
Meski terlihat seperti lebih rapuh daripada besi. Ternyata bola yang diberikan oleh Dwarsen jauh lebih kuat dari besi.
Bahkan perisai besi berlubang setelah terkena lemparan bola ini. Jika ini dijadikan bola meriam apa kita bisa kalah?
Ini membuatku semakin yakin kalau mereka tidak boleh ketahuan oleh raja.
"Josh? Kamu disini?"(Valerie)
Valerie memasuki ruangan dan mencariku. Setelah melihatku di sudut, Valerie langsung mendatangiku
"Bermain dengan bola itu lagi?"(Valerie) "Ya, benda ini kuat sekali. Perisai seharga 30 kero jadi seperti ini"
Aku menunjukkan perisai yang memiliki lubang sebesar bola besi "Itu mengerikan. Jika dijadikan bola meriam berapa prajurit yang akan ditembus sebelum bola itu berhenti?"(Valerie)
"Entahlah. Ini membuatku semakin yakin kalau mereka tidak boleh sampai diketahui oleh dunia luar"
"Terus kamu mau mengurung mereka selamanya begitu? Mereka itu Dwarf kebebasan tidak terlalu berarti bagi mereka. Tapi menempa sama seperti hidup mereka"(Valerie)
"Aku tahu soal itu. Tapi untuk sementara aku tidak ingin mereka membuat Mithril, aku memiliki rencana untuk membangun desa bawah tanah untuk semua Dwarf itu"
"Desa bawah tanah? Apa itu tidak masalah. Bagaimana jika nanti ketahuan?"(Valerie)
"Tidak. Biarkan mereka saja yang membangunnya. Mereka itu bukan cuma ahli dalam menempa, mereka juga hebat dalam membangun"
"Begitu ya. Aku sampai lupa, lubang danau buatanmu sudah jadi tinggal mengaktifkan alat sihirnya saja"(Valerie)
"Sudah selesai? Cepat juga" "Kamu mengirim 40 orang yang bisa menggunakan force untuk menggali. Sudah pastilah bakal cepat"(Valerie)
"Ayo kita lihat" Aku dan Valerie pergi ke tempat aku meletakkan alat sihir.
Dan benar saja lubang raksasa terbentuk disini, menyisakan pulau kecil dimana ada alat sihir disana
"Sekarang bagaimana cara kamu mengaktifkan alat sihirnya?" Valerie menatap alat itu
"Nanti bantu aku kembali saja"(Valerie) Valerie berjalan kesana. Meski dibawahnya ada lubang, Valerie berjalan saja seperti biasa
Mana membentuk pijakan untuk setiap langkahnya. Aku tidak bisa melakukan itu, apa harusnya aku jadi penyihir saja ya
Mana menutupi Valerie dan alat sihir. Semua rune bersinar dan mulai redup, hanya menyisakan rune air dan keseimbangan saja yang masih bersinar
Valerie selesai. Belasan rune air dan keseimbangan bermunculan membentuk bola yang menutupi alat sihir
__ADS_1
"Ventum" Dengan angin merah aku menarik Valerie dari sana. Air keluar dari bola rune mengisi seluruh lubang disekitarnya
"Ini akan perlu waktu lama. Ayo kembali, aku mau lihat bagaimana proses pekerjaan rumah"(Valerie)
"Apa itu tidak masalah ditinggal? Bagaimana jika airnya membuat banjir sekitar?" "Tenang saja berkat rune Stratera. Tidak akan ada hal konyol seperti itu"(Valerie)
"Baiklah kalau begitu kita kembali" Kami pergi ke rumah kami. Meski masih tidak ada tanaman keadaanya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Para pelayan juga mulai bekerja. Setiap ada pelayan yang lewat mereka menunduk sekali sebelum jalan lagi
"Apa tidak kebanyakan?" "Apanya?"(Valerie) "Pelayannya. Sudah lebih dari 10 orang lo"
"Tidak banyak tahu. Cuma 19 pelayan, 10 juru masak, dan satu butler"(Valerie)
"itu banyak" "Di kediaman Rosefield saja ada 50 orang. Dirumahku di ibukota ada 40 orang. Disini terlalu sedikit"(Valerie)
"Desanya saja masih belum ada penduduknya Masa rumah pemilik tanah sudah sebanyak itu orangnya?"
