
Aku terkejut melihat tempat ini. Apalagi dari atas ternyata ada lubang tempat masuknya sinar matahari
"Kalau hujan gimana tuh?" "Ditutup lah. Pake nanya"(Dwarsen) Meski tidak terlalu ramai tapi ada banyak Dwarf disini
"Kamu sudah kembali. Bolos lagi"(Dwarf wanita) Aku memperhatikan wanita Dwarf yang datang.
Tubuhnya bisa dibilang berotot meski wanita yang membedakan tidak memiliki jenggot ataupun kumis
"Sembarangan saja. Lagipula pemilik benteng sudah berganti, untuk sekarang kami libur dulu"(Dwarsen)
"Kamu itu cari alasan saja. Dia ini pemilik benteng yang baru"(Dwarf wanita) "Saya Josh untuk sementara jadi pemilik benteng ini"
"Sementara? Kenapa begitu? Terserahlah, aku Anita istri dari pria gendut dan jelek itu"(Anita)
"Janganlah begitu. Meski bagaimanapun aku ini yang terkuat tahu"(Dwarsen)
Setelah sedikit mengobrol. Dwarsen mengajak aku kebagian belakang desa, yang lain memilih pergi dan menghabiskan waktu dengan keluarga
Kami berjalan sampai kesebuah gua lain "Disanalah. Penghasil mithril"(Dwarsen) "Apa itu tambang?"
Aku menatap kedalam dan tidak terlihat apapun. Tapi entah mengapa aku merasa ada sesuatu disana
Tiba-tiba gigi raksasa terlihat yang membuatku langsung mundur. Dibalik gigi-gigi itu ada kumpulan gigi yang membentuk lingkaran
"Apa itu?!!!" "Kaget ya. Dia ini Mine worm, bisa dibilang dewa kami"(Dwarsen) "Hah?! Dia dewa?"
"Bukan itu maksudku. Mine worm inilah yang menghasilkan Mithril, hanya saja perlu banyak bahan untuk membuat satu"(Dwarsen)
"Bagaimana cara cacing itu membuat Mithril?" "Dengan memakan besi. Apa kamu tahu kalau Mithril itu pertama ditemukan di kerajaan Dramons, itu ditemukan oleh leluhur Dwarf. Saat itu mereka sedang membasmi cacing ini, hanya saja mereka menemukan kotoran cacing ini yang sangat keras lebih keras daripada besi yang ditambang. Akhirnya malah ditangkap dan kami pelihara di tambang besi"(Dwarsen)
"Apa mereka tidak membahayakan?" "Tidak, mereka cuma memakan batu, tanah dan kotoran yang diterkandung didalamnya"(Dwarsen)
"Tapi tadi besi?" "Ahh... Maksudku campuran yang ada didalam besi itu. Mereka tidak memakan besi itu sendiri, melainkan di ***** dan dibersihkan baru dikeluarkan"(Dwarsen)
"Tapi, hubungannya dengan Mithril?" "Kalau kasus itu agak unik sih. Kami menempa besi yang dicampur baja, setelah itu baru dimakan dia ini. Setelahnya kami tempa lagi setelah 4 kali Mithrilpun jadi"(Dwarsen)
"Begitu ya, apa berat untuk membuatnya?"
"Sebenarnya sih tidak. Sekali membuat Mithril bisa langsung jadi 10 kg"(Dwarsen)
"Ya itu cukup. Kalau begitu aku pergi. Sampaikan salamku untuk Anita"
"Udah itu aja? Kamu tidak serakah atau apa gitu?"(Dwarsen)
__ADS_1
"Untuk apa? Aku merasa sudah cukup dengan ini semua kok" Aku pergi meninggalkan pemukiman itu.
Sebenarnya jika dipikirkan mereka termasuk penghuni ilegal kan? Lagipula kalau diizinkan penguasa disini harusnya bisa dianggap legal lah.
Aku tersesat beberapa kali sebelum aku mencapai kebenteng lagi. Astaga kalian Dwarf apa tikus sih? Harus membuat lubang seperti itu.
Aneh.. Aku bisa mendengar keributan dari prajurit. Aku keluar dan menghalangi jalan prajurit yang lewat
"Ada apa ini?!" Aku menatapnya yang membuka mulutnya lebar-lebar
"PANGLIMA DISINI!!! PANGLIMA DISINI!!!"(Prajurit)
Aku menutup kuping karena terkejut. Apalagi melihat dia yang langsung pergi begitu saja.
Astaga sebenarnya ada apa...
