
Medan perang semakin berantakan, korban berjatuhan dari pihak kita tapi dari pihak mereka satupun tidak ada korbannya
Ledakan terus terjadi tanpa henti memaksaku untuk maju menolong para prajurit di garis terdepan
"Terra" Dinding tanah muncul menahan kaki raksasa. Aku berdiri didepan prajurit yang dalam bahaya
"Mundur menjauh dari sini!!" Tanah merah yang menahan kaki raksasa itu hancur, tinju raksasa mengarah kearahku
"Cepatlah!!! Turbo!!" Tornado keluar beradu dengan tinju raksasa. Raksasa sedikit terdorong sampai force merah memenuhi tinju raksasa dan membuat ledakan besar.
Aku terpental mundur kebelakang, pukulan raksasa itu membuat lubang besar dan puluhan orang tewas berkat itu
"SEMUANYA MUNDUR!!!!" Palu raksasa mengayun kearahku. Ledakan besar terjadi gelombang dari ledakan itu menerbangkan hampir semua prajurit yang ada di baris belakang
Tidak cuma itu ratusan batu raksasa terbang kearah dinding benteng. Farel menembakkan batu dengan panah disusul dengan pasukan langit yang menggunakan petir untuk menghancurkan bebatuan
Tapi tetap saja batu-batu yang hancur menimpa para pasukan dibawahnya membuat tempat ini langsung berubah jadi neraka
Tidak perduli formasi atau force seperti apa, mereka tidak bisa membunuh satupun raksasa
"Josh!!"(Sirus) Sirus datang dari belakang
"Sekarang bagaimana?"(Sirus) "Bawa pasukan serigala dan juga Laria selamatkan pasukan garis depan sebanyak mungkin dan mundur kita gunakan rencana pemusnah raksasa. Dimana Viscount Runty? Gunakan dia sebagai komanda pengganti"
"Dia kabur membawa seperempat prajurit bersama Baron Wrill"(Sirus) "Sampah. Lakukan saja"
Untuk sekarang yang aku harus lakukan mengulur waktu untuk pasukanku agar bisa mundur
Aku langsung berlari kearah raksasa garis depan
Palu raksasa mengayun kearah ku tepatnya ketanah
"Mundus" Jarum tanah raksasa keluar menahan tangan dari raksasa didepanku, aku berlari diatas jarum tanah mengarah ke tubuh raksasa
"LUX!!!" Cahaya merah berkumpul di pedangku, aku mengarahkannya kearah wajah raksasa membutakannya
Aku menusuk leher raksasa dengan pedangku yang diselimuti tornado. Aku mencabut pedangku dan menggantinya dengan pedang api
"INFERNUS!!!" Api menyelimuti pedangku membakar darah dan organ dalam raksasa bahkan telinga dan lubang hidungnya mengeluarkan asap karena perlakuanku
Kulitnya berubah jadi merah, karena tangannya tertahan dia tidak bisa meronta dan melepaskanku
__ADS_1
Darah keluar dari seluruh wajahnya menyusul disetiap pori-pori kulitnya dan akhirnya dia memuntahkan darah mendidih dan akhirnya dia mati.
Aku memenggal kepala raksasa ini dan menggunakan tornado untuk mengangkatnya. Aku melempar kepala raksasa ini kearah raksasa lain
Begitu kepala raksasa itu mengenai raksasa lain, kepala itu meledak membuat darah terciprat kesegala arah
Aku melihat kebelakang dan menyadari bahwa hampir setengah dari pasukan sudah mundur kembali ke benteng
Aku juga turun dari tubuh raksasa, menggunakan dinding tanah untuk menahan tubuhnya dan membuat dinding raksasa lainnya
"Josh semuanya sudah mundur"(Sirus) Sirus mendatangiku sambil menaiki kudanya "Bagus. Siapkan pasukan laut"
"Aku mengerti"(Sirus) Sirus pergi kebelakang dan aku tetap diam disini. Kupu-kupu mendatangiku membawa kertas yang dilipat
'Raksasa menggunakan formasi
Pergi darisana!!!!!' Peringatan dari Sila ini membuatku tidak bisa meninggalkan tempat ini dulu
Aku mengeluarkan perisai, cuma sekali. Aku cuma bisa menggunakannya sekali saja. Aku merasakan gelombang force raksasa kearahku yang menghantam dinding raksasa yang kubuat
Ledakan terjadi dinding raksasa itu runtuh disusul hancurnya mayat raksasa. Aku membanting perisai ketanah
Tapi itu tidak bisa menahannya sama sekali seluruh gelombang tanah itu hancur padahal besarnya lebih besar dari raksasa itu sendiri
Ledakan force itu membuatku terpental, gelombang force itu tidak berhenti menghancurkan semuanya bahkan sampai ke dinding benteng juga luluh lantah terkena gelombang itu
Semuanya hancur tidak bersisa, untungnya cuma sedikit pasukan yang ada disini karena perintah mundur
Aku menyingkirkan puing-puing tanah yang menimpaku dan berdiri, menyaksikan lautan mayat disekitarku
Meski begitu semua raksasa itu tidak berhenti bergerak. Aku mengangkat pedangku tornado besar terbentuk mengangkat semua puing dan batu yang menimpa prajurit
Para raksasa menggangkat senjatanya. Aku tidak bisa melakukan apapun sekarang, apa ini akhirnya
"MARE!!!"(Pasukan Laut) Force membentuk ombak besar yang menghantam para raksasa.
