
Setelah memastikan semuanya aman aku dan pasukanku mulai bergerak kedalam hutan.
Sila sudah memberi kabar pada pangeran ketiga untuk bersiap menyerang setelah kuberi sinyal
Rencananya aku dan pasukan pangeran ketiga akan melakukan serangan 2 arah kepada para raksasa
Setelah memenangkan perang kami akan beristirahat di desa raksasa yang sebelumnya berhasil kami taklukan
Masalahnya monster disini. Green Bison ada dan beraktifitas di Wild Savana, Forest Tiger dan Big Wolf yang beraktifitas didalam hutan
Selain mereka juga ada beberapa monster lain yang tidak akan menyerang lebih dulu tapi tidak bisa diremehkan seperti Nature Elephant dan Giant Snake
Selama kami menghindari kedua monster itu mereka tidak akan menyerang. Selain itu banyak monster serangga berukuran bayi manusia yang juga cukup menggangu meski mereka tidak terlalu mematikan
Kami memasuki hutan yang dimana pohonnya sangat besar bahkan raksasa saja kalah besar dengan pohon disini
Apalagi bukan cuma satu melainkan sehutan ada ratusan bahkan ribuan pohon raksasa disini. Keributan mulai terjadi setelah beberapa menit memasuki hutan
Beberapa serangga menyerang ada kelabang, belalang, Mantis, Nyamuk bahkan lalat tujuan mereka adalah pasokan yang kami bawa untungnya tidak ada banyak makanan disana kebanyakan merupakan perban dan obat-obatan
Tapi itu tetap saja menyebalkan bahkan prajuritku sampai memburu setiap serangga itu. Perjalanan jadi terhambat karena obat-obatan yang berceceran
"Sebenarnya kenapa sih harus menggunakan kereta terbuka seperti ini untuk transportasi pasokan? Kenapa tidak kereta yang raksasa saja?"(Sirus)
"Kalau kita menggunakan kereta itu bakal lebih banyak masalah lainnya Sirus. Pertama kereta itu terlalu besar dan tempat ini tidak rata, bakal berapa kali kereta tersangkut? Dan kedua berat mau kamu menariknya?"
"Hmm... Kalian sudah bertengkarnya? Kita kedatangan tamu"(Sila) Perkataan Sila sukses membuat kita semua menatap kedepan
Ada 10 Forest tiger disana dan satu Zamrud Tiger
Baru masuk dan kami mengalami masalah seperti ini
"SILA MUNDUR DAN BERPENCAR!!! YANG LAIN BUAT LINGKARAN DIMANA SEMUA PENYERANG JARAK JAUH DITENGAH!!!"
Kami semua langsung bergerak Sila, pasukan gagak, dan pasukan serigala langsung melesat dan berpencar kearah belakang
Berkat itu Forest tiger langsung melesat kearah Sila dan pasukan yang mundur. Dan Zamrud Tiger melesat kearahku
__ADS_1
"MUNDUS!!!" Dinding tanah berlapis muncul didepan dan dibelakangku. Ledakan terjadi, pertahanan bagian depan langsung hancur
Aku menahan cakar Zamrud tiger dengan kedua pedangku yang kusilangkan. Zamrud Tiger rupanya mirip dengan Forest Tiger yang memiliki bulu coklat kayu dan belang hijau daun
Hanya saja bulu diseluruh kepalanya memiliki warna hijau gelap dann cakarnya hijau menyala.
Cakar dari Zamrud Tiger memiliki racun pelumpuh jika terkena cakarannya seluruh tubuh akan lumpuh sementara
Selain itu Zamrud tiger juga sangat cepat dan bisa mengendalikan angin jauh lebih hebat daripada Forest tiger.