Entah kenapa perasaan ku seperti mengalami Dejavu ya. Dikejauhan Sirus datang dan langsung menarik kerahku "Kamu kemana saja brengsek?! Ada tamu untukmu gelarnya terlalu tinggi untuk kami hadapi"(Sirus)
Utusan dari istanakah "Dimana dia?" "Di ruang tamu"(Sirus) "Kalau begitu minggir!!"
Aku berlari kearah ruang tamu dan membuka pintu
"Ohh.. Darimana saja kamu?"(Lizra) Aku terdiam menatap kedua nona itu. Kenapa bukan utusan dari istana?
Ya, ya aku yakin kamu benci sekali padaku karena tidak mati dalam perang ini
"Tidak perlu alasan kan untuk menemui teman. Apalagi aku guru dari calon istrimu ini"(Lizra)
Calon apanya? Pasti kamu menggunakan kekuasaan dari Duke Vrambel untuk menekan raja
"Maaf ya, cuma bisa disajikan teh saja. Karena kami kekurangan persediaan soalnya"
"Tidak perlu dipikirkan soal itu. Kalau begitu kita mulai tujuan kami sebenarnya"(Lizra)
Sudah kuduga. Aku duduk di sofa didepan Lizra "Apa kamu tahu kalau kabar kekalahan kamu sudah menyebar di ibukota?"(Lizra)
"Kalah? Pasti mereka kan?" "Benar. Prajurit duke Racantry. Mereka berjumlah 200 orang dan mengabarkan kekalahanmu di ibukota.
Karena itu ibukota melupakan soal kamu"(Lizra)
"Begitu ya. Jadi bagaimana tanggapan mereka tentang hadiah yang aku kirim?"
"Itu yang lucu. Jangankan mereka, aku saja terkejut melihat senjata sihir buatan Dwarf itu"(Lizra)
__ADS_1
"Buatan Dwarf? Senjata itu?" Aku sudah tahu sih. Tapi lebih baik tetap pura-pura tidak tahu kan?
"Berkat itu ada beberapa kecurigaan tentang Rodigur dan Stor seperti kalau Rodigur bekerja sama dengan pengkhianat kerajaan dwarf atau memang menculik beberapa Dwarf hanya saja tidak ada bukti pastinya"(Lizra)
"Memang sih" Lizra melirik Valerie "Hei. Kamu diam saja, malu atau bagaimana?"(Lizra)
"Tidak bukan... Baguslah kamu tidak mati dalam perang itu"(Valerie)
Sepertinya dia benar-benar membenciku sampai ketulang. Sampai menatap wajahku saja tidak bisa
"nona Rosefield. Aku tahu perjodohan yang diperintahkan raja memang memberatkan, dengan jasaku. Aku akan mencoba membatalkan pernikahan kita"
Valerie akhirnya menatapku "Apa kamu tidak tahu kalau itu sama saja menghina raja?"(Valerie)
"Tentu saja aku tahu. Tapi menerima hadiah berupa penderitaan orang lain itu tidak benar dan akupun tidak mau"
"Sudah, sudah bagaimana kalau dengar keputusan Valerie sendiri. Kamu mau tidak menikah dengan Josh?"(Lizra)
"Tidak perlu. Nona Vrambel pasti dia juga merasa tertekan karena hal ini"
"Aku tidak masalahsihmenikahdenganmu"(Valerie)
Tadi dia ngomong apa? Suaranya terlalu kecil
Anehnya saat aku melihat kearah Lizra, dia tersenyum lebar
"Kamu tahukan Valerie seperti apa. Kalau dia tidak mau pasti sudah pergi dari rumah dia. Bukannya menurut seperti ini"(Lizra)
Tunggu dulu perkataan itu masuk akal. Tapi bagaimana kalau ditekan ayahnya? Itu juga tidak mungkin, Count Rosefield juga tidak suka denganku
"Tapi bagaimana dengan tuan Count?" "Tenang saja. Dia juga setuju dengan pernikahan ini"(Lizra)
"Bukannya itu aneh? Menurutnya aku menghinanya kan? Bukanya dia harusnya ingin membunuhku"
"Tapi menjalin hubungan denganmu itu menguntungkan, karena itu dia menyetujui pernikahan kamu"(Lizra)
Aneh.. Benar-benar aneh apa itu pernikahan politik ya? Aku benar-benar tidak mengerti soal ini
"Lupakan soal itu. Apa kamu menemukan Mithril ditempat ini?"(Lizra) "Selain yang kukirim tidak ada mithril sama sekali disini, sepertinya soal itu bohong"
Melihat wajah terkejut Lizra aku yakin dia percaya sepenuhnya kalau disini ada tambang Mithril
Tapi maaf saja keberadaan para Dwarf harus dirahasiakan
__ADS_1
**TO BE COUNTINUE...***