
Beberapa hari kemudian Bryan dan Ratih tengah bersiap siap untuk pergi menuju tempat yang dijanjikan oleh Bryan, bukan tempatnya melainkan hadiah apa lah yang diherankan Ratih karena tidak seperti biasanya Kakaknya memberikannya hadiah, biasanya Kakaknya memberinya uang lalu ia tinggal membeli apa pun yang diinginkannya
"Kalian mau kemana?" tanya Violla tiba tiba menghentikan langkah kaki Bryan dan Ratih
"Aku ada urusan dengannya" jawab Bryan cuek
"Urusan? Urusan apa? Kenapa nggak diselesaikan dirumah aja?" heran Violla
"Urusan tugas kampus kak, kata kak Bryan banyak dokumen dokumen yang bisa aku pelajarin dikantor. Jadi ya....kita musti ke kantor" ucap Ratih
"Bukannya hari ini hari libur ya?" heran Violla lagi
"Ya kan kak Bryan boss nya kak, jadi ada dimana letak masalahnya?"
"Lagian kalau kak Bryan nggak lupa bawa pulang kita juga males kali kesana kak" kilah Ratih
"Ohhh" Violla hanya ber oh ria saja menanggapi penjelasan Ratih
"Ayo" ajak Bryan pada Ratih, lalu Bryan pun memasuki mobilnya diikuti oleh Ratih
Mobil Bryan perlahan lahan bergerak maju meninggalkan rumah. Didalam mobil hanya ada keheningan tanpa ada yang mulai berbicara terlebih dahulu
"Kita mau kemana sih kak?" tanya Ratih kepo
"Keluar kota" jawab Bryan dingin
"Apaaaa?" kaget Ratih namun tak ditanggapi sama sekali oleh Bryan yang masih fokus menyetir
Entah karena gabut, bosen atau apa? Ratih pada akhirnya tertidur hingga kini mereka telah sampai ditujuan. Bryan geleng geleng kepala melihat adiknya yang kini tengah tertidur
"Tih...bangun, tih...." Bryan mengguncang guncangkan badan Ratih agar sang empu bangun dari tidurnya
"Euuuummmm" lenguh Ratih, perlahan lahan matanya kini terbuka
"Kita dimana kak?" tanya Ratih kemudian
"Ayo turun, kita udah sampai" ucap Bryan kemudian turun dari mobilnya
Hal yang nampak pertama kali adalah rumah yang tidak terbilang luas namun bagus dan elegan dengan entahlah, mungkin disana ada belasan bodyguard yang bertugas menjaga rumah ini membuat Ratih heran sendiri
"Ini rumah siapa kak?" tanya Ratih sembari mengikuti langkah kaki sang Kakak
"Kakak" jawab Bryan singkat
"Wuiish, kok aku baru tau ya kak" kagum Ratih dengan mata yang berbinar binar menatap keindahan rumah ini
__ADS_1
"Baru beli" jawab Bryan singkat
"Ohhhhh"
"Ehhh...terus kok ini dijaga sama banyak banget bodyguard, emang ini didalemnya ada siapa kak?" tanya Ratih karena tak mungkin bukan jika hanya rumah kosong akan dijaga oleh banyak orang seperti ini
"Bayak tanya" kesal Bryan langsung menyonyor kepala adiknya
"Ishhh" kesal Ratih
Kini Bryan dan Ratih telah sampai di depan pintu, Bryan memencet bel terlebih dahulu padahal sebenarnya ia bisa saja langsung masuk, namun sepertinya saat ini Bryan enggan untuk melakukan hal tersebut
Beberapa kali Bryan memencet bel tersebut, sampai akhirnya pintu pun terbuka oleh.....
