Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 19


__ADS_3

Kami mengadakan rapat untuk persiapan perang besok. Setiap bulan mereka akan selalu menyerang, sepertinya mereka berusaha mengalihkan perhatian kerajaan ini.


Hal itu dilakukan untuk memenangkan perang di medan perang lain. Tapi sampai membangun pos berarti mereka sudah siap untuk merebut tempat ini


"Mau bagaimana lagi. Gunung morran merupakan gunung tandus, tidak ada tanaman yang bisa tumbuh disana. Desa terdekat hanyalah desa ini. Untuk persediaan mereka harus ke desa terdekat yang butuh waktu sebulan"(Baron Heath)


"Jadi kalau kita mengalahkan merebut gunung mereka paling tidak bertahan selama sebulan sebelum mereka menyadarinya"(Sirus)


"Tapi jumlah mereka luar biasa. Ada rencana dengan memblokir mereka dan mengisolasi sampai mati. Tapi itu cuma jadi pertarungan gesekan saja. Yang terbaik memang mengusir mereka dari hutan dulu"


"Masalahnya mereka memiliki squad penyihir bahkan yang memimpin pasukan mereka memiliki senjata sihir"(Baron Heath)


"Senjata sihir?"(Sirus) "Begitulah. Dia cukup terkenal dan dipilih untuk mendapatkan desa ini. Dia itu adalah Harimau Es dari kerajaan Rodigur"(Baron Heath)


"Es ya? Tidak masalah berarti. Squad penyihirnya yang bermasalah. Stain apa pasukan tentara bayarannya sudah sampai?"


"Sudah tuan. Ada 25 pemimpin dari setiap tim"(Stain) "Apa kamu tahu siapa saja yang ahli menggunakan Force untuk mengintai kalau bisa yang mengendap juga"


"Ada 5 ketua yang bisa. Bahkan di tim itu isinya ahli dalam melakukan hal itu"(Stain)


"Bagus suruh mereka kemari" "Baik tuan"(Stain)


Stain keluar dari ruangan "Mengintai ya. Memang itu penting tapi kenapa kamu tidak menanyakan hal itu padaku"(Baron Heath)


"Tugas mereka bukan cuma itu saja. Lebih baik jelaskan soal pasukan Rodigur saja"


"Benar juga. Mereka ada dipinggir hutan dekat dengan Srike Plains. Mungkin untuk mempermudah mereka mundur dan mengamankan jalur persediaan"(Baron Heath)


"Begitu ya. Yang penting letak musuh sudah diketahui, aku tinggal menjalankan rencanaku saja. Hanya saja apa Baron bisa memberikan beberapa pasukan juga?"


"Paling hanya 50 tapi tenang saja mereka bisa menggunakan Force"(Baron Heath)


Suara ketukan pintu terdengar "Masuk"(Baron Heath)


Stain membuka pintu dibelakangnya mengikuti 5 orang 3 diantaranya merupakan laki-laki


"Jadi mereka ya?" "Benar tuanku"(Stain) "Baiklah aku malas menjelaskan lebih lanjut. Kalian pergi kedekat pos milik Rodigur dan awasi mereka. Temui aku nanti saat matahari terbenam di dekat hutan biar kujelaskan lebih lanjut"


"Kami mengerti"(Mereka berlima) Kelima orang itu langsung pergi. Setelahnya rapat kembali dimulai sampai matahari terbenam.


Aku langsung kehutan dan melihat 20 orang disana. Banyak juga "Kalian sudah sampai. Tidak perlu basa basi ambil masing-masing 2"

__ADS_1


Aku memberikan kantung kain berisi puluhan pisau belati dengan kain yang terikat disitu


"Dengarkan aku. Tancapkan pisau ini ditanah atau diranting sedekat mungkin dengan pos. Kalian tidak perlu menyusup kedalamnya, usahakan di jalan menuju kedesa ini. Paham?!!" "Siap pak"(Mereka semua)


Force menutupi tubuh mereka dan dalam sekejap mereka hilang. Lebih baik aku juga mulai bergerak.


Aku masuk kedalam hutan dan mengukir rune disegala tempat. Aku semakin mendekati pos hingga akhirnya melihat pos mereka


Mereka menggunakan tenda yang ditutupi daun dan berwarna seperti daun dan pohon.


Mungkin untuk menutupi seluruh keadaan disana.


Diatas pohon aku melihat cukup banyak pemanah yang mengintai. Baiklah lebih baik aku berhati-hati.


