Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 97


__ADS_3

Aku sudah sendiri bersama dinding besar yang terlihat mulai meleleh. Disarang Mountain Lizard masih ada 3 telur setiap sarangnya


Nanti akan kuambil setelah yang diluar membereskan para Mountain Lizardnya. Aku tinggal menunggu kabar dari Sila saja


Masalahnya dinding tanah merah yang kubangun sudah meleleh dan kepala dari kadal muncul


"Ventum" Angin besar keluar dari pedangku mendorong kadal itu mundur


Tapi itu malah membuka lubang lebih besar membuat kadal sisanya maju kearahku selain Venom Lizard yang terkena seranganku ada 3 lain yang terlihat dan satu Emerald Lizard


Kabut racun hijau mulai bergerak kearahku dari nafas para kadal itu. Aku meniup kabut beracun itu dengan pedangku


Kadal muncul menembus kabut itu dan sudah sangat dekat denganku. Cakar dari kadal itu mengayun kearahku


Dinding tanah muncul dan memisahkan kami, meski begitu hanya sekejap sebelum hancur meleleh karena semprotan racun dari mulut kadal itu


Aku langsung mundur menghindari semprotan racun yang melelehkan tanah dibawah kakiku.


Aku mengayunkan pedangku membuat angin kencang yang menyerang kadal itu dari samping


Membuat kadal itu menghantam dinding. Aku mengayunkan pedang tanahku dan membuat gelombang tanah yang melempar kadal itu kebelakang sekalian membuat dinding besar lain


Tiba-tiba dinding tanah langsung hancur dan bola air raksasa melesat kearahku. Aku secara refleks membuat dinding tanah, saat terkena bola air itu ledakan terjadi dan dinding tanah langsung hancur dan meleleh


Serangan itu jauh lebih kuat dari Venom Lizard dan racunnya jauh lebih mengerikan. Tentu saja pelakunya sudah terlihat


Emerald Lizard yang berdiri dan menatap kearahku. Perbedaan keduanya terlihat sangat kontras


Venom Lizard adalah kadal setinggi manusia dengan lebar selebar rumah kecil dengan kulit berwarna hijau dan hitam dan berlendir yang sangat beracun


Sedangkan Emerald Lizard lebih tinggi sedikit dengan kulit yang seperti permata dan bersinar hijau bahkan dalam gelap


Bahkan hanya dengan tatapannya membuat susah bernafas. Itulah hal yang mengerikan dari Emerald Lizard


Emerald Lizard berjalan perlahan kearahku sementara Venom Lizard berlari kearahku

__ADS_1


Dinding tanah kembali kubuat, aku tidak memiliki pilihan lain selain membuat dinding berulang kali


Jika aku menggunakan elemen Es atau Air akan membuat forceku beracun dan aku akan terkena dampaknya


Jika menggunakan elemen api atau cahaya aku takutnya akan menimbulkan ledakan dalam tempat sekecil ini bukan tidak mungkin jika aku juga akan keluar sebagai arang


Itu juga berlaku pada petir karena itu keadaanku cukup sulit. Dan dinding 2 lapis yang kubuat mencair seperti es yang terkena api


Aku mengarahkan pedangku kedepan dan menusukkanya kedepan. Bersamaan dengan ledakan cairan beracun yang terjadi


Sepertinya seranganku bersamaan dengan meriam racun yang digunakan Emerald Lizard. Cairan itu menyebar dan mengenai tubuh mereka semua


Hanya saja para kadal tidak terluka membuatku semakin sulit jika pertarungan ini terus berlanjut seluruh udara disini akan beracun dan aku akan mati disini


Sila yang ada dibelakangku mulai terbatuk-batuk karena udara disini "Bagaimana keadaan diluar? Jika lebih baik daripada disini, Keluar saja dulu! Bawa telur kadal itu"


"Keadaan...Uhuk..uhuk diluar tidak...Uhuk..Uhuk..Uhuk"(Sila) Aku menoleh kearah Sila yang mulai batuk berdarah


Aku tidak bisa mengulur waktu lagi "Keluar!!! Bawa telurnya!!" "Tapi..uhuk... Aku tidak bisa mening-"(Sila) "Jangan membantah, aku akan mengakhiri ini dengan satu serangan dan mungkin saja tempat ini akan rubuh jadi kamu keluar dulu"


