
"Sayang, Kamu sudah pulang?" tiba tiba saja Violla datang saat Bryan tengah duduk dipinggir ranjangnya
"Kamu pulangnya jam berapa tadi?" tanya Violla lagi sembari berjalan menghampiri Bryan, Bryan tak menjawab namun Violla malah bergelayut manja di lengannya membuat Bryan merasa risih akan hal itu
"Sayang, aku mau mandi dulu ya....gerah banget deh" keluh Violla yang langsung meninggalkan Bryan tanpa menunggu jawabannya terlebih dahulu, Bryan menatap heran pada Violla namun sejurus kemudian ia tersenyum sinis
Bryan mengambil ponselnya dari dalam saku lalu mencari cari nomor yang ditujunya
"Halo, cepat selesaikan semuanya dan kau atur juga semuanya" perintah Bryan pada seseorang
"Sayang, kamu buruan mandi dulu gih" ucap Violla setelah ia menyelesaikan ritual mandinya
"Iya" jawab Bryan singkat dengan senyum yang dibuat semanis mungkin
Bryan pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, Bryan lebih memilih untuk berendam dengan air hangat yang ditambah dengan beberapa tetes aroma mint kesukaannya
30 Menit kemudian, Bryan pun telah menyelesaikan ritual mandinya. Betapa terkejutnya Bryan saat setelah membuka pintu kamar mandinya, karena yang pertama kali ia lihat adalah sosok Violla yang kini tengah duduk dipinggiran ranjang dengan mengenakan lingerie yang menonjolkan lekuk tubuhnya apalagi saat ini Violla dengan duduk dengan pose yang menggoda
"Sayang sudah selesai mandinya?" tanya Viola yang berjalan mendekat dan tak lupa tangannya yang menjalar pada dada bidang milik Bryan yang saat ini tengah terekpos bebas, karena Bryan hanya mengenakan handuk dibagian bawahnya saja
"Sudah" jawab Bryan singkat, Bryan pun hendak meninggalkan Violla untuk menuju ruang ganti bajunya
"Sial....bahkan dia tak tertarik denganku" batin Violla yang tengah kesal saat ini
Violla pun bergegas mengejar Bryan yang baru melangkah beberapa langkah saja, Violla langsung menarik lengan Bryan
"Ayolah bry, lakukan denganku. Aku ingin segera hamil anakmu" pinta Violla dengan nada menggodanya
"Ak..." belum genap perkataan Bryan, Violla langsung membungkam bibir Bryan dengan bibirnya. Walaupun pada awalnya Bryan menolak namun lambat laun Bryan ikut larut juga dalam permainan Violla
__ADS_1
Disisa sisa kesadarannya, Bryan ingin memberikan suatu pelajaran pada Violla. Bryan bermain dengan Violla dengan sedikit kasar, awalnya Bryan ingin lebih kasar lagi namun pada akhirnya ia tak sampai hati sendiri
Bryan dan Violla hanya bermain sekali, sebenarnya Violla sedikit kecewa namun ia tak bisa berbuat apa apa. Yang terpenting untuk saat ini masih ada harapan untuknya agar bisa mengandung benih dari Bryan
"Terima kasih bry" ucap Violla yang masih tergeletak diatas kasur. Bryan hanya tersenyum tak menanggapi lalu berlalu begitu saja menuju kamar mandi
Usai dengan mandi keduanya Bryan keluar dari kamar, tujuan utamanya adalah teras samping rumah yang baginya tempat itu terasa sangat menenagkan. Bryan pun menyesap rokok yang terselip antara jari tengah dan telunjuknya. Menghisap berlahan lalu menghembuskannya perlahan hingga asap hembusan rokok yang Bryan keluarkan pun larut tersapu oleh angin
"Kakakkkkk" Ratih tiba tiba datang mencoba mengagetkan Bryan. Namun Bryan sama sekali tak terkejut karena saat ini otaknya tengah menerawang jauh
"Apa?" tanya Bryan singkat
"Ishhh....Kakak kenapa sih? Lagi ada banyak masalah ya? Sama kak Violla ya?" tanya Ratih dengan diiringi oleh tebakannya
"Ishhh" kesal Violla karena Kakaknya tak menjawab sama sekali segala pertanyaannya
