Putri Genius Bryan

Putri Genius Bryan
Putri Genius Bryan 85


__ADS_3

Keesokan harinya Agatha dan Bryan kembali lagi ke rumah sakit tempat Papa Surya dirawat, tadinya Papa Hamdan dan Mama Henny ingin ikut serta namun Agatha menolak dengan memberi alasan jika alangkah lebih baik jika Papa Hamdan dan Mama Henny berkunjung setelah Papa Surya diperbolehkan untuk pulang


Beberapa saat kemudian sampailah mobil Bryan ditempat yang ditujunya. Agatha, Bryan dan Nayla pun bergegas memasuki rumah sakit. Sesampainya disana rupanya Sellena dan Reyhan sudah ada didalam ruangan rawat Pak Surya bersama dengan Vanno


Tok...tok...tok... Agatha pun mengetuk pintu sebagai formalitas saja, bahkan sebelum ada yang mempersilahkannya untuk masuk Agatha pun masuk terlebih dahulu disusul oleh Bryan yang menggandeng tangan Nayla


"Naylaaa" teriak Vanno kegirangan saat melihat kedatangan Nayla. Vanno pun berlari ke arah Nayla


"Selamat pagi pa" sapa Agatha sembari meletakkan parsel berisi buah buahan yang tadi dibelinya


"Pagi ta" jawab Pak Surya sembari tersenyum


"Selamat pagi Pak" sapa Bryan semberi meraih punggung tangan Pak Surya yang kemudian diciumnya. Pak Surya pun nampak kaget, sesaat kemudian ia baru menyadari jika laki laki didepannya inilah yang kemarin datang bersama Agatha


"Kamu calon suami Agatha?" tanya Pak Surya memastikan


"Iya pak" jawab Bryan dengan ramahnya


"Nay, kesini sebenter" panggil Bryan pada Nayla yang entah tengah membicarakan apa dengan Vanno


"Iya pa" jawab Nayla yang kemudian berjalan menghampiri Papanya


"Salim dulu sama kakek" kata Bryan sembari memperkenalkan kakeknya pada Nayla


"Cucuku?" tanya Pak Surya tak percaya, matanya bahkan sudah berkaca kaca


"Halo kek, namaku Nayla" kata Nayla sembari meraih tangan Pak Surya yang kemudian langsung diciumnya


"Cucuku" gumam Pak Surya yang masih nampak tak percaya, anak kecil perempuan didepannya ini mengingatkan Pak surya pada Agatha sewaktu masih kecil


Kini diruangan ini hanya tersisa Pak Surya, Agath Dan Bryan pasalnya yang lainnya kini tengah berada diluar dan tentu saja semua ini atas permintaan Agatha


"Pak maafkankan saya, bapak pasti sudah dengar semua ceritanya dari Agatha" kata Bryan memulai pembicaraannya


"Apa kamu mencintai Agatha?" tanya Pak Surya tanpa membalas kata kata Bryan sebelumnya


"Saya mencintai Agatha" kata Bryan dengan penuh keyakinan, entah mengapa saat ini ia sangat yakin pada perasaannya terhadap Agatha


"Dan saya akan bertanggung jawab terhadap hidup Agatha dan Nayla" sambung Bryan


"Bagaimana saya bisa percaya padamu? bukankah kamu sudah pernah menikah? bahkan kau tidak becus mencari Agatha bukan? kau juga tak tau jika Agatha mengandung anakmu" hardik Pak Surya yang tidak mau menyerahkan anaknya begitu saja


"Maafkan saya dan pernikahan saya dengan Violla bukan atas dasar cinta melainkan karena kesalahan" jelas Bryan


"Kesalahan macam apa?" tanya Pak Surya


"Sama seperti Sellena, Violla lah yang menjebak Bryan. Untung saja Bryan tidak memiliki anak dengannya" sahut Agatha yang telinganya sudah merasa gatal akibat Papanya yang terlalu ikut campur

__ADS_1


"Ta" bentak Bryan yang tidak suka dengan cara Agatha yang memotong pembicaraan orang lain. Agatha pun langsung terdiam begitu Bryan membentaknya


"Lagian kita datang kesini hanya untuk memberitahu Papa akan pernikahan kita, bukan menyuruh Papa untuk menyidangmu" lanjut Agatha setelah diamnya, rupanya sikap keras kepalnya tak pernah berubah


"Apa Papa mencariku selama ini?" tanya Agatha menatap Papanya


"Papa selalu mencari keberadaanmu" jawab Pak Surya


"Lalu apa Papa menemukanku?" tanya Agtha dengan sinis, Pak Surya hanya diam tak menjawab