Deg. ....Agatha lah yang membuka pintunya membuat Bryan terkejut, sementara Ratih bersikap biasa saja
"Emmm....ad" belum sampai Bryan menyelesaikan pertanyaannya
"Papaaaaa" teriak Nayla dari dalam rumah, Nayla langsung berlari begitu mendengar suara Papanya
"Nayla" Bryan pun tak kalah hebohnya, ia langsung merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan Nayla
"Apaaa?" Ratih terkejut bukan kepalang, bisa bisanya anak kecil itu memanggil Kakaknya dengan sebutan Papa. Padahal Kakaknya itu belum memiliki anak dari pernikahannya dengan Violla
"Papa kan harus kerja" balas Bryan sembari masih mendekap Nayla
"Kakakkkkkk" teriak Ratih membuat Bryan berlahan langsung melepaskan pemukannya pada Nayla
Saking larutnya dengan pertemuannya dengan Nayla membuat Bryan melupakan Adiknya yang saat ini pasti tengah bingung dengan keadaan yang dilihatnya saat ini
Sementara Agatha memejamkan matanya bergeridik ngeri dengan teriakan gadis muda didepannya ini yang tengah memanggil Bryan dengan sebutan Kakak. Whaittt? Kakak? Berati adik iparku dong? Eh....masak adik ipar sih? Aku kan belum nikah sama Bryan, kalau tante nya Nayla baru bener....batin Agatha
Bryan menarik Ratih masuk. Kini Ratih, Bryan, Agatha dan Nayla tengah duduk saling berhadapan disofa ruang tamu. Ratih saat ini tengah menatap Bryan dengan tajam seperti menuntut penjelasan atas semua ini
"Emmmm....Ratih, jadi dia ini Nayla keponakanmu dan ini Ibunya Nayla" ucap Bryan to the point menunjuk Nayla dan Agatha bergantian menggunakan dagunya
"Apaaaa?" terkejut Ratih dengan mulut yang menganga lebar
"Hihihi....tente mangapnya jangan lebar lebar, nanti kemasukan lalat loh" ucap Nayla sembari tertawa cekikikan
Bryan dan Agatha tersenyum tertahan mendengar ucapan Nayla, smentara Ratih menjadi salah tingkah dibuatnya, buru buru ia langsung merapatkan bibirnya kembali
"Jadi, Kakak udah nikah? Kok aku nggak tau sih?" tanya Ratih tak percaya dengan volume tingginya
"Kakak belum menikah" jawab Bryan singkat
__ADS_1
"Apaaaaa?" terkejut Ratih lagi, Nayla cekikikan melihat reaksi yang Papanya bilang itu adalah tantenya tersebut. Ratih yang melihat Nayla cekikikan langsung tersadar dari rasa keterkejutannya
"Kok Kakak nggak bertanggung jawab banget sih, udah hamilin anak orang malah nggak bertanggung jawab"
"Kalau sampai Papa dan Mama tau, Kakak pasti udah di..." belum sampai Ratih menyelesaikan ucapannya ia telah terkejut sendiri dengan ucapan yang akan keluar dari mulutnya
"Apa Mama dan Papa udah tau kak?" tanya Ratih mendekatkan wajahnya pada Kakaknya
"Belum" jawab Bryan singkat
"Belum?" Ratih memastikan pendengarannya
"Aku baru bertemu dengan Nayla dan Ibunya" ucap Bryan
"Mama pa Mamaaaa, aku nggak manggil ibu" potong Nayla dengan wajah bersungut sungut, Bryan tersenyum melihat wajah Nayla
"Dulu Agatha pergi setelah kesalahan pada malam itu" jelas Bryan
"Kesalahan?" tanya Ratih memastikan lagi
"Iya, saat itu Kakak mabuk" ucap Bryan
Agatha yang mendengarkannya pun terkejut, bukan itu yang sebenarnya. Ia sendirilah yang tengah mabuk berat saat itu....batin Agatha
"Buk..." Agatha ingin menyanggahnya namun
"Dan dia pergi keesokan harinya setelah kejadian itu" potong Bryan yang seakan akan tau apa yang akan diucapkan oleh Agatha
"Ohhhh aku sekarang sedikit paham, mungkin saat itu Kak siapa tadi namanya?" tanya Ratih disela sela penjelasannya
"Agatha" jawab Bryan singkat
"Ah...iya, mungkin saat itu kak Agatha sedang syok jadi ia lebih memilih pergi" ucap Ratih
Bryan hanya mangut mangut mengiyakan kesotoy an adiknya tersebut tanpa berniat untuk membenarkan
"Jadi kapan kakak akan bilang sama Papa dan Mama?"
"Setelah kakak menc..." usul Ratih yang belum selesai
"Sebentar lagi" potong Bryan yang tau apa yang akan diucapkan Adiknya
Ratih mengernyit heran dengan sikap Kakaknya yang tiba tiba memotong pembicaraannya
"Kakak belum bilang sama Kak Agatha ya?" tebak Ratih yang seakan akan tau alasan dari Kakaknya yang memotong ucapannya tadi
__ADS_1