
Tangan kiriku dibalut dengan perban "Ya, itu sudah semua. Merupakan keajaiban tidak ada luka berat lain setelah berperang dengan rombongan cheetah itu"(Pendeta)
"Jika bukan karena istriku, tanganku tidak akan seperti ini" Pintu terbuka dan terlihat Valerie disana
"Sayang kamu tidak apa-apa?"(Valerie) Valerie mendatangiku dan melihat tanganku "Astaga apa yang terjadi dengan tanganmu"(Valerie)
"Hangus" Mendengar perkataanku Valerie cuma meringis saja "Maaf"(Valerie) "Ya, tuan meski selain tangan tidak ada lagi bagian tubuh yang terluka. Tapi tetap saja tuan perlu istirahat"(Pendeta)
"Baiklah aku mengerti" "Saya undur diri dulu"(Pendeta) Pendeta itu pergi dan aku ditinggal berdua dengan Valerie
"ada banyak yang harus kita bicarakan ya. Sayang" "Lebih baik tunggu dirumah aja bagaimana? Kerjaanmu numpuk tau"(Valerie)
"Hei, aku disini terluka akibat kamu. Tapi kamu malah menyuruhku kembali kerja"
"Ya, aku tahu. Tapi kan lebih enak bicaranya dirumah aja, apalagi kamu sedang terluka"(Valerie)
"Aku gak suka buang-buang waktu. Jadi yang pertama, apa kata Dwarsen?" "Masalah buaya?"(Valerie) "Ya, itu"
"Sebenarnya itu juga yang aku bicarakan denganmu"(Valerie) Valerie mendekatkan wajahnya ke telingaku
"Para Dwarf bisa membuat kristal sihir"(Valerie) Aku langsung duduk "Kamu serius?" Valerie mengganguk
Kristal sihir adalah sumber daya yang sangat berharga bagi penyihir dengan benda itu ratusan benda sihir bisa dibuat
Benda sihir bisa mendukung kerajaan sepenuhnya. Rodigur sekuat itu dengan bantuan kristal sihir
Awalnya aku bingung kok bisa kerajaan yang terkenal akan besi dan pedang bisa menggunakan meriam sihir yang tidak dimiliki oleh Voldugur. Sekarang semuanya jelas
"Apa kristal itu yang membuat tempat ini berubah?" "Cuma setangahnya yang benar. Yang paling tepat berkat mayat hewan yang kamu bawa tempat ini berubah"(Valerie)
"Begitu ya. Ngomong-ngomong bukanya kamu harus menjelaskan tentang pasukan penyihir yang kamu buat?"
"Ahh... Soal itu, bagaimana kalau bicarakan dirumah saja"(Valerie) "Kenapa kamu terus memaksa untuk membicarakannya dirumah sih? Mencurigakan tau"
"Aku takut ada yang mendengar saja"(Valerie) "Benar juga masalah itu. Bagaimana dengan mata-mata kerajaan?"
__ADS_1
Kerajaan menyebar mata-matanya keseluruh wilayah disekitarnya, bisa dibilang mereka hampir mengetahui segala hal tentang wilayah-wilayah itu
Bahkan di Monrra juga banyak mata-matanya benar-benar dah. Padahal bisa dibilang akses untuk ke ibukota sangat sulit disini
Tapi bisa ada belasan mata-mata. Benar-benar hebat atasan mereka itu "Soal mata-mata itu mungkin setengah dari mereka sudah mati"(Valerie)
"Kamu memerintahkan membunuh mereka?"
"Tentu saja tidak.. Selama tidak di Monrra apa urusanku"(Valerie) "Terlalu gegabah. Bagaimana jika raja sampai curiga?"
"Tenang saja itu disamarkan dengan serangan daripara Cheetah. Salah mereka sendiri berusaha pergi saat tempat ini diserang"(Valerie)
"Mereka kan mata-mata kenapa bisa seceroboh itu?" "Ahh... Kalo itu kerjaanku, aku memerintahkan pada Farel dan pasukannya untuk memanah semua burung yang keluar dari desa ini dengan dalih persiapan perang. Bahkan para warga membantu, hal ini menyebabkan mata-mata tidak bisa mengirim informasi sehingga terpaksa harus pergi sendiri"(Valerie)
"Lalu monsternya?" "Kita punya banyak pasukan gagak dan tikus kan? Aku meminta mereka merasuki kuda dan memancing beberapa cheetah untuk mengejar. Meski akhirnya kita kehilangan kuda itu"(Valerie)
"Ya, kamu memang gila. Baiklah aku akan kembali ke mansion, sekalian siapkan ruang rapat dan panggil semua ajudanku. Kamu juga ikut rapat nanti"
"Apa ini masalah pasukan ku?"(Valerie) "Ya itu salah satunya" "Aku mengerti. Lara kemari sebentar"(Valerie)
Dayang Valerie yang ikut dari ibukota mendatangi Valerie "Apa yang bisa saya bantu nyonya?"(Lara)
"Baik nyonya. Hamba undur diri dulu"(Lara) Lara pergi keluar "Bagaimana ibukota?" "Putra mahkota benar-benar berencana menghancurkan kita"(Valerie)
"Begitukah. Apa ini informasi dari Sila?" "Ya. Bahkan bangsawan disekitar kita memotong semua persediaan dan bantuan, ditambah yang mulia juga menutup mata soal ini"(Valerie)
"Kapan itu dimulai?" Jika blokade sudah dilakukan dari awal harusnya aku tidak bisa ke Vendra melalui jalur aman sebelumnya kan?
