih segala galanya dari dirinya justru malah memilih dirinya? Ia tak mau egois, mungkin dulu Bayu buta akan perasaanya sendiri dan oleh karena itu Agatha menepiskan rasa senangnya dan menolak pernyataan cinta Bayu dengan harapan suatu saat nanti Bayu akan dapat melupakannya dan mendapatkan seseorang yang akan lebih baik dari dirinya


"Hanya menunggu takdir" jawab Bayu cepat


"Hah...terserah kau saja lah yu" balas Agatha


"Oke, kalau begitu aku pergi dulu ya, aku titip Nayla" ucap Agatha


"Oke, kau tenang saja dan tak perlu khawatir tentunya" balas Bayu


"Nay, Nayla sayang....ayo kita berangkat. Semuanya udah siap kan?" tanya Bayu pada Nayla


"Udah siap semua kok om" balas Nayla dengan wajah yang kini telah berubah menjadi lebih segar


"Pinter banget sih" puji Bayu


Bayu dan Nayla pun langsung menancap pedal gas nya menuju rombongan yang kini telah berkumpul untu berangkat ke asrama peserta kompetisi. Disini bukan hanya ada Bayu saja wali dari peserta melainkan ada banyak bahkan mungkin semua peserta lomba kini didampingi oleh orang tuanya membuat Bayu dapat melihat kesedihan dalam mata Nayla


"Nayla nanti mau ikut sama om atau sama rombongan? Sama om aja yuk" ajak Bayu


"Iya nay sama om saja" bals Nayla


Bayu dan Nayla beserta para rombongannya pun langsung menuju ke asrama yang telah disiapkan oleh panitia kompetisi tersebut, selama dalam perjalanan Bayu terus mencoba menghibur Nayla hingga berlahan lahan senyum cerah Nayla pun terpancar kembali membuat Bayu pada akhirnya tersenyum lega


Tak terasa hari telah berganti dan hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua peserta kompetisi termasuk dengan Nayla. Saat ini semua peserta kompetisi tengah berkumpul bersama dengan para pelatih untuk diberi pengarahan terlebih dahulu sebelum memulai kompetisi tersebut

__ADS_1


"Nayla semangat" ucap Bayu hanya dengan gerakan mulut saja saat melihat Nayla melintas didepannya dan kebetulan menatap dirinya


__ADS_2