
Agatha dan Bryan sama sama terceng dengan apa yang terjadi barusan. Bryan tak menyangka jika Agatha akan menamparnya begitu juga dengan Agatha yang tak percaya jika tangannya telah melayang dan mendarat dengan mulus dipipi Bryan
Bughh....tanpa perduli apapun lagi Bryan langsung memeluk tubuh Agatha dengan erat seakan akan takut jika Agatha akan pergi jauh darinya
"Terima kasih, terima kasih karena telah mencintaiku" lirih Bryan, ia sama sekali tak menyangka jika kata kata ini akan keluar dari bibirnya.
Setelah penghianatan yang dilakukan oleh Violla, Bryan merasa kehilangan kepercayaan dirinya. Ia takut jika terlalu mencintai seseorang seperti yang pernah terjadi sebelumnya, ia juga takut jika rasa cintanya akan disalah artikan sehingga membuatnya bodoh seperti yang Violla pernah lakukan
"Ma...maafkan aku" lirih Agatha
"Tidak" Bryan pun langsung melepaskan pelukannya dan meraih kedua pipi Agatha, agar Agatha dapat menatapnya dengan jelas
"Jangan meminta maaf" kata Bryan
"Aku lah yang seharusnya berterima kasih karena kamu telah mencintaiku" ucap Bryan kemudian, netranya menelisik kedalam mata Agatha
"Aku juga tidak tau, semuanya mengalir begitu saja" tolak Agatha, bukan...bukan ia yang meminta tuhan untuk menghadirkan rasa cinta pada Bryan, tapi tuhan sendiri lah yang menghadirkan rasa itu
Kini sampailah Agatha dan Bryan dikediaman Pak Surya, Papa Agatha. Para kolega kolega dan rekan bisnis dari Pak Surya maupun Reyhan pun silih berdatangan.
"Ayo" kata Bryan mengajak Agatha, Agatha pun menganggukkan kepala menyetujui
Bryan dan Agatha pun beriringan masuk kedalam rumah sampai akhirnya bertemu dengan Pak Surya yang tengah menyalimi tamu tamunya, laki laki itu nampak sangat terpukul karena kehilangan menantunya tersebut. Tentu saja Pak Surya merasa amat kehilangan karena Reyhan adalah menantu yang baik, atau bisa jadi juga karena Pak Surya masih merasa bersalah karena telah memisahkan Reyhan dengan Agatha? Entahlah....hanya Pak Surya sendiri yang tau
"Kalian datang?" sapa Pak Surya saat Bryan dan Agatha sudah berada didepan Pak Surya
"Maaf, kami datang terlambat, kami turut berduka cita" ucap Bryan pada Pak Surya
"Tidak papa, Papa dengar Nayla sedang dirawat dirumah sakit?" kata Pak Surya
"Iya, Nayla sedang dirawat dirumah sakit. Kondisinya kini juga sudah membaik" jawab Bryan
__ADS_1
"Syukurlah, maaf Papa belum bisa hadir" ucap Pak Surya
Disini dapat Agatha lihat Sellena tengah menangis disamping jenazah Reyhan, dimata Agatha Sellena adalah sosok yang sangat berani. Yah....walaupun dia melakukan apa yang diinginkannya dengan cara yang salah, itu juga karena Sellena sangat menyukai Reyhan
Acara pemakaman Reyhan pun berjalan dengan lancar, orang yang melayat pun satu persatu telah pergi. Hanya ada keluargalah yang tersisa disini saat ini, untung saja tadi Vanno mau pulang setelah seorang pembantu telah berausah payah membujuknya
"Aku baerharap, semoga kau tenang disana" ucap Agatha
"Hiks....hikkksss....hikkksss, kenapa kau jahat sekali padaku. Hiksss" dari tadi Sellena lah yang terus menangis, bahkan sampai air mata wanita itu tak mau keluar lagi
"Sudahlah, relakan kepergian Reyhan"
"Biarkan Reyhan pergi dengan tenang" ucap Agatha menenagkan Sellena, menguatkan wanita yang tengah terpuruk ini
"Ini semua salah aku ta, aku yang udah buat Reyhan jadi begini. Hikss....hiksss" ucap Sellena sembari tangannya terus menerus meremas tanah kuburan Reyhan
