
Kami mulai bergerak dalam 2 grup, grup pertama dipimpin Sila untuk mengintai dengan radius 1 km dari kami. Tujuannya untuk mengantisipasi serangan para monster
Dan Grup kedua merupakan pasukan utama yang berisi para tentara dan juga persediaan.
kami mulai memasuki celah antar tebing
Seluruh pasukan tegang mengkhawatirkan serangan dari para monster yang tinggal di tebing-tebing.
Terutama pasukan yang dipimpin Farel, karena mereka adalah penyerang pertama. Perjalanan lancar sampai ke siang hari meski siang daerah di sini sangat dingin karena berada di antara tebing
Setelah makan siang pasukan Sila memberi kabar bahwa para elang terbang ke arah pasukan utama.
Kami langsung bersiap tapi pasukan gagak yang lain yang mengawasi tebing memberi kabar buruk bahwa para kadal keluar dari sarang dan bersiap menyergap
"jangan panik! Siapkan meriam, serta pasukan taring naga bersiap pada posisi. Pasukan racun naga awasi tebing-tebing dan perhatikan Venom Lizard. Farel siapkan pasukanmu untuk menyerang elang-elang yang akan datang
sisanya bersiap untuk bertarung"
Para kadal keluar dari berbagai sisi tebing bersamaan dengan para elang yang hinggap di ranting mengawasi kami
Aku memperhatikan tebing-tebing, melihat semua kadal itu ada lima jenis kadal yang menyerang kita
Venom Lizard, Mountain Lizard, Flame Lizard, Shadow Lizard, Thorn Lizard. Mereka dipimpin 2 Monster berinti
Emerald Lizard, Giant Lizard, Hell Lizard, Darkness Lizard, dan Hedgehog Lizard.
"Ini akan jadi pertarungan yang sulit. Semuanya!!! Posisi bertahan!! Farel bawa semua pasukanmu dalam barisan tengah, Lusar jaga bagian luar, Pasukan taring naga berada ditengah bersama pasukan Farel, dan pasukan serigala bergerak buru semua shadow Lizard dulu. BERGERAK!!!"
Venom Lizard menembaki kami dengan cairan beracun. "Terra"(Pasukan formasi tanah)
Dinding tanah keluar menutupi kita semua
Meski begitu dinding tanah mulai mencari "Ventum"(Pasukan taring naga) Angin berhembus menghilangkan racun dari Venom Lizard
Pasukan Farel mulai menembakkan panah kelangit dan membuat hujan api kearah para kadal itu.
Dinding tanah baru terbentuk saat para kadal berduri itu menyerang sisi kanan, bersamaan dengan kadal api menembakan bola api kearah kita
Ledakan demi ledakan terjadi, Sila mengarahkan para pemanah. Kami terpaksa memasuki keadaan bertahan karena terkepung
__ADS_1
"PANGLIMA!!! ELANGNYA!!!"(Sila) Belasan elang mulai terbang kearah pasukan "SIRUS, LUSAR. Aku serahkan pasukan pada kalian!! Turbo"
Tornado mengelilingiku, dan aku melompat kearah para elang itu. Aku mengayunkan pedangku dan membuat tebasan angin yang mendorong elang-elang itu.
Aku mendarat diatas ranting. Kira-kira ada 15 elang ada 3 jenis Sand Eagle, Gale Eagle, Bolt Eagle
Melawan mereka bakal sulit nih. Gale Eagle mundur dan mengepakkan sayapnya kuat-kuat membuat angin besar bertiup kearahku
Sand Eagle juga melakukan hal yang sama tapi bukan cuma angin yang terbentuk melainkan debu pasir
Gabungan dari keduanya membuat badai pasir. Aku mengayunkan pedangku dan membuat tornado merah. Kedua badai bertabrakan ditengah berkat itu badai pasir tidak bisa maju lagi.
Ledakan terjadi, aku terhantam oleh Bolt Eagle
Elang itu ingin mematuk kepalaku "MENYINGKIR!!!" Aku mengalirkan force ditinjuku membuat rune api ditanganku
Tinju api menghantam kepala elang itu dan membuat ledakan. Aku langsung menendang elang itu agar menyingkir
Aku langsung menebas elang itu dengan pedangku. Pedang angin keluar dari pedangku merontokkan sayap elang dan melukai tubuhnya
Elang itu jatuh tapi beberapa elang lain terlihat melesat kearahku. Tebasan angin akibat kibasan sayap Gale Eagle mengarah kearahku.
