
Aku menghela nafas. Aku tidak tahu dari sekian banyak orang yang menyerangku tidak ada satupun yang handal.
Bahkan meski keroyokan tidak ada satupun yang tetap berdiri mereka semua sampah.
Bahkan aku malu menggangap mereka prajurit.
Lupakan Force, kuda-kuda dan teknik saja hancur berantakan. Aku menendang satu prajurit dikakiku
"Tidak berguna. Aku tidak mengerti darimananya kalian bisa dibilang prajurit dan Ksatria"
"Jangan pikir kamu bisa lolos setelah melakukan hal ini"(Prajurit B) "Sirus!!!" "Siap panglima"(Sirus)
"Pisahkan mereka dengan pasukan utama kita dan periksa mereka semua. Berapa banyak yang bisa menggunakan Force atau Flows. Dilihat dari ini saja sepertinya tidak ada"
"Baik panglima"(Sirus) Sirus pergi kearah rumah untuk prajurit ini "Sepertinya saat perang nanti kalian akan mati"
"Coba saja kalau mau menanggung akibatnya"(Prajurit B) Bahkan setelah hal ini mereka masih tidak tahu malu
"Apa kamu tidak tahu hukum militer? Didalam militer hanya pangkat yang bisa menopang kesombongan kayak begitu. Pasti kamu tahu apa hukuman bagi yang melanggar? Aku cuma mau bilang karena kelakuan kalian ini seluruh pasukan bersama kalian tidak akan kuperdulikan. Jika ada yang harus dikorbankan dan umpankan kalian terlebih dahulu yang kukorbankan. Meski bisa kembali hidup-hidup yang menunggu kalian hanya penderitaan lainnya"
Dalam militer, Duke sekalipun harus menuruti pangkat militer tertinggi. Aku sebagai panglima memegang pangkat tertinggi disini jadi kalau dia tidak mau mati lebih baik kabur.
Jika begitu cukup untuk jadi bukti yang memberatkan duke juga karena mengirim pasukan yang tidak kompeten dan berguna.
Aku meninggalkan tempat itu dan pergi kekamarku. Aku harus bersiap untuk rapat lagi nanti.
Untuk sekarang aku mau mencoba sesuatu dulu "Sirus, apa kamu disitu?" Pintu terbuka "Bagaimana kamu tahu aku disitu?"(Sirus)
"Karena aku sudah hafal dengan Force milikmu. Sirus aku akan melakukan sesuatu, selama hal itu kulakukan aku tidak bisa menerima gangguan apapun. Karena itu jika ada yang ingin menemuiku sampaikan kalau aku akan menemuinya nanti"
"Apa tidak masalah? Nanti ada rapat kan?"(Sirus) "Hanya sebentar kok hal ini. Mungkin 3 jam paling lama"
"Baiklah aku mengerti. Hanya jangan membiarkan siapapun menggangu kan?"(Sirus) "Benar. Sekarang keluarlah"
"Baiklah"(Sirus) Sirus keluar. Aku memberikan kelima burung itu air dari Force milikku dan membuka semua pintu dikandangnya.
Mereka tidak terbang keluar hanya menatap kearahku. Aku berusaha menghindari pandangan para burung itu.
Aku mengambil salah satu burung "Baiklah saatnya mencobanya" Aku menatap burung itu dan terlihat mataku yang menatap lurus kearahku.
__ADS_1
Aku membebaskan diri dari tangan yang menahanku, dan akhirnya tubuhku jatuh ke ranjang.
Aku memeriksa sayap milikku sepertinya tubuh burung ini tidak bermasalah. Aku mendekat burung yang lain dan menatapnya
Tiba-tiba tubuhku berubah. Sekarang aku yang didalam kandang, aku keluar dari kandang dan memeriksa tubuhku.
Burung yang ini juga tidak bermasalah. Aku terus mengecek burung-burung ini secara langsung dan kembali ke tubuh manusiaku.
Aku bangun dan memasukkan mereka kembali kedalam kandang. Berhasil aku bisa berpindah antar binatang selama 2 syarat itu terpenuhi.
Aku bisa melakukan pengintaian dengan ini.
Setelah itu aku menjalani hari seperti biasa selama 3 hari.
