Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 100


__ADS_3

Hari sudah mulai sore saat kami kembali ke desa. Menurut Sila kereta yang kutunggu sudah memasuki tebing diperkirakan hanya menunggu 1 jam kereta itu sudah sampai di desa


Kami menunggu didepan batu besar yang sudah disingkirkan raksasa. Dikejauhan mulai terlihat Bone Rhino yang menarik kereta


"Pantas saja panglima memberitahu soal rahasia itu"(Farel) "Kereta itu ditarik Bone Rhino"(Sirus)


Keretanya datang ukurannya sangat besar sampai Skull Rhino sendiri bisa muat didalamnya


Ada 2 kereta yang datang satu diisi prajurit bantuan berjumlah 70 orang, dan satu berisi persediaan. Selain itu ada 30 prajurit yang masing-masing membawa kuda sembari menaiki satu kuda


Aku bicara dengan kusir yang menarik Bone Rhino untuk membawa Bone Rhino dikereta satunya kembali


Terlalu cepat untuk menunjukkan para monsterku ini. Diperlukan 10 kuda untuk menarik kereta ini karena beratnya


Meski bagian luarnya merupakan besi setengah Mithril bagian dalamnya seluruhnya Mithril. Kereta ini sangat berat sampai tidak mungkin Rhino menggunakan kecepatan penuh


Karena itu para Dwarf membuat benda sihir lebih dulu saat kereta ini direncanakan. Aku memasukkan semua telur kedalam kereta dan memberikan surat pada kusir.


Surat itu akan diberikan pada Dwarsen. Aku juga meletakkan Sand Eagle yang sekarat kedalam kereta.


Sand Eagle ini berpura-pura mati saat dikepung dan membuat kekacauan saat ingin dibawa. Daripada membiarkannya mati lebih baik menggunakannya saat masih hidup setelah itu kereta langsung pergi. Sayang sekali semua monster ini tidak memiliki inti


"Panglima"(Sila) "Ada apa?" "Ada berita kalau pangeran ketiga akan jadi bantuan dalam perang ini"(Sila) "Begitukah?" "Ya, sayangnya rute yang diambil jauh berbeda. Mereka menyerang dibagian utara melewati Mansturi"(Sila)


Utara ya? Daerah sana merupakan daerah pinggiran Stor. Berbeda dengan daerah disini yang merupakan tebing dan jurang, daerah sana meliputi padang rumput dan gunung


Jika diperhatikan sementara memang daerah itu lebih ideal daripada daerah ini yang memiliki lebih banyak bahaya alasan aku mengambil rencana penyerangan dari daerah ini karena aku yakin bisa mengatasinya


Tapi sayangnya didaerah sana merupakan daerah berbahaya yang memiliki populasi raksasa lebih banyak


Pasukan gabungan dari Duke aja hancur lebur didaerah sana apalagi banyak monster didaerah itu yang berukuran besar


"Sepertinya lebih baik berharap tidak ada bantuan sama sekali" "Sepertinya begitu. Pangeran akan gugur disana"(Sila) "Beri bantuan terakhir. Kirim pasukan elang yang berasal dari Monrra kesana paling tidak berikan mereka mata agar bisa mengurangi kerugian"

__ADS_1


"Sesuai keinginan panglima"(Sila) "Baiklah semua prajurit yang baru datang. Istirahatlah hari ini besok kita akan menuju medan perang berikutnya"


Suara sorakan terdengar diseluruh penjuru desa. Hari itu kami membuat persediaan dari Sand Eagle


Mengingat kadal yang masih ada, kita tidak menggunakan banyak elang mengingat nanti pasti kita akan mengalami serangan lain


Onyx Eagle belum menyerang tadi pasti dia akan memanfaatkan sergapan untuk menyerang pasukanku


Belum lagi para kadal atau spesies monster lain di tebing ini. Ditambah medan yang cocok untuk sergapan membuat kami harus ekstra hati-hati


Kalau tidak ada pasukan gagak bawahan Sila atau pasukan Formasi dan elang bawahan Farel aku tidak akan mengambil jalur ini


Keesokan paginya setelah sarapan rapat strategi kembali kulakukan "Sasaran kota kecil darisana akan jadi aset penting untuk menaklukan ibukota, masalahnya adalah tebing yang akan kita lewati"


"Menurut pengintaian tebing itu dipenuhi dengan 3 spesies. Kadal, elang dan serigala. Mereka memiliki banyak jenis dan cukup berbahaya"(Sila)


