Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 27


__ADS_3

"Apa itu? Bukankah aku sudah melenyapkan video terkutuk itu?"


"Tapi feeling ku mengatakan jika isi rekaman tersebut tidak akan jauh dari video itu?"


"Bagaimana Viola sialan itu mendapatkan videonya lagi?" batin Bryan


Pak Hamdan yang tadinya hanya menatap benda tersebut dengan heran itu pun langsung mengambil benda tersebut, Mama Henny dan Bryan pun mendekat merapat pada Pak Hamdan. Pak Hamdan kemudian menyalakan benda tersebut dan memutar video yang ada didalamnya


"Astagfirullah" kaget Mama Henny melihat apa yang terekam dalam tayangan video tersebut. Begitu juga dengan Pak Hamdan yang membelalakkan matanya lebar lebar menatap video menjijikan tersebut


"Brengsekkk" umpat Bryan


"Apa yang kau lakukan dasar brengsekkk" Tiba tiba Pak Hamdan langsung berdiri dari posisi duduknya dan mencengkeram baju bagian leher yang dikenakan Bryan


"Bughhh" tanpa aba aba lagi Pak Hamdan langsung melayangkan bogeman mentah pada Bryan hingga Bryan terjerembab walaupun masih diatas sofa


"Astaga...Papa" pekik Mama Henny melihat kejadian tiba tiba tersebut, sontak Mama Henny pun langsung berdiri dari tempat duduknya


Pak Hamdan lalu menarik kerah baju Bryan kembali dan


Bughhh....bogeman mentah lagi lah yang diberikan hingga Bryan tersungkur dilantai dengan pelipis yang mengeluarkan sedikit darah akibat betapa kuatnya pukulan Pak Hamdan


"Pa, berhenti dulu pa. Kita dengarkan penjelasan dari Bryan pa" mohon Mama Henny dengan raut wajah yang khawatir juga prihatin dengan keadaan Anak laki lakinya tersebut


"Apa yang musti didengarkan dari perbuatan menjijikan yang jelas jelas dilakukan oleh Anak brengsekkk ini ma apa? Ha? Apa?" emosi Pak Hamdan yang benar benar telah berada dipuncak ubun ubun itu pun memberi dorongan untuk membentak Istrinya, sungguh memang benar jika emosi mampu merubah watak seseorang menjadi berubah dalam sekejap saja


"Pa..." baru saja Bryan ingin berucap


"Jangan cari cari pembelaan kamu Bry, kamu harus tanggung jawab sebagai seorang laki laki sejati" hardik Pak Hamdan dengan luapan emosi yang masih meletup letup sembari menunjuk nunjuk Bryan


Tentu saja Viola menikmati acara drama keluarga tersebut dengan perasaan yang amat sangat senang. Yah....semuanya berjalan sempurna sesuai rencananya


"Bagus, setelah ini kau akan benar benar menjadi milikku Bryan"


"Aku yakin sekali jika kamu dan keluargamu tak ingin perusahaan keluarga kalian akan hancur sia sia"


"Jadi, persiapkan diri dan hatimu untuk segera menjadi suamiku Bry" batin Viola


"Pa dengarkan aku dulu" bentak Bryan, ia tentu saja tak bisa mengatakan dengan lembut pada Papanya yang tengah emosi. Yah...tentu saja Bryan harus berteriak bila perlu agar telinga Papanya terbuka dan mau untuk mendengarkannya


Dan benar saja Pak Hamdan, Mama Henny dan Viola langsung terdiam mendengar teriakan menggema Bryan


Bryan langsung bangkit dari posisi tersungkurnya dan langsung berjalan dengan tergesa gesa bercampur amarah menghampiri Viola.

__ADS_1


"Bangsattt kau wanita ular" maki Bryan bahkan sampai ia mencengkeram rahang Viola kuat kuat


"Bry, apa yang kau lakukan" kaget Mama Henny melihat tindakan frontal Anaknya


"Ma, pa. Wanita ini telah menjebakku"


"Dia menjebakku menggunakan obat perangsang, hingga aku berakhir dengan hubungan menjijijan dengan wanita ****** ini" teriak Bryan dengan penuh emosi


"Apa?" kaget Mama Henny. Bagaimanapun juga sebagai seorang ibu tentu saja ia ingin mendapatkan wanita baik baik sebagai Istri untuk anaknya. Ia selalu bersikap baik pada Viola untuk menjalin silaturahmi saja tanpa ada keinginan untuk menjadikannya sebagai menantu setelah mengetahui fakta bahwa saat diluar negeri Viola bermain serong. Lihatlah...apalagi dengan bertambahnya fakta bahwa wanita itu telah menjebak anaknya, rasanya sudah tidak ada toleransi dengan berbagai alasan lagi termasuk hanya untuk menjalin silaturahmi. Muak sungguh muak ia rasanya


"Dasar wanita murahannn" maki Pak Hamdan pada Viola


"Sakit Bry" lirih Viola akibat Bryan belum melepaskan cengkeraman tangannya dari rahangnya