Sila berusaha membawa semua telurnya, sayangnya cuma 4 yang berhasil dibawa. Sila langsung menggunakan rune dan kabur darisini


"Turbo, Tonitribus" Aku mengayunkan pedang angin dan petir secara bersamaan membuat tornado merah dan puluhan petir yang menyambar kearah para kadal itu


Puluhan ledakan terjadi membuat gua bergemuruh dan mulai runtuh. Aku membawa telur yang tersisa dengan tornado dan berlari keluar gua


Saat aku berhasil keluar gua pun mulai rubuh dan pintu masuk tertutup reruntuhan. Aku mengamankan telur dan membantu yang lain melawan Mountain Lizard


Dari 4 hanya tersisa satu saja yang masih hidup, membunuh Mountain Lizard tidak begitu sulit apalagi jika mengepungnya hanya dalam sekejap setelah aku bergabung Mountain Lizard yang terakhir berhasil dibunuh


Para raksasa menarik semua kadal itu bersiap membawanya. Dan pasukanku membawa semua telurnya


"Kalau kadal aku mengerti untuk apa. Tapi telurnya? Kita tidak bisa memakan telurnya"(Sirus)


"Entahlah apa maunya panglima"(Lusar) "Bisa dibilang sebagai senjata rahasia" "Senjata?"(Sila)

__ADS_1


Sila mengetuk telur yang dia bawa


"Memang keras sih, mungkin sekeras batu. Apa untuk peluru meriam?"(Sila) "Tentu saja tidak. Pokoknya itu urusanku" "Ehmm... Panglima, guanya meleleh"(Stain)


"Hah?!" Aku melihat kearah gua dan benar saja perkataan Stain. Batu-batu yang menutupi pintu masuk gua mulai meleleh


"Bersiap bertarung. Aku tahu mereka tidak akan mati semudah itu, tapi siapa sangka akan secepat ini"


Mulut gua kembali terbuka yang muncul pertama Emerald Lizard. Dimulutnya menetes cairan racun yang akan ditembakkan


"Semuanya mundur!!!" Aku mengayunkan kedua pedangku, angin merah dan tanah merah membentuk dinding yang menahan meriam racun itu


Ledakan terjadi dan dinding tanah yang kubuat perlahan meleleh, Emerald Lizard menatap kearahku bersamaan dengan para Venom Lizard yang mulai keluar dari dalam gua


Farel langsung mulai menembakkan panahnya, Sirus menyelimuti semuanya dengan force biru, Sila mengamankan semua telurnya, Lusar bersiap dengan perisainya


"Mundur adalah yang utama, perhatikan jurang jangan sampai jatuh. Jangan terburu-buru menyerang para kadal itu. Lusar perhatikan semburan racunnya, Farel terus panah para kadal itu jangan sampai mendekat"


Kami terus mundur sementara raksasa membawa semua kadal dan pasukan yang lain membawa telurnya bersama Sila


Hanya saja para kadal itu tidak tahu kata menyerah, mereka terus mengejar kita tanpa henti.


Aku dan Lusar bergantian membuat perisai menghalangi serangan racun mereka. Sampai kami mulai tersudut ke tebing


Yang lain sudah menuruni tebing, aku tidak yakin mereka akan berhenti jika kita menuruni tebing. Saat menuruni tebing kita akan kehilangan pertahanan dan mudah diserang. Apalagi mereka ini kadal, pasti mudah jika ingin menuruni tebing


Tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh menimpa Emerald Lizard, angin kencang menerbangkan keempat Venom Lizard hingga jatuh dari tebing


Aku tidak bisa melihat apa itu karena asap debu.


Jika bukan karena dinding tanah yang kubuat saat menahan semburan racun dari Emerald Lizard pasti kami sudah jatuh juga ke tebing.


Angin besar menghilangkan debu bersamaan dengan terlihatnya sayap besar. Ternyata itu elang raksasa, bukan itu adalah Onyx Eagle


Dicakarnya Emerald Lizard berusaha meronta tapi dibawa terbang oleh Onyx Eagle. 2 Sand Eagle terlihat terbang dari bawah tebing membawa ketiga Venom Lizard dan terbang tinggi kelangit.

__ADS_1


Aku menatap semua elang itu dengan satu keinginan. Aku akan mendapatkan para elang itu


***TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2