Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 68


__ADS_3

Aku membuka mataku dan menatap langit-langit kamarku. Sakit dan pusing rasanya kepalaku.


Aku memaksakan diriku untuk duduk. Apa yang terjadi ya? Aku mampir ketempat Dwarsen untuk menanyakan solusi terbaik dan....


Aku berakhir mabuk disana. Benar-benar menyedihkan "Kamu sudah bangun? Bawakan sup jagung dan bubur sayur"(Valerie)


"Baik nyonya"(Pelayan) Pelayan pergi dan Valerie duduk di kursi samping ranjangku


"Sudah 3 kali lo, aku cari kamu di desa bawah tanah itu"(Valerie)


"Maaf. Rencananya aku kesana menemui Dwarsen dan menanyakan solusi terbaik malah berakhir seperti itu"


"Apa kali ini kamu mau kesana lagi?"(Valerie)


"Itulah tujuanku" "Apa aku ikut saja ya? Capek tahu membawamu darisana itu"(Valerie)


"Kali ini aku tidak akan mabuk lagi tenang saja" "Aku tidak percaya. Waktu itu kamu juga bilang seperti itu"(Valerie)


"Aku serius kali ini. Bahkan aku tidak akan membawa akholol kesana" "Terserah kamu lah"(Valerie)


Pelayan datang membawa 2 mangkuk makanan "Nih makan dulu"(Valerie) "Tidak disuapi?" "Kamu mau aku suapi? Ok aku suapi selamanya ya, setelah memotong tanganmu"(Valerie)


"Kamu selalu saja seperti itu. Kita ini suami istri tapi kelakuanmu gak ada manis-manisnya"


"Lagian masih punya tangan mau disuapi"(Valerie) Aku makan sup dan bubur sayur itu. Bubur kental yang dibuat dengan campuran tepung.


Ada-ada aja cara memasak koki disini "Aku dengar para tentara bayaran mau membuka cabang disini ya?"(Valerie)


"Begitulah. Mereka bisa jadi mata pendapatan yang bagus, hanya saja terhalang oleh iklim disini"


"Sayang sekali ya. Mereka cukup berguna untuk membasmi para monster itu"(Valerie)


"Begitulah, rencananya aku akan memberikan pajak yang cukup rendah untuk mereka secara perorang"


"Jadi itu rencanamu. Tapi itu semua harus dibatalkan ya?"(Valerie) "Masalah sebenarnya bukan karena iklim saja. Keadaan di tanah ini semakin buruk. Jika terus memburuk ditambah para monster diperbatasan. Prajurit terkuat sekalipun tidak akan mau kesini"

__ADS_1


"Jadi karena itu kamu mendatangi para Dwarf?"(Valerie) "Begitulah. Mereka memiliki umur dan pengetahuan yang melebihi kita, pasti ada beberapa cara yang mereka ketahui"


"Kalau kamu mau kesana lebih baik selesaikan dulu pekerjaanmu yang menumpuk. Aku tahu keadaan tanah ini memburuk tapi kamu juga jangan ikut memburuk"(Valerie)


"Ya, aku mengerti" Setelah beristirahat aku mengerjakan semua berkas yang kutinggalkan selama ini.


Ya kebanyakan tidak berguna seperti penolakan pengiriman bantuan, penolakan hubungan dagang, bahkan ada permintaan sebagai tentara bayaran dan dibayar dengan bahan pokok.


Sepertinya aku memang direndahkan sekarang ini ya. Setelahnya aku menemui Sani dan menanyakan soal kristal sihir


Kristal sihir di kerajaan ini dimiliki oleh Viscount Larzel dan Rosefield. Larzel dipihak putra mahkota


Sedangkan Rosefield diawasi dengan ketat karena hal itu Monrra bisa sampai seperti ini


Aku membuka pintu ruang rapat.


Sani duduk dengan santai diatas meja "Kamu mengagetkanku. Bisa mengetuk dulu tidak?"(Sani)


"Seingatku aku yang punya tempat ini dah. Lupakan soal itu. Bagaimana? Bisa mendapat kristal sihir diluar?"


