Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 89


__ADS_3

"Naylaaaaa" Bayu pun tak kalah terkejutnya melihat Nayla yang tergeletak dijalan didepan matanya. Bergegas Bayu pun turun dari mobilnya dan menghampiri Nayla, disana Agatha telah menangis tersedu sedu


"Nay, Naylaaa" setelah berada disamping Nayla, Bayu pun mengguncang guncang tubuh Nayla


"Ba...Bayu" Agatha pun terkejut saat tiba tiba Bayu datang menghampirinya


"Ta, kita harus cepet bawa Nayla kerumah sakit" kata Bayu dengan wajah paniknya, tak membuang waktu lama Bayu pun lekas menggendong tubuh Nayla


"Mobil kamu dimana?" tanya Bayu pada Agatha


"Em ,ak.." bingung Agatha


Karena tak mendapatkan jawaban yang maksimal, Bayu pun akhirnya membawa tubuh Nayla ke mobilnya dengan didikuti oleh Agatha dibelakangnya


Perjalanan menuju rumah sakit terasa sangat lambat, padahal Bayu juga sudah mengendarai dengan kecepatan tinggi


"Cepet yuuuu" teriak Agatha yang sangat panik, pasalnya entah bagian kepala Nayla yang mana yang mengeluarkan darah


"Iya ta, ini juga udah cepet" kata Bayu dengan tak kalah paniknya juga, pasalnya Bayu malah merasa lebih panik dengan melihat ekspresi wajah Agatha


"Nay...Nayla bangun sayang" kata Agatha sembari tangannya menggoyang goyangkan tubuh Nayla, namun tak kunjung mendapatkan respon dari tubuh kecil tersebut


"Sabar Ta, sebentar lagi kita balakan sampai" kata Bayu mencoba menenangkan Agatha, namun Agatha sama sekali tidak menanggapi ucapan Bayu. Fokusnya saat ini hanyalah kepada putri kecilnya yang tak junjung membuka mata


Akhirnya beberapa menit kemudian sampailah mobil yang dikendarai Bayu sampai juga disalah satu rumah sakit terbesar di Jakarta. Bayu dan Agatha pun lekas membawa Nayla masuk agar lekas mendapatkan penanganan


Hiks.....hiksss.....hiksss sedari tadi tangis Agatha tak kunjung reda, kini malah kian bertambah saat menunggu dokter memeriksa keadaan Nayla. Agatha hanya menangis dibangku tunggu depan ruangan Nayla dengan telapak tangan yang menutupi wajahnya


"Nayla bakal baik baik aja Ta" kata Bayu mencoba menenangkan Agatha, tangannya menepuk nepuk punggung Agatha mencoba memberi kekuatan pada wanita yang masih ada didalam hatinya tersebut


"Gue bodoh!"


"Gue nggak becus jagain anak gue" frustasi Agatha dengan memukul mukul kepalanya menggunakan genggaman tangannya sendiri

__ADS_1


"Hiks....hikss....hikkksss" tangis Agatha


"Ta, lo nggak boleh kayak gini dong"


"Lo harus kuattt" bujuk Bayu sembari tangannya mencoba menghentikan aksi Agatha yang menyakiti dirinya sendiri


"Gue nggak becus yu!" kata Agatha sembari langsung berdiri tiba tiba dari posisi duduknya semula


"Lihat anak gue, ini semua salah gue yu!" lanjut Agatha sembari tangannya menunjuk kearah ruangan Nayla


"Nayla bakalan baik baik aja ta, lo harus banyak banyak doa bukannya malah nangis kayak gini!!!" akhirnya Bayu pun sampai pada puncak titik kesabarannya, setelah mengatakan itu Bayu pun ikut berdiri dan meninggalkan Agatha


"Gue beli air dulu" kata Bayu yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Agatha, Agatha sama sekali tak perduli dengan ucapan Bayu barusan walaupun telinganya mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Bayu. Fokusnya saat ini hanyalah pada Nayla seorang


"Hiks....hikss....hiksss. Maafin Mama sayang, Mama mohon Nayla harus selamat biar bisa lihat Mama sama Papa nikah" lirih Agatha, bahkan tubuhnya saat ini sudah terasa sangat lemas tak bertenaga


Tiba tiba saja Agatha langsung teringat akan sesuatu setelah mengatakan hal tersebut, buru buru Agatha langsung meraih tasnya dan merogoh ponsel yang ia letakkan didalamnya


