Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 103


__ADS_3

Bryan pun kemudian kembali kekamarnya dengan membawa 3 benda keramat pemberian Mamanya tersebut


Ceklekk....Bryan membuka pintu dan nampaklah sosok Agatha yang tengah meringkuk diatas kasur dengan selimut tebal yang melilit di tubuhnya


"Ta" panggil Bryan sembari mendekat kearah Agatha, diguncangnya pelan tubuh Agatha hingga sosok Agatha pun membuka matanya


"Udah?" tanya Agatha


"Ayo, Aku kerokin dulu biar cepet enakan" jawab Bryan sembari meletakkan 3 benda tersebut disamping Agatha


"Apa ini?" terkejut Agatha saat melihat satu benda asing yang dibawa Bryan


"Taspack?" gumam Agatha sembari meraih benda pipih tersebut


"Buat apa?" tanya Agatha


"Lah emang biasanya buat apa?" balik tanya Bryan


"Gue kan nggak hamil" kesal Agatha


Tukkkk...Bryan menyentil jidat Agatha hinggal Agatha menengaduh kesakitan


"Auhhh...apaan sih?" kesal Agatha sembari memukul lengan Bryan


"Sakit tauuu" lanjut Agatha sembari mengusap usap keningnya


"Gue gue" kesal Bryan yang kemudian langsung beranjak berdiri


"Mau kemana?" tanya Agatha yang langsung meraih tangan Bryan hingga Bryan pun menghentikan langkah kakinya


"Aku nggak hamil" ucap Agatha penuh keyakinan


"Kamu nggak mau hamil anak aku?" tanya Bryan dengan wajah tak percaya


"Emang kamu pikir Nayla anak siapa?" kata Agatha sembari menarik lengan Bryan hingga Bryan terduduk disampingnya


"Kamu ngomongnya yakin banget, seakan akan kamu tuh nggak mau hamil anak aku" ucap Bryan


"Bukan aku, tapi kamu" jawab Agatha


"Aku? emang aku kenapa?" tanya Bryan sembari menunjuk dirinya sendiri


"Kamu kan pernah bilang sama aku kalau kamu pasang vaksetomi" jawab Agatha lirih


Bryan memejamkan matanya menengadah keatas, ia sama sekali tak habis pikir dengan pikiran Agatha. Lagi pula Bryan pikir Agatha telah lupa jika ia pernah mengatakan hal tersebut

__ADS_1


"Ta" panggil Bryan sembari meraih kedua pundak Agatha, sontak Agatha pun langsung mendongak ketika merasakan ada tangan yang menyentuh pundaknya


"Saat aku memutuskan untuk menikahi kamu, aku udah melepaskan itu" kata Bryan yang kemudian mengelus elus puncuk rambut kepala Agatha


"Beneran?" tanya Agatha yang hampir tak percaya


"Kamu bisa tanya Agam kalau kamu nggak percaya" jawab Bryan


"Gomawo" kata Agatha dengan mata yang penuh berkaca kaca


"Sok sok an" sinis Bryan


Agatha pun langsung memeluk tubuh Bryan hingga Bryan merasa terkejut akibat gerakan Agatha yang tiba tiba tersebut, namun sejurus kemudian Bryan pun membalas pelukan Agatha


"Terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku" lirih Bryan, bahkan mata Bryan kini juga tampak berkaca kaca. Entah sejak kapan Bryan telah jatuh hati pada Agatha tersebut, rasanya dunianya kini telah sempurna memiliki keluarga kecil seperti ini


"Aku harap kamu hamil, kita akan menua bersama sama dengan anak anak kita" ucap Bryan lagi, sontak Agatha pun langsung melepaskan pelukan Bryan dan memandang sosok Bryan lekat lekat


"Kalau misalnya aku nggak hamil gimana?" tanya Agatha cepat


"Akan aku buat kamu hamil" jawab Bryan


"Kalau masih nggak hamil?" tanya Agatha


"Ya...aku akan berusaha sampai kamu hamil" jawab Bryan santai


"Bodoh" ucap Agatha saat menerima uluran taspack tersebut


"Ini lebih aktual dipakai kalau pagi, saat bangun tidur" ucap Agatha sembari meletakkan benda pipih tersebut diatas nakas yang berada disampingnya


