Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 60


__ADS_3

"Aku juga suka silat" lanjut Nayla lagi


"Silat?" heran Mama Henny


"Iya, kemarin aku baru ikut kompetisi dan aku menang bu" cerita Nayla dengan bangga


Mama Henny tersenyum pada Nayla, ia bangkit dari tempat duduknya lalu berjongkok didepan Nayla. Mama Henny meraih kedua tangan Nayla


"Mulai sekarang, Nayla jangan panggil Ibu lagi"


"Tapi panggil aku Nenek...ingat Nenek" tekan Mama Henny memberitahu Nayla


"Nenek?" heran Nayla


"Iya Nenek. Karena aku adalah Nenekmu" tutur Mama Henny pelan pelan menjelaskan pada Nayla


"Nenek Ibu siapa? Papa atau Mama?" tanya Nayla dengan polosnya, karena selama ini ia tidak pernah bertemu juga dengan keluarga Mamanya


"Hmmm" Mama Henny tersenyum mendengar pertanyaan Nayla


"Nenek ini adalah ibu dari Papamu" jawab Mama Henny


"Ohhhh" jawab Nayla mangut mangut


"Berarti, tadi Kakek dong?" tanya Nayla


"Iya, itu tadi Kakek nya Nayla" jawab Mama Henny


"Emmm Nayla mau ikut nenek nggak?" tanya Mama Henny


"Kemana?" tanya Nayla dengan heran menautkan kedua alisnya


"Udah, ayo ikut aja" pinta Mama Henny sembari menarik tangan Nayla dengan halus


"Nay, ini saladnya udah jadi" tiba tiba terdengar suara Agatha, tak berapa lama kemudian Agatha telah nampak batang hidungnya


"Ehhhh" terkejut Agatha saat melihat Nayla dan Mama Henny sudah dalam posisi berdiri


"Ta...tante sama Nayla mau kemana?" tanya Agatha terbata


"Aku mau diajak sama Nenek ma" jawab Nayla


"Nenek?" terkejut Agatha, sejak kapan Nayla memanggil Bu Henny dengan sebutan Nenek? bagaimana jika Bu Henny nanti marah? ....batin Agatha


"Kamu juga jangan panggil bu dong"


"Panggil aku Mama" ucap Mama Henny


"Lihat, Nayla saja memanggil aku dengan sebutan Nenek" tutur Mama Henny pada Agatha


"Eh...eum...eum...i...iya ma" balas Agatha terbata bata


Mama Henny tersenyum memaklumi kecanggungan Agatha, pasti Agatha masih terkejut karena ini semua terlalu cepat baginya


"Ayo ikut kita" tawar Mama Henny pada Agatha


"Kemana ma?" tanya Agatha, Mama Henny senang karena Agatha langsung memanggilnya dengan sebutan Mama padahal baru beberapa menit yang lalu ia menyuruh Agatha untuk melakukan itu


"Udah ayo ikut aja" desak Mama Henny

__ADS_1


"Emmm....kayaknya nggak usah deh ma"


"Agatha disini aja, makan saladnya" Agatha mencoba mencari cari alasan untuk menolak ajakan Mama Henny tersebut


"Mama....nanti dulu aja, ayo sekarang kita ikut Nenek dulu" rengek Nayla membuat Agatha jadi serba salah sendiri


"Udah ayo ikut" Mama Henny yang sudah tak tahan lagi langsung menarik tangan Agatha agar wanita itu tidak banyak alasan lagi untuk menolak ajakannya


"Eh....eh....eh, Ma...Mama" jaget Agatha saat tangannya saat ini tengah ditarik oleh Mama Henny


"Udah ayo ikut, ayo Nayla" ajak Mama Henny


Akhirnya mau tidak mau Agatha pun mengikuti langkah kaki Mama Henny, entah mau dibawa kemana ia dan Nagla saat ini oleh Mama Henny? Agatha sama sekali tak membuka suara


Mama Henny mengambil sebuah kunci dari sebuah laci yang terletak dibawah meja berwarna putih tersebut. Meskipun meja tersebut sudah terlihat tua karena dibuat dari kayu itu pun masih terlihat bagus karena dirawat dengan amat baik


"Ayo" ajak Mama Henny. Agatha dan Nayla pun mengikuti langkah kaki Mama Henny dari belakang sampai saatnya Mama Hsnny berhenti didepan sebuah pintu ruangan


Ceklekkk.....suara pintu yang terbuka setelah Mama Henny berhasil membuka pintu ruangan tersebut menggunakan kunci


Kesan pertama kali saat memasuki ruangan ini adalah ruang yang sangat besar, didalamnya seperti sebuah tempat untuk mengenang kenangan masa lalu


"Wuaaahhhhh" takjub Nayla setelah memasuki ruangan ini


"Beaar sekali maaaa" ucap Nayla


"Iya sayang" balas Agatha


"Wuahhhh.....ini siapaa? kok lucu banget?" tanya Nayla


Sembari matanya terus memandanvgi sebuah foto anak laki laki yang kisaran umurnya antara 6 samapi 7 tahun dengan tangannya memegang sebuah piala gold yang tergantung di dinding ruangan tersebut


"Nayla tau nggak itu siapa? tanya Mama Henny pasa Nayla


"Itu adalah Papa kamu nak" jaaab Mama Henny


"Wahhhh.....Papa keren banget bisa dapat piala" bangga Nayla dengan keberhasilan yang pernah digapai oleh Papanya tersebut


