Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 31


__ADS_3

Keadaan menguntungkanku, meski mereka ada diatas dinding, rune yang kutinggalkan disana membuat ledakan dan menghancurkan semua pemanah


Semua pasukanku menurutiku dan membuat kemah didekat benteng. Mungkin jika orang lain lihat ini adalah hal yang bodoh.


Tapi jika ini digunakan akan membuat mereka Frustasi. Mereka tidak bisa menyerang dan kami tidak menyerang meski bisa.


Apalagi meski benteng itu memiliki persediaan berapa lama itu akan bertahan? Aku tidak bisa mengelola benteng ini hanya dengan 1000 orang


Aku perlu semua prajurit mereka juga. Aku tidak takut mereka akan berkhianat, yang penting sekarang membuat mereka merasa Frustasi, depresi, dan akhirnya putus asa.


Itulah rencanaku, tapi yang membuatku kepikiran. Apa dia benar-benar mati terkubur ya?


Awalnya banyak pertentangan tentang ini. Ya, iyalah benteng sudah didepan mata, para prajurit mereka sudah kehilangan moral


Malah kami hanya berkemah disini. Aku sendirilah yang paling tahu berapa banyak prajurit didalam sana.


Dengan jumlah semua prajurit mereka kita akan kacau meski masih bisa tetap menang sih.


Hari sudah mulai sore dan prajurit didalam benteng memutuskan untuk bersembunyi saja.


Dengan adanya rune diatas benteng kesana hanya mengantarkan nyawa saja. Sebentar lagi para penyedia persediaan akan datang.


Aku punya waktu 8 bulan lagi. Aku mau lihat berapa lama kalian akan bertahan disana.


"Josh!!!"(Sirus) "Ada apa?" "Mountain Fotress keluar dari kuburan"(Sirus)


"Ohh... Begitu ya, tadinya aku bingung kenapa ini begitu mudah. Perintahkan semua prajurit untuk menyingkir. Antisipasi saja serangan dari musuh, gunung itu aku sendiri yang akan meruntuhkannya"


Aku berjalan kearah yang diberitahukan Sirus.


Terlihat dia yang dengan keadaan terluka menatapku, kedua tangannya mengeluarkan darah.


Tidak mati bahkan bisa dibilang masih terlihat bugar setelah dihimpit tanah benar-benar luar biasa


"Jadi kamu lah yang merencanakan ini semua?"(Mountain Fotress) "Benar. Bukan cuma kamu, Harimau es dan Cheetah api juga aku yang mengurus mereka"


"Kamu dari kerajaan Voldugur ya?"(Mountain Fotress) "Benar. Sayangnya aku belum dapat julukan"


"Jangan bercanda ribuan prajurit dan 2 komandan hebat kalah oleh pemula sepertimu?"(Mountain Fotress)


"Memang kenapa? Sebentar lagi jadi 3. Bersiaplah" Aku mengeluarkan pedangku


"Fulgur"

__ADS_1


Petir merah melapisi pedangku "Senjata sihir"(Mountain Fotress) "Sayang sekali bukan"


Aku berlari kearahnya dan menebaskan pedangku. Dia menahan serangan itu dengan perisainya.


Petir menyambar kesegala arah, Force keluar dari tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya.


"Aqua" Aku menghentakkan kaki, setelah menulis rune dengan kakiku


Air keluar dari bawah kakinya membentuk pilar air raksasa. Keadaan yang berubah dalam sekejap membuatnya goyah.


Aku menusukkan pedangku yang dialiri petir.


Petir memenuhi seluruh air merah itu dan dia terhempas kebelakang


Aku mengeluarkan pedang lain "Ventum" Aku menebaskannya kedepan. Pedang angin raksasa melesat kearahnya.


Dia dengan cepat menahan seranganku dengan Fotressnya. Dalam sekejap dia berubah jadi gunung emas raksasa.


Aku langsung maju kedepan "Turbo" Tornado jadi ujung pedangku saat aku menusukkan pedang itu. Retakan terlihat sedikit demi sedikit disitu


Jika sebelumnya hampir tidak mempan. Tapi sekarang dia terluka parah keadaanya cukup menyedihkan.


Bertahan saja sudah sulit. Aku menarik pedangku dan menebaskan dengan pedang petir ditanganku


"Tonitribus" Petir menggila dan gunung emas miliknya hancur dan dia sendiri tersambar petir.