"Oh" hanya itu jawaban dari Bryan


"Cepet kamu mengkurep" ucap Bryan


"Ngapain?" kaget Agatha


"Katanya kamu masuk angin, ya...mau aku kerokin lah" jawab Bryan santai


"Kok pakai mengkurep segala" tanya Agatha penuh selidik


"Ya kan aku mau ngerokin punggung kamu" jawab Bryan


"Atau...kamu mau minta dikerokin didepan ya? atau di bagian yang lainnya? " tanya Bryan dengan wajah tengilnya sembari menaik turunkan kedua alisnya


"Mesum" pekik Agatha

__ADS_1


"Mesum gimana? orang kamu yang tanya ya...aku jawab dong" ucap Bryan


"Ya kan aku cuma nanya aja, kamu jawabnya jangan melenceng kesitu dong" kesal Agatha


"Terserah, udah cepet copot baju kamu" ucap Bryan yang langsung menarik bahu kanan Agatha agar Agatha lekas berbaring


"Harus dicopot semua?" tanya Agatha was was, maklum lah seumur hidupnya ia tak pernah dikerok, paling kalau Agatha sedang tidak enak badan ia hanya tinggal mengoles minyak angin


"Bagian bawah nggak usah, kamu pake bh aja" jawab Bryan acuh


Mau tak mau akhirnya Agatha pun mengikuti ucapan Bryan, sebenarnya ia agak malu melakukan ini apalagi Bryan sering kali iseng terhadapnya. Entah ia hanya sekedar mencolek atau membelokkan alur kerokan yang sebenarnya hingga merembet kebagian yang lain, dengan penuh kesabaran pula Agatha kembali mengarahkan jalan Bryan yang melenceng untuk kembali kejalur yang sebenarnya


Entah sampai jam berapa acara semalam selesai, pasalnya setelah dikerokin Bryan Agatha juga meminta Bryan untuk memijat seluruh tubuhnya yang terasa remuk hingga keduanya sama sama terlelap hingga pagi datang


"Ayo, apapun hasilnya aku nggak akan marah kok" kata Bryan memberi semangat pada Agatha untuk lekas masuk kedalam kamar mandi


"Oke" jawab Agatha ragu ragu kemudian melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi


"Atau mau aku temenin?" tawar Bryan pada Agatha


Brakkkk...Agatha pun langsung menutup pintu dengan keras membuat Bryan menyunggingkan senyum nya, sungguh lucu menurut Bryan melihat reaksi Agatha saat ia menggodanya


Satu menit....dua menit....tiga menit....mengapa lama sekali? tak sabaran Bryan pun langsung menggedor gedor pintu tersebut


Sementara didalam sana, Agatha memandang hasil taspack tersebut dengan perasaan tak mengerti. Gedoran pintu Bryan membuat Agatha langsung tersadar dari lamunannya, gawat...kalau tidak segera dibukakan bisa bisa pintunya roboh


Ceklek...Agatha membuka pintu dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali, Bryan pun mengerti dengan apa yang terjadi. Tentu saja Bryan telah siap dengan dua kemungkinan yang terjadi, Agatha hamil atau Agatha tidak hamil. Agatha langsung melewati tubuh Bryan begitu saja tanpa kata kata


"Tidak apa apa, mungkin ini belum rezeki kita" ucap Bryan dari belakang mengikuti langkah kaki Agatha


Cccppp...tiba tiba Agatha langsung berhenti begitu saja, untunglah Bryan sempat mengerem tubuhnya hingga ia tak menabrak Agatha. Agatha pun langsung berbalik menghadap Bryan


Tadaaaa....teriak Agatha sembari menyodorkan taspack yang tadi ia simpan disakunya. Bryan pun meraih benda tersebut dengan ragu ragu dan dilihatnya dengan teliti


Deggg....


"I...ini benarkan? i...ini tidak salah kan?" tanya Bryan dengan mata yang tampak sudah berkaca kaca


"Benar, aku hamil" jawab Agatha disertai dengan senyuman menawannya


Bryan pun langsung menubruk tubuh Agatha, memeluknya erat erat


"Terima kasih" lirih Bryan, entah kenapa ia masih tak percaya dengan semua ini. Tuhan baik sekali terhadapnya dengan memberikan rizki berupa anak yang akan melengkapi keluarga kecil mereka


"Sama sama" jawab Agatha yang pada akhirnya juga ikutan terharu, ia sama sekali tak menyangka jika ia akan hamil dalam waktu secepat ini

__ADS_1


"A..aku sangat Bahagia" kata Bryan


"Kita akan bersama sama, bersama sama membesarkan anak anak kita nanti" lanjut Bryan


__ADS_2