"2 hari setelah kamu sampai desa Vendra"(Valerie) "Jadi bisa disimpulkan kalau tidak ada bantuan sama sekali ya. Ngomong-ngomong bagaimana dengan Viscount Rosefield? Dia kan juga berada di kubu netral"
"Keadaan ayah sama buruknya. Meski tidak separah keadaan kita, ayah dibatasi agar tidak melakukan aktifitas diluar wilayah kekuasaan juga di kucilkan di antara bangsawan yang mendukung putra mahkota"(Valerie)
"Sebenarnya apa alasannya putra mahkota melakukan hal ini? Tidak perduli sebodoh apa aku ini. Aku tahu yang dilakukannya merugikan diri sendiri"
"Karena kabar penurunan raja sudah dipastikan. Raja berniat melakukan prestasi besar sampai dicatat dalam sejarah untuk menandai penurunanya"(Valerie)
__ADS_1
"Perang itu... Benar-benar menyebalkan, kita kembali dulu saja. Mendengar hal ini akan membuat kepalaku semakin sakit saja"
Aku bersiap dan kembali kedalam mansion, seluruh mansion sudah berubah jauh. Sepertinya Valerie kembali merenovasi mansion ini
Setelah berganti pakaian, aku pergi ke ruang rapat di mansion ini. Didalam sana yang lain sudah hadir termasuk Valerie
"Maaf memanggil kalian setelah kita mengalami serangan seperti ini. Soalnya waktu kita tidak banyak lagi"
"Masalah gelombang monster berikutnya ya?"(Stain) "HAH?!!! Ada lagi?"(Sirus) "Tunggu sebentar! Apa maksudnya dengan gelombang monster lain? Kukira cuma sekali. Tidak pernah ada gelombang monster beruntun yang menyerang berkali-kali seperti ini"(Lusar)
"Ya, itu yang aku mau bicarakan. Pasukan tikus sudah membuktikan dan mereka sendiri yang mengirim informasi soal ini. Menurut perkiraan gelombang monster akan terus terjadi sebulan penuh dengan jarak waktu setiap gelombang satu minggu"
"Kita tidak akan bisa bertahan!! Bagaimana dengan bantuan? Apa ada bantuan yang menuju kesini?"(Laria)
"Sayangnya tidak ada. Putra mahkota memblokade jaringan informasi membuat kita terkucilkan. Jadi kita tidak bisa mengirim permintaan bantuan"
"Apa istana tidak tahu soal ini?"(Mia) "Pasti tahu"
"Bukanya mata-matanya sudah--"(Valerie)
"Kamu meremehkan mata-mata Valerie. Yang jelas adalah bagaimana caranya kita bertahan. Tadinya aku tidak mau menggunakan ini"
"Jangan-jangan"(Mia) "Ya, keluarkan senjata yang kita simpan sebelumnya" Aku sudah lama meminta pada Dwarf untuk membuat senjata pertahanan benteng
Setelah sekian lama berhasil dibuat 100 unit balista dan Arrow canon. Masing-masing terdiri dari 70 ukuran kecil dan sisanya besar.
Aku bahkan menyembunyikan ini semua dari para ajudanku untuk menjaganya agar tetap rahasia
"Apa jenis monster yang datang?"(Farel) "Bone dan Skull Rhino" "Mereka bukan monster yang suka menyerang desa kan?"(Lusar)
"Itu benar bahkan kepunahan mereka karena tulangnya. Mereka bukan monster yang agresif menyerang desa yang tidak menggangu mereka"(Laria)
"Aku tahu itu. Hanya saja gelombang monster yang terus menyerang adalah situasi yang aneh.
Seolah-olah ini semua adalah buatan"
__ADS_1
Mendengar perkataanku semua orang langsung diam. Meski aku tidak mengatakan perbuatan siapa pasti semuanya sudah memperkirakannya
***TO BE COUNTINUE....***