"Matilah kau wanita sialan" maki Bryan, bukan melepaskan cengkeraman tangannya dari rahang Viola tetapi kini ia malah memperkuat lagi cengkeraman tangannya


"Bry, kau tidak bisa membunuhnya bry" ucap Mama Henny, sebesar apapun rasa bencinya ia tetap tak akan tega jika Anaknya harus membunuh dan melanggar hukum


"Benar apa yang dikatakan Mamamu Bry, lepaskannn" bentak Papa Hamdan. Sebagai seorang laki laki ia tidak akan membiarkan harga diri kaumnya terinjak akibat tindakan rendah yang dilakukan Bryan


Dengan sangat terpaksa Bryan pun melepaskan cengkeraman tangannya dari rahang putih Viola. Viola pun sedikit lega cengkeraman tangan besar itu akhirnya lepas juga dari rahangnya, walaupun rasa sakit masih tertinggal hingga rasanya rahangnya panas dan perih


"Wanita sialan, menyesal aku pernah jatuh cinta padamu" sinis Bryan


"Bagaimana pun aku dan bagaimana juga caraku mengikatmu, yang jelas kau tidak akan punya pilihan lain saat ini" balas tatapan sinis Viola dengan senyum kemenangan


Tanpa pikir panjang Bryan pun langsung mengambil pemutar rekaman tersebut dan menghancurkannya lagi


"Kau pikir aku tidak punya salinannya?" sinis Viola yang seakan akan bisa membaca pikiran apa yang akan Bryan lakukan dengan pemutar rekaman tersebut


Dengan tubuh terpaku mendengar apa yang dikatakan Viola hingga Bryan menghentikan gerakan tangannya yang tengah memegang pemutar rekaman tersebut


"Lakukanlah jika kau mau" sindir Viola


"Bangsatttttt" umpat Bryan sembari melempar pemutar rekaman tersebut hingga remuk karena sempat membentur tembok dengan keras


"Baiklah, aku tidak mempunyai waktu lebih lama lagi"


"Kau putuskan untuk menikahiku atau aku akan menyebarkan video ini dan perusahaanmu akan hancur"


"Karena kau akan di cap sebagai laki laki brengsekkk" ancam Viola


"Apa kau tidak punya malu? Disitu terlihat wajahmu dengan jelas" pekik Mama Henny

__ADS_1


"Aku tidak perduli ! Disini kau adalah pihak yang paling dirugikan"


"Kau akan kehilangan perusahaan dan akan mendapat celaan sebagai seorang CEO yang tak bermoral"


"Ups...maaf maaf, mantan CEO" ucap Viola mengacungkan dua jari tanda pis


Semua orang langsung terdiam, pikiran mereka tak jauh dari menimbang nimbang pilihan yang tepat untuk kelangsungan kehidupan mereka


"Aku akan berdiskusi dengan keluargaku untuk mencari jalan keluar dan membuangmu ke hutan" ketus Pak Hamdan dengan raut wajah yang bahkan datar tanpa ekspresi


"Lakukanlah, aku akan menunggu" tantang Viola


Pak Hamdan, Mama Henny dan Bryan pun berlalu menuju kamar pribadi Pak Hamdan dan Mama Henny yang dirasa lebih aman


"Bagaimana ini pa, aku bersumpah jika aku dijebak" ucap Bryan dengan nada putus asa


"Aku mengerti" balas Pak Hamdan menepuk nepuk bahu Anaknya


"Lalu kita harus bagaimana pa?" tanya Mama Henny dengan raut khawatir


Pak Hamdan dan Bryan memejamkan mata rapat rapat menelisik jauh kedalam pikirannya masing masing


"Aku akan bertanggung jawab" ucap Bryan tiba tiba


"Apa maksudmu? Aku tak sudi punya menantu dia" pekik Mama Henny


"Aku tak punya pilihan lain ma, aku tidak bisa membiarkan perusahaan hancur" lirih Bryan


Papa Hamdan dan Mama Henny terdiam mendengar penuturan Bryan


"Aku harus bisa menyelesaikan ini semua" lanjut Bryan


"Baiklah. Jika ini keputusanmu" ucap Pak Hamdan


Mereka pun menuju ruang tamu dimana Viola berada, Mama Henny dan Pak Hamdan mengekor dibelakang Bryan dengan setengah hati karena merasa tak siap dengan keputusan ini, namun juga tak punya pilihan lain


"Aku akan menikahimu" ucap Bryan dingin


"Wauuu...benar kan dugaanku" ucap Viola dengan raut bahagia


"Pergilah" ucap dingin Bryan


"Baiklah...baiklah, kau pasti ingin bersiap siap kan" tebak Viola menggoda Bryan dan langsung berlalu dari kediaman Bryan

__ADS_1


Dan pernikahan Bryan dan Viola pun dilangsungkan dengan sangat meriah. Ingat, hanyapestanta saja bukan suasana hati mereka kecuali Viola


Flashback Off🍃


__ADS_2