Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 81


__ADS_3

Aku menatap semua raksasa itu. Jika mereka tidak menepati janjinya, aku hanya bisa melawan mereka sekuat tenaga dan mati disini


Aku tidak bisa meminta bantuan, perlu waktu paling tidak 1 jam untuk mereka sampai. Bahkan meski mereka sampai sekalipun, mereka hanya akan mati ditangan para raksasa ini


Seorang raksasa lain maju kearahku, aku mengangkat pedangku "Aku Ralls anak dari panglima yang kamu kalahkan. Aku akan menggantikan dia memenuhi janji duel ini"(Ralls)


Aku menatap curiga pada Ralls "Apa kalian sungguh akan menepatinya?" "Tentu saja. Kami ras raksasa bukanlah pengecut. Katakan saja permintaanmu, asal bukan menghentikan perang atau mundur akan kami tepati disini"(Ralls)


Aku tersenyum inilah penentuannya, ini juga bisa jadi bukti apa mereka itu pintar atau tidak


"Baik. Kalian bisa menyerang kami asal lepas semua zirah itu dan juga tanpa senjata"


Semua raksasa menatapku sekilas dan membuka zirah mereka serta meninggalkan senjatanya ditanah


Serius mereka bodoh sekali "Hanya ini?"(Ralls) "Ya, itu saja sudah cukup" "Baik. Kami akan menyerang besok pagi, harusnya lukamu sudah pulih dan bisa melawan besok"(Ralls)


"Baiklah. Sampai jumpa besok pagi" Aku kembali ke benteng, seorang prajurit gagak muncul dan membantuku


"Panglima baik-baik saja? Lengan panglima patah"(Prajurit gagak) "Tidak masalah. Aku masih bisa bertarung besok"


Akhirnya aku sampai di benteng dan dirawat secara sederhana "Sepertinya panglima tidak bisa ikut perang besok"(Stain)


"Jangan bercanda. Aku harus ikut perang besok"


"Tapi keadaanmu tidak memungkinkan. Jika kamu memaksakan diri akan berbahaya bahkan bagi semua pasukan"(Sirus)


"Ini masalah kepercayaan Sirus. Mereka tahunya aku yang memimpin pasukan, jika besok yang muncul bukan aku dan mereka tidak mempercayai aku lagi. Dan memakai zirah serta senjatanya peluang kita menang akan jatuh, bukan tidak mungkin kita akan mati juga"


Semua yang ada disana terdiam "Bagaimana keadaan benteng ini?" "Semua sudah selesai termasuk perangkap parit di luar benteng"(Laria)


Aku mengganguk "Dengarkan pertarungan besok terdiri dari 3 tahap. Pertama gunakan senjata jarak jauh yang dipegang oleh pasukan elang, usahakan bunuh sebanyak mungkin raksasa jika terlalu berat incar kakinya buat pergerakannya terbatas"


Mereka semua mendengarkan "Apa kita tidak bisa serang saja pake sihir"(Lusar) "Itu simpan untuk tahap kedua. Di tahap kedua pecah pasukan elang jadi 2 dan fokuskan serangan pada bagian kepala dan mata. Jika mereka bisa buta kita pasti menang


Nah yang terakhir setelah mereka mulai menghancurkan sekitar kita mundur ke terowongan dibelakang sana dan pergi dari benteng ini. Begitu benteng ini diterobos ledakan semua alat sihir dan buat badai mana raksasa"


"Dimengerti"(Semua orang) "Bagus. Sekarang persiapkan semuanya besok pagi perang akan dimulai"


Kami bubar dan aku beristirahat. Setelah makan malam aku menemui prajurit gagak yang menungguku


"Bagaimana?" "Kami berhasil panglima"(Prajurit gagak) "Baguslah. Jika ini berhasil mereka akan musnah sebelum mencapai monrra"

__ADS_1


Aku memerintahkan pasukan gagak untuk meracuni para raksasa. Racun ini tidak berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang.


Hanya saja racun ini akan mengacaukan Force dalam tubuh setelah setengah hari. Tidak perduli sehebat apa rencanaku jika semua raksasa menggunakan Force diwaktu yang sama dalam tinju mereka semuanya akan musnah tidak tersisa


Aku mengingat bagaimana kengerian Force mereka. Mungkin saat diawal mereka akan memandang rendah kita jadi mereka tidak akan menggunakan Force


Setelah mereka menggunakan Force mereka akan merasa ada yang salah dan membuat luka dalam yang parah


Racun yang kuperintahkan adalah racun yang aktif saat mereka menggunakan Force. Force didalam tubuh akan meledak dan merusak semua organ mereka


Aku cuma berharap rencana besok berjalan lancar saja. Pagi hari sudah tiba, di kejauhan 300 raksasa berdiri berbaris memanjang membuat tekanan besar pada kita semua


