
Aku menebaskan pedangku kearahnya. Gelombang api yang muncul tiba-tiba membuatnya terkejut.
Perisai biru muncul menghalangi seranganku.
4 tombak es muncul disekitarnya dan menusuk kearahku
Dinding angin merah membuat perisai untukku. Meski begitu aku masih terpental terkena serangan itu.
Laba-laba raksasa itu hancur tapi laba-laba lain yang jauh lebih kecil muncul yang menutupi seluruh tubuhnya
"Arachne Fotress" Setengah tubuhnya keluar dari laba-laba itu. Dan ditubuhnya ditutupi zirah biru yang tebal.
Kali ini bukan cuma sekedar Force saja bahkan laba-laba itu diselimuti jarum es diseluruh tubuhnya
Pedang ditangannya mengeluarkan Force dan jadi panjang seperti tombak "Kamu merasa kuat hah? Kali ini buktikan lagi kamu bisa menghancurkan laba-labaku"(Komandan musuh)
"Aku bingung melihatmu. Kenapa kamu dijuluki harimau es? Kenapa tidak laba-laba jelek?"
"Berani sekali kamu menghinaku!"(Komandan musuh) Mulut laba-laba terbuka dan ratusan jarum es sebesar tangan melesat kearahku
Dinding tanah merah muncul menahan setiap jarum es itu. Dinding itu langsung hancur karena ditabrak laba-laba itu.
Kaki-kakinya yang tajam menusuk kearahku. Aku menahan itu dengan pedangku, hanya saja dia mengayunkan pedangnya? Atau tombaknya kearahku.
Aku terdorong mundur hanya saja dia tidak melepaskanku. 2 kaki laba-laba itu menusuk kearahku.
Aku mengayunkan pedangku yang langsung membuat angin merah kencang yang mendorongku menjauh.
Laba-laba itu mengangkat satu kakinya dan...
Melemparnya? Kearahku. Bagaimana itu mungkin?
Dinding tanah merah muncul menahan tombak kaki? Itu. Ledakan terjadi dan tanah membeku.
Tombak lain menembus dinding itu memaksaku mundur. Tombak itu membelah dinding dengan mudah
Dan terlihat dia dengan tombak ditangannya yang membelah dinding itu "Harimau es? Itu julukan yang kalian berikan. Apa kamu tahu apa julukanku dari kerajaanku? Artilery berjalan"(Komandan musuh)
Sepuluh mata laba-laba bersinar dan sinar biru es melesat kearahku. Aku menghindar kesamping tapi sinar itu mengikutiku
Tidak perduli berapa banyak dinding tanah yang kubuat selalu hancur karena sinar itu.
__ADS_1
Aku sibuk menghindari sinar itu tidak menyadari pinggangku terkena pukulan tombak.
Aku terpental kearah sinar itu "Ventum" Angin merah membungkusku dan aku terbang menghindari sinar itu.
Mendarat dikejauhan, aku menulis rune ditanah dengan cepat "Lapsus" Aku mengayunkan pedangku keatas.
Dan gelombang tanah 4 kali tinggiku bergerak dengan cepat seperti tsunami kearahnya
"Tidak mungkin orang yang bukan penyihir melakukan ini"(Komandan musuh)
Laba-laba itu berdiri keempat kakinya menyatu dan berputar cepat. Gelombang tanahku terbelah saat terkena itu.
Dia mengayunkan tombaknya dan gelombang tanah itu langsung hancur. Hanya saja aku muncul dari sana
"Turbo" Aku menusukkan pedangku kearahnya. Tornado muncul seperti tombak yang menusuk kedadanya.
Dia terpental setelah terkena tornado itu.
Aku mendarat dan menatapnya, aku menghentakkan kakiku membuat tanah langsung menimbun kaki dan tangannya.
"Ini sudah berakhir" Laba-laba dari force miliknya menghilang. Aku menatap kearahnya, tidak lama kemudian prajuritku yang lain berdatangan.
Aku mengambil pedang sihir miliknya yang masih dia genggam erat. Pedang itu berusaha membekukan tanganku.
Aku hanya tersenyum dan menulis rune dengan force milikku "Glacies"
Force membuat es merah yang menutupi pedang itu "Tuan"(Stain) "Bagaimana?" Aku menatap Sirus "Dari total 1000 pasukan lebih yang tersisa 800 orang"(Sirus)
"Masih banyak yang jadi korban" "Banyak? Itu sudah hebat tuan. Siapa yang bisa mengalahkan pasukan dengan jumlah 2 kali lipat dari pasukan sendiri dalam perang pertamanya?"(Stain)
"Lupakan soal itu. Dia bagaimana?" Baru mereka pada sadar dan menatap orang yang terkubur setengah ditanah.
