Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 25


__ADS_3

"Sialan, kenapa badanku panas semua?"


"Akhhh...aku ingin pelepasan"


"Aku tidak bisa keluar dari rumah ini dalam keadaan tubuhku yang seperti ini" jerit Bryan di dalam hatinya


Buggghhhh.....tiba tiba Viola menabrak tubuhnya, hingga mereka berdua pun terjatuh dilantai dengan posisi Viola diatas tubuh Bryan


"Lihatlah Bry, apa kau bisa lepas dariku saat ini? Jika kau memang bisa kabur lagi. Terpaksa aku akan menggunakan cara terakhirku Bry" batin Viola dengan penuh kemenangan karena berhasil mengendalikan keadaan.


Tenang saja jika kali ini Bryan tak akan tergoda dengannya maka ia benar benar akan mengeluarkan jurus terakhirnya


"Sial...kenapa ini? Tubuhku rasanya menegang semua" batin Bryan dibawah dengan prustasi


Sebenarnya Bryan sadar dengan apa yang akan dilakukan olehnya, namun kali ini ia benar benar kalah akan keadaan. Tubuhnya saat ini terasa sangat panas dan sangat sensitif akan sentuhan, apalagi saat tanpa sengaja ...emmm Bryan baru menyadari jika ini adalah jebakan. Apalagi saat Viola jatuh diatasnya ia benar benar sudah tidak bisa menahannya


Cup...dengan tanpa ada pilihan lain Bryan mengecup bibir Viola tanpa melepaskannya hingga berubah menjadi ******* *******. Bryan pun menuntun Viola untuk bangkit dan sepertinya Viola benar benar peka dengan setiap pergerakannya


Dengan kurang ajarnya Viola melepas seluruh pakaian yang dikenakannya. Dengan 2 sudut pandang yang berbeda Bryan melihat bahwa seorang Viola benar benar lihay dalam hal seperti ini mungkin karena ia telah sering melakukannya saat diluar negeri. Antara merasa jijik dengan tubuh Viola sedangkan saat ini ia tak mempunyai pilihan lain selain menjadikan tubuh Viola sebagai objek pelepasannya


Viola sungguh lebih bringas daripada seorang Bryan, tentu saja ia tak akan pernah membuang buang waktu lagi untuk sesuatu yang telah lama dinantikannya. Ia bahkan melepaskan pakaian yang dikenakannya dengan penuh semangat, ia merasa Bryan terlalu lamban dalam melakukan nya padahal saat ini Bryan sedang tak ada pilihan lain lagi tapi entah mengapa Viola merasa bahwa Bryan seperti mempertimbangkan banyak hal sehingga pikiran dan tubuhnya tidak dapat memberi rangsangan pada tubuh Viola dengan lihay dan cepat


Perlahan lahan namun pasti sesuai dengan rencana dan impian Viola, Bryan melancarkan aksinya diatas tubuh Viola, entah berapa lama Bryan berpacu diatas tubuhnya namun efek obat perangsang itu tak kunjung mereda bahkan hilang


"Sialan,...seberapa banyak mereka memasukkan obatmya" batin Viola yang merasa sudah cukup lelah meladeni permainan Bryan. Sejenak Viola berfikir mungkin jika ia ikut aktif bahkan bisa lebih dominan dari Bryan maka obat tersebut akan cepat hilang efeknya

__ADS_1


"Akh...." desah Viola, dengan segera ia membalikkan posisi hingga saat ini dialah yang memimpin permainannya. Entah sudah berapa lama watu yang mereka gunakan untuk menghilangkan efek obat perangsang tersebut hingga saat ini keduanya telah benar benar kelelahan hingga terlelap


"Eumm" lenguh Bryan yang mencoba membangunkan tubuhnya sendiri dari ranjang. Dan bertapa terkejutnya Bryan saat mengetahui ada sosok wanita disampingnya


"Akhhh,,,,sialan. Apa semalam benar benar terjadi? Apa itu bukan mimpi?" gumam Bryan dengan penuh ke khawatiran. Disingkapnya selimut yang menutupi tubuhnya, betapa besar penyesalan yang dirasakannya saat melihat tubuhnya saat ini telanjang bulat