"Tidak kan? lalu apa bedanya dengan Bryan?" sambung Agatha


"Ta sebaiknya kamu keluar dulu, biar aku yang bicara berdua dengan Papamu" kata Bryan kemudian


"Tidak" tolak Agatha


"Kaulah yang harus keluar, ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Papa" sambung Agatha


"Tidak" tolak Bryan, Bryan takut jika Agatha akan berbicara yang macam macam nantinya


"Ini urusan antara Papa dan Anak" tekan Agatha


"Pergilah, biar Agatha yang berbicara dengan Papa" akhirnya Pak Surya kini angkat bicara juga setelah melihat keributan yang terjadi diruangannya


Mau tak mau akhirnya Bryan pun harus meninggalkan ruangan Pak Surya, memberi ruang khusus bagi Papa dan Anak tersebut


"Syukurlah jika kau dan dia saling mencintai" kata Pak Surya


"Ya Papa benar, aku juga merasa sangat beruntung karena Bryan adalah laki laki yang bertanggung jawab"


"Keluarganya juga sangat baik padaku" lanjut Agatha


"Oh ya, ada sesuatu yang harus aku katakan" kata Agatha kemudian


"Katakanlah" Pak Surya pun mempersilahkan


"Sebelumnya aku ingin bertanya, apa kah Papa mencintai Mamaku?" tanya Agatha


"Sukma adalah wanita satu satunya yang ada didalam hatiku" kata Pak Surya


"Apakah Papa tau penyebab kecelakaan yang dialami Mama?" tanya Agatha kemudian


"Mamamu menyeberang tanpa memperhatikan kendaraan" ucap Pak Surya dengan sendu


"Papa percaya?" tanya Agtha lagi


"Apa kamu tau sesuatu?" balik tanya Pak Surya, Agatha hanya diam tak menjawab

__ADS_1


"Tidak ada barang bukti, Papa pernah berfikir jika itu ulah Mama kamu" kata Pak Surya


"Bagaimana jika ada, aku bahkan memilikinya" desisi Agatha yang kemudian menyalakan rekaman hasil percakapannya dengan Mama Sinta kemarin


"Ja...jadi benar?" lirih Pak Surya yang hampir tak percaya, ia bahkan tidak bernah berfikir jika hal itu benar benar atas ulah Sinta


"Aku akan memenjarakan wanita itu" desis Agatha


"Apa kamu sungguh ingin memenjarakannya?" lirih Pak Surya


"Kenapa? apa Papa tidak rela dia masuk penjara?" tanya Agatha


"Setuju atau tidak setuju aku akan tetap menjebloskannya kepenjara"


"Sebagai seorang anak aku tidak akan pernah membiarkan wanita yang telah membunuh Mamaku hidup bebas"


"Aku tidak perduli dengan peranmu yang akan mendukungku atau Istrimu itu"


"Bagiku bukti yang aku miliki sudah lebih dari cukup, dan aku tidak membutuhkan pendapatmu" sinis Agatha membuat Pak Surya memejamkan matanya, bukan bukan itu maksud dari Pak Surya


"Bukankah pernikahanmu akan segera tiba?" tanya Pak Surya


"Iya" jawab Agatha datar


"Bagaimana dengan rekan bisnis calon suami kamu?"


"Bagaimana pendapatanya nanti jika tau bahwa mertuanya seorang napi?" tanya Pak Surya


"Aku tidak perduli sama sekali" kata Agatha


"Apakah Papa berniat menghasutku?" desis Agatha


"Bukan seperti itu, Papa hanya memikirkan tentang pernikahanmu" sanggah Pak Surya


"Tak usah Papa pikirkan, aku dan Bryan bisa mengatasi semuanya"


"Fokuslah pada kesehatanmu saja" ucap Agatha yang kemudian langsung bangkit dari posisi duduknya dan kemudian keluar dari ruangan rawat Pak Surya


"Dimana Nayla?" tanya Agatha pada Reyhan


"Oh dia keluar bersama Bryan" jawab Reyhan


"Lalu Sellena?" tanya Agtha lagi sembari duduk disamping Reyhan


"Oh tadi Vanno pengen makan rujak, jadi Sellena mengantarkannya" jawab Reyhan


Aneh, bukankah seharusnya Reyhan lah yang bertindak demikian? huh....kasian sekali Sellena. Lalu Nayla dan Bryan kemana?

__ADS_1


__ADS_2