
Pagi sudah tiba, pasukanku sudah membuat sarapan untuk ribuan orang. Seluruh tempat dipenuhi pasukan
Dari tengah malam pasukanku mulai memasak sampai dipagi hari. Sejujurnya itu cukup berat kalau bukan karena pasukan formasi neraka pasti akan sulit
Kami juga memberi tahu kalau daging yang sangat kecil itu adalah daging monster untuk mencegah adanya keributan
Adegan sarapan berjalan lancar setelah matahari mulai tinggi kita semua berangkat ke benteng itu
Jujur saja aku tidak tahu berapa banyak dari mereka yang akan kembali
Baron Mansturi meninggalkan puluhan orang untuk menjaga desa. Perjalanan hanya berlangsung beberapa jam
Sampai kami melihat benteng sederhana dari batu dan tanah. Dindingnya sangat tinggi seperti gunung
"Viscount, kamu bilang itu sederhana?"(Baron Vendra) "Jangan lihat penampakannya, benteng itu sangat rapuh, aku membuatnya setinggi mungkin untuk menjadi halangan bagi para raksasa"
Kami mulai memasuki benteng, aku langsung pergi ke dinding benteng dan menatap daerah Stor di kejauhan
"Sila" "Hamba disini"(Sila) "Sudah sampai dimana mereka?" "Mereka akan terlihat beberapa jam lagi"(Sila)
"Apa pasukan naga sudah siap? Terutama taring naga?" "Semua sudah diposisi, setelah para raksasa menyentuh 500 meter didepan tembok benteng kita akan mulai menyerang"(Sila)
"Bagaimana moral mereka?" "Sepertinya mereka percaya diri"(Sila) "Bagaimanapun kebebasan mereka ditentukan disini"
Pasukan naga dibagi jadi 4 Badan naga, ekor naga, taring naga dan racun naga. Untuk taring dan racun masing-masing ada 35 orang dan mereka semua budak yang dilatih
Aku menjajinkan kebebasan dan hadiah sebesar 10 Ero untuk mereka selama mereka bisa bertahan hidup dan kita menang disini
Sedangkan ekor naga adalah pemanah yang biasa menggunakan meriam. Jujur saja ideku untuk mereka sangat buruk
Ekor naga itu hanyalah penembak meriam dan taring naga adalah amunisinya. Aku menggunakan pengguna force sebagai peluru untuk membunuh mereka
Jujur saja kalau tidak seperti ini aku tidak yakin bisa memenangkan perang ini. Yang memimpin unit ini adalah mata naga.
Berbeda dengan pemimpin divisi lainnya, pemimpin dari divisi naga perlu bisa mendapat informasi secara akurat untuk memudahkan membidik target.
Aku sudah menyiapkan pasukanku itu dan mereka akan mulai bergerak bersamaan dengan serangan pasukan formasi.
Waktu berjalan dengan cepat. Malam harinya aku melihatnya para raksasa mulai tiba dan berkemah disana
__ADS_1
"Mereka sudah datang?"(Baron Vendra) "Begitulah. Besok kita akan mulai berperang" "Darisini sudah terlihat jelas mereka ya"(Baron Ronald)
"Apa kita bisa menang?"(Baron Mansturi) "Percaya saja pada kekuatan pasukanmu"
Keesokan paginya keributan terjadi diruang rapat
Viscount Runty menuduh aku ingin memonopoli jasa untukku sendiri. Aku berjanji menyerahkan setengah dari Prestasi untuk Viscount Runty jika berhasil tidak melarikan diri darisini
Rapat diakhiri bersamaan dengan pemberitahuan raksasa mulai bergerak. Aku dan yang lain mulai naik keatas dinding untuk melihat hal itu.
Dikejauhan ada badai debu bersama dengan getaran yang terasa dikaki. Raksasa dengan zirah yang berkilau terlihat
Jumlahnya sangat banyak seperti dinding raksasa yang bergerak "Sesuai rencana. Sirus!!! Pimpin mereka dan jatuhkan mereka!!!"