Hampir satu jam lamanya Agatha dan Reyhan menemani Sellena dan juga Pak Surya disini, menemani sampai Sellena pun merasakan lelah dengan sendirinya karena terlalu banyak menangis. Beruntung, karena Sellena hampir pingsan tadi membuat Agtha lebih mudah untuk membawa Sellena ke mobil karena wanita itu sedang tak memiliki tenaga untuk berontak
"Bryan tunggu" ucap Pak Surya mengentikan langkah Bryan, sontak Bryan pun langsung menghentikan langkahnya
"Dan Papa juga tau kamu pasti tidak akan tinggal diam"
"Papa tidak melarang kamu untuk tidak melaporkan perbuatan Sellena kepolisi" ucap Pak Surya
"Tapi Papa sangat berharap jika kamu mau berbesar hati untuk tidak memperpanjang masalah ini"
"Papa telah gagal menjadi seorang Papa" lirih Pak Surya dengan raut wajah penuh penyesalan
"Sebagai orang tua Papa ingin anak anak Papa bisa akur, jangan sampai ada korban lagi. Biarlah kebencian berakhir sampai disini saja" lanjut Pak Surya, matanya menatap Bryan dengan penuh harap. Meskipun sebagai seorang Papa yang tak akan tinggal diam ketika anaknya disakiti oleh orang lain, tapi Pak Surya juga berharap jika Bryan mau membantunya untuk mengakhiri semuanya sampai disini
"Aku tau apa yang harus aku lakukan" kata Bryan yang kemudian langsung meninggalkan Pak Surya yang masih dalam posisi mematungnya
__ADS_1
"Bry, sepertinya malam ini aku akan kerumah Papa. Lagi pula nanti malam dirumah Papa juga akan ada acara tahlilan untuk Reyhan" ucap Agatha didalam mobil
"Lalu Nayla?" tanya Bryan pada Agatha
"Aku hanya akan sebentar, kamu bisa menjaga Nayla untukku kan?" balik tanya Agatha, ia berharap jika Bryan mau mengizinkannya. Jujur, melihat Sellena tadi Agatha merasa kasihan terhadap wanita itu. Sejak kecil ia tak pernah sama sekali melihat Sellena serapuh itu
"Baiklah" Jawab Bryan menyetujui permintaan Agatha
Tentu saja Agatha akan kerumah sakit terlebih dahulu sebelum nantinya akan kerumah Papanya. Ia membawakan Nayla bubur ayam, dan beberapa denis buah buahan juga
"Nayla sayang, Mama pergi dulu ya"
"Nayla disini sama Papa dulu ya" pamit Agatha pada Nayla, Karena tadi Agatha yang menyuruh Pak Hamdan dan Mama Henny pulang supaya bisa beristirahat
"Salam buat Vanno yah Ma, padahal aku pengen banget nyemangatin Vanno" kata Nayla dengan raut wajah sedihnya, jujur Nayla merasa kasihan dengan teman barunya tersebut
"Iya, makanya Nayla cepet sembuh ya"
"Biar bisa hibir Vanno, ngajak Vanno main" kata Agatha sebelum beranjak berdiri
"Iya ma" jawab Nayla
"Kamu hati hati ya, titip salam buat Papa" kata Bryan, tentu saja Bryan tidak bisa mengantarkan Agatha karena nanti Nayla akan sendirian
"Iya, aku pergi dulu" pamit Agatha yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan rawat inap Nayla
Beberapa minggu setelah kejadian itu semua, kini semuanya telah berjalan normal kembali. Nayla juga sudah sembuh total dan telah diperbolehkan pulang
Dan setelah sekian lama, akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun akhirnya akan datang juga. Semua orang tengah sibuk menata dekorasi, bunga, meja dan sebagainya karena besok adalah hari pernikahan antara Agatha dan juga Bryan
"Kamu itu bukan tamu, jadi harus dateng malam ini" ucap Agatha pada Sellena melalui sambungan teleponnya, beruntung hari itu Bryan memikirkan Agatha dan keluarganya juga hingga akhirnya mau berbesar hati memaafkan Sellena. Toh....Nayla juga juga sudah baik baik saja
__ADS_1
"Iya iya, nanti aku ajak Vanno sekalian" jawab Sellena dari seberang sana
"Oke, biar Nayla ada temen mainnya juga. Aku tunggu, jangan lama lama" kata Agatha yang kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak