Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 51


__ADS_3

Aku ditarik Valerie untuk bersama menemui Viscount. Bukanya cuma Valerie saja yang dipanggil? Kenapa aku juga dibawa sih


"Bukanya cuma kamu saja yang dipanggil?"


"Kita ini kan satu. Aku tidak mau ada rahasia diantara kita"(Valerie)


"Akunya yang merasa tidak enak. Ini kan pertemuan antara ayah dan anak" "Tenang saja. Kalau ini memang pertemuan pribadi nanti kamu juga diusir ko"(Valerie)


"Wah solusi yang luar biasa" Kita sudah sampai. Valerie mengetuk pintu


"Ayah ini aku"(Valerie) "Masuklah"(Viscount)


"Aku membawa Josh bersamaku"(Valerie)


"Tidak apa-apa. Bawa dia juga kesini"(Viscount) Valerie membuka pintu dan menarikku masuk


Viscount menatap kearahku membuatku merasa tidak enak disini "Ada surat dari istana"(Viscount)


Viscount meletakkan surat dengan lambang kerajaan diatas meja. Disitu tertulis untuk Valerie dan aku.


"Apa ini sebuah perintah?"(Valerie) Valerie menatap kearahku meminta jawaban


"Mana kutahu"


"Buka saja. Surat itu ditujukkan padamu"(Viscount) Surat dari istana adalah perintah langsung kepada orang yang dituju.


Disitu terdapat pelacak mana dan force. Jika bukan orang yang dituju membuka surat, peringatan akan aktif di istana.


Orang yang membuka akan langsung ditangkap dan di eksekusi secara langsung. Ini pertama kalinya aku melihat surat resmi istana seperti ini.


Valerie membuka surat dan membacanya sebentar. Sebelum diberikan padaku, aku membaca surat itu.


Surat itu berisi tentang ucapan selamat atas penikahan dan perintah aku menghadap raja sebelum pergi ke Monrra lagi


"Kenapa raja ingin bertemu aku ya?" "Pasti untuk perang Rodigur"(Viscount) "Bukanya kamu baru saja berhasil merebut benteng? Apa secepat itu sudah harus mengikuti perang lagi?"(Valerie)


"Mau bagaimana lagi. Josh itu kekuatan yang penting, apalagi kita sudah tidak bisa maju lagi setelah bertemu benteng Terrmon"(Viscount)


Benteng itu adalah benteng yang cukup dekat dengan Monrra ya? Apa iya tujuanku dipanggil untuk benteng itu?


"Kalau begitu aku berangkat sekarang" "Hah?! Sekarang?"(Valerie) "Kenapa?" "Apa harus sekarang?"(Valerie)


"Tentu saja. Apa kamu pikir tidak akan jadi masalah menemui raja setelah Lizra?"


"Ada benarnya"(Valerie) "Kalau begitu surat itu biarku balas"(Viscount)


Viscount menulis surat dan memberikannya pada pelayan "Baiklah aku akan bersiap dulu"

__ADS_1


"Biar kubantu"(Valerie) "Tidak perlu kamu temani ayahmu saja"


"Tidak! Aku yang akan membantumu. Tidak akan kubiarkan para pelayan melihat tubuhmu"(Valerie)


"Apa hubungannya dengan pelayan? Terserah kamu sajalah" Aku meninggalkan ruangan itu disusul Valerie.


Setelah beberapa menit, aku sudah siap menggunakan kemeja yang merepotkan


"Apa aku harus menggunakan ini?"


"Tentu saja. Kamu akan menghadap raja kan?"(Valerie) "Terasa tidak nyaman saat digunakan. Baiklah aku pergi dulu"


Aku menaiki kereta kuda yang langsung berangkat ke istana. Sesampainya disana, aku diarahkan pelayan untuk ke ruang tamu milik raja.


Didalam Raja sudah duduk menungguku


"Salam hormat yang mulia" "Ya, kamu bisa duduk. Ada yang harus kita bicarakan"(Raja)


Aku duduk disofa dan menunggu pembicaraan dari yang mulia


"Karena wilayahmu baru saja dibangun. Kerajaan akan memberikan bantuan berupa beberapa Arsitek untuk membantu membangun desa dan membebaskanmu pajak semalam setahun ini"(Raja)


"Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia" "Tapi untuk masalah penduduk harus kamu yang mencari jalannya sendiri"(Raja)


"Hamba mengerti" "Apa rencanamu untuk wilayahmu? Aku dengar kamu membeli alat sihir ya?"(Raja)


