Runes Swordsman

Runes Swordsman
Part 116


__ADS_3

Jalan sudah berubah jadi jurang sudah sangat sulit untuk melanjutkan perjalanan. Mau tidak mau kita harus melewati gunung untuk pergi ke kota berikutnya


Hal itu tidak sulit bagi raksasa tapi tidak bagi kita. Gunung yang harus di daki sangat terjal hampir seperti dinding yang licin


Belum lagi monster yang ada disana, kalau cuma pasukanku mungkin masih bisa bertahan tapi membawa pasukan dari pangeran ketiga mustahil


Apalagi kebanyakan dari mereka sudah mengalami luka parah. Aku memberitahu soal keadaan ini dalam rapat


"Apanya yang hebat? Kamu membiarkan hal ini terjadi, kupikir kamu itu adalah legenda yang tidak akan pernah gagal"(Viscount Runty)


Sombongnya, waktu liat raksasa aja ngumpet dibawah meja berani menghinaku "Buktinya aku bisa membunuh mereka semua hanya dengan pasukanku, apa jika keadaan ini dibalik anda bangsawan yang terhormat bisa membunuh mereka semua?"


"Ta...Ta.. Tapikan kamu punya pasukan yang hebat kalau aku punya mereka aku juga bisa meratakan kerajaan raksasa dengan mudah"(Viscount Runty) Pangeran ketiga menepuk kepalanya


Aku cuma bisa tersenyum sambil menahan marah "Apa yang mulia berpikir semua pasukan itu aku pungut? TIDAK!!! Mereka kubesarkan dan kurawat satu persatu dari makanannya, pengetahuannya, kekuatannya, formasinya tidak ada dari mereka yang kudapat dari satu tempat dan ternyata luar biasa. Aku bahkan mengurus sampai senjata mereka secara detail satu persatu. Semua senjata mereka cuma bisa dipakai oleh pasukanku dan tidak akan bisa dipakai oleh orang lain. Darisini saja sudah jelas seberapa spesialnya mereka. Dan yang mulia berpikir aku HANYA beruntung memiliki mereka. Hebat sekali. Jadi ini yang dipikirkan bangsawan tentangku"


Aku berbalik dan pergi lelah aku membicarakan rapat dengan mereka "Viscount Monrra tunggu!! Kita belum membicarakan jalan keluar dari masalah ini"(Pangeran ketiga)


"Tanyakan saja pada bangsawan yang terhormat itu. Pasukanku sih bisa terbang jadi tidak perlu jalan keluar"


Aku meninggalkan ruangan itu dan kembali ketendaku. Sila datang tidak lama kemudian


"Beritahu jumlah korbannya!" Sila tersentak karena aku menggunakan nada perintah


"40 orang pasukan beruang, 20 orang pasukan taring naga, dan 5 orang pasukan racun naga. Yang sudah dipastikan telah gugur 10 orang"(Sila)


"Lebih sedikit dari perkiraanku. Itu sudah membuktikan kemampuanku daripada bangsawan yang bisa bersembunyi dibawah meja sudah jelas aku lebih baik"

__ADS_1


Aku melihat dokumen yang berisi korban yang jatuh ke jurang. Sebenarnya kami bisa berusaha melihat kesana, tapi jurang itu wilayah Dwarf saat turun kebawah yang ada makin banyak korban yang berjatuhan


"Apa ulah Viscount Runty?"(Sila) "Lupakan saja babi pengecut itu. Masukan orang-orang disini kedalam daftar prajurit yang gugur, pastikan keluarga mereka mendapat kompensasi"


"Baiklah panglima. Apa kita akan melanjutkan perang?"(Sila) "Entahlah. Aku sudah lelah, para bangsawan yang cuma bisa kritik dan tidak mau gerak tapi ingin dapat jasa. Atau keadaan yang semakin runyam benar-benar membuatku sakit kepala"


"Tapi panglima sudah ada rencanakan?"(Sila) "Tentu saja, itu yang mau kubicarakan tadi. Malah aku dihina dan dikatakan tidak becus, biarin aja mereka memikirkan jalan keluarnya sendiri"


"Bukanya itu dianggap membangkang?"(Sila) "Buat apa membantu kalau tidak dihargai? Bahkan pangeran ketiga saja menggangap yang kulakukan itu hal wajar, dia tidak membela ataupun melerai tapi butuh bantuanku. Memangnya aku mau membantu begitu saja? Alasan aku perang disini karena keinginan istana bukan untukku, tapi apa yang kudapat? Penghinaan? Lebih baik biarkan saja. Perintahkan seluruh pasukan untuk bersantai saja jangan mau diperintah oleh bangsawan lain"


"Aku mengerti"(Sila) Aku mendiamkan bangsawan sialan itu selama 3 hari. Selama itu juga aku terus mendapat panggilan untuk mengikuti rapat


Tapi aku mengabaikannya dan keluar melatih prajuritku sendiri. Dari pihak mereka tidak ada yang berani menemuiku bahkan untuk meminta maaf.


