
Sudah satu minggu setelah aku mengirim hasil tambang dan senjata sihir. Kalau dipikir-pikir orang yang ada didalam tambang belum tahu kalau pemilik benteng berganti ya.
Tapi anehnya selama ini mereka tidak keluar sedikitpun, karena itu aku memutuskan untuk memeriksa mereka.
Jika mereka mati didalam tambang itu akan membuat kepalaku semakin sakit saja. Aku masuk kedalam ruang prajurit rahasia, aku masih tidak memberitahukan hal ini pada yang lain.
Semakin kedalam aku menemukan pintu kayu yang berwarna seperti batu ditanah. Tidak ada gagangnya dan dibuka dengan cara ditarik
Kalau bukan karena aku bisa menggunakan Force hampir tidak mungkin bisa membuka ini.
Begitu aku masuk kedalam sana mulai terlihat seperti tambang. Ada kerangka kayu yang menahan seluruh gua dan banyak sekali jalan bercabang.
Yang unik didalam sini sangat terang karena banyak lumut bercahaya yang ada di kerangka.
Meski tidak seterang obor tapi bisa dianggap seterang kristal. Aku terus berjalan ke semua cabang disini dan tidak menemukan siapapun.
Apa tambang ini sudah ditinggalkan? Anehnya aku merasa itu mustahil. Meski terlihat sudah lama kondisi tambang ini cukup terawat
Tapi kenapa sepi ya? Kali ini aku berjalan lagi dengan teliti dan menemukan pintu lain yang memiliki warna seperti batu.
Inikah? Aku membuka pintu itu dan kembali kebawah. Hal sama terus terjadi sampai 4 kali baru ditingkat kelima ini terdengar suara orang menambang.
Aku berjalan kesana terdengar suara berat dari dalam "Hasil tambang sudah kami berikan 3 bulan lalu. Kali ini belum ada yang kami dapatkan"(Pria)
Aku masuk dan menatap kelima Dwarf berotot dan berjenggot menambang. Mereka menatapku juga dan terkejut
"Siapa kamu?"(Dwarf 1) "Bagaimana bisa? Bukanya tempat ini benteng?"(Dwarf 2)
"Ahh... Maaf sebenarnya benteng ini sudah kami rebut" Aku menceritakan semua tentang perang penaklukan untuk mengambil benteng ini dan mereka berlima diam mendengarkan
"Jadi begitu ya. Tidak kusangka benteng terbaik buatan kami berhasil direbut"(Dwarf 1)
"Tapi dari ceritanya dia menggunakan trik licik harusnya bagian luar benteng masih baik-baik saja"(Dwarf 2)
__ADS_1
"Jadi apa maumu kesini? Panglima muda"(Dwarf 3) "Tidak. Aku hanya penasaran saja dengan penambang disini, soalnya selama sebulan ini kalian tidak ada yang keluar sama sekali"
"Ohh... Soal itu, tidak perlu khawatir kami punya pemukiman disini dan disana ada persediaan makanan. Sepertinya 2 bulan lagi baru kami berusaha cari makanan"(Dwarf 2)
"Biasanya makanan dikirimkan sama Rodigur? Terus sekarang bagaimana?"(Dwarf 1) "Benar juga"(Dwarf 3) "Ya, bisa dibilang krisis lagi ini mah"(Dwarf 4) "Negoisasi saja dengan kamu. Carikan makanan diluar dan kami akan buatkan 1 senjata sihir setiap 3 bulan"(Dwarf 5)
"Kesepakatan seperti apa yang kalian buat dengan Rodigur?" "Kenapa kamu mau tahu soal itu?"(Dwarf 1) "Tentu saja karena itu penting"
"Barang tambang sebanyak 500kg dan satu senjata sihir setiap 3 bulan ditukar dengan bahan makanan untuk 100 orang setiap 3 bulan"(Dwarf 2) "Kenapa kamu beritahu?"(Dwarf 3) "Itu penting untuk negoisasi"(Dwarf 4)
Ehmmm.... 100 orang ya, bahan makanan untuk 100 orang itu sekitar 2 Ero untuk 3 bulan sekitar 1 sero 86 ero atau jika dibulatkan menjadi 2 sero setiap 3 bulan
"Biji apa yang kalian tambang?" "Mithril, Besi, dan Baja"(Dwarf 2) Mithril? Itu kan hampir tidak pernah terlihat
Bahkan yang kulihat dari tadi yang mereka dapatkan cuma biji besi saja "Bagaimana bisa?"