Perlahan lahan Bryan turun dari ranjang dan langsung mengenakan kembali pakaiannya. Ia sadar jika ia dijebak hingga ia mencari cari ponsel Viola, ia yakin jika ia pasti telah menyimpan barang bukti atas kejadian semalam. Bryan menyimpulkan mungkin saja saat ia telah tertidur, Viola mengambil foto atau video atas tubuh bugil mereka


"Sialan...dimana ponselnya" geram Bryan yang telah berusaha mencari diatas nakas hingga netranya tak sengaja melihat ponsel Viola yang tertindih tubuh Viola sendiri namun ujungnya masih nampak. Dengan segera Bryan mengambil ponsel tersebut dan langsung membawanya pergi


"Sialan, perempuan jalanggg. Seharusnya aku tak usah menolongnya kemarin" geram Bryan mengeratkan cengkeraman tangannya pada setir mobil. Dilihatnya ponsel Viola yang berada disamping kemudinya, ia menepikan mobilnya sebentar untuk mengecek ponsel Viola. Walaupun ponsel Viola telah tersandi, namun Bryan bukanlah orang yang gagap akan tekhnologi. Dengan waktu yang singkat Bryan telah membuka ponsel Viola dan benar saja jika didalam ponsel tersebut ada foto bugil mereka berdua


"Brengsekkkkk" murka Bryan meremas ponsel Viola kuat kuat seakan akan tengah menyalurkan kekuatan emosinya


"Aku akan membalasmu wanita jalanggg" geram Bryan penuh penekanan


Bryan pun melajukan mobilnya pulang dengan hawa tubuh yang penuh dengan aura kemarahan. Tentu saja ia merasa murka karena dijebak oleh wanita yang dulu dicintai dan di idam idamkannya untuk bisa hidup bersama. Yah....itu adalah mimpi indah yang selalu diharapkan oleh Bryan kenyataannya, namun itu dulu...yah dulu sekali sebelum ia tau seperti apa Viola sesungguhnya


Saat sampai dirumahnya Bryan langsung masuk membiarkan mobilnya terparkir dipekarangan


"Kok baru pulang kak?" tanya Ratih dengan khawatir karena sejak kemarin ia belum melihat keberadaan Kakaknya


"Em iya, kamu mau berangkat?" tanya Bryan cepat


"Iya kak" jawab Ratih

__ADS_1


"Yaudah, hati hati" ucap Bryan langsung memasuki rumahnya dengan langkah yang tergesa gesa


"Semalam kemana yan?" suara bariton menghentikan langkah Bryan


"Pergi sama temen temen pa, semalam acaranya mendadak jadi Bryan nggak sempet pulang dulu kerumah" ucap Bryan cepat


"Bryan kekamar dulu pa" ucap Bryan langsung berlalu tanpa menunggu jawaban dari Papanya


Pak Hamdan menatap kepergian Bryan dengan tatapan curiga, ia merasa Bryan seperti orang yang tengah berbohong saat berbicara dengannya tadi. Bagaimana tidak terlihat? Jika Bryan berbicara dengan wajah panik dan jawaban yang cepat namun terdengar gugup


"Eummm" lenguh Viola sembari mengerjabkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya yang masuk dikamarnya. Saat melihat kesamping, betapa terkejutnya Viola saat mengetahui Bryan sudah tidak ada ditempatnya


"Dimana Bryan?" kaget Viola langsung duduk dari posisi berbaringnya tadi


"Ahkkkk,,, sialan" geram Viola. Tentu saja awalnya Viola ingin menikmati wajah tampan Bryan yang masih tertidur dengan tubuh bekas keringat dengannya semalaman, namun kenyataannya ia harus kecewa saat melihat Bryan telah menghilang dari pandangan matanya saat bangun tidur.


"Ponselku" tiba tiba saja Viola teringat akan keberadaan ponselnya, dicarinya ponsel yang semalam ia letakkan disampingnya


"Sialan...dimana pinselku?" Viola kelimpungan saat tak menemukan keberadaan ponselnya


"Apa jangan jangan dibawa Bryan?" tebak Viola


"Brengsekkk" umpat Viola.


Selama beberapa saat Viola mengatur pernapasannya hingga Viola saat ini sudah mulai tenang

__ADS_1


"Kau pikir bisa lari begitu saja dariku Bryan?" batin Viola dengan senyum sinisnya


__ADS_2