"Wahhhh banyak banget barang barangnya" lagi lagi Nayla dibuat terkagum kagum dengan apapun yang ia lihat didalam ruangan tersebut


Disini memang sebuah ruangan yang dikhusus untuk menjadi ruangan peribadi bau ini. Banyak barang barang peninggalan Bryan, mulai dari saat masih bayi hingga saat saat Bryan mulai tumbuh dewasa dan mengikuti berbagai macam kompetisi yang ada dalam dunia pencak silat


"Wahhh...Papa keren, Papa sering menang yah dulu nek?" tanya Nayla pada Mama Henny


Agatha saat ini juga tengah melihat lihat foto, piala piala Bryan dan juga banyak baju baju latihan yang tergantung dengan rapi didalam sebuah lemari transparan sehingga Agatha dapat dengan jelas melihat isi yang ada di dalam lemari tersebut


"Iya, dulu Papa kamu sering banget menang"


"Karena Papa kamu juga rajin berlatih" jawab Mama Henny menjelaskan pada Nayla


"Wahhh kalau gitu Nay juga mau berlatih terus" sorak Nayla


Tiba tiba tak sengaja netra Nayla menangkap sebuah foto yang bergambar Bryan dan juga Mama Henny dan Papa Hamdan tengah berfoto bersama dengan Bryan memegang sebuah piala gold


"Nayla juga pengen poto kayak Papa" adu Nayla tiba tiba


"Foto?" heran Mama Henny


Nayla pun menunjukkan pada sebuah foto yang ia maksud tersebut. Mama Henny dan Agatha pun mendekat agar dapat melihat dengan jelas akan foto yang di maksud oleh Nayla tersut

__ADS_1


Kini Agatha dan Mama Henny pun akhirnya mengerti dengan apa yang dimaksud Nayla, pasti Nayla sedih karena selama ini Nayla tak pernah berfoto bersama kedua orang tuanya


"Nayla, nanti kita bisa foto bareng Papa, Mama, Kakek sama Nenek lo"


"Sampe puas malah" buju Agatha agar Nayla bisa cepat melupakan kesedihannya


"Iya, Nayla juga harus janji buat rajin berlatih lo biar nanti Nayla juga sama hebatnya kayak Papa" imbu Mama Henny


"Iya ma" jawab Nayla


Mama Henny, Agatha dan Nayla pun menikmati dan mengamati segala sesuatu yang berada diruangan tersebut demgan diiringi oleh berbagai cerita bahkan hanya sebuah omongan omongan unfaedah namun bisa mengubah suasana menjadi lebih nyaman lagi


"Ayo kita keluar" ajak Mama Henny


"Kita makan sald buahnya bareng bareng" lanjut Mama Henny


"Ayo Ma" ajak Nayla pada Mamanya yang nampak masih asyik dengan lamunannya sendiri


"iya ayo" balas Agatha


Agatha dan Nayla pun kembali mengikuti langkah kaki Mama Henny lalu kembali ke tempat awal yaitu diteras samping rumah yang memiliki udara yang sangat menyejukkan


Eh....Mama Henny dan Agatha terkejut saat ternyata Bryan sudah ada di teras samping rumahnya dan apa? dan Bryan saat ini tengah menikmati salad buah tang Agatha bikin tadi


"Papa....itu punya nay" teriak Nayla saat mengetahui salad buah yang dibuat oleh Mamanya untuk dirinya saat ini telah dimakan oleh Papanya


"Papaaa" Nayla berlari menghampiri Papanya


"Ehhh" Bryan pun jadi ikut ikutan kaget saat mendengar teriakan melengking Nayla


"Papa....kok dihabisin sih" kesal Nayla yang saat ini sudah berada disamping Papanya


"Eh...ini punya nay?" kaget Bryan


"Iya, ini punya Nay kenapa Papa habisin sihhhh" kesal Nayla menghentak hentakkan kakinya


"Ehm...Papa nggak tau kalau ini punyanya nay, tadi nggak ada orang disini jadi Papa makan deh"


"Enak banget saladnya, Nay beli dimana?" tanya Bryan dengan entengnya


"Itu bikinan Mamaaa, bukan beliii" teriak Nayla menjelaskan dengan berapi api


"Ehhh" kaget Bryan


"Ini bikinan kamu ta?" tanya Bryan saat Agatha dan Mama Henny sudah sampai di depannya


"Iya" jawab Agatha singkat lalu memilih untuk duduk disamping Mama Henny


"Emmm buat Nayla yah?"


"Maaf ya, aku nggak tau tadi"


"Lagian kok nggak ada orang disini, jadi aku kira nggak ada yang punya deh" kilah Bryan


"Meskipun disini nggak ada orang tetep aja pasti itu salad buah ada yang punya"


"Nggak mungkin kan tuh kotak bisa jalan kesini sendiri?" sindir Agatha pedas pada Bryan


"Em...iya iya, aku minta maaf" Bryan akhirnya lebih memilih untuk meminta maaf saja agar urusan ini tidak berlanjut panjang lagi

__ADS_1


"Papa....ajarin aku latihan silat lagi ya" ucap Nayla langsung merangkul erat lengan Papanya.


Shittt....anak kecil dengan tingkah seperti itu pasti tengah berada dalam mode meminta namun tipe memaksakan dan keinginannya pasti harus tercapai, tentu saja ini ada sisi baik dan buruknya juga kan pastinya?


__ADS_2