"Apa dia harimau es?"(Prajurit) "Aku terkejut dia masih hidup"(Prajurit) "Yang kejam melihat tangan, kaki dan setengah tubuhnya hilang. Dibiarkan nanti juga mati"(Prajurit)
Dasar tukang gosip "Dia tidak kupotong-potong. Masih utuh noh badannya"
"Ahh... Tidak seru"(Para prajurit)
Bunuh prajurit dengan alasan penghinaan boleh gak ya? Aku berlutut didekatnya. Aku bisa mendengar suara tercekat dari prajurit yang lain.
Padahal aku sudah tidak bisa berdiri "Apa kamu menyerah? Meski tindakanmu nanti tidak terhormat aku bisa jamin kamu akan tetap hidup"
__ADS_1
"Lebih baik aku mati daripada berkhianat"(Komandan musuh) "Sirus menurutmu bagaimana?" "Lebih baik dibunuh panglima"(Sirus) "Stain?" "Di bunuh tuan"(Stain)
"Hah... Kita kembali saja dulu" "Tapi jika dibiarkan nanti dia mati kelaparan. Hal itu merupakan penghinaan terhadapnya"(Sirus)
"Kalau begitu, kamu bunuh dia" Aku menunjuk Sirus "Kenapa aku?"(Sirus) "Aku tidak butuh perhargaan seperti itu"
Padahal aku tidak bisa menggangkat pedang lagi. Tanganku sakit rasanya malah aku bisa mendengar ototku berteriak karena sakit
"Baiklah kalau begitu"(Sirus) Sirus menarik pedangnya "Kamu jangan menghinaku seperti itu!! Komandan sepertiku tidak boleh mati ditangan prajurit biasa"(Komandan musuh)
"Aku tidak perduli. Menurutku kamu tidak layak" Kalau saja tanganku tidak sakit kepalamu sudah kupenggal
Sirus mengayunkan pedangnya dan kepala komandan itu terlepas dari tubuhnya. Melihat komandan itu yang terpenggal membuatku merasa kalau itu akan jadi masalah
"Tuan apa tidak masalah? Soalnya bangsawan ibukota akan meremehkan anda jika ini tersebar"(Stain)
"Aku tidak perduli. Lagipula masih banyak komandan yang lain. Sirus bawa kepalanya kesini!" Sirus membawa kepalanya kearahku dan meletakkannya dilantai
"Glacies" Kepala itu membeku didalam es merah "Kita kembali dulu" "Baik"(Semua prajurit) Force merah terlihat dilangit menandakan semua orang untuk mundur
"Sirus. Stain tetap disini" "Baik Josh"(Sirus) "Baik tuan"(Stain) Semua prajurit pergi setelah hutan kembali seperti semula
"Ada apa Josh?"(Sirus) "Bantu aku. Aku tidak bisa bangun" "Astaga tuan"(Stain) Sirus dan Stain membantuku berdiri dan kami kembali ke desa.
Bukanya istirahat Baron malah mengajak untuk rapat lagi. Sedangkan para prajurit biasa berpesta. Padahal aku butuh istirahat
"Aku tidak menyangka kalau Harimau es akan mati disini"(Baron Heath) "Ingin bicara apa?Aku lelah dan terluka. Aku perlu pengobatan"
"Ya, bukan... Itu.. Kapan tuan akan pergi?"(Baron Heath) Pergi? Benar ya kapan aku akan pergi lagi?
Pasukanku tersisa 800 orang meski dengan formasi dan strategi apapun tidak mungkin bisa menghadapi belasan sampai puluhan ribu orang
"Sirus!" "Ya, panglima"(Sirus) "Berikan kertas dan pena!" "Baik"(Sirus) Sirus membawakan aku kertas dan pena. Aku menulis surat untuk ke istana
"Kirimkan ini ke istana. Beritahu kemenangan kita dan bawa kepala serta pedang Harimau es. Dan katakan kalau kamu akan menunggu balasannya disana. Baru kami akan berangkat lagi setelah kamu tiba"
"Itu saja?"(Sirus) "Ah, ya. Saat kesana pakai Force biar cepat. Satu lagi bawakan 5 burung terlatih" "Baiklah"(Sirus) Sirus pergi mengirimkan suratku
Harusnya pakai burung. Tapi untuk apa? Lagipula sudah bukan keadaan darurat
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1