Hingga para pedagang mulai berdatangan dengan total 3 Assosiasi dagang, 2 karavan, dan 2 pedagang besar.
Kami memulai rapat dengan mereka, meski sedikit sulit dan banyak pertentangan apalagi menyangkut Padang Sriek akhirnya kami berhasil bernegoisasi dengan bayaran 20 Sero.
Selama 3 bulan dalam 3 bulan gunung Monrra harus sudah diambil alih agar aku bisa kembali ke ibukota dan melaporkan yang dilakukan Duke.
Meski tidak ada bukti tapi cukup untuk bisa membuat raja curiga padanya. Keesokan harinya kami bersiap berangkat.
Pos-pos persediaan untuk mengirim persediaan makanan dan senjata. Sebenarnya hal ini cukup rawan juga.
Jika diserang perampok dan bandit bisa habis semua persediaan. Untung saja raja mengizinkan mengibarkan bendera lambang kerajaan.
Jika bandit berani merampok mereka akan dibersihkan sampai habis. Aku juga menggunakan elang untuk patroli disekitar hutan.
Siapa tahu ada sisa-sisa prajurit Rodigur yang masih ada. Setelahnya aku membawa pasukan untuk membersihkan mereka.
3 hari setelah itu kami sudah berhasil berada diluar hutan Harin. Suhu disini sangat panas, berbeda dengan didalam hutan.
Hanya terlihat tanah yang retak disepanjang mata memandang. Kami melanjutkan perjalanan sampai matahari tenggelam dan membuat pos lagi disini.
Dengan tubuh elang aku terbang kearah posisi prajurit musuh. Setelah 4 jam terbang aku melihatnya.
Ada ribuan tenda terpasang disitu. 10 tenda besar juga ada, 8 diantaranya memiliki lambang penyihir.
Posisi dari prajurit ini lebih dekat 200 meter dari yang diperkirakan. Perlu waktu 2 hari sebelum kita saling bertemu.
__ADS_1
Dan kebanyakan para prajurit merupakan ahli dalam menggunakan Force. Aku tidak bisa menang tanpa jebakan kalau begini.
Aku terbang kembali ke kemah prajuritku, dan masuk kedalam tenda. Dimana ada Sirus disitu yang menggoyangkan badanku.
Sudah kubilang untuk tidak menggangu saat aku seperti ini. Dengan tubuh elang aku menabrak kepala Sirus
"Apa yang dilakukan burung ini? Apa dia tidak tahu kalau kondisi Josh sedang dalam bahaya?"(Sirus)
Aku menatap kemata di tubuh manusiaku. Aku memperhatikan wajah burung elang didepan wajahku.
Aku duduk "Apa yang kamu lakukan Sirus?"
"Kamu sadar. Untunglah hampir saja aku memanggil dokter"(Sirus) "Aku sudah bilang jangan ganggu aku"
"Tapi tadi kamu tidak sadarkan diri dengan mata terbuka lebar. Aku takut terjadi apa-apa"(Sirus)
"Sudahlah. Keluar saja. Lain kali saat aku bilang jangan ganggu. Jangan mengintip kedalam apalagi sampai masuk. Mengerti?"
"Baiklah. Maaf kalau begitu"(Sirus) Sirus menatapku curiga tapi dia tetap keluar.
Menyebalkan sekali, inilah yang membuatku ragu sebelumnya.
Hanya saja kalau aku tidak tahu pergerakan mereka keadaan kami akan semakin sulit untuk menang.
Keesokan paginya sebelum sarapan aku mengumpulkan Stain, Sirus dan 5 orang yang mewakili setiap pasukan.
Selain itu putra Baron Hans sudah datang sebelum kita berangkat. Dia yang akan memimpin pasukan dari Baron.
Ada 5 divisi yang tersebar. Divisi itu adalah Pemanah, Ksatria, Tentara bayaran, Pasukan duke, dan Pasukan Baron.
Pasukan Baron dipimpin tuan muda Chriss,
Pemanah dipimpin pria dengan nama Rafel,
Ksatria dipimpin Pria juga dengan nama Lusar, Prajurit bayaran malah dipimpin wanita dengan nama Laria
Untuk yang terakhir dia juga putra baron tapi aku tidak mengingat namanya lagipula tidak begitu penting.
**TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1