Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 98


__ADS_3

Kami kembali membawa rampasan 4 Mountain Lizard dan 10 telur Mountain Lizard. Semua ajudanku menatap bingung pada semua telur itu


"Untuk apa sebenarnya telur itu?"(Sirus) "Aku akan memberitahunya nanti" Setelah tiba didesa kami memasak 2 kadal, satu akan kita bawa setelah diasap dan dikeringkan


Satu lagi untuk desa raksasa ini. Para raksasa hanya memasak dengan dibakar tanpa bumbu atau cara khusus


Melihat itu para prajuritku yang akan memasak saja. Pasukanku banyak yang bisa memasak bahkan hampir seperti koki


Apalagi banyak dari mereka yang merupakan kalangan budak seperti pasukan taring naga. Aku mendukung penuh keahlian mereka itu


Membawa koki ke medan perang sama seperti membawa bencana soalnya. Selain harus repot melindungi koki, berkat koki juga kemampuan pasukan akan menurun


Mereka akan banyak makan membuatnya sulit bergerak bahkan bisa kemungkinan mereka akan malas melakukan perintah


Karena itu semua makanan yang ada dipersediaan dimasak sendiri oleh prajurit. Meski Mountain Lizard itu besar


Hanya dalam sekejap satu kadal habis dimakan satu desa raksasa. Semua pasukanku iri melihat para raksasa yang bisa memakan satu potong daging besar sendirian


Sedangkan kami satu bagian untuk seluruh pasukan meski merasa iri semua pasukanku tidak bisa melakukan apapun


Karena mereka bahkan kekenyangan hanya memakan daging ukuran satu ruas jari. Setelah makan semua pasukan istirahat dan aku menggelar pertemuan dengan semua ajudanku


"Alasan aku memulai pertemuan karena besok tim supplies tiba" "Oh tim persediaan. Apa berarti kita harus mengatur tim pengawal?"(Sirus)


"Sepertinya tidak perlu. Meski namanya tim persediaan isinya kebanyakan prajurit hebat"(Farel)


"Kayaknya bukan cuma masalah tim persediaan saja pertemuan ini digelar kan?"(Sila) "Tepat sekali. Sebelum tim persediaan tiba, aku ingin mendapat beberapa telur Sand Eagle dulu"


Semua orang langsung diam "Ahh... Sebentar Josh. Kamu tidak gila kan? Kita baru saja memburu Mountain Lizard meski tidak ada korban semuanya kelelahan. Kalau untuk raksasa sepertinya itu agak kelewatan deh. Terus untuk apa sebenarnya telur itu?"(Sirus)

__ADS_1


"Aku juga keberatan. Memburu monster mungkin bisa meringankan perjalanan kita nanti. Tapi memburu tanpa henti seperti ini akan membuat banyak masalah. Kita sedang dalam peperangan"(Lusar)


"Aku yakin tuan memikirkan sesuatu dengan telur monster itu. Tapi apa sebanding dengan resikonya?"(Stain) "Aku mengerti jika tuan ingin menyembunyikannya. Tapi kami juga perlu kepastian apalagi ini berhubungan dengan kami juga"(Sila)


"Aku tahu kekhawatiran kalian, aku akan beritahu alasannya. Tapi sebelum itu aku ingin memperbaiki beberapa hal. Pertama yang akan memburu elang itu cuma aku sendiri, kalian hanya menunggu di dasar tebing untuk membunuh elang yang berhasil kujatuhkan. Kedua Mountain Lizard tidak cukup untuk memberi makan para raksasa. Aku tidak sebodoh itu memberikan persediaan perang untuk raksasa"


Mengingat nafsu makan para raksasa butuh puluhan bahkan ratusan sapi untuk seminggu mereka makan


Jika mereka kelaparan dan mengamuk aku tidak yakin siapa yang bisa menghentikan mereka


"Tapi kenapa tidak kadal saja? Elang sangat berbahaya dan sulit diburu apalagi mereka itu terbang"(Sirus)


"Benar. Sehebat apapun panglima, memangnya panglima bisa terbang?"(Lusar) Semuanya langsung menatap Lusar


Benar juga dia tidak ikut didalam perang didaerah Rodigur ya "Kalau sementara aku bisa terbang"


"Tidak mungkin"(Lusar) "Tapi tetap saja sulit kan? Apalagi yang tuan lawan itu burung rajanya langit"(Sila)


"Josh kenapa kamu tidak berikan alasan kenapa kamu butuh telurnya sih?"(Sirus) "Soal itu ya. Aku tidak begitu ingin menyembunyikannya karena pasti kalian akan tahu juga. Jadi"


Aku menceritakan soal peternakan monster yang kubuat, batu sihir, dan juga para Dwarf pada semua ajudanku


"Astaga aku tidak tahu kamu membangun peternakan monster. Kalau mereka lepas kendali bagaimana? Kejadian Rodigur akan kembali terulang"(Sirus)


"Dari awal aku tahu ada yang disembunyikan di Monrra oleh kerajaan Rodigur. Tapi aku tidak menyangka Viscount tidak melaporkan hal itu"(Lusar)


"Kristal sihir ya. Aku tidak tahu kalau itu termasuk salah satu pendapatan Monrra apalagi jarang sekali itu terlihat, kupikir cuma besi campuran benda khusus buatan Monrra"(Farel)


"Masalahnya pihak kerajaan. Jika sampai hal ini diketahui masalah akan membesar bukan tidak mungkin kerajaan akan memerangi kita karena hal ini"(Sila)

__ADS_1


"Aku tahu soal itu. Dari Dwarf, kristal sihir, ataupun monster jika salah satu dari ketiganya ketahuan kita harus melepasnya. Tapi kalau ketahuan ketiganya perang pasti meletus. Sejak keputusanku soal ini aku sudah lama bersiap, dengan kekuataan yang ada aku yakin kita bisa mengatasi serangan dari kerajaan"


"Memberontak?"(Lusar) "Bukan memberontak, membela diri. Apa kamu tahu alasan perang ini terjadi? Lusar" Semua yang ada disana saling menatap dan diam


"Untuk membatasi dan mengurangi kekuataan kita. Tapi sayangnya mereka tidak tahu kekuataan asli milik kita. Selama kerajaan tidak menggunakan taktik curang, akan sulit mengurangi kekuataan kita"


"Jadi alasan kamu mencari telur untuk pertenakan itu. Setelah Sand Eagle berevolusi akan dibunuh untuk dibuat kristal sihirnya?"(Sirus)


"Tidak. Aku akan menjinakan hewan yang menetas dari telurnya. Kalau masalahnya cuma itu aku bisa menangkap yang dewasa saja dan mengurungnya"


"Para Monster Rider. Aku pernah mendengar soal itu di kerajaan yang berada di daerah selatan"(Sila)


"Tepat sekali. Dengan Mountain Lizard dan Sand Eagle, tidak perduli bagaimana medannya kita bisa tetap unggul"


"Tapi tidak bisa digunakan"(Sila) "Itu yang menyebalkan" "Kalau begitu bukanya tidak perlu memburunya sekarang?"(Farel)


"Kamu salah Farel, kalau tidak dari sekarang mereka tidak akan bisa dilatih. Coba bayangkan menaiki elang terbang dilangit sambil menembaki panah dari atas. Pasti itu sangat luar biasa"


"Masalahnya kapan keretanya datang?"(Sirus) "Besok sore"(Sila) "Apa cukup waktunya untuk memburu para elang?"(Farel)


"Harusnya cukup manfaatkan saja para raksasa untuk membawa telur dan mayat elangnya. Yang lain fokus membunuh elang yang jatuh, dan aku akan menjatuhkan elangnya"


"Apa mereka tidak keberatan kita gunakan terus menerus?"(Sirus) "Harusnya mereka tidak keberatan mengingat mereka itu budak"(Sila)


"Apa tidak bahaya memperbudak mereka? Aku masih tidak setuju soal itu"(Lusar) "Daripada mati bukanya lebih baik jadi budak?"(Farel) "Harusnya mereka tidak keberatan soalnya elang itu buat makan mereka juga"(Stain)


"Yang dikatakan Stain benar. Karena untuk persediaan mereka harusnya mereka tidak masalah, selama mereka tidak dipakai sebagai senjata melawan sesamanya harusnya mereka tidak menolak sih. Seperti itulah sekarang kalian bisa bubar soalnya besok pagi kita kembali berburu lagi" Aku berdiri diikuti yang lainnya


Dan kami masing-masing kembali ketempat kita tidur

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2