
Beruntungnya pintu tersebut tak dikunci oleh Pak Samsul, mungkin karena tadi Pak Samsul kesusahan saat dirinya ditarik masuk sehingga tua bangka tersebut melupakan bagian yang terpenting
Dengan sekuat tenaga Agatha keluar dari kamar tersebut, ia menatap bagian depan yang ternyata tidak ditutup rapat oleh Pak Samsul karena masih terlihat ada celahnya. Agatha pun berlari dan saat hendak membuka pintu atau apalah tersebut tubuh Agatha kembali di peluk oleh Pak Samsul dari belakang
"Diamlah" tekan Pak Samsul dengan pelan namun masih terdengar jelas oleh Agatha karena Pak Samsul berucap tepat ditelinga Agatha
Tak....tak sudi Agatha mengikuti kemauan laki laki tersebut, siapa yang rela jika tubuhnya dijamah oleh laki laki tua seperti Pak Samsul? Tentu saja tidak kan? Begitu juga dengan Agatha
Agatha langsung menendang nendangkan kakinya pada sesuatu yang disebut Agatha pintu toko hingga menimbulkan bunyi nyaring namun keras karena pintu tersebut terbuat dari bahan seperti seng besi
"Kau cari mati" pekik Pak Samsul karena tak habis pikir dengan gadis yang malah menendang nendang pintu dorong tokonya. Tentu saja Pak Samsul takut jika itu akan mengundang perhatian orang orang yang berlalu lalang disekitar warungnya
"Ono opo iku?" terdengar riuhan beberapa orang diluaran sana, tentu saja Agatha merasa senang karena usahanya tak sia sia
"Tolong....tolonggggg" teriak Agatha dari dalam, tak beberapa lama pintu dorong tersebut terbuka menampilkan ada sekitar 5 orang laki laki yang tengah dalam raut muka bingung. Spontan Pak Samsul langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Agatha
"Ono opo iki?"
"Ada apa ini?" tanya salah satu warga dengan wajah kagetnya, mungkin karena melihat penampilan keduanya yang acak acakan
"Pak Samsul, iki ono opo?"
"Pak Samsul, ini ada apa?" tanya salah satu pria lagi karena tak kunjung mendapatkan jawaban oleh Pak Samsul
"Pak...pak tolong" ucap Agatha dengan deru nafas yang memburu
"Ono opo nduk?"
"Ada apa nak?" tanya salah satu warga
"Pak...t.." ucap Agatha yang belum selesai
"Pak...iki salah paham"
"Pak...ini salah paham" ucap Pak Samsul tiba tiba memotong ucapan Agatha
"Pie iki pie? Jelasno alon alon to pak"
"Gimana ini gimana? Jelaskan pelan pelan dong pak" ucap salah satu warga merasa tak jelas baik Pak Samsul ataupun Agatha dalam menjelaskannya
"Anu pak...m" ucap Pak Samsul yang belum selesai
Hoooekkk....hoooekkk...tiba tiba Agatha memuntahkan cairan bening ditengah tengah tegangnya suasana yang terjadi saat ini
__ADS_1
"Kui kekek opo kok muntah muntah?"
"Itu kenapa kok muntah muntah?" tanya salah satu warga
"Muntah e beningan eh, koyok bojoku pas meteng wingi kae"
"Muntahnya cairan bening, seperti istriku waktu hamil kemarin" ucap salah satu warga
Seperti mendapat angin segar, Pak Samsul yang gagal mendapatkan tubuh Agatha tapi ia juga tidak mau jika dirinya akan dihukum. Tentu saja Pak Samsul tak mau, masak iya ia harus mendapat kan hukuman padahal dirinya belum sempat mendapatkan tubuh Agatha
"Nggeh niku pak, kimau aku weruh cah iki muntah muntah koyo wong meteng. Pas ape tak gowo ndek puskesmas sirahku di antem nganggo opo kimau sampek ngeten ini"
"Ya itu pak, tadi saya lihat anak ini muntah muntah seperti orang hamil. Waktu mau saya bawa ke puskesmas kepala saya dilempar entah pakai apa tadi sampai seperti ini" ucap Pak Samsul
"Woalah...cah num iki"
"Woalah...anak muda iki" ucap salah satu warga geleng geleng kepala tak menyangka dengan apa yang terjadi pada Agatha.
