Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 87


__ADS_3

Setelah terus mendesak penasihat raja, aku berhasil mendapat izin menghadap beliau di ruang tamu dalam kamar raja


Mereka terus mengatakan kalau raja tidak sehat. Kalau bukan karena informasi dari Sila aku akan mempercayainya


Dan hebatnya aku menunggu disini sudah lebih dari sejam. Kemana raja itu? Setelah setengah jam lagi raja baru muncul dibantu oleh putra mahkota


Aku berdiri dan membungkuk kearah raja


"Hormatku kepada yang mulia" "Viscount Monrra maaf sudah membuatmu menunggu, seperti yang kamu lihat badanku tidak dalam kondisi yang baik. Jadi aku tidak bisa menemanimu terlalu lama"(Raja)


Baru datang udah mengatakan untuk bicara intinya saja. Memangnya dia tidak sadar membuatku kerepotan


"Maaf yang mulia, perang itu. Anda serius ingin melakukannya?" "Tentu saja. Bukanya kamu yang harus senang melakukan perang ini, Viscount"(Raja)


"Maaf yang mulia. Mereka raksasa kekuatan mereka luar biasa, pedang biasa tidak bisa menembus kulitnya. Bahkan meski menggunakan Force mereka masih bisa menahannya. Ini bukan perang melainkan perintah bunuh diri"


"Bukanya kamu bisa mengurus mereka? Melihat perang di Termonn kamu menangkan"(Raja) "Yang mulia, itu berbeda. Hamba menggunakan siasat licik dan perangkap yang mengorbankan seluruh benteng. Itu saja mengakibatkan 200 orang meninggal"


"Viscount Monrra. Coba pikirkan apa yang bisa didapat dengan perang ini. Meski tidak menang sekalipun pasti cukup membuat kerajaan lain memandang tinggi, jadi dicoba dulu"(Raja)


Aku cuma bisa menepuk kepalaku "Yang mulia, apa yang mulia berpikir ingin menyatukan seluruh benua ini?" "Begitulah adanya"(Raja)


"Apa yang mulia berpikir akan bisa melihat itu terjadi?" "Tentu saja. Meski tidak sekalipun anak-anakku yang akan mewujudkannya"(Raja)


"Jika itu keinginan yang mulia, hamba hanya bisa berjuang sekuat tenaga saja. Hamba permisi"


Aku keluar setelah memberi hormat pada raja


"Sila" "Aku disini tuan"(Sila) Sila muncul dibelakangku "Tetap gunakan Umbra. Beritahu keadaan perbatasan Stor!"


"mereka sudah bergerak berjumlah 100 dan mereka bergerak ke empat arah. Satu kearah ibukota melalui kota Runty, satu kearah desa Mansturi, dan 2 kearah Monrra melalui Termonn"(Sila)


"Perang kali ini cukup merepotkan. Berapa lama waktu yang ada?" "2 bulan terlama dan 1 bulan tercepat"(Sila) "Bagaimana dengan pembentukan pasukan tambahan?"


Karena keadaan mendesak aku membeli ratusan budak dan juga mewajibkan militer bagi yang memiliki Force meski banyak yang belum memilikinya jadi mau tidak mau dilakukan pelatihan pembangkitan Force


Berkat Sani meski belum mencapai ratusan sudah mendekati puluhan bahkan sampai ke jumlah 70 orang

__ADS_1


"Pasukan formasi yang terdiri dari Tanah, Laut, Langit, dan Neraka sudah selesai hanya perlu latihan lebih. Untuk pasukan ekor naga juga sudah terbentuk tapi perlu beberapa minggu lagi untuk membentuk pasukan taring naga dan racun naga"(Sila)


"Sudah kuduga masih perlu waktu. Minta Viscountess untuk menerbitkan permintaan pada tentara bayaran untuk persiapan perang dan berikan surat yang dikamar padanya"


"Surat yang dimeja?"(Sila) "Ya, lebih baik cepat"


"Aku mengerti"(Sila) Keberadaan Sila menghilang


untuk sekarang aku harus menghimpun bantuan dulu


Aku pergi ke ajudan administrasi. Letaknya dekat dengan ruang dokumen, ajudan administrasi berfungsi untuk membuat janji penting dan menyampaikannya ke pangeran atau raja


Pria dengan kaca mata dibelakang meja menatap kearahku "Viscount Monrra? Ada yang bisa kubantu?"(Pria)


"Tuan muda Tarman. Bisa beri aku bantuan"


"Tentu jika itu masih kuasaku"(Tuan muda Tarman) "Aku ingin bertemu pangeran ketiga bisa sampaikan kalau perlu sekarang juga karena ini penting sekali"