Air melaju kearahnya dan menahan tubuhnya


"Turbo" Aku menebaskan pedang, tornado berubah seperti dinding raksasa yang maju dengan cepat kearahnya


Gunung emas kembali muncul menahan seranganku, meski retakan mulai terlihat juga


Petir keluar dari pedangku dan menembus gunung itu menusuk langsung pundaknya


"Sudah berakhir" Gunung emas miliknya hancur. Aku berjalan kearahnya dengan pedang yang terhunus


"Kupikir pedangmu yang senjata sihir. Ternyata perisainya ya?" Aku mengayunkan pedangku dan kepalanya terpisah dengan tubuhnya.


Meski sudah terluka dia cukup sulit dilawan. Aku tidak bisa membayangkan jika bertarung dengan adil sesulit apa aku untuk menang.


"Bereskan ini semua. Dan kirim orang ini ke benteng itu. Dan sampaikan kalau aku akan menerima mereka yang menyerah, waktunya sampai besok. Yang tidak menyerah akan dihabisi"


"Baik panglima"(prajurit) Aku kembali ketenda dan keluar lagi dengan tubuh tikus. Untuk sekarang aku akan membuat keadaan lebih kacau lagi.

__ADS_1


Keadaan didalam benteng bisa dibilang sangat berantakan. Perkelahian terjadi dimana-mana para prajurit mengalami depresi dan frustasi.


Beberapa atasan yang tersisa menggelar rapat dan menyakini kalau panglima mereka masih hidup.


Jika dia memilih kesini mungkin masih hidup, sayangnya pilihan yang diambilnya malah berusaha membunuh kami.


Aku masuk ke gudang persediaan. Yang ternyata terisi penuh, kupikir bisa untuk dihabiskan selama 1 bulan untuk seluruh pasukan


Pantas saja mereka semua panik. Aku yakin demi kelangsungan seluruh jatah makan dikurangi membuat mental mereka tertekan


Tadinya aku ingin membuat kebakaran disini. Tapi semua persediaan ini aku juga butuh nanti.


Akhirnya aku memilih membuat ledakan di dapur benteng. Meski tidak ada yang terbunuh karena hal itu tapi tetap saja banyak yang terluka parah.


Baru setelah itu aku kembali. Pagi-pagi sekali prajurit kesana mengirimkan tubuh panglima, aku mengambil perisainya sebagai rampasan perang.


Surat ancaman sudah diberikan dan kami menunggu. Begitu hari siang pintu benteng terbuka ribuan prajurit bersenjata lengkap menyerang.


Mungkin mereka adalah prajurit yang memilih mati. Semua pasukanku sudah bersiap dan akan menyerang


"Enyahlah. Ignis" Kebakaran hebat terjadi semua prajurit itu terbakar secara bersamaan


"Semua serang!!!"


Seluruh pasukan menyerang benteng. Ledakan terjadi menghancurkan pintu masuk benteng membuat kita bisa langsung menyerang bagian dalam benteng dan merebut benteng itu.


Kami menahan prajurit yang menyerah dan aku bisa mengatakan kalau perang ini sudah berakhir.


Meski begitu kami harus merapikan seluruh benteng dan bersiap untuk serangan Rodigur yang akan tahu jika gunung ini sudah direbut.


Gunung ini merupakan kekuatan utama Rodigur. Bisa dibilang hampir semua senjatanya dibuat dari hasil tambang gunung ini.


Gunung ini jugalah asal mula perang antara Rodigur dan Voldugur meski tidak jelas sejarahnya tapi pernah disebutkan gunung ini termasuk wilayah Voldugur.


Hanya saja karena tandus dan terlihat tidak ada untungnya. Raja terdahulu membiarkan gunung ini diambil Rodigur.


Butuh 1 bulan penuh untuk menyelesaikan urusan internal. Tapi benteng masih rusak berat yang membuat kepalaku pusing.


Berita kemenangan kami pasti sudah sampai ditelinga raja. Tapi tidak ada kiriman apapun dari ibukota baik pemberitahuan atau bantuan.


Jangan bilang raja ingin kita bertahan dengan pasukan sebanyak ini selama 1 tahun? Kan itu sedikit mustahil


Karena itu aku mengirimkan hasil tambang yang tersimpan bersama senjata sihir agar paling tidak dapat perhatiannya.

__ADS_1


Ini benar-benar menyebalkan


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2