Sirus keluar bersama pasukannya berjumlah 30 orang. Force biru menutupi seluruh pasukan itu dan mereka memacu kuda mereka kearah para raksasa
"Baron Vendra, atur pasukan dan lakukan serangan mendadak saat mereka mulai berjatuhan. Kalau bisa pastikan mereka tidak bisa bangun. Baron Ronald atur para penembak meriam untuk mengalihkan perhatian para raksasa. Dan Baron Mansturi komandokan pasukan yang tersisa dibenteng"
Sebelum mendengar jawaban mereka aku turun kebawah "Panglima"(Laria) "Bagus kamu datang bawakan perisai itu"
Laria menelan ludahnya "Apa perisai itu harus panglima yang gunakan?"(Laria) "Tentu saja. Kamu pimpin pasukan serigalamu dan pastikan hancurkan tangan mereka"
Perisai ini buatan para Dwarf. Mereka menyebutnya senjata Force. Pengguna Force yang memakai senjata tipe ini akan menguatkan ratusan kali lipat force mereka
Meski begitu cuma berlaku paling banyak 3 kali. Tadinya aku berencana membiarkan Lusar yang menggunakan ini
Tapi mengingat para raksasa itu, keahlianku menggunakan force lebih diperlukan disini "Kamu tidak perlu khawatir soal ini Laria. Lakukan saja tugasmu. Pasukan Tanah bersiap!!!"
Aku keluar dari benteng bersama 50 orang disusul ratusan prajurit lain bersama Baron Vendra
Kami menunggu beberapa menit, pasukan Viscount Runty bersama pasukan Baron Wrill datang bergabung
"Mereka datang!!" Sirus datang bersama dengan pasukannya, ledakan yang tidak pernah berhenti mulai terlihat jelas.
Serangan meriam tidak melukai mereka sama sekali. Aku melepas force yang menutupi panah yang sekarang menempel dikaki mereka
Puluhan ledakan terjadi bersamaan membuat para raksasa limbung dan jatuh hanya meninggalkan pasukan tengah dan belakang
Seluruh garis depan runtuh "Pasukan tanah!!! SEKARANG!!!" Force kuning meliputi seluruh pasukanku sebelum menyatu dengan tanah
__ADS_1
"MUNDUS!!!!"(Pasukan tanah) Gempa terjadi dan gelombang tanah terbentuk membentuk parit dan jurang.
Raksasa yang hampir berdiri mulai jatuh karena lubang muncul dikaki mereka "Serang!!!"(Baron Vendra) Pasukan Baron Vendra bersama dengan pasukan Laria mulai menyerang mereka
Langit berubah jadi mendung dan ratusan petir turun bersamaan menyambar para raksasa tanpa ampun meski tidak memberikan luka yang parah
"Apa yang kamu lakukan Viscount Runty? Pimpin semua pasukan mu maju!!" Ledakan beruntun terjadi
Api, tornado, petir bahkan tanah menghantam para raksasa bergantian. Salah satu raksasa mengayunkan palunya
Gelombang Force terjadi, pasukan Laria dan pasukan Baron Vendra terpental dan tercerai berai
"KUBUR MEREKA!!!" Tanah berubah jadi tsunami raksasa yang menghantam semua raksasa itu. Tapi itu tidak berlangsung lama
Tsunami itu langsung hancur saat raksasa mengayunkan tangannya. Sambil berusaha berdiri beberapa raksasa mengayunkan palu atau kapaknya kedepan menghantam tanah
Ledakan terjadi, gelombang force raksasa beserta batu dan tanah terbentuk kearah kami
Pasukan tanah milikku sudah tidak berdaya
Mereka terluka dalam karena force mereka dihancurkan secara paksa membuat formasi mereka berantakan
Aku mengambil perisaiku "MUNDUS!!!" Aku menancapkan perisaiku ketanah, dan force merah mewarnai seluruh tanah dan kemudian berdiri menjadi dinding raksasa
Ledakan beruntun terjadi untungnya itu tidak merusak dinding force milikku "Serangan raksasa datang!!!"(Baron Mansturi)
Bersamaan dengan suara Baron, seluruh dinding force milikku bergetar hebat. Aku memuntahkan darah rasanya seperti ada palu yang memukul langsung jantungku
Dinding itu langsung hancur menampilkan para raksasa yang berjalan kearah kami "Jangan bercanda! Aku belum selesai. Turbo!!!"
Aku mengayunkan perisai itu keatas membuat ledakan angin raksasa yang membentuk gelombang angin membawa badai pasir kearah mereka.
Satu persatu raksasa jatuh karena angin yang mengangkat kaki mereka membuat semua raksasa itu limbung kebelakang
Ratusan petir, api dan angin kembali memborbadir mereka tanpa ampun. Aku tahu ini saja tidak akan cukup melawan mereka
Entah kenapa, akan sangat sulit untuk menang disini
**TO BE COUNTINUE....***
__ADS_1