
Kami akhirnya sampai di mansion Rosefield. Kami berdua turun dari kereta kuda dan masuk kedalam mansion
"AKU TIDAK RELA MEMBIARKAN VALERIE MENIKAH!!!"(???) baru saja masuk kedalam suara teriakan terdengar. Mungkin lebih seperti suara marah ya
"Itu suara kakakku. Jadi aku harap kalian akur"(Valerie) "Entah kenapa itu seperti sebuah doa daripada harapan" "Entahlah"(Valerie)
Valerie membuka pintu dan aku terkejut karena langsung ditatap Viscount dan putranya
"Kamu darimana? Ayo bersiap keistana dan aku akan melayangkan protes kepada raja untuk pernikahanmu"(???)
"Kakak aku tidak keberatan atas pernikahan ini" "Tapi aku keberatan"(???) "Bagaimana jika kakak berkenalan dengan calon suamiku"(Valerie)
Valerie menarikku "Valerie jangan saat seperti ini..." Perkataanku tidak terdengar oleh Valerie dan aku langsung berhadapan dengan putra Viscount
"Dia Josh. Calon suamiku"(Valerie) Astaga ini akan merepotkan "Hanya orang biasa tanpa gelar mau menikah dengan adikku-"(???)
"Larry! Jaga bicaramu. Dia ini seorang Viscount, setara denganku"(Viscount)
"Dia ini baru saja jadi Viscount. Tidak memiliki pengalaman dan pendidikan, aku yakin kalau dia ini tidak bisa membaca"(Larry)
"Tidak seperti kakak. Josh mendapat gelarnya karena kemenangan di medan perang"(Valerie)
"Itukan karena kebetulan saja. Jika aku dapat kesempatan pasti aku juga akan menang dalam perang itu"(Larry) "Benarkah? Coba saja duel dengan Josh. Jika kakak menang aku akan menolak pernikahan ini, tapi jika Josh menang kakak harus hadir di pernikahan kami nanti"(Valerie)
"Valerie lebih baik jangan-" "Baik. Jika dia benar-benar hebat, ayo sparing dengan Force buktikan kemampuanmu"(Larry)
"Lebih baik jangan sekarang, soalnya aku tidak membawa pedangku" Aku tidak mau memperparah keadaan ini
"Rosefield tidak pernah kekurangan senjata kamu bisa ambil pedang manapun. Ayo ke tempat latihan"(Larry)
Akhirnya aku hanya bisa pasrah mengikutinya keruang latihan prajurit "Ini benar-benar rencanamu ya?"
"Tidak tuh. Kakak yang memang tidak merestui kita"(Valerie) "Kalau begitu kita tidak perlu menikah. Bahkan meski kita menikah restu kakakmu kan tidak penting"
"Itu benar sih. Cuma cari hiburan aja"(Valerie)
"Kamu ini ya..." Kami sudah tiba di ruang latihan dimana ada beberapa prajurit disana
Melihat kami para prajurit itu menyingkir semua. Aku jadi tidak enak dengan mereka
__ADS_1
"Sedang apa kamu? Cepat ambil senjatamu!"(Larry)
Larry memegang pedang dan perisai besi. Padahal aku tidak mau terlibat pertarungan apapun sebelum wilayahku maju.
Aku mengambil 2 pedang "Memangnya kamu bisa menggunakan 2 pedang?"(Larry) "Pedang yang biasa aku pakai ada 5 ko. Cuma 2 tidak berarti apa-apa bagiku"
Larry langsung terdiam. Pendekar pedang mana yang bisa memakai 5 pedang sekaligus? Orang gila sekalipun juga tahu soal itu.
Aku menancapkan satu pedang ditanah dan menulis rune di pedang yang kupegang. Setelah itu bergantian dengan pedang yang ditanah
"Apa yang kamu lakukan? Aku beri kamu keringanan untuk menyerangku 3 kali setelah itu-"(Larry) "Anda yakin soal itu?"
"Kamu meremehkanku?"(Larry) "Tidak, hanya saja aku ini sudah membunuh ribuan orang dimedan perang dengan force milikku. Jadi aku mulai ya. Fulgur"
Aku bergerak secepat petir dengan pedang yang diselimuti petir merah aku langsung menusuk perisai Larry.
Tusukan milikku sangat kuat ditambah dengan kecepatanku membuatnya terdorong mundur sampai membentuk parit ditanah.