Aku cuma sempat menahannya dengan pedangku meski begitu aku tetap terdorong sampai menabrak dinding.
Lidah panjang mengenai elang itu dan menarik elang itu kedalam mulut Giant Lizard. Giant Lizard memperhatikanku, ini gawat.
Dan benar saja kadal itu tidak sadar diri dengan ukurannya yang hampir sebesar gunung melompat kearahku
Padahal aku sendiri menempel dinding berkat elang tadi. Ledakan besar terjadi untungnya aku sempat menghindar.
Kadal itu bisa merayap di tebing padahal ukurannya luar biasa besar. Tangannya yang besar mengayun kearahku, aku langsung mundur menghindarinya
Ledakan terjadi dan batu-batu ditebing ikut runtuh. Dari balik asap lidah raksasa menerjang kearahku.
Aku menahan serangan lidah itu dengan pedangku, meski begitu aku masih terdorong mundur
Aku menarik pedang kedua ku, belum juga kuayunkan elang menabrak punggungku membuatku terpental ke tebing diseberang
Seolah belum cukup lidah Giant lizard menangkapku dan menarikku kedalam mulutnya
__ADS_1
"Jangan bercanda!!! INFERNUS!!!"
Aku mengayunkan pedangku, api keluar dari pedang langsung membakar lidah kadal sampai ke tubuh Giant Lizard.
Giant Lizard melepasku, tapi aku sudah terkepung 2 Emerald Lizard. Kedua kadal itu langsung menyemprotkan cairan beracun kearahku
Dengan keadaan panik aku mengayunkan pedangku yang langsung membuat pedang angin yang merobohkan dinding dimana ketiga kadal itu merayap.
Untungnya karena tebasan angin itu juga membubarkan cairan beracun. Ketiga kadal jatuh ketanah.
Aku turun kesalah satu pohon menatap para elang yang bukanya berkurang malah bertambah. Selain itu satu Giant Lizard masih menatapku dari seberang tebing
Aku tidak bisa meminta bantuan yang lain karena mereka menghadapi Hedgehog lizard serta belasan kadal lain
"Majulah kalian!!!" Semua elang langsung melesat kearahku. Aku mengayunkan kedua pedangku bersamaan yang langsung membentuk pedang campuran angin dan api berukuran raksasa
Seranganku tertembus oleh 4 Gale Eagle, yang langsung menyerangku "Mundus" Tanah membentuk perisai setengah lingkaran yang sayangnya tidak bisa menahan semua elang itu.
Elang dengan mudah menembus perisai itu tapi aku berada disebelahnya dan menebas semua elang itu.
Semua elang langsung terkena seranganku dan terpental kebawah. Elang yang lain tidak berani mendekatiku sebagai gantinya mereka menggunakan serangan jarak jauh
Pedang angin, sambaran petir, dan terjangan batu menyerangku tanpa henti. Aku menghindari semua itu dengan terbang antar pohon demi pohon
Aku mengayunkan pedangku dan tombak batu raksasa melesat kearah para elang. Semua elang itu bisa dengan mudah menghancurkan tombak batu itu tetapi
"Lux" Belasan cahaya merah menembus setiap elang membuat mereka jatuh kebawah. Baru saja bernafas lega, lidah raksasa kembali menangkapku lagi.
"Jangan kira aku akan kena trick yang sama ya" Pilar batu runcing muncul dari bawah lidah membuatku tergantung di ujung batu.
Dengan pedangku, aku memotong lidah itu dan berdiri diatas pilar batu. Kadal itu melompat kearahku yang membuatnya rentan diserang
Pilar batu muncul dari samping kadal dan memukulnya, membuatnya jatuh kebawah disertai dentuman besar.
Suara elang kembali terdengar, aku melihat kumpulan elang yang jumlahnya 3 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya
Dan aku baru menyadari hal lainnya, aku sudah terkepung oleh kadal yang entah muncul darimana
***TO BE COUNTINUE...***
__ADS_1