Dengan tangan gemetar Agatha mencari cari kontak seseorang hingga pada akhirnya Agatha menemukan apa yang tengah dicarinya tersebut


"Halo ta, kamu sama Nayla sekarang ada dimana?" tanya Bryan bertubi tubi diseberang sana, pasalnya dari tadi Bryan sempat panik karena Agatha dan Nayla tak kunjung kembali ke butik


"Ha...halo Bry" kata Agatha, melihat Bryan yang terdengar sangat panik membuat Agatha takut mengatakan apa yang sebenarnya terjadi


"Kamu kenapa ta? kamu nangis?" tanya Bryan yang bingung, pasalnya suara Agatha terdengar serak seperti orang yang temgah menangis ditambah lagi ada suara sesenggukan diujungnya


"Bry, Nayla Bry" kata Agatha dengan terbata, bahkan Agatha sampai mengepalkan tangannya kuat kuat karena memberikan kekuatan pada dirinya sendiri untuk berbicara jujur dengan Bryan


"Iya? Nayla kenapa?" jawab Bryan disertai dengan pertanyaan


"Na...Nayla, Kec...cela...kaan" ucap Agatha dengan terbata bata


Satu detik, dua detik, tiga detik...Bryan belum mereapon ucapan Agatha barusan. Walaupun ucapan Agatha barusan sanagt jelas ditelinga Bryan, namun Bryan sama sekali belum memahami arti ucapan Agatha barusan. Dunianya terasa berhenti dan bahkan disekeliling Bryan saat ini hanya terasa kehampaan

__ADS_1


"Kamu serius Ta?" tanya Bryan setelah otaknya menemukan jawaban atas ucapan yang dikatakan Agatha


"Serius Yan. Aku nggak bohong...Hiksss.....hiksss....hiksss, Maafin aku...Hiks....hikssss" jawab Agatha kemudian


"Dimana? sekarang Nayla dimana?" tanya Bryan kemudian dengan wajah paniknya, ia pun langsung menyambar jaket yang berada disampingnya


"Rumah sakit Cepat Sembuh" jawab Agatha cepat


"Oke, aku akan kesana" kata Bryan yang kemudian langsung mematikan sambungan teleponnya


Ceklek.....Dokter yang sedari tadi memeriksa keadaan Nayla kini telah keluar dari ruangan dengan disusul oleh suster dibelakangnya, sonta Agatha pun bergegas mengahampiri Dokter tersebut


"Dok, gimana keadaan anak saya dok?" tanya Agatha langsung pada intinya


"Kondisi anak ibuk saat ini sedang kritis, akibat benturan keras dikepalanya lah yang menyebabkan anak ibu mengalami pendarahan" jawab sang Dokter yang memberitahukan keadaan Nayla


"Ta...tapi anak saya akan selamat kan dok?" tanya Agatha kemudian, ia tak perduli dengan apapun yang dialami Nayla asalkan yang terpenting Nayla bisa selamat


"Kami akan mengupayakan yang terbaik, jadi Ibu perlu banyak banyak berdoa demi kesembuhan anak ibu" kata Dokter kemudian


"Iya dok. Sa....saya boleh lihat anak saya dok?" tanya Agatha kemudian


"Untuk saat ini belum diperbolehkan buk " jawab Dokter tersebut


"Sebaiknya ibu tunggu diluar, kami akan terus memantau perkembangan Nayla. Begitu ada kabar kami akan langsung menyampaikannya pada ibu" lanjut dokter tersebut memberi pengertian pada Agatha


"Kalau begitu kami pamit dulu" kata Dokter kemudian yang langsung melangkah pergi meninggalkan Agatha


Selepas kepergian Dokter tersebut, tubuh Agatha kembali melemah padahal tadi saat melihat Dokter keluar dari ruangan Anaknya Agatha langsung memiliki tenaga yang kuat


"Hikkksss.....hiksss...hikkksss, Nay" lirih Agatha dalam tangisannya


"Nay, lo nggak papa kan?" tanya Bayu yang baru saja tiba dan melihat tubuh Agatha yang terduduk dilantai pun langsung membantu Agatha untu duduk dikursi

__ADS_1


"Ta, lebih baik lo minum dulu biar tenang" kata Bayu sembari membuka tutup botol


"Gue nggak haus" lirih Agatha


__ADS_2