Agatha yang tak mengerti apa yang dibicarakan dan terlalu fokus pada rasa mualnya pun sama sekali tak menimpali pembicaraan tersebut
"Iki omahe teng pundi pak?"
"Ini rumahnya dimana pak?" tanya salah satu warga
"Ini anaknya ngekos di kossannya Bu Darmi pak" jawab Pak Samsul
"Ayo, gowo ae mrunu"
"Ayo, bawa aja kesitu" ucap salah aatu warga
Agatha pun dibawa oleh para bapak bapak menuju kos kossan milik Bu Darmi. Entahlah, yang Agatha rasakan hanyalah pusing akibat rasa mualnya dan berfikir apakah iabbenar benar tengah hamil?
"Yu, yu Darmi"
"Mbak, Mbak Darmi" teriak salah satu warga memanggil pemilik kos, tak berselang lama Bu Darmi pun keluar
"Enten nopo ta Pak?"
"Ada apa sih Pak?" tanya Bu Darmi pada sekumpulan Bapak Bapak yang berada di depan kos kosan miliknya
"Yu, arek niki kos teng mriki ta?"
"Mbak, anak ini kos disini ya?" tanya salah satu warga
__ADS_1
"Nggih pak, niki Agatha arek kang kos teng mriki"
"Iya pak, ini Agatha anak yang ngekos disini" jawab Bu Darmi
"Yu, niki kulo ngaturaken supoyo Agatha niki diperiksa mawon. Amargi niki arek e enten tondo tondo wong meteng"
"Mbak, ini saya mau memberitahu supaya Agatha ini diperiksa saja. Karena ini anaknya ada tanda tanda orang hamil" ujar salah satu warga
"Opo?" bukan bertanya melainkan keterkejutan Bu Darmi, bagaimana tidak terkejut yang ia tahu Agatha ini masih lajang mengapa ia hamil? Melihat tanda tanda pada tubuh dan muntah yang dikeluarkan Agatha hanya cairan bening, Bu Darmi juga yakin kalau Agatha tengah hamil karena dulu ia juga mengalami gejala gejala seperti itu sewaktu hamil
"Nggih, luwih becik nipun Yu Darmi mriksakaken arek niki mawon supados jelas"
"Iya, lebih baik Mbak Darmi memeriksakan anak ini saja supaya lebih jelas" ucap salah satu warga
"Nggih pak nggih"
"Iya pak iya" jawab Bu Darmi
"Nggih mpun buk, niki kito sedoyo pamit mawon"
"Iya sudah buk, kalau begitu kita semua pamit dulu" ucap salah satu warga
"Nggih pak matursuwun"
"Iya pak terimakasih" jawab Bu Darmi. Selepas itu para warga pun pergi, Bu Darmi langsung membawa Agatha masuk ke dalam kos kosan karena Bu Darmi ingin berbicara sesuatu pada Agatha
"Agatha, sepertinya kamu beneran sedang hamil ya?" tanya Bu Darmi. Agatha pun terkejut dan membelalakkan matanya
"Ng...nggak kok buk" jawab Agatha cepat
Bu Darmi tersenyum simpul, ia yakin jika Agatha bukanlah orang yang jahat. Namun ia juga yakin jika Agatha tengah hamil
"Ibu dulu pernah hamil ta, ibu tau tanda tandanya dan itu ada dikamu sekarang" ujar Bu Darmi perlahan
"Tapi aku nggak hamil bu" bantah Agatha
"Kamu tunggu disini dulu" ujar Bu Darmi lalu pergi, disini Agatha bingung dan pusing akibat rasa mualnya. Tak berselang lama Bu Darmi pun datang kembali
"Ini, coba kamu pakai" ucap Bu Darmi menyodorkan alat pendeteksi kehamilan
"Bu, buat apa sih? Aku tuh nggak hamil buk"
"Tua bangka itu yang udah fitnah aku buk. Dia itu cabul" ujar Agatha membuat Bu Darmi mengerutkan keningnya tak mengerti
__ADS_1
"Samsul buk, dia mau perkosa aku tadi" ucap Agatha lagi"