"Tenang saja. Keluarga para pelayan bisa jadi penduduk desa ini kan. Sama-sama untung"(Valerie)
"Terserah kamu lah. Darimana uang untuk membayar mereka?" "Kan ada hadiah dari raja"(Valerie)
"Aku bercanda"(Valerie) "Bercandanya gak lucu"
Keesokan harinya aku pergi kembali ke pemukiman Dwarf dan membicarakan soal membangun desa bawah tanah
Mereka mau saja melakukannya membuat semua ini jadi lebih mudah. Pembangunan desa berjalan dengan sangat cepat.
Desa berkembang dengan cepat hingga akhirnya kembali terhenti setelah 2 minggu
Karena tidak ada orang dan para pekerja sudah terlalu lama disini.
Akhirnya mereka semua kembali ke desa dan kota masing-masing menyisakan desa kosong tapi masih baru.
Sebaliknya desa bawah tanah milik Dwarf malah sudah selesai dan bisa menampung 50-70 orang
Pengen sekali aku memperkejakan mereka untuk membangun bagian atas. Tapi lebih banyak akan menimbulkan masalah daripada mendapat keuntungan
Aku juga mulai melatih para tawanan perang. Sejak pengkhianatan waktu lalu, jumlah pengguna Force dan tidak jadi berat sebelah.
Jumlah prajurit yang tidak bisa menggunakan Force mencapai 3 kali lebih banyak daripada yang bisa menggunakan Force
__ADS_1
Akhirnya aku melatih mereka dengan keras. Meski perlu waktu 3 minggu setengah dari jumlah mereka sudah bisa menggunakan Force
Setengahnya lagi mengikuti jejakku yang bisa menggunakan force rune. Hanya saja jauh lebih terbatas dan cuma bisa satu elemen saja.
Mereka kuberi nama Runes Troops. Di minggu itu juga ada beberapa pengungsi yang datang dari Rodigur.
Mereka sudah berjalan selama 2 bulan dan berjumlah 200 orang setengah lebih dari mereka mati di perjalanan
Mereka berasal dari desa di perbatasan antara Rodigur dan Stor. Akhirnya mereka bergerak kesini karena diapit oleh 2 medan perang.
Berkat kedatangan pengungsi desa mulai berjalan. Aku melanjutkan rencana awal dan kebetulan cukup banyak pemuda dari pengungsi yang bisa menempa.
Desa yang fokus pada menempa senjata sudah selesai. Butuh waktu 2 bulan lebih sampai senjata yang sudah siap bisa dijual lagi.
Dwarf juga memutuskan membuat tungku Force raksasa untuk memudahkan menempa. Awalnya aku menolak hal itu
Karena pembuatan tungku dibawah tanah akan membakar tanah apalagi yang ada dipermukaan merupakan rakyatku sendiri
Akhirnya setelah perdebatan sengit diputuskan untuk membuat tungku besar. Bukan cuma besar diatas tapi juga dibawah
Dan memiliki nama Eternal Furnace. Kegunaan benda ini sangat banyak meski yang utama melelehkan besi dan menempa
Semua berjalan lancar, para prajurit sudah mendapat perlengkapan yang lebih baik dan para tawanan memutuskan untuk setia pada wilayahku.
Aku juga sudah mulai membeli berbagai hewan dan bibit di luar wilayah kekuasaanku untuk mulai membangun distrik produksi makanan.
Meski belum bisa dibilang maju, desaku sudah berkembang dengan cepat sampai membuatku khawatir. Karena semua ini seolah-olah terlalu mudah
Dan benar saja berita tentang perkembanganku yang keterlaluan mulai terdengar oleh raja
Dan mendapat pinjaman dari sana berupa puluhan ekor sapi dan domba serta beberapa bahan pangan dan bibit untuk bercocok tanam.
Dan putra mahkota mulai tertarik dengan tempat ini membuat aku semakin khawatir saja.
Minggu berikutnya, berita medan perang semakin gawat. Bukan cuma tidak bisa bergerak. Mereka bahkan mulai kehilangan pasukan akibat penyakit dan luka.
Akhirnya keberangkatanku dipercepat. Untungnya meski desa belum cukup tapi sudah stabil
Aku berangkat kearah benteng Termonn dengan membawa 700 pasukan dan mereka semua pengguna Force untuk meraih kemenangan
**TO BE COINTINUE..***
__ADS_1