"Sebenarnya kenapa kamu mau tahu?"(Dwarf 1) "Begini. Keberadaan kalian saja sudah luar biasa, aku ingin sebisa mungkin menyembunyikan keberadaan kalian"
Jika kerajaan tau disini ada Dwarf pasti kerajaan akan mengambil sendiri tempat ini. Meski tidak sekalipun aku akan ditekan
Dan tempat ini akan jadi medan perang setelah aku berhasil mempertahankan tempat ini. Aku tidak mau berurusan dengan bangsawan lainnya
"Menyembunyikan kami dan mengambil untung kah?"(Dwarf 4) "Sepertinya begitu"(Dwarf 5)
"Aku paham maksudmu. Bagaimanapun kami harus membayar untuk tetap tinggal. Hanya saja kami tidak bisa memberitahu rahasia kami"(Dwarf 1)
"Begitu ya. Tidak masalah kalau begitu. Lupakan soal senjata sihir aku tidak butuh, kurangin jumlah Mithril seminim mungkin kalau perlu dari 500kg cukup berikan 1\2 kg mithril saja"
"Tunggu dulu. Apa itu tidak masalah? Bukanya itu termasuk korupsi?"(Dwarf 1)
"Memang. Yang penting kalian aman, tujuanku dengan ini untuk membuat seolah-olah Mithril kebetulan ada dan hanya sedikit saja"
Mithril termasuk langka. Harga mentahan saja bisa mencapai 40 Ero per Kilogram
__ADS_1
Pantas saja Rodigur bisa bertahan dalam perang selama ini.
Senjata Mithril terkenal akan kekuatanya, kalau bukan ini merupakan bagian yang luput dari perhatian Rodigur pasti kami juga akan kesulitan
"Senjata sihirnya?"(Dwarf 2) "Hei jangan bicarakan!!...."(Dwarf 3) Melihat 3 orang menutupi mulut satu Dwarf merupakan hal lucu.
"Aku tidak perlu itu. Hal itu hanya akan mengungkapkan keberadaan kalian saja"
"Benarkah itu? Hanya saja dengan permintaanmu itu tidak mungkin biaya untuk kami makan cukup"(Dwarf 1)
"Memang. Aku tidak meminta kalian menghentikan menambang Mithril kurangi saja jadi 3kg per 3 bulan ditambah 1/2 kg tadi. Anggap saja itu untuk biaya makan kalian"
"4 Kg dan bawakan 4 tong akholol juga"(Dwarf 5) "Jangan setiap 3 bulan. Setiap tahun saja"(Dwarf 3) Mereka tertawa
"Sepertinya kamu anak yang baik"(Dwarf 1)
"Tidak. Aku cuma tidak bodoh, aku tahu karena kalian kan Rodigur dan Stor berperang"
"Kenapa kamu bisa tahu tentang itu?"(Dwarf 1) "Keberadaan kalian disini sudah jadi buktinya"
"Kamu benar. Kami akan memberitahu rahasia kami"(Dwarf 1) "Tidak... Kamu jangan melakukan itu!!"(Dwarf 5)
"Aku percaya dengannya. Tapi biarkan kami memperkenalkan diri dulu. Aku Dwarsen, dia Dwardon, yang disana Warson, sebelahnya Fushran, yang terakhir Dalder"(Dwarsen)
"Oh aku Josh. Bisa dibilang untuk sementara yang mengurus benteng ini" "Kamu yakin mau cerita soal itu?"(Dalder)
"Sepertinya dia bisa dipercaya"(Dwarsen)
"Bagaimana kalau dia membunuh kita untuk mengambilnya"(Dwardon) "Seharusnya tidak. Aku yakin dia bisa dipercaya. Ayo ikuti kami"(Dwarsen)
Mereka berjalan lebih dalam kegua. Aku cuma mengikuti saja, semakin lama langit-langit gua semakin pendek.
Untung saja tidak sampai menyentuh kepalaku "Disinilah kami, Selamat datang di desa Monssu"(Dwarsen)
__ADS_1
Mereka membuka pintu yang seperti batu besar. Didalamnya dipenuhi cahaya lumut dan terdapat desa kecil disini dengan semuanya dibuat dari batu.
**TO BE COUNTINUE...***