Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 73


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap tapi aku tidak berniat berhenti sama sekali. Aku harus tiba secepat mungkin ke desa dan mempersiapkan perangkap


"Panglima. Anda harus istirahat dulu"(Stain) Aku mengabaikan Stain dan terus memaksa rune milikku agar tetap berjalan


"Tuan anda harus istirahat atau anda akan mati"(Stain) "Aku tidak perduli Stain. Jika aku istirahat seluruh desa akan hancur"


"JOSH!!! LIHAT DIRIMU!"(Stain) Aku menatap kearah Stain "Aku tidak bisa berhenti sekarang Stain"


"Keadaanmu sangat buruk Josh, kamu akan mati jika dibiarkan"(Stain) "Aku tidak apa-apa Stain"


"Urus dulu semua darah diwajahmu itu sebelum bicara"(Stain)


Darah? Bukanya aku hanya berkeringat saja? Aku mengelap cairan yang ada diwajahku dan menyadari kalau itu memang darah.


"Dengar Josh, aku tahu kamu khawatir, gelisah, takut. Tapi kamu tidak sendirian, kesana dalam keadaan seperti ini bukan cuma membuatmu terbunuh. Melainkan membunuh kami juga, bagaimana moral pasukanmu melihatmu mati?


Karena keadaanmu sekarang seluruh pasukan juga gelisah, bertarung dalam keadaan seperti ini sama saja memerintahkan mereka bunuh diri bersamamu"(Stain)


Aku memperhatikan semua pasukanku. Benar, mereka semua terlihat kacau dan panik, seperti kekurangan istirahat.


"Dan kamu tahu apa yang lebih buruk? Bagaimana jika kamu kesana bersama kami dan mati? Apa desa bisa bertahan? Bagaimana jika tidak? Desa hancur dan kamu mati. Bukanya itu jauh lebih buruk?"(Stain)


Aku gegabah. Aku memang merasa cemas dan khawatir tapi memaksa semua pasukanku seperti ini juga bukan hal baik


Iya, aku memang sudah siap jika harus mati, tapi jika itu sia-sia bukanya sama saja aku melakukan hal bodoh?


"Kamu benar. Lebih baik kita istirahat dulu, seberapa jauh kita dengan Monrra?" Aku menghentikan rune yang kugunakan.


Kita berhenti bergerak "Tidak terlalu jauh mungkin hanya perlu seperempat hari dengan jalan kaki dan 3 jam dengan kuda"(Prajurit gagak)


"Baguslah, untuk sementara kuserah-" Aku kehilangan keseimbangan, mataku buram seketika dan kesadaranku hilang


Sepertinya aku memang agak kelewatan


***


Aku membuka mata, merasakan rasa sakit diseluruh tubuhku. Bahkan mataku rasanya terbakar sampai aku memutuskan memejamkan mata lagi


"Kuserahkan suamiku padamu, Stain"(Valerie)

__ADS_1


"Tenang saja nyonya. Aku pastikan tuan tidak akan gegabah lagi"(Stain)


"Aku tidak percaya dia menggunakan force sampai seperti itu, memangnya pertahanan desa selemah itu?"(Valerie)


"Tuan cuma khawatir saja"(Stain) "Sudahlah, aku pergi dulu. Masih banyak yang harus kulakukan sebagai Viscountess"(Valerie) "Selamat jalan nyonya"(Stain)


Apa yang dilakukan Valerie disini? Suara orang masuk ketenda terdengar "Apa yang dilakukan Valerie disini? Stain"


"Tuan sudah sadar? Nyonya membawa pendeta dan melakukan rapat tadi"(Stain) "Tanpaku?"


Aku membuka mata, rasa sakit yang kurasakan sudah jauh berkurang


"Tuan tidak sadar, dan keadaan tuan sempat kritis tadi"(Stain) "Begitu ya. Berapa lama aku tidak sadarkan diri?" "Semalaman"(Stain)


"Begitu ya. Apa hasil keputusan rapat?" "Rencanya membiarkan para Sand Cheetah mendekati garis terdepan, dan kita menyerang dari belakang sekaligus menghadang jalan mundur"(Stain)


"Itu rencananya? Ada 400 cheetah pasir dan dibelakangnya ada 10 Bronze cheetah. Jika kita menyerang bagian belakang, pasti harus menghadapi Broze cheetah. Dan tidak bisa mengatasi para Sand Cheetah dibagian depan kan?"