Pedangku yang satu lagi melesat kearahnya, pedang keduaku diselimuti angin merah. Tabrakan antara kedua pedang dan perisai
Membuat ledakan yang memaksa Larry mundur 10 langkah "Apa-apaan itu?"(Larry)
"Kenapa tidak bilang daritadi"(Larry) "Kayaknya itu udah jadi informasi umum di sini deh"
"Kalau begitu sekarang aku serius saja. Bear Fotress"(Larry) Beruang raksasa berwarna biru terbentuk dari susunan perisai berwarna biru dengan cakar dari pedang biru.
Larry melesat kearahku, beruang itu mengangkat cakarnya yang mengayun kearahku.
"Terra" Aku mengayunkan pedangku kearah Larry. Tanah terbentuk membentuk gelombang yang langsung menghantam beruang dan Larry.
Yang membuat Larry langsung terkubur didalam tanah merah. Cakar beruang keluar dan Larry keluar dari timbunan tanah merah.
"Tonitribus" Ratusan sambaran petir mengenai beruang itu dan menghancurkannya sedikit demi sedikit.
"Sudah selesai. Ventum" Aku melesat kearah beruang itu. Dengan satu tebasan, aku menembus tubuh beruang dan mengayunkan pedangku kearah Larry.
Larry menahan pedangku dengan perisainya, dan pedang yang dia pegang mengayun kearahku.
Pedang dia kuhentikan dengan pedangku sementara pedang yang menusuk perisainya aku belokan dan membuang perisainya itu.
__ADS_1
Dengan satu gerakan pedang dia juga ikut terlempar. Aku mengarahkan pedangku kelehernya
"Kamu kalah" Larry mengangkat tangannya menandakan dia mengakuinya "Apa-apaan monster ini?"(Larry)
"Ya, kamu patut diberikan pujian untuk orang pertama yang tidak mati melawan disaster"(Valerie)
Larry syok dan menunjuk kearahku "Dia...disaster?"(Larry) "Kalau tidak mana mau aku membiarkan putriku menikah dengannya?"(Viscount)
"Valerie... Kamu mempermainkanku"(Larry) "Kamu yang menantangnya buka aku. Lagipula Josh sudah sempat menolaknya"(Valerie)
"Kamu benar-benar keterlaluan"(Larry) "Yang penting jangan lupa untuk datang di pernikahan kami. Ayo kita harus rapat soal pernikahan Josh"
Kami semua pindah ke taman dan mulai rapat sambil meminum teh. Ternyata banyak yang harus disiapkan dan aku juga harus mempelajari banyak hal soal pernikahan bangsawan.
Yang akhirnya membuatku belajar 2 hari penuh tanpa henti sampai kurang tidur untuk mempersiapkan hal ini.
Dan akhirnya pernikahan kami terlaksana. Di kuil yang menyembah dewi Heilsu yang memberikan berkat agar kami selalu dalam keadaan sehat dan dikaruniayi anak yang sehat.
Didepan pendeta aku dan Valerie mengucap sumpah untuk selalu hidup bersama. Setelah bertukar cincin kami resmi menjadi suami istri.
Sejujurnya pernikahan ini tidak terasa bermakna untukku. Tapi aku tetap merasa beruntung karena memiliki istri Valerie yang cantik.
Meski sifatnya agak tidak beres. Pesta berlangsung selama 3 hari, dan kami wajib hadir di bagian pernikahan dan perpisahan saja.
Menurut tradisi kami memulai dansa pertama sebagai pasangan yang memulai pesta dansa.
"Aku tidak menyangka kamu sudah pandai berdansa padahal baru belajar 2 hari"(Valerie)
"Aku ini pengguna pedang. Semua yang berkaitan dengan otot aku ahlinya"
"Ya, tapi sayangnya kamu cukup payah dalam menghafal nama bangsawan"(Valerie) "Untuk apa aku menghafal nama mereka?"
"Ada benarnya"(Valerie) Setelah itu dimulai acara penutupan. Setelah ini pesta akan menjadi tanggung jawab Rosefield dan aku menggendong Valerie ke kereta kuda
"Padahal wanita tapi kamu berat" "Sembarangan saja. Katanya kamu kuat masa mengangkat wanita kecil sepertiku saja dibilang berat"(Valerie)
"Kalau kamu wanita kecil berarti yang besar sebesar kuda dong?" Aku dan Valerie tertawa didalam kereta kuda sementara kereta itu mulai jalan kearah rumah yang akan jadi tempatku menginap selama 1 minggu kedepan
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1