"Menyebalkan. Sebenarnya ada apa sih? Sampai bisa seperti ini? Kenapa harus disaat seperti ini gitu"


"Dari informasi yang kudapat. Raja sedang mempersiapkan alat sihir untuk perang, sepertinya raja ingin memulai perang, apalagi karena kasus monster disini membuat panik bangsawan juga berusaha mengumpulkan kekuatan jika diserang"(Sani)


"Konyol sekali. Pusatkan dengan pemilik tambang di luar kerajaan ini. Lebih bagus jika bisa menjalin hubungan langsung dengan pemilik tambangnya. Soal kiriman bawa saja ke Rodigur nanti aku urus"


"Baiklah aku mengerti"(Sani) Berarti memang tidak ada jalan lain lagi. Perintahku pada Sani tidak bisa langsung berjalan begitu saja


Aku harus mengatasi keadaan disini dulu. Aku pergi menemui Dwarsen kali ini tidak membawa akholol


Dengan cepat aku sampai dirumah Dwarsen. Aku mengetuk pintu dengan keras. Anita membukakan pintunya


"oh Josh. Kukira siapa, tapi Dwarsen sedang tidak ada"(Anita) "Hah? Dia kemana?" "Entahlah, dia sih bilangnya ingin memberi makan dewa tambang"(Anita)


"Oh begitu terima kasih ya atas informasinya"

__ADS_1


Aku pergi ke tempat cacing tambang itu berada. Suara besi dipukul terdengar keras.


Dan benar saja itu Dwarsen "Kamu datang lagi. Bawa Akholol?"(Dwarsen) "Tidak kali ini aku tidak membawa apa-apa" "Sayang sekali kalau begitu"(Dwarsen)


Dwarsen lanjut menempa, diberikan kepada si cacing, tempa lagi dan seterusnya "Apa tidak ada solusi untuk mengatasi tanah ini?"


"Kalau ada kristal sihir semuanya akan mudah"(Dwarsen) "Itu tidak mungkin. Menyelundupkan kristal sihir tidak bisa karena perbatasan dijaga dengan ketat. Sedangkan di kerajaan ini penggunaan kristal sihir hanya untuk keluarga raja dan yang mendapat izinnya saja"


"Aku tidak mengerti apa mau rajamu itu?"(Dwarsen) "Raja ingin memulai perang, semua kristal itu digunakan untuk membuat senjata perang"


"Berarti kamu juga akan pergi?"(Dwarsen) "Sepertinya begitu. Aku harus menyelesaikan masalah tempat ini sebelum aku dikirim ke medan perang"


"Josh, Pikiranmu terlalu sempit. Menurutmu apa itu kristal sihir?"(Dwarsen) "Kristal yang berisi mana?" "Itu benar. Dalam kasus wilayahmu tidak penting kristal itu yang penting bisa diterima oleh tanah saja kan?"(Dwarsen)


"Itu benar" "Kalau begitu gunakan inti monster"(Dwarsen) "Tunggu dulu!!! Apa? Inti monster? Memang bisa dengan itu?"


"Nanti dulu jangan terburu-buru. Inti monster yang harus kamu cari adalah monster tipe air dan memiliki inti, didaerah sini tidak ada. Tapi bagaimana dengan Rodigur?"(Dwarsen)


"Tentu saja tidak ada. Monster yang memiliki inti berukuran besar bahkan bisa mencapai 10 meter. Jika ada monster seperti itu di Rodigur pasti sudah dibasmi"


"Belum tentu. Rodigur mengembangkan banyak monster yang harusnya punah kan? Pasti ada diantara mereka yang merupakan monster air"(Dwarsen)


"Terima kasih sarannya. Aku pergi dulu, lain kali akan kubawakan sesuatu saat kesini" "Tidak perlu repot-repot bawakan 1 tong akholol saja sudah cukup"(Dwarsen)


Aku mengabaikan Dwarsen dan kembali ke benteng. Aku langsung mengadakan rapat dengan semua bawahanku


"Tidak perlu basa basi. Sungai terbesar di Rodigur dimana?" "Sungai? Apa kita akan menimba air darisana?"(Mia) "Itu tidak mungkin.Jarak ya saja sudah memakan beberapa hari untuk kesana belum melawan monster"(Laria)


"Sudah jawab saja Mia" Mia melihat peta yang kubuka "Disini. Di Gunung Greeve, ini yang terbesar di Rodigur. Dengan lebar 8 meter kedalaman 3 meter"(Mia)


"Baik. Rapikan pelengkapan dan peralatan, siapkan semua prajurit besok kita Ekspedisi kesana"


Mereka semua saling menatap dan bingung dengan tindakanku. Maaf ya, tidak ada waktu menjelaskan


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


Maaf udah hampir seminggu gak Upload selain karena kerjaan, handphoneku bener-bener mati gak bisa diservis lagi jadi butuh waktu buat cari gantinya


__ADS_2