
Aku menusuk bagian atas laba-laba Mithril dan membuat lubang besar disana kemudian pergi ke laba-laba lain
Sementara laba-laba yang tadi diselimuti force warna-warni. Rencanaku melubangi setiap laba-laba dan meracuni makhluk didalamnya
Dengan begitu laba-laba yang datang akan mati. Tapi ada masalah yang menyebalkan, aku sendirian disini meski melompat-lompat seperti katak aku cuma bisa melumpuhkan 3 setiap menit
Sedangkan jumlah mereka banyak sekali. Setelah melubangi laba-laba kedua aku turun ketanah
"Mundus!!!" dinding tanah merah muncul sepanjang tepi jurang
"Semuanya DORONG!!!!" Mereka semua menatapku bingung tapi tetap mendorong dinding merah itu
Laba-laba mulai terdorong dinding. Aku sengaja membuat dinding tanah dari force diatas tanah agar tidak sulit didorong.
Lagipula tujuan kita disini untuk menahan para dwarf agar tidak menggangu perang ini. Aku melompat keatas dinding memotong kaki laba-laba yang berusaha menaiki dinding
Tiba-tiba suara letupan terdengar disertai ledakan disegala arah. Bahkan ada beberapa benda yang melesat kearahku
Dengan cepat aku menebasnya tetapi benda itu terbuat dari mithril dan berukuran kecil. Aku tidak sanggup menebasnya hanya bisa membelokkanya saja
Setelah benda itu mengenai tanah atau prajurit benda itu meledak membuat kekacauan dalam formasi pasukan
"Aktifkan formasi satukan force kalian dan dorong mereka semua!!!"(Devan) Semua pasukan dari Duke Galarin dibawah komando Devan mengeluarkan Force mereka membentuk beberapa badak raksasa
Semua badak itu mendorong dinding Force milikku. Hanya saja serangan jarak jauh Dwarf belum berakhir
Sesuatu yang ditembakkan itu saat mengenai badak yang dibuat pasukan akan meledak dan menghancurkannya membuat puluhan prajurit terkena serangan baliknya
Aku harus mengatasi itu dulu "Karl perintahkan semua pasukan racun naga untuk fokus pada bagian belakang pasukan Dwarf. Aku akan berusaha menghancurkan senjata jarak jauhnya"
Aku langsung melesat kesana dengan pedangku. Aku melihatnya laba-laba mithril dengan beberapa meriam di punggungnya yang menembak tanpa henti
Selama perjalanan aku mulai menarik perhatian laba-laba mithril yang lain. Mereka mulai mencoba menghalangiku dengan kaki-kaki mereka yang tajam seperti tombak
Aku membelah setiap tombak itu dan terlambat menyadari beberapa peluru meriam sudah melesat kearahku
Beberapa ledakan terjadi membuatku jatuh kebawah dalam sekejap, aku langsung dikerumuni
Aku menusuk salah satu laba-laba terdekat dan masuk kedalamnya dan membuat lubang keluar darisana
__ADS_1
Force beracun masuk kedalam laba-laba itu membuat kercaci didalamnya tidak sadarkan diri
Aku mengganti pedang anginku dengan pedang petir
Dalam sekejap aku sampai di laba-laba mithril dengan meriam. Aku langsung menebas meriam itu membelahnya menjadi 2 kemudian menusuk laba-laba itu sampai membuat lubang besar dibagian atas
Force racun datang dan memasuki laba-laba itu membuat mereka yang didalamnya tidak sadarkan diri
Aku bergerak lagi. Dalam sekejap belasan laba-laba berhasil kulubangi berkat itu aku mengambil perhatian hampir seluruh Laba-laba meriam itu
Laba-laba meriam mulai menembaki satu sama lain demi menyerangku. Mengingat ukuran laba-laba yang lebih besar dariku membuat laba-laba kesulitan mencariku
Keadaan semakin kacau aku sudah berulang kali terkepung dan diledakkan untung saja aku berfokus menghindari semua itu atau aku sudah hancur
Aku memutuskan untuk mundur dulu menjauhi barisan belakang. Lagipula aku sudah mengurangi banyak dari mereka
Hari semakin siang dan jumlah laba-laba yang menyerang bukanya berkurang malah bertambah
Apa mereka tidak perduli dengan kerugian dalam perang ini?