Bryan hanya diam dan tersenyum sinis dalam menanggapi celotehan Adiknya tersebut, namun sejurut kemudian ia menoleh pada Ratih dengan sesercah senyum dibibirnya
"Kamu weekend besok ada acara nggak?" tanya Bryan. Ratih tampak diam dengan kening kerkerut, agak aneh dengan pertanyaan Kakaknya
"Nggak" jawab Ratih singkat kemudian
"Wihhhh, Pas banget nih" girang Bryan
"Kenapa?" tanya Ratih heran
"Kamu nanti ikut Kakak yah"
"Jangan bikin janji sama temen temen kamu" wanti Bryan pada Ratih
__ADS_1
"Emangnya kenapa? Suka suka aku dong, hidup hidup aku tubuh juga tubuh aku juga" jawab Ratih dengan sinis mencoba membuat Bryan kesal
"Kakak bakalan kasih kamu hadiah yang selama ini belum pernah kamu dapetin" jawab Bryan mencoba membuat Ratih penasaran
"Apa kak?" tanya Ratih. Tuh....kan bener, dikasi kode dikit aja keponya langsung muncul kepermukaan
"Kalau kamu mau tau, nanti Weekend ikut aja sama Kakak" ucap Bryan langsung berdiri dan berlalu dari hadapan Adiknya tersebut
"Kakakakkkkkk" teriak Ratih yang kesal pada Kakaknya karena Kakaknya malah mempermainkan dirinya dan membuat dirinya penasaran dengan ucapan Kakaknya, Bryan hanya tersenyum mendengar teriakan kekesalan adiknya tersebut
Bryan memasuki kamarnya dan tampaklah Violla yang masih tertidur seperti saat ia meninggalkannya tadi, dipandanginya lekat lekat wajah tersebut. Wajah yang dulu sangat dipujanya dan dicintainya sebelum Violla memutuskan untuk keluar negeri dan terbongkarlah kebusukan Violla hingga pada puncaknya saat Violla menjebaknya malam itu, sebenarnya Bryan bisa saja menceraikan Violla sedari dulu namun ia enggan untuk melakukan hal tersebut karena dirinya masih ingin bermain main dahulu
Dibandingkannya wajah tersebut dengan wajah Agatha, wajah dari wanita yang kini telah menjadi ibu dari anaknya. Demi Nayla, Bryan akan melakukan apa pun agar membuat Nayla bahagia untuk menebus kesalahannya karena ia baru hadir dalam kehidupan Putrinya sendiri
Bryan memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya dahulu hingga hampir 1 setengah jam, kemudian barulah Bryan tidur menyusul Violla
"Bry, bangun....bangun bry" tubuh Bryan terasa diguncang guncang oleh seseorang, Bryan mengerjabkan matanya beberapa kali, terlihatlah Violla yang saat ini tengah membangunkannya. Bryan langsung duduk untuk mengumpulkan nyawanya
"Sebaiknya kamu mandi dulu bry, aku akan menyiapkan pakaianmu untuk ke kantor" ujar Violla
Bryan langsung menuju kamar mandi tanpa menjawab ucapan Violla, Violla menatap kepergian Bryan dengan menghembuskan nafasnya kasar, Bryan tak pernah perperilaku hangat kepadanya lagi, tidak seperti saat saat ia masih berpacaran dengannya
Seperti biasanya, hari ini setelah sarapan seluruh anggota keluarga berpisah untuk melakukan aktivisnya masing masing. Seperti Bryan yang langsung ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggalkan beberapa hari lalu
"Selamat pagi pak" sapa Agam setelah memasuki ruangan Bryan
"Pagi" jawab Bryan tanpa menoleh dari laptop didepannya
"Hari ini akan ada meeting dengan perusahaan Pak Surya, namun diwakilkan oleh Pak Reyhan pada pukul 8 pagi" ucap Agam memberitahukan agenda Boss nya pagi hari ini. Bryan sempat terkejut sesaat, entah mengapa semenjak ia berhasil menemukan Agatha ia mejadi lebih merasa was was pada orang orang yang pernah berhubungan dengannya
__ADS_1
"Baik" jawab Bryan kemudian
"Baik pak, saya permisi dulu" pamit Agam yang kemudian langsung meninggalkan ruangan Bossnya tersebut