"Terutama elangnya"(Sirus) "Benar, kita pasti jadi mangsa mereka. Memanjat tebing untuk meletakkan meriam adalah hal beresiko"(Sila)


"Untungnya cuma ada satu Onyx Eaglenya"(Stain)


"Sayangnya tidak. Onyx Eagle memiliki sarang di tebing tertinggi, mereka berkoloni dengan jumlah 10 yang terkecil. Seharusnya selama kita tidak mendekati sarangnya tidak akan diserang"(Sila)


"Tapi 2 hari lalu kita cuma melihat satu" "Yang berkumpul cuma betina dan anaknya. Yang jantan memimpin kelompok elang lain untuk mendapatkan makanan"(Sila)


"Sepertinya bakal sulit. Bagaimana jika pasukan formasi dan elang mengawasi bagian langit, pasukan formasi adalah yang tercepat dalam melakukan serangan. Pasukan serigala mengatasi serangan dari tebing baik dari serigala maupun kadal pasukan beruang akan mengurus pertahanan, taring naga akan mengawasi jika ada Venom Lizard. Dan terakhir pasukan gagak akan mengintai sekitar"


"Sepertinya cuma itu yang bisa dilakukan"(Stain)


"Butuh berapa hari sampai kota?"(Lusar)


"Sekitar seminggu mengingat kecepatan pasukan. Kalau buru-buru mungkin sekitar 2 hari"(Sila)


"Tidak perlu terburu-buru. Kita perlu berperang dalam kondisi prima. Mengingat lawan kita raksasa bahkan bukan tidak mungkin jika Dwargon juga ikut menyerang"

__ADS_1


"Kalau Dwargon menyerang kota setelah kita merebutnya bukanya bakal jadi masalah?"(Lusar)


"Benar juga. Apa sekalian tidak berperang dengan Dwargon juga?"(Sirus)


"Kita akan hancur jika begitu. Bagaimana menurutmu Sila?" "Memang sulit, kita bisa berperang secara berkala dengan menanamkan pondasi dulu di kota saat berperang sambil menunggu pasukan tambahan datang. Ada 2 cara yang bisa kupikirkan lewat Monrra dan menggunakan jalur yang sama atau menyerang dari belakang para raksasa yang menyerang pasukan pangeran ketiga"(Sila)


Melihat posisi di peta melakukan yang kedua akan lebih baik daripada yang pertama. Tapi kita harus berperang dengan kota dan desa disana sebelum mencapai medan perang pangeran ketiga


Dwargon benar-benar membuat kepala pusing


"Kalau begitu bukanya menyerang kota terdekat dengan medan perang pangeran ketiga adalah pilihan terbaik? Tidak ada kemungkinan terserang dari Dwargon dan juga mulai kawasan padang rumput kan itu?"(Lusar)


"Itu bukan pilihan buruk kalau mau memutar dan bergabung dengan pangeran ketiga"(Sila) "Memutar?"(Sirus) "Daerah sana tertutup tebing kecuali memanjat dan diserang monster itu pilihan buruk"(Sila)


"Padahal disana ada mata air kan? Ada sungai yang mengalir juga"(Farel) "Sungai bukanlah pilihan bagus, biasanya disana jadi tempat berkumpulnya monster"(Sila)


"Geografinya benar-benar menyulitkan" "Aku setuju"(Lusar) Aku memperhatikan peta itu


"Kita akan menaiki tebingnya dan membantu pangeran ketiga"


"Apa panglima memutuskan hal itu? Pertarungan dengan monster akan merugikan dan bukan cuma itu saja. Kita akan kehilangan jalan untuk mundur"(Sila) "Benar apalagi ada kereta yang luar biasa berat"(Sirus)


"Aku tahu. Kita bangun pos disini, di persimpangan antara tebing baik bagian bawah tebing maupun diatas tebing dan membuat zona aman dulu. Dari bagian sini menyerang ke kota atau membantu pangeran akan mudah"


Aku menunjuk ke persimpangan didekat sungai


"Titik itu tidak jauh dari sungai merupakan tempat strategis. Kan?"(Farel) "Masalahnya sungainya, kalau ada monsternya kita akan mengalami serangan monster. Dan tebing itu rawan akan serangan elang"(Sila)


"Sepertinya akan menghabiskan waktu sebulan disana. Untungnya banyak monster sebagai persediaan" Dengan itu aku mengakhiri rapat


Dan kami semua menyiapkan pasukan untuk kembali bersiap berangkat


**TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2