Dari lautan itu terbentuk ratusan tangan yang menahan semua raksasa baik tangan maupun tubuhnya
Suara tembakan meriam terdengar. Bersamaan dengan itu tornado, api besar, petir raksasa, bahkan cahaya menembus leher 35 raksasa sekaligus
Baguslah mereka tepat waktu, air yang mengikat ke 35 raksasa berubah jadi es dan membekukan raksasa itu, tentakel dari air keluar dan menebas leher ke 35 raksasa itu dan memenggalnya.
__ADS_1
Aku sudah menyelesaikan proses evakuasinya. Aku menatap kearah pasukanku yang memborbardir raksasa itu dengan petir, air, api dan es secara bergantian
Aku juga memperhatikan pasukan taring naga yang berada ditanah. Sayang sih pasukan sayap naga belum selesai, karena itu aku yang akan mengambil alih
Aku berlari kearah raksasa. Aku melompat keatas lautan force dan mengendalikan angin agar aku bisa berlari diatasnya
"Procella. Sila atur pasukan tubuh naga untuk melakukan tembakan kedua!!!" Angin merah kencang bertiup membawa semua pasukan taring naga pergi menjauh
Kapak raksasa mengayun kearahku, tentakel air keluar lagi dan mengikat tangannya dan membeku jadi es
Aku menusukkan pedangku kearah leher raksasa. Cahaya merah keluar dan mengenai ternggorakan raksasa sayangnya tidak berhasil menembusnya
Aku melesat kearah wajah raksasa itu dan menghantamkan pedangku yang diselimuti tornado ke leher raksasa itu dan membuatnya jatuh
Dari langit tornado merah dan petir merah raksasa menyatu menusuk ke leher raksasa. Darah dari raksasa menyatu dengan tornado itu membuat hujan darah
Raksasa meronta berusaha melawan. Hanya saja tubuhnya tertahan air dan membeku disitu. Kepala raksasa itu terpisah bersamaan dengan suara tembakan meriam lagi terdengar
35 raksasa lainnya kembali tumbang setelah terkena serangan pasukan taring naga. Aku mengembalikan mereka ketempatnya, cukup satu tembakan lagi dan pasukan para raksasa musnah
Raksasa mengayunkan senjata mereka kebawah dan membuat ledakan, beberapa dari mereka melempar banyak batu besar sekaligus
Memaksa pasukan lautku membentuk dinding besar untuk menahan serangan mereka, aku juga membantu dengan membuat dinding tanah dan es raksasa
Ledakan terjadi dan ketiga dinding itu hancur, meski tidak berhasil menembus dinding itu sepenuhnya gelombang kejutnya membuat pasukan yang tersisa rubuh, bahkan pasukan laut juga tidak bisa bertarung lagi.
Aku juga memuntahkan darah selain beban menggunakan force tanpa henti, juga karena berkali-kali menahan serangan force raksasa secara langsung.
Tapi para raksasa itu tidak berhenti serangan gelombang kedua dilakukan "MUNDUS!!!"
Aku menggunakan tenagaku yang tersisa untuk menarik tanah dikaki mereka membuat semua raksasa itu jatuh berlutut
Aku berhasil menghentikan serangan batunya, tapi gagal menghentikan serangan forcenya. Ledakan besar terjadi dan seluruh pasukan yang tersisa terhempas termasuk aku.
Bersamaan dengan itu suara tembakan meriam terdengar 30 cahaya beragam warna melesat kearah raksasa dan mengenai mereka
Aku tidak bisa melihat keadaanya karena awan debu dan pasir menutupi pandanganku sepenuhnya
Tapi aku menyakini 1 hal. KAMI MENANG!!!!
***TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1