"Farel pimpin para pasukan elang untuk mengatur Balista dan Cannon Arrow. Jika tidak bisa membunuhnya fokus saja untuk menyerang kakinya. Laria perhatikan parit dan jebakan yang tersedia. Lusar, Stain, Sirus perhatikan terowongan untuk mundur dan beritahu aku jika akan rubuh"


Semuanya sudah di posisi. Aku memperhatian Cannon Arrow ini, Seperti namanya benda ini berbentuk seperti meriam dengan amunisi berupa panah dari Mithril


Benda ini menggunakan bubuk mesiu, Minyak dan kristal sihir untuk mengaktifkannya. Serangan dari cannon Arrow ini bisa dengan mudah menembus dinding benteng bahkan sampai merusak bangunan utama, sayangnya kita cuma membawa 100 panah mitril untuk Cannon Arrow dan 200 Panah besar untuk balista


Aku harap saja semuanya berjalan lancar


"Panglima mereka sudah berada di jarak tembak"(Prajurit gagak)


"Semuanya perang sudah dimulai. Tembakk!!!"


Aku bisa melihat beberapa raksasa yang terkena panah dan terjatuh. Tidak menunggu lama mereka kembali berdiri memberikan perasaan keputusasaan lebih besar lagi


"Lututnya!!! Fokus ke lututnya" Rentetan ledakan kedua terdengar. Kali ini semua lutut raksasa terkena serangan.


Jangankan menusuk bahkan melukainya saja tidak. Apa informasi dari Dwarsen salah?


"Sialan!!! Gunakan Rune ledakan semua lutut itu!!!"


Rentetan ledakan ketiga terdengar. Setiap panah yang melesat disertai garis warna warni dibelakangnya.


Ratusan ledakan terdengar, meski begitu mereka cuma melambat tidak berhentu "Mereka memasuki kawasan parit"(Prajurit gagak) "Bersiap untuk mengaktifkan jebakan!!! Para penyihir mulai baca mantra kalian"


Begitu mereka mulai dekat seluruh tanah yang mereka injak rubuh membuat semua raksasa itu terjatuh


"SEKARANG!!!" "Aqua"(Pasukan serigala) "Glacier"(Pasukan beruang) Air mengisi seluruh parit dan es mulai membekukan seluruh parit


"Tembak kepalanya!!! Penyihir rapalannya? Pasukan elang yang sudah dibagi 2 fokuskan untuk menghalangi penglihatan mereka!!!'

__ADS_1


Ratusan panah biasa melesat kearah kepala para raksasa dan meledak membuat cahaya warna warni bersinar terang.


Rentetan ledakan mulai kembali terdengar, semua panah itu mengarah ke kepala raksasa.


Teriakan raksasa mulai terdengar sepertinya mereka berhasil


"Kami selesai. Brennadi Rigning"(Pasukan penyihir) Lingkaran sihir terbentuk jauh dilangit


ratusan bola api sebesar kereta kuda turun dengan deras menghantam para raksasa dan membuat ledakan tanpa henti


"Para penyihir mundur ke terowongan. Yang lain juga bersiap mundur!!" Force dari parit keluar mengenai lingkaran sihir dan menghancurkannya


Gawat mereka sudah mulai menggunakan Force


"Semuanya mundur!!!" Aku merasakan gelombang Force raksasa kearah dinding


"Procella!!!" Angin merah berhembus membentuk dinding tebal berwarna merah. Seperti kaca raksasa aku hanya berharap tidak serapuh kaca juga


Gelombangnya datang menghantam lapisan angin itu dan retakan besar tercipta sebelum hancur secara tiba-tiba


Gelombang itu menghantam dinding meski tidak rubuh beberapa prajurit yang tidak beruntung jatuh ke tanah dan mati seketika


"Mundur!!! Tinggalkan benteng!!!" Gelombang force datang lagi kali ini seluruh benteng bergoyang.


Para raksasa menanamkan tangannya ke bagian bawah dinding benteng "Ahh... Sialan!!!" Ledakan terjadi dinding benteng terangkat dan mulai hancur.


Semua prajuritku sudah masuk ke terowongan Aku langsung turun dan masuk keterowongan


"Mundus" Terowongan sudah tertutup dan aku menelusuri terowongan.


Aku tiba dihadapan ratusan prajuritku. 500 meter dari benteng yang sekarang mulai dihancurkan


"Mereka mengerikan"(Farel) "Ya, aku tidak menyangka senjata kita tidak berefek sama sekali. Tapi ini sudah berakhir. Aktifkan alat sihir"


Semua penyihir mulai mengaktifkan alat sihir. Aku juga menghilangkan efek membeku pada alat sihir.


Ledakan raksasa langsung terjadi. Kami semua terkena gelombang kejutnya dan terbang kebelakang..


Ledakan itu berputar dan membentuk tornado raksasa. Semua force dan mana tertarik kesana membuat seluruh tempat hancur berantakan


Aku hanya tertawa melihat kengerian itu "KAMI MENANG!!!!! HAHAHAHAHAHA"

__ADS_1


**TO BE COUNTINUE.....***


__ADS_2