Aku menulis rune ditanah "Umbra" force menutupi tubuhku. Dan hasilnya tidak sesuai keinginanku.


Memang aku jadi transparan, tapi sekarang aku malah jadi terlihat mencolok dengan serbuk merah menutupi tubuhku.


Aku seperti bayangan berwarna merah saja. Lebih baik aku hati-hati dan cepat, aku bergerak langsung ke sana mengukur rune disegala tempat.


Terutama di tenda terbesar. Ada 3 tenda terbesar dan 2 merupakan tenda para penyihir.


"SIAPA ITU!!!"(Pria) Pedang menembus tenda. Aku langsung pergi darisana, sialan pakai ketahuan segala lagi.


Aku langsung melarikan diri kedalam hutan. Tidak lama setelahnya banyak prajurit yang mengejar.


Aku mengutamakan melarikan diri dulu. Memang menyerang sekarang kemungkinannya tinggi untuk menang.


Tapi keadaan akan semakin kacau besok. Untung saja aku berhasil melarikan diri dan tidak ada yang mengejarku sampai ke desa.


Aku langsung kembali kekamarku dan beristirahat. Keesokan harinya rapat kembali digelar setelah sarapan.


"Menyerang secara langsung itu tindakan bodoh"(Baron Heath) "Benar. Mengingat jumlah lawan menyerang langsung memang hal bodoh. Tapi aku sudah memasang banyak perangkap semalam. Jika karena hal itu aku percaya diri untuk menang"


Rencanaku karena jumlah kita lebih sedikit aku ingin memecah pasukanku dulu. Mungkin memang sedikit ceroboh tetapi dengan dipecahnya pasukan.


Kita bisa memecah belah mereka dan tentu saja setiap jebakan yang terpicu akan menimbulkan keadaan yang lebih hebat lagi.


Tapi tetap saja tujuan pertamaku menyelesaikan para penyihirnya dulu.


Setelah hari sudah mulai siang kami siap untuk memulai perang ini

__ADS_1


"Josh!!!"(Carl) "Oh Carl ada apa?" "Maaf pedangmu yang lain belum selesai. Tapi aku sudah selesaikan yang kedua"(Carl)


Carl memberikan pedang keduaku. Tertulis rune Angin dibilahnya "Terima kasih kamu sangat membantu"


Aku sudah memberikan arahan kepada yang lain sebelumnya. Meski dibilang perang perang musuhku hanyalah sergapan.


Atau aku yang menyergap jadi serangan pertama sangat penting


"Seperti yang tadi kita bicarakan. Pecah jadi 10 tim dan menyebar ke seluruh hutan. Langsung bergerak menuju Srike Plains tanpa berbalik sedikitpun dan hancurkan semua yang menghalangi"


"Apa karena pemula kamu itu cukup bodoh ya?"(Baron Heath) "Anggap saja begitu"


Setelah sedikit lagi pidato kami berangkat


Aku terus bergerak lurus kedepan. Pemanah dipihak lawan mulai memperhatikan dan menembak.


"Force"(Sekutu) Ledakan terjadi dan memicu pergerakan para Prajurit. Tidak menunggu lama puluhan prajurit keluar pos mereka


"Ignis" Aku menancapkan pedang dan ratusan ledakan terjadi secara bersamaan. Keadaan langsung kacau begitu dimulai.


Para penyihir mulai terlihat dan mereka membuka bukunya "Aku mengharapkan mu. Ignis" Force mengisi pedangku dan api langsung menyelimuti pedangku.


Aku menebaskan pedangku kedepan. Mata pedang api raksasa langsung bergerak kearah para penyihir.


Seorang pria muncul dengan pedang biru menahan seranganku "Siapa kamu? Menyerang tanpa pemberitahuan itu tidak baik"(Komandan lawan)


"Aku tidak mau dengar dari orang yang membangun rumah ditanah orang lain"


Mata pedang itu meledak dan mengeluarkan 10 serangan kearah rune yang kupasang ditanah.


Ledakan terjadi dalam sekejap para penyihir langsung kacau setengah diantaranya terbakar hidup-hidup.


"Sialan!!!"(Komandan Lawan) Ledakan terus terjadi perang berkorbar diseluruh hutan.


Sekarang pihak lawan sudah mulai melawan.


"Aku akan membunuhmu"(Komandan lawan)


"Aku menerimanya" Perang pertamaku dimulai dengan baik. Aku harap perang ini bisa kumenangkan.


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2