"Kalau itu agak sulit paling cepat besok pagi"(Tuan muda Tarman) "Baiklah hanya saja desa Mansturi akan musnah"


"Ini penting. Ikuti aku sekarang"(Tuan muda Tarman)


Aku mengikuti Tuan muda Tarman kearah kamar diistana. Tuan muda Tarman merupakan anak kedua dari Marquess Tarman


Meski tidak memiliki hak sebagai penerus berkat kepandaiannya sekarang bisa menjabat di Istana


Tanpa terasa kami sudah tiba di depan kamar yang pintunya saja sudah besar


Pintu terbuka keluarlah prajurit darisana dan mempersilahkan kami masuk. Didalam ada ruangan besar dengan 4 pintu


Tuan muda Tarman mengarahkanku ke pintu di kiri "Tunggu sebentar disini tuan Viscount"(Tuan muda Tarman)


Tuan muda Tarman masuk tidak lama kemudian keluar "Silahkan tuan Viscount"(Tuan muda Tarman) Aku mengikuti masuk kedalam


Yang ternyata ini merupakan ruang kerja dan duduk dibalik meja adalah pangeran ketiga


"Viscount Monrra silahkan duduk. Siapkan teh"

__ADS_1


"Baik pangeran"(Pelayan wanita) Aku duduk di sofa yang lumayan jauh dari meja pangeran ketiga


Pangeran ketiga juga berdiri dan pindah ke salah satu sofa di seberangku "Tumben sekali Viscount"(Pangeran ketiga)


"Kalau bukan urusan mendesak hamba tidak akan menemui pangeran" "Mendesak? Perang dengan Stor?"(Pangeran ketiga)


"Itu salah satu alasannya. Tapi yang ingin kusampaikan lebih mendesak lagi. Stor menyerang" Pangeran ketiga mematung sebentar


"Kamu jangan bercanda"(Pangeran ketiga) "Seandainya bisa. Mereka juga bergerak ke ibukota, sepertinya rencananya menghancurkan kerajaan seperti kerajaan Bord terdahulu"


Kerajaan Bord adalah kerajaan kecil disamping kerajaan Stor. Aku sempat mempelajari sejarahnya bahwa kerajaan itu musnah dalam 3 jam karena menyinggung Stor


"Kamu serius soal itu? Aku sempat berpikir kalau Ayahanda agak gegabah tapi kalau seperti ini apa bisa kita menahannya? Menurutmu bagaimana?"(Pangeran ketiga)


"Kita tidak bisa menahannya sama sekali. Kekuatan setiap raksasa bisa menghancurkan satu desa jika mereka ada lebih dari 10 kota besar sekalipun akan runtuh apalagi mereka dilengkapi peralatan dari Mithril"


"Pangeran tehnya"(Pelayan) "Ah terima kasih. Ambilkan peta juga"(Pangeran ketiga) "Baiklah pangeran"(Pelayan)


"Apa Viscount bisa mengalahkan mereka?"(Pangeran ketiga) "Hamba tidak yakin. Hamba sudah membuat beberapa pasukan yang memiliki kemampuan untuk itu, hanya saja mereka pasukan baru dan belum terlalu ahli. Untuk senjata bisa dibilang tidak ada yang bisa melukai mereka sama sekali"


"Pangeran. Ini petanya"(Pelayan) "Terima kasih. Kamu bisa keluar"(Pangeran ketiga) Pangeran membuka peta itu


"Maaf Viscount bisa ditunjukan rute mereka"(Pangeran ketiga) Aku memperhatikan peta dan menunjuk 3 tempat


"Bekas Termonn, desa Mansturi dan desa Wrill. Ini adalah tiga tempat awal mereka tiba. Jumlahnya ada 25 orang setiap tempat"


"Cukup jauh. Perlu seminggu untuk kesana dari sini. Apalagi meminta bantuan dari mereka sama susahnya"(Pangeran ketiga)


"Hamba sudah memberangkatkan prajurit saat menerima ini. Hamba yakin pasukan hamba bisa membuat garis pertahanan disini di Rodigur tengah. Disinilah pertemuan ke seratus raksasa itu"


"Dengan begitu kita tidak perlu panik mengatasi berbagai medan perang tapi bukanya itu jauh lebih berat?"(Pangeran ketiga)


"Justru dengan begini beban kita akan lebih ringan. Menanggung tiga medan perang yang lain sangat berat dan bisa membuat perpecahan. Aku yakin ini jalan terbaik karena itu hamba mohon agar pangeran membicarakannya dengan yang mulia"


"Baiklah sepertinya itu satu-satunya cara"(Pangeran ketiga)


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2