Aku tahu bakal menghadapi dia saat membawa pasukan kesini tapi tidak secepat ini. Beberapa forest tiger muncul dari depan dan langsung menyerang pasukanku
Pilar tanah keluar dari bawah zamrud tiger memaksanya mundur. Tapi dinding lain muncul dibelakangnya memblokir arah kaburnya
"Sirus sesuai rencana!! Kuserahkan padamu" Dinding tanah juga muncul dibelakangku begitu juga sekitar Zamrud tiger mengurung kita berdua didalam bola tanah merah raksasa
"Kupikir kita bakal berhadapan siang nanti, tapi kamu malah menyerang sekarang" Aku memperhatikan zamrud tiger. Matanya bersinar hijau dan mencari keberadaanku
"Infernus" Gelombang api keluar dari pedangku membakar Zamrud Tiger hingga dia kebingungan dan panik
Dalam kepanikannya harimau itu menabrak dinding dan mencakarnya sampai hancur untuk melarikan diri
Harimau itu berbalik dan mencakar kedepan membuat cakaran angin raksasa yang menghancurkan gelombang api dan tanah itu
Aku melesat melewati asap ledakan dan mengayunkan pedangku. Harimau itu mencakar kearahku, pedang dan cakar beradu membuat ledakan yang mementalkan diriku.
Tapi cakar harimau itu terbakar. Aku berdiri menusukan pedangku ketanah dan ku ayunkan kedepan membuat gelombang api didalam tanah dan akhirnya membentuk pilar api raksasa yang membakar harimau itu
Aku bergerak cepat kedalam api dan menusuk leher harimau itu dengan pedang "Ventum" Bersamaan dengan aku menarik pedangku, kepala harimau itu terputus
Tubuh harimau tanpa kepala jatuh ketanah masih dalam keadaan terbakar. Aku membelah tubuh harimau itu dan mengambil inti monsternya
Tidak menunggu lama kami semua berhasil membunuh Forest tiger yang menyerang. Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan
Sebelum senja kami sudah berada di perbatasan hutan yang mana merupakan perkemahan milik para raksasa
Menurut Sila jumlah mereka 150 orang, raksasa memburu para Bison untuk para Bison demi bertahan hidup menyerang kearah pasukan pangeran ketiga
__ADS_1
Karena hal itu pasukan itu tidak membuat kemajuan sama sekali
"Sesuai rencana persiapkan formasi kita akan menyerang"
Semua pasukanku bersiap 70 orang pasukan taring naga bersiap dengan naik keatas pohon, Sila dan pasukan langit bersiap dibagian belakang, aku akan memimpin pasukan Bumi dan Neraka untuk serangan pembuka, sisanya akan diatur oleh Sirus
"Pasukan Bumi. Kurung mereka!!! Mundus!!!" Aku menghentakkan pedangku ke tanah dan membuat dinding mengelilingi kemah mereka
Pasukanku juga mengikuti "Terra"(Pasukan Bumi)
Berkat itu dinding tanah berlapis terbentuk yang aku pikir cukup untuk menahan serangan selanjutnya
Tindakan kami membuat para raksasa kaget dan seketika kacau "BAKAR MEREKA!!! Infernus" "Infernus"(Pasukan Neraka) Tsunami api warna warni terjadi membakar para raksasa meski tidak ada yang berguna
"Para semut itu!!"(Raksasa) "BUNUH MEREKA!!!"(Raksasa) Semua raksasa langsung berlari kearah kami
"Sila giliran kalian. Sirus alihkan perhatian mereka, sisanya lancarkan serangan kearah kepala mereka!!!"
Aku dan pasukan dibawahku menyerang bagian kepala sementara pasukan taring naga mulai menyerang leher mereka
Sirus dan pasukannya menyerang bagian kaki para raksasa. Hanya makan waktu beberapa jam jumlau raksasa sudah menghilang setengah membuat kami berhasil memenangkan perang ini dengan kematian jenderal mereka
Raksasa yang tersisa sudah memakai kalung budak dengan begitu perang didaerah ini selesai.
Aku dan pasukanku bergerak ke tempat pasukan pangeran ketiga
Sepanjang jalan kami melewati lautan mayat manusia yang tidak ada yang utuh. Mereka jadi makanan para Bison atau monster yang tersembunyi disini
Kedatangan kami disambut pangeran ketiga. Aku langsung memerintahkan pasukanku untuk memasak dan memberikan perawatan yang terluka
Menurut pangeran ketiga kekalahan tanpa henti sudah membuat moral pasukan jatuh apalagi sejak terputusnya pasokan perang
Kalau aku tidak datang pangeran ketiga akan memutuskan untuk mundur dari sini dan bergabung bersama pasukan Monrra
Aku terdiam mendengarnya, karena tahu tidak bisa menang mending ikut sama yang kuat saja
Itukah sifat pangeran ketiga selama ini? Tidak bisa dipercaya
__ADS_1
***TO BE COUNTINUE...***