"Itu tidak masalah, pasukan dari Monrra yang akan mengatasinya"(Stain) "Bagaimana cara mengatasinya? Ada 400 loh, kecuali memiliki pasukan penyihir hampir tidak mungkin menghadapinya"


"Kan ada pasukan penyihir dibawah nyonya"(Stain) "Hah?!" Hah? Valerie punya pasukan? Ko aku bisa gak tahu


"Sepertinya aku perlu penjelasan lagi darimu"


Sejak kapan Valerie membuat pasukan itu? "Sudahlah, hal itu bisa kita bicarakan setelah mengurus para monster itu. Kapan mereka tiba? Lusa?"


"Tepatnya Lusa saat matahari sudah diatas kepala"(Stain) "Begitu ya, baiklah persiapkan diri saja menunggu mereka"


Sand Cheetah dan Bronze cheetah mereka diburu sampai punah karena suatu alasan. Biasanya mereka hanya muncul di Sriek Plains dan kerajaan sebelah timur Saniss


Kedatangan mereka selalu membawa badai pasir raksasa, meski mereka tidak menyerang siapapun. Badai pasir yang dibawa mereka bisa menenggelamkan yang ada dihadapannya


Apalagi mereka termasuk hewan buas yang ganas. Sekarang aku cuma bisa berharap pasukanku bisa bertahan melawan mereka


Kami membuat tempat berlindung bawah tanah agar para cheetah itu tidak menyadari kehadiran kami.


Rencana asli terus berubah sampai di kesepatan untuk membunuh semua cheetah itu. Aku, Stain dan pasukanku akan fokus pada Bronze cheetah


Mereka memiliki ukuran tubuh 3 meter, kulit dengan warna tembaga dan keras, dan bisa menggunakan angin

__ADS_1


Kelemahan mereka adalah fokus mereka yang buruk. Jika mereka di kepung dan diserang bersamaan, mereka akan mati dengan kesulitan melawan


Meski begitu serangan mereka jangkauannya luas jadi tidak bisa hanya sekedar mengandalkan jumlah saja


Keadaan jadi cukup tegang disini. Berbeda dengan sebelumnya dimana pasukanku cuma berfokus melawan monster biasa


Sekarang mereka akan melawan monster ber inti


Monster dengan inti memiliki kepandaian dalam menghadapi krisis


Berbeda dengan monster tanpa inti yang bertarung dengan insting. Makanya kebanyakan monster berinti tidak akan keluar dari habitatnya tanpa alasan


Karena itu gelombang cheetah ini menimbulkan pertanyaan untukku. Apa memang ini kejadian alami?


Berbeda dengan monster yang menyerang seluruh area Rodigur. Sand Cheetah dan Bronze cheetah merupakan monster asli daerah sini.


Kalau Sand Cheetah wajar untuk menyerang, tapu Bronze cheetah? Dengan kepemimpinan dari Bronze cheetah tidak mungkin mereka akan menyerang tempat lain selama tidak kehabisan makanan


Berkat keadaan Rodigur yang seperti ini, kehabisan makanan adalah hal mustahil bagi monster


Pasti ada alasan lainnya "Panglima!!!"(Stain) "Ada apa?" "Lihat ini!"(Stain) Surat pemberitahuan dari pasukan tikus!!


Aku mengambil surat itu


-Dari pasukan tikus


Akan terjadi gelombang serangan monster setiap minggu. Kami menyelidiki sampai di daerah bekas ibukota. Terlihat Bone Rhino dan Skull Rhino akan tiba dalam waktu 8 hari


Dibelakangnya terlihat beberapa monster lainnya kemungkinan akan terus terjadi selama beberapa bulan


"Astaga sebenarnya kenapa ini terjadi? Apa karena aku menunda ekspedisi?" "Kupikir itu yang aneh. Selama ini tidak ada pergerakan buruk daripara monster, mereka baru mulai bergerak minggu ini"(Stain)


"Apa ada sesuatu yang terjadi? Aku akan memberi perintah, berikan kertas padaku"


Salah satu prajurit gagak mengirimkan suratku dengan burung


Aku memerintahkan pasukan tikus untuk fokus memperhatikan perbatasan Stor. Semua kejadian ini sangat janggal dan aneh


Aku keluar dari tempat perlindungan. Terlihat dikejauhan ada badai pasir raksasa mendekat. Ada ratusan bayangan dibawahnya yang berlari dengan cepat kesini

__ADS_1


"Panglima Cheetahnya-"(Stain) "Aku tahu. Ayo bersiap berperang" Aku kembali masuk kedalam tempat berlindung.


**TO BE COUNTINUE....***


__ADS_2