Semakin banyak laba-laba yang menaiki tebing
Membuat keadaan kami mulai semakin terdesak
Aku berdiri diantara laba-laba kosong dan laba-laba baru "Mundus!!!" Aku mengayunkan pedangku membuat dinding tanah berwarna merah tinggi
"Jatuhlah!!!" Dinding tanah perlahan-lahan terbenam ketanah. Tanah dibawah kaki laba-laba retak dan bergetar
Laba-laba meriam mulai menembaki dinding buatanku. Tapi semua itu sudah terlambat
Ledakan terjadi di tepi jurang dan tanah mulai longsong kebawah
Laba-laba diatasnya mulai berlari lebih cepat tapi tetap saja tanah sudah longsor terlebih dulu membuat mereka semua jatuh kebawah bersama tanahnya
"Semuanya mundur darisini antisipasi kalau akan lebih banyak tanah yang longsor" Aku mundur kearah pasukan yang sudah mulai mundur melihat seluruh pasukan laba-laba jatuh kedalam jurang
"Panglima"(Karl) "Ada masalah? Berapa jumlah korban dari pasukanmu?" "Korban jiwa dari pasukan kami tidak ada panglima. Sedangkan yang terluka berat 30 orang"(Karl)
"Baguslah kalau begitu" "Bagaimana dengan tawanan perang?"(Karl) "Tahan saja dulu mereka akan berguna sebagai bahan negoisasi" "Baik panglima"(Karl)
__ADS_1
Tidak ada pergerakan lagi setelah itu. Seluruh pasukan berusaha mengumpulkan rampasan perang
Sampai menjelang petang tidak ada pergerakan dari jurang. Tapi dari kota raksasa keluar 5 raksasa dengan zirah mithril menutupi seluruh tubuh
"Apa-apaan itu?"(Devan) "Jadi akhirnya mereka memutuskan bergerak" Kelima raksasa itu bergerak menuju jalan diantara tebing
Sepertinya mereka berhasil menang di gelombang pertama "Panglima!!! Di jurang"(Karl)
Aku langsung berbalik melihat jurang
Kaki laba-laba raksasa keluar dari jurang dan menancap di tepi jurang disusul kaki lain dan akhirnya badan laba-laba terlihat
Tingginya setinggi raksasa besarnya hampir seperti bukit. Badan laba-laba itu bagian atasnya datar dan bagian bawahnya dipenuhi meriam
Semua meriam bersinar "Semuanya!!! Berlindung!!!" Ratusan ledakan beruntun terjadi, aku sempat membuat dinding tanah tapi itu hancur sangat cepat bahkan sebelum kami bereaksi
Berkat itu seluruh formasi hancur. Laba-laba raksasa mulai bergerak maju keempat kakinya sudah diatas
Kalau sampai seluruh tubuhnya sudah naik kesulitan melawannya akan meningkat drastis.
Aku langsung maju kearah laba-laba itu
Dari atas punggungnya laba-laba mithril lain keluar dan turun lewat kaki laba-laba raksasa.
Aku menggunakan pedang angin dan terbang kearahnya
"Turbo!!!" Aku menebaskan pedangku kearah wajah laba-laba itu. Tornado menyelimuti pedangku saat memukul wajah laba-laba itu membuat laba-laba terdorong mundur
Kedua kakinya lepas dari tebing dan hampir kembali jatuh. Laba-laba meriam menembakiku dari tanah berusaha menjauhkanku.
Aku mundur dan kembali melesat kearah laba-laba itu. Kali ini pedang Mithril sebagai pedang yang menusuk laba-laba
Aku berhasil membuat lubang di badan laba-laba itu tapi masih banyak lapisan yang menghalangi
Tapi ini sudah cukup
Aku mengarahkan pedang angin keluar dan membuat tornado yang mendorong laba-laba ini menjauhi tebing
Kaki-kaki laba-laba berusaha menusuk kearahku tapi dihalangi tornado milikku. Akhirnya laba-laba itu mulai jatuh kebawah. Aku terbang keluar dan memutuskan 4 kaki laba-laba sebelum naik kembali ke atas.
__ADS_1
Mereka para Dwarf sangat merepotkan
***TO BE COUNTINUE....***