Sudah berapa kali aku menyelamatkan nyawa pangeran ketiga, giliran aku butuh satu dukungannya dia memalingkan muka


Kalau aku pendukungnya mungkin nasibku bakal sama seperti Marquess Marband yang dipenggal tanpa satupun pembelaan dari orang yang dia dukung


Situasi terus berlanjut membuat perpecahan terjadi. Meski begitu yang gemetar malah pihak pangeran


Aku juga mulai gugup, soalnya Sila memberitahu alasan Dwarf tidak menyerang karena perjanjian tidak menggangu selama 2 bulan.


1 bulan lebih 3 minggu sudah terlewati semuanya terlambat meski dari awal aku melaksanakan rencanaku perlu waktu 1 bulan untuk membuat jalan


Pada saat itu serangan Dwarf datang. Aku dan pasukanku mungkin masih bisa bertahan tapi bagaimana dengan yang lainnya?


Meski perawatan sudah dilakukan banyak prajurit yang kehilangan kemampuan untuk berjalan, bukan cuma membebani itu malah akan jadi masalah

__ADS_1


Rasa frustasiku menumpuk berkat ini. Aku pergi ke arah gunung dan melihat terowongan yang dibuat pasukan formasi tanah


"Bagaimana?" "Ah panglima. Paling tidak butuh waktu 1 minggu lagi"(Stain) Terowongan itu dibuat menanjak keatas dengan kemiringan yang cukup sulit untuk didaki pemula


Alasannya karena keterbatasan waktu. Butuh waktu lebih banyak untuk membuat terowongan yang lebih landai


"Menurut Sila ada bekas tambang yang dibuat raksasa disini. 400 meter lagi, di sana ada terowongan langsung yang mengarah kekota


Kalau kita menggunakan rute itu bukan keatas bakal lebih cepat lagi dalam bergerak. Apalagi ukuran tambang itu sangat besar jadi pasti seluruh pasukan bisa lewat"(Stain)


"Apa kamu lupa raksasa itu? Para raksasa tetap menambang, kalau lewat sana pasti bakal ketahuan oleh penambang. Saat itu perang bakal meletus kita mungkin bisa bertahan tapi pasukan lain? Bakal habis disana"


"Membuat terowongan yang membelah gunung juga sama saja sulitnya kan? Bahkan para raksasa bisa tahu posisi kita darisana"(Stain)


"Meski begitu mereka tetap tidak bisa mengejar. Mereka harus menaiki gunung. Saat itu kita bisa bertahan lebih lama"


Setelah memastikan beberapa hal aku kembali ke tendaku. Di perjalanan aku ketemu pangeran ketiga "Viscount Monrra aku butuh bantuanmu"(Pangeran ketiga)


"Bantuan apa? Bukanya ada bangsawan murni yang lebih segalanya disana? Kenapa tidak minta bantuan dia saja?"


"Viscount Monrra jangan bercanda. Keadaan kita sudah buruk, pasokan sudah berhenti, kita tidak bisa maju dan sulit mundur. Kenapa kamu terus memancing perpecahan seperti ini?"(Pangeran ketiga)


"Kenapa? hmm.. Kenapa ya? Apa karena aku berjuang keras tapi tidak dihargai? Atau karena aku yang selalu berjuang sendirian tanpa dukungan? Atau karena aku tidak pernah dilibatkan dalam mengambil keuntungan? Entahlah aku juga tidak mengerti"


"Baiklah aku minta maaf kalau memang keadaanmu seperti ini selama ini. Tapi ini sangat penting dan kami butuh saranmu yang terkuat disini"(Pangeran ketiga) "Baiklah lebih baik aku yang mengalah saja disini, aku akan hadir dirapat nanti. Selama kalian mengharapkan aku hadir tentunya"


***TO BE COUNTINUE...***

__ADS_1


__ADS_2