"Hamba mengetahuinya" "Kalau begitu untuk apa itu?"(Raja) "Hamba hanya berharap untuk membuat danau kecil untuk bertahan saja"


"Danau ya. Aku mengerti harusnya hanya untuk mencari air tanah tidak sulit dengan benda itu. Tapi bagaimana dengan penduduknya?"(Raja)


"Hamba akan menampung keluarga dari para prajurit dan juga tawanan perang" "Tawanan perang? Apa kamu tahu membiarkan mereka begitu saja merupakan kejahatan berat?"(Raja)


"Hamba mengetahuinya yang mulia" "Kamu bisa di eksekusi dengan dalih pemberontakan"(Raja)


"Hamba tahu" "Aku menutup mataku soal panglima itu. Tapi untuk prajuritnya, kamu perlu membayar dengan harga sesuai"(Raja)


"Apa yang harus hamba lakukan?" "Rodigur. Bantu perang itu dan kamu bisa mengambil semua yang kamu mau dari kerajaan itu"(Raja)


Sudah kuduga dari seorang raja yang serakah


"Jika itu keinginan yang mulia" "Baguslah. Aku tidak akan menindasmu, kuberikan waktu 2 bulan untuk kebenteng Terrmon"(Raja)


"Baik yang mulia. Hamba akan menjalankan perintah dari yang mulia" "Ini bukan perintahko. Ini permintaan saja, jika tidak mau tidak masalah"(Raja)


Raja tersenyum senang. Menyebalkan dia membuat seolah-olah aku maju kesana karena kemauanku sendiri


"Hamba akan tetap kesana" "Terima kasih kalau begitu. Viscount Monrra"(Raja)

__ADS_1


Entah kenapa gelar itu jadi menyebalkan


Aku kembali ke rumah pribadi Valerie di ibukota bukan ke kediaman Rosefield. Aku butuh waktu menenangkan diriku.


Aku turun dari kereta kuda dan disambut Valerie "Kamu sudah kembali"(Valerie)


"Kenapa kamu disini?" "Tentu saja menyambut suamiku. Apa kamu lelah?"(Valerie)


"Ya. Aku harus ikut perang 2 bulan lagi"


"Sudah kuduga. Apa itu perintah raja?"(Valerie)


"Tidak itu kesepakatan" "Apa yang kamu dapat dari itu?"(Valerie) Aku berjalan menuju kearah Mansion


"Tahanan perang" "Kamu ikut perang hanya untuk tahanan perang?"(Valerie) "Sayang sekali itu benar"


Waktu berjalan cepat dan tiba waktunya kami pergi ke akademi sihir. Akademi sihir masih berada di ibukota.


Letaknya dekat dengan istana hanya perlu waktu setengah jam untuk sampai disana.


Kereta kuda memasuki kawasan dimana ada bangunan 5 lantai yang besar dan panjang.


"Itu akademi?" "Ya. Benar, tapi karena kita tidak ingin menemui siswa kita akan ke bangunan dibelakangnya"(Valarie)


Persis dibagian belakang akademi ada bangunan yang serupa hanya saja jauh lebih besar.


Kami turun dan pergi ke pintu utama. Penyihir wanita keluar dari pintu "Nona Valerie. Apa yang bisa kami bantu?"(Wanita)


"Aku ingin menemui guru"(Valerie) "Apa ini pribadi atau..."(Wanita) "Bisnis. Raja sudah tahu"(Valerie)


"Baiklah. Silahkan pegang ini"(Wanita) Wanita itu memberikan bros dengan permata ruby


Terlihat mahal. Apa itu tanda pengenal?


"Ayo"(Valerie) "Baiklah" Kami masuk kedalam.


Bros di tangan Valerie terbang dan meledakkan cahaya merah kesegala arah.


Dalam sekejap kami berada didalam ruangan serba merah. Bahkan semua perabotan sampai buku


"DOR!!!"(Lizra) "ASTAGA... AStaga... Lizra kamu mengejutkanku" "Maaf-maaf. Selamat datang di Crimson Room milikku"(Lizra)


Aku memperhatikan wajah Valerie yang biasa saja "Kamu tidak terkejut?" "Sudah puluhan kali aku terkejut. Jadi sudah biasa"(Valerie)


"Maaf, habis aku iseng jika melihat portal terbuka begitu saja"(Lizra) "Guru ingat berapa banyak murid yang masuk unit perawatan karena tingkah guru?"(Valerie)


"Iya. Aku tahu, sekali lagi aku minta maaf. Kalau begitu bukannya ini saatnya membicarakan urusan kita?"(Lizra)

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE...***


__ADS_2