
Semua pertahanan sudah dibangun, semua orang dan prajurit sudah ada disini. Alan dan Hazel juga ada disini.
"Ayo"(Hazel) "Kalian duluan saja" Setelah mereka mengganguk mereka berdua pergi meninggalkanku
Aku mengambil pisauku. Aku menusukkannya pada dinding kayu "Silva"
Cahaya merah menyelimuti dinding.
Aku mengambil pecahan kayu dan menulis lagi disitu "Ignis" Pecahan kayu itu kubuang kedalam parit.
Api keluar dari dalam parit. Aku menulis lagi di dinding batu "Mons" Cahaya merah menyelimuti seluruh dinding batu
"Josh!!"(Ayah) Ayah berlari dan memelukku
"Jaga dirimu dan tetaplah hidup"(Ayah) "Iya ayah" "Apa yang kamu lakukan sebenarnya?"(Willburd)
Aku menatap Willburd tapi tidak bicara apapun
"Aku pergi dulu. Kalian jangan keluar untuk sementara" Aku menulis ditanah "Terra" Seluruh tanah didepanku menjadi merah dan tanahnya terangkat menjadi dinding.
Terdengar suara terkejut dari belakang, aku menusukkan lagi pisauku "Mons" Aku menoleh kebelakang sebelum pergi kedepan.
Dinding tanah didepanku terbelah dan memberi jalan. Bersama suara letupan tanah tertutup.
Aku langsung pergi kedalam hutan ketempat Lizra berada dimana disitu yang lain sudah berkumpul.
Aku kehabisan nafas, ini pertama kalinya aku seperti ini "Aku tidak habis pikir kamu selemah ini? Tapi ingin melindungi seluruh desa"(Alan) Hazel menyikutnya. Lizra mendatangiku dan memberiku air didalam botol
"Minumlah"(Lizra) Aku meminum air dari Lizra. Rasanya manis dan sejuk badanku terasa ringan saat meminumnya
"Kamu menggunakan Force ya?"(Lizra) "Aku tidak bisa mengabaikan desa" "Itulah kamu. Recupepare"(Lizra)
Cahaya keluar dari tangan Lizra. Rasanya seperti terkena angin lembut dan tubuhku sudah tidak lelah lagi
"Ini cuma sementara. Keesokan harinya lebih baik kamu istirahat total. Ayo kita pergi"(Lizra)
Setelah perjalanan panjang, kami berhenti dibawah kaki gunung.
Melihat Alan yang menyedihkan dan kehabisan nafas membuatku tertawa
"Apa? Apa kamu tidak lihat sebesar apa zirahku?"(Alan)
"Tapi kita akan mendaki" "Harus mendaki?"(Alan) "Tidak perlu. Kalian berputar dan tarik perhatian ketiga penjaga. Biar Hazel yang menemaniku"(Lizra)
"Baiklah" Aku dan Alan berbelok ke kiri sedangkan Lizra dan Hazel naik keatas gunung.
Pohon yang tebal berubah jadi ramping dan beberapa bunga setinggi leherku mulai terlihat.
"Benar ini bunganya"(Alan) Aku mengeluarkan pedang "Ignis" Aku menulis rune dipedangku.
Dan api menyelimuti pedangku.
__ADS_1
Aku mengamati sekitar dengan tenang. Berkonsentrasi dan menunggu dia menyerang.
Getaran terasa dikakiku. Dan kadal raksasa muncul, Alan yang tidak siap baru mengeluarkan pedangnya
Aku menebas pedangku, gelombang api mengenai kadal itu dan membuatnya mundur
"Bagaimana mahluk itu ada disini?"(Alan)
"Fokus bodoh" Aku kembali menebas kadal itu. Ini baru satu masih ada.... Tunggu dulu kan ada yang lain ya.
Rahang serigala besar muncul dari sampingku, aku tidak sempat melakukan apapun.
Pedang emas raksasa muncul entah darimana menusuk rahang serigala itu.
"Perhatikan sekelilingmu bodoh"(Alan)
Kadal raksasa itu kembali. Aku kembali mengayunkan pedangku dan membuat ledakan yang membuat kadal itu mundur.
"Dimana ularnya?" "Ular apa?"(Alan) Cahaya merah muncul diatas gunung. Dilangit cahaya merah membentuk cincin, satu persatu rune muncul dicincin itu.
Akhirnya aku melihat ular itu yang sedang berusaha merayap di dinding gunung.
"Ignis, Ventum"
Angin merah membungkus api ku dan langsung melesat seperti tombak kearah ketiga ular yang sedang merayap naik.
Ledakan terjadi dan ketiga ular itu jatuh. Dari atas angin berhembus membawa puluhan panah yang menghujani para ular.
Aku menusukkan pedangku ketanah dan mengayunkannya kedepan. Gelombang api raksasa langsung membakar dan menerbangkan kadal itu.
Alan muncul dengan perisainya yang mengeluarkan asap "Sebenarnya apa yang dilakukan Swallow wolf dan Earth drake disini?"(Alan)
"Aku tidak tahu" Belasan cahaya terlihat dari atas dan mengenai ular, serigala dan kadal itu bersamaan.
"Kamu urus mereka berdua, aku harus menghentikan ular itu dulu" "Apa kamu gila?"(Alan)
Aku langsung melesat kedepan "Lava" Aku mengayunkan pedangku ketanah. Seluruh tanah jadi merah dan mendidih.
Lava dengan warna lebih cerah keluar dan mengenai ketiga ular itu. 2 kepala ular muncul didepanku.
Aku mengalirkan Force kedalam lava dan dinding lava terbentuk "Ventum" Aku mengayunkan pedangku dan dinding lava langsung terbelah.
Hanya saja ular itu hanya terdorong mundur. Satu kepala ular yang tidak terkena seranganku muncul dari dalam lava.
Membuka mulutnya dan menyerangku
"Ignis" Aku menusukkan pedangku kedepan, api keluar dari pedang dan masuk kemulut ular itu.
Lava disekitar kukendalikan dan mengubur kepala ular itu. Belasan cahaya datang lagi beberapa panah langsung menembus tubuh ular.
Sedangkan panah yang mengenai tanah akan membuat ledakan. Kadal besar itu bergerak kearahku
__ADS_1
Gelombang Lava yang menyambutnya. Lava langsung menguburnya, aku mengangkat pedangku keatas dan kuayunkan kebawah.
Ledakan terjadi dan Lava itu terbelah menampilkan kadal yang terpental menjauh.
Kulitnya keras sekali aku tidak bisa menggoresnya sedikitpun
"KALIAN BERDUA CEPAT PERGI DARISANA!!!"(Hazel)
Aku melihat keatas dan melihat lingkaran sihir raksasa.
Disekitarnya dipenuhi rune ditengahnya terdapat bintang dan garis-garis yang menutupinya.
Aku langsung berlari kearah Alan yang masih sibuk menghadapi serigala raksasa
"Alan ayo!!! Menyingkir kamu!!" Aku menyeret pedangku dan kuayunkan kedepan.
Gelombang api mengenai serigala itu, aku mengikatnya dan kubuang ke belakang
"Ayo pergi!!!" "Aku mengerti"(Alan)
Setelah cukup jauh aku berbalik dan melihat bola api raksasa yang mengeluarkan puluhan pilar api yang langsung mengenai tanah dan membuat ledakan.
Suara Lizra terdengar mengerikan dari sini
"Helvitis rhun"(Lizra) Ledakan raksasa terjadi gelombang apinya membuat hampir seluruh hutan terbakar.
Alan melindungiku dengan perisai emas raksasa miliknya. Suara serigala terdengar dimana-mana.
Sepertinya kami belum selesai melihat puluhan serigala disekitar kami.
***
Aku kehabisan nafas, sudah berapa lama pertarungan ini? Setengah jam? 1 jam? Entahlah.
Aku tidak tahu berapa kali lagi aku menebas dan membunuh, aku tidak tahu berapa kali lagi aku membakar serigala yang berdatangan tanpa henti.
Dari balik pepohonan hangus keluar 2 Hills Kingkong yang sudah kehilangan warna hijaunya.
"Ig..nis.... Ignis, Turbo" Tornado merah dan api saling melilit dipedangku dengan satu ayunan pedangku.
Tornado api keluar dan membakar kedua Kingkong itu. Hanya saja itu tidak membunuhnya
"tortíma öllum óvinum mínum. Tonitribus"(Lizra) Dari langit keluar ratusan petir yang menyapu seluruh dataran.
Itu Lizra kah? Aku jatuh terduduk melihat semua yang dihadapanku diluluh lantakan hingga tidak tersisa
"Apa kalian baik-baik saja?"(Hazel) "Tidak"(Aku & Alan) "Tenang saja aku datang, Tractare"
Cahaya keluar dari tangan Lizra mengobati seluruh luka ku dan mengembalikan tenagaku.
Aku tahu pertarungan ini belum selesai. Masih ada desa yang harus dilindungi
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***