Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
S2 Bab 15


__ADS_3

"Mbak saya mau privat room." Om Bayu memesan pada seorang pelayan.


"Oh sebentar pak, biar saya sampaikan kepada manajer dulu. Mohon bapak untuk menunggu sebentar saja." jawab seorang pelayan wanita tersebut.


"Oke, jangan lama lama mbak." jawab Om Bayu.


"Om, om ngapain sih pake acara mesen private room segala? kayak yang mau ngomongin masalah negara aja deh?" heran Ratih, seperti biasa bibirnya selalu tidak bisa untuk dikondisikan dan selalu saja tak mengenal tempat. Om Bayu hanya diam saja tak menanggapi, sementara matanya bergerak kesana kemari melihat gelagat orang orang yang sepertinya berbisik bisik membicarakan Ratih.


"Ratih, kamu tunggu disini bentar ya, om mau nemuin manajernya dulu." kata Om Bayu.


"Oke Om, tapi jangan lama lama." balas Ratih sembari menganggukkan kepalanya.


Om Bayu membalasnya dengan anggukan kepala samar, lalu Om Bayu pun bergegas menuju ruangan manager dengan menanyakannya terlebih dahulu kepada wanita penjaga kasir.


Sementara Ratih, sepeninggalan Om Bayu pun langsung duduk dikursi yang tampak kosong.


"Cih bener bener yah cewek zaman sekarang, cantik cantik sukanya nyari yang sugar daddy." ucap salah seorang wanita.


"Yah...gimana ya say tuntutan hidup zaman sekarang kan nggak murah." balas gadis yang lainnya.


"Yahhh tapi ya nggak boleh gitu juga dong say, kasihan dong orang tuanya udah nyekolahin tinggi tinggi eh tau taunya cuma jadi jongos om om." imbuh temennya yang lain.

__ADS_1


"Tinggal bilang om mau itu dong, iya tenang aja asalkan...." sindiri wanita yang lain dengan nada menye menye.


Ratih yang tak sengaja mendengar pembicaraan wanita wanita titisan dakjal itu pun mulai terbakar emosi, jujur Ratih sendiri bukanlah orang yang sabar dan kuat dalam menahan diri maklumlah kesabarannya juga hanya setebal kulit bawang.


"Brengsekk." umpat Ratih dengan tatapan marahnya, Ratih yang tengah kerasukan setan itupun langsung berjalan dengan penuh kemarahan kerarah meja dimana wanita wanita penggosip itu tengah berkumpul.


Tap...tap...tappp....tap...tap.


Brakkk.....Ratih langsung menggebrak meja dengan keras


"Maksud lo apa woi hah???" bentak Ratih yang tak terima dengan kata kata pedas yang ia dengarkan tadi.


"Weh weh weh apa apaan ini?" tanya salah seorang wanita yang langsung berdiri dari posisi duduknya semula, diikuti oleh teman temannya yang lain.


"Whatt? bacotan? hellow itu bukan bacotan ya tapi FAKTA!." imbuh temannya yang lain.


"Kurang ajar." umpat Ratih.


Dengan cekatan Ratih pun langsung menjambak wanita yang berada disisi kanannya.


"Auhhh lepasin gue jalanggg." teriak Wanita itu.

__ADS_1


Sreeetttt dengan gerakan kilat Ratih pun langsung menyeret wanita yang tengah dijambaknya itu sedikit menepi dari teman temannya yang lain.


"Selangkah aja lo mendekat, rambut temen lo ini bakalan rontok total." ancam Ratih dengan tegasnya.


"Ahhh tolong sakit." lirih wanita itu.


"Gacor lo aja gede, gini doang mewek kan lo." sindir Ratih dengan pedasnya.


"Lo lepasin temen gue atau..." ancam teman wanita itu.


"Atau apa? apa lo bakalan laporin gue ke kantor polisi? hah? cihhh nyali segede upil aja sok sokan ngebacott sih lo pada. Malu maluin mak lo tau nggak." cibir Ratih.


"Srekkkk.." tiba tiba saja Ratih mengencangkan jambakannya.


"Auuuhhhh sakit sakit, gue mohon tolong lepasin gue." pinta wanita itu dengan nada lirihnya.


"Oke, asalkan mulai sekarang lo jaga mulut busuk lo ini." ucap Ratih yang langsung mendorong tubuh wanita itu ke arah teman temannya.


"Ahhhh." teriak teman teman wanita itu hampir bersamaan.


"Ratihhhh." tiba tiba saja ada seseorang yang datang dan memanggil namanya, Ratih pun langsung menoleh kearahnya